<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3847203946914939958</id><updated>2011-08-10T06:45:47.374-07:00</updated><category term='senyum dikit....'/><category term='Sak Karep mu...'/><category term='puisiku'/><category term='tentang cinta'/><category term='my vedeo'/><category term='profil ku'/><category term='untuk dia'/><category term='pengetahuan'/><title type='text'>Sastra Yang Hilang</title><subtitle type='html'>Sastra yang terlanjur hilang dalam pikiran kemudian perlahan tumbuh kembali...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3847203946914939958/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>my love</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03585437615001367745</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_1UvEn9BN05M/Smle78z0p2I/AAAAAAAAAPk/-R5VUz4OxWs/S220/Foto091.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>66</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3847203946914939958.post-5384268020089026691</id><published>2010-03-21T01:35:00.000-07:00</published><updated>2010-03-21T01:39:11.343-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sak Karep mu...'/><title type='text'>Berbagi di Jejaring Sosial</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;F&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;acebook, MySpace, LinkedIn, Friendster, Urban Chat dan Black Planet adalah hanya beberapa dari lebih dari 100 situs Web yang menghubungkan orang-orang di seluruh dunia yang sangat ingin berbagi pikiran dan perasaan mereka. Tapi&lt;br /&gt;seperti dalam kehidupan nyata, ada hal-hal seperti berbagi terlalu banyak informasi (TBI). Studi yang sama oleh Pew Research menemukan bahwa 40 persen&lt;br /&gt;dari pengguna telah membuka akses untuk profil mereka, sehingga siapapun untuk melihat informasi mereka. 60 persen lainnya membatasi akses ke teman-teman, keluarga dan kolega. Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan untuk menggunakan "tidak berbagi" didalam daftar anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1: Apapun Yang Tidak Ingin Anda Bagi, jaringan social adalah semua tentang berbagi, jadi sesuatu yang Anda anggap kerahasiaan dapat dengan mudah dibagi dan kemudian dibagi lagi, dan sebelum kau tahu itu, seseorang yang Anda bahkan tidak tahu memiliki akses ke sesuatu yang pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2: Petunjuk Kata Sandi, berpikirlah sebelum Anda memposting sesuatu yang bisa mengacu informasi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3: Kata Sandimu, jagalah password Anda untuk diri sendiri, tidak peduli apapun, dan Anda tidak perlu khawatir tentang hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4: Informasi Keuangan Pribadi, jika Anda salah satu yang 40 persen yang membiarkan membuka akses ke profil Anda, lalu tiba-tiba pencuri identitas Anda tahu di mana bank dan di mana Anda memiliki sebagian besar investasi Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5: Alamat Anda dan Nomer Telpon, jika Anda berbagi alamat dan nomor telepon pada situs jaringan sosial, Anda membuka diri untuk ancaman pencurian identitas&lt;br /&gt;dan bahaya pribadi lainnya seperti pencurian. Jika Anda memposting bahwa Anda akan berlibur dan telah memposting alamat Anda, maka semua orang tahu Anda memiliki sebuah rumah dalam keadaan kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6: Photos Keluarga Anda, jika Anda memposting fotofoto keluarga dan pasanganmu bahwa dengan informasi seperti, "suami saya sedang ke luar kota akhir pekan ini" atau "Johnny kecil cukup tua untuk tinggal di rumah sendiri sekarang," maka keselamatan anak-anak Anda bisa beresiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7: Informasi Perusahaan, berita yang bias menguntungkan ke salah satu kompetitor perusahaan Anda, maka itu bukanlah sesuatu yang harus anda bagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8: Situs Yang Terhubung, apa yang Anda posting dalam satu dunia yang tersedia untuk yang lain juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9: Rencana Sosial, kecuali Anda merencanakan pesta besar dan mengundang semua pengguna yg terhubung ke anda, itu hanya akan membuat teman-teman lain&lt;br /&gt;merasa ditinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10: Percakapan Pribadi, pribadi dan urusan pribadi tidak seharusnya boleh dibagi pada wall status anda. Ini berada di bawah etika dunia samar-samar jaringan&lt;br /&gt;social&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3847203946914939958-5384268020089026691?l=cintaku-loveyou.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/feeds/5384268020089026691/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/2010/03/berbagi-di-jejaring-sosial.