Sebuah Harapan Baru

By. Iskandar Dzulqarnain

Dalam setiap langkah hidup, kita sering melihat adanya ketidak pastian dalam perjanjian, bahkan ada pula orang-orang yang selalu kikir dalam menjadikan hidup ini lebih sempurna. Mengapakah mereka tidak pernah merasa, bahwa dirinya selalu di rundung keniscayaan yang akan mendustakan mereka…

Anak-anak jalanan itu membutuhkan harapan yang selalu saja terpendam dalam masing-masing jiwa, mereka anak-anak korban pembodohan yang di lakukan para pendusta. Mereka membutuhkan cita-cita untuk menempuh jalan hidupnya. Bukan sebaliknya, mereka yang selalu merasa bahagia, mungkin benar mereka tertawa, tapi hanya sekedar menutupi kesedihannya.

Menjalani hidup ini memang tidak mudah, ada kalanya kita berada di atas, adakalanya kita berada di bawah. Yang bisa kita lakukan hanya berusaha sekuat tenaga untuk dapat selalu merasa tiada terbebani oleh setiap masalah-masalah yang sering kita hadapi.

Kembali pada anak-anak jalanan. Kulihat dia sedang terduduk diam, terpaku dalam setiap lamunan, air matanya terus berlinang, tiada bisa menahan betapa berat ujian yang selalu membentang. Dan tiada seorangpun yang mengerti akan kesengsaraannya.

Sebuah harapan dalam hati hanya bisa berangan. Untuk selalu ada yang menemani di setiap malam. Tertidur, hanya berselimutkan angin malam. Adapun ia hanya bisa terdiam dikala semua anak seusianya mulai beraktivitas untuk belajar. Kapankah mereka dapat meraih prestasi seperti yang mereka impikan? Tanda tanya begitu besar tumbuh di benak mereka.

Selalu, dan selalu saja mereka tertawa dalam tangis, selalu dan selalu saja mereka larut dalam kebahagiaan yang bisu, selalu dan selalu saja mereka merasakan kepedihan akan jalan hidup mereka.

Kapankah semua ini akan berakhir? Kapankah mereka akan dapat meraih impian dalam sebuah harapan baru? Kapankah mereka akan mendapatkan kebahagiaan itu?

Tapi buat mereka, itu hanya sebuah mimpi. Mimpi yang tak dapat teraih. Namun yakinlah, suatu saat mereka akan mendapatkan impian yang telah lama tersembunyi itu. Karena merekalah generasi baru yang akan mengukir sejarah baru dalam meraih hidup yang baru… insyaAllah… amin…


0 komentar to "Sebuah Harapan Baru"

Posting Komentar

cari aja...

Mengenai Saya

Foto saya
BanaNa City, AsTenG, Indonesia
orangnya gokil abizzz, ga suka marah..., hidup heppy aj kaleee..., ojo gae susah...!!! orep mong cuma sekali... tapi klo leh jujur, q orangx ga neko-neko... paling ngga bisa ngomong yang jelas-jelas... mudah ngga nyambung klo diajak ngobrol... yang jelas gwa CUPU bangetzzzzzzzzzzzz.......

keluargaku....

ayahku: Nuzul Choiri
Ibuku : Dian Windianingsih
anak ke:
1. Windi Annisa'
2. Iskandar Dulqarnain
3. Ibnu Mas'ud
4. Adam Syaifullah
5. Salman Faris
6. Yusuf Abdullah
7. Muhammad Idris
8. Firda Annisa'
9. Umar Muchtar
10. Sabrina Annisa' (almh.)

komentar terbaru

my mail

kandarkandar09@yahoo.co.id

ikut?? yuuuuk...


Free chat widget @ ShoutMix
Web hosting for webmasters