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3847203946914939958/posts/default/5384268020089026691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3847203946914939958/posts/default/5384268020089026691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/2010/03/berbagi-di-jejaring-sosial.html' title='Berbagi di Jejaring Sosial'/><author><name>my love</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03585437615001367745</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_1UvEn9BN05M/Smle78z0p2I/AAAAAAAAAPk/-R5VUz4OxWs/S220/Foto091.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3847203946914939958.post-4531857619343412355</id><published>2009-09-11T07:43:00.000-07:00</published><updated>2009-09-11T07:53:23.111-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sak Karep mu...'/><title type='text'>...WANITA...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika Tuhan menciptakan wanita, DIA lembur pada hari ke-enam.&lt;br /&gt;Malaikat datang dan bertanya,”Mengapa begitu lama, Tuhan?”&lt;br /&gt;Tuhan menjawab:&lt;br /&gt;“Sudahkan engkau lihat semua detail yang saya buat untuk menciptakan mereka?"&lt;br /&gt;“ 2 Tangan ini harus bisa dibersihkan, tetapi bahannya bukan dari plastik. Setidaknya terdiri dari 200 bagian yang bisa digerakkan dan berfungsi baik untuk segala jenis makanan.&lt;br /&gt;Mampu menjaga banyak anak saat yang bersamaan. Punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan… , dan semua dilakukannya cukup dengan dua tangan ini ” takjub.&lt;br /&gt;Hanya dengan dua tangan?....impossible!“ Dan itu model standard?!&lt;br /&gt;“Sudahlah TUHAN, cukup dulu untuk hari ini, besok kita lanjutkan lagi untuk&lt;br /&gt;menyempurnakannya“.&lt;br /&gt;“Oh.. Tidak, SAYA akan menyelesaikan ciptaan ini, karena ini adalah ciptaan favorit SAYA”.&lt;br /&gt;“O yah… Dia juga akan mampu menyembuhkan dirinya sendiri, dan bisa bekerja 18 jam sehari”.&lt;br /&gt;Malaikat mendekat dan mengamati bentuk wanitaciptaan TUHAN itu.&lt;br /&gt;Tapi ENGKAU membuatnya begitu lembut TUHAN ?”&lt;br /&gt;“Yah.. SAYA membuatnya lembut. Tapi ENGKAU belum bisa bayangkan kekuatan yang SAYA berikan agar mereka dapat mengatasi banyak hal yang luar biasa.“&lt;br /&gt;“Dia bisa berpikir?”, tanya malaikat.&lt;br /&gt;Tuhan menjawab:&lt;br /&gt;“Tidak hanya berpikir, dia mampu bernegosiasi."&lt;br /&gt;Malaikat itu menyentuh dagunya....&lt;br /&gt;“TUHAN, ENGKAU buat ciptaan ini kelihatan lelah &amp;amp; rapuh! Seolah terlalu banyak beban baginya.”&lt;br /&gt;“Itu bukan lelah atau rapuh....itu air mata”, koreksi TUHAN&lt;br /&gt;“Untuk apa?”, tanya malaikat&lt;br /&gt;TUHAN melanjutkan:&lt;br /&gt;“Air mata adalah salah satu cara dia mengekspressikan kegembiraan, kegalauan,&lt;br /&gt;cinta, kesepian, penderitaan dan kebanggaan.”&lt;br /&gt;“Luar biasa, ENGKAU jenius TUHAN” kata malaikat.&lt;br /&gt;“ENGKAU memikirkan segala sesuatunya, wanitaciptaanMU ini akan sungguh menakjubkan!"&lt;br /&gt;Ya mestii…!&lt;br /&gt;Wanita ini akan mempunyai kekuatan mempesona laki-laki. Dia dapat mengatasi beban bahkan melebihi laki-laki.&lt;br /&gt;Dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri.&lt;br /&gt;Dia mampu tersenyum bahkan saat hatinya menjerit.&lt;br /&gt;Mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan.&lt;br /&gt;Dia berkorban demi orang yang dicintainya.&lt;br /&gt;Mampu berdiri melawan ketidakadilan.&lt;br /&gt;Dia tidak menolak kalau melihat yang lebih baik.&lt;br /&gt;Dia menerjunkan dirinya untuk keluarganya.&lt;br /&gt;Dia membawa temannya yang sakit untuk berobat.&lt;br /&gt;Cintanya tanpa syarat.&lt;br /&gt;Dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang.&lt;br /&gt;Dia girang dan bersorak saat melihat kawannya tertawa .&lt;br /&gt;Dia begitu bahagia mendengar kelahiran.&lt;br /&gt;Hatinya begitu sedih mendengar berita sakit dan kematian.&lt;br /&gt;Tetapi dia selalu punya kekuatan untuk mengatasi hidup.&lt;br /&gt;Dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.&lt;br /&gt;Hanya ada satu hal yang kurang dari wanita:&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dia lupa betapa berharganya dia...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3847203946914939958-4531857619343412355?l=cintaku-loveyou.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/feeds/4531857619343412355/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/2009/09/wanita.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3847203946914939958/posts/default/4531857619343412355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3847203946914939958/posts/default/4531857619343412355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/2009/09/wanita.html' title='...WANITA...'/><author><name>my love</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03585437615001367745</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_1UvEn9BN05M/Smle78z0p2I/AAAAAAAAAPk/-R5VUz4OxWs/S220/Foto091.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3847203946914939958.post-7423229844023879333</id><published>2009-09-06T22:23:00.000-07:00</published><updated>2010-04-15T07:16:41.104-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sak Karep mu...'/><title type='text'>Arti Cinta Dalam Islam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Kata pujangga cinta letaknya di hati. Meskipun tersembunyi, namun getarannya tampak sekali. Ia mampu mempengaruhi pikiran sekaligus mengendalikan tindakan. Sungguh, Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat. Cintalah yang mampu melunakkan besi, menghancurkan batu karang, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta (Jalaluddin Rumi).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p dir="ltr" style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Namun hati-hati juga dengan cinta, karena cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, jika cintanya itu disambut oleh para pecinta palsu. Cinta yang tidak dilandasi kepada Allah. Itulah para pecinta dunia, harta dan wanita. Dia lupa akan cinta Allah, cinta yang begitu agung, cinta yang murni.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p dir="ltr" style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Cinta Allah cinta yang tak bertepi. Jikalau sudah mendapatkan cinta-Nya, dan manisnya bercinta dengan Allah, tak ada lagi keluhan, tak ada lagi tubuh lesu, tak ada tatapan kuyu. Yang ada adalah tatapan optimis menghadapi segala cobaan, dan rintangan dalam hidup ini. Tubuh yang kuat dalam beribadah dan melangkah menggapai cita-cita tertinggi yakni syahid di jalan-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p dir="ltr" style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Tak jarang orang mengaku mencintai Allah, dan sering orang mengatakan mencitai Rasulullah, tapi bagaimana mungkin semua itu diterima Allah tanpa ada bukti yang diberikan, sebagaimana seorang arjuna yang mengembara, menyebarangi lautan yang luas, dan mendaki puncak gunung yang tinggi demi mendapatkan cinta seorang wanita. Bagaimana mungkin menggapai cinta Allah, tapi dalam pikirannya selalu dibayang-bayangi oleh wanita/pria yang dicintai. Tak mungkin dalam satu hati dipenuhi oleh dua cinta. Salah satunya pasti menolak, kecuali cinta yang dilandasi oleh cinta pada-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p dir="ltr" style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Di saat Allah menguji cintanya, dengan memisahkanya dari apa yang membuat dia lalai dalam mengingat Allah, sering orang tak bisa menerimanya. Di saat Allah memisahkan seorang gadis dari calon suaminya, tak jarang gadis itu langsung lemah dan terbaring sakit. Di saat seorang suami yang istrinya dipanggil menghadap Ilahi, sang suami pun tak punya gairah dalam hidup. Di saat harta yang dimiliki hangus terbakar, banyak orang yang hijrah kerumah sakit jiwa, semua ini adalah bentuk ujian dari Allah, karena Allah ingin melihat seberapa dalam cinta hamba-Nya pada-Nya. Allah menginginkan bukti, namun sering orang pun tak berdaya membuktikannya, justru sering berguguran cintanya pada Allah, disaat Allah menarik secuil nikmat yang dicurahkan-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p dir="ltr" style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Itu semua adalah bentuk cinta palsu, dan cinta semu dari seorang makhluk terhadap Khaliknya. Padahal semuanya sudah diatur oleh Allah, rezki, maut, jodoh, dan langkah kita, itu semuanya sudah ada suratannya dari Allah, tinggal bagi kita mengupayakan untuk menjemputnya. Amat merugi manusia yang hanya dilelahkan oleh cinta dunia, mengejar cinta makhluk, memburu harta dengan segala cara, dan enggan menolong orang yang papah. Padahal nasib di akhirat nanti adalah ditentukan oleh dirinya ketika hidup didunia, Bersungguh-sungguh mencintai Allah, ataukah terlena oleh dunia yang fana ini. &lt;b&gt;Jika cinta kepada selain Allah, melebihi cinta pada Allah, merupakan salah satu penyebab do’a tak terijabah&lt;/b&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p dir="ltr" style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Bagaimana mungkin Allah mengabulkan permintaan seorang hamba yang merintih menengadah kepada Allah di malam hari, namun ketika siang muncul, dia pun melakukan maksiat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p dir="ltr" style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Bagaimana mungkin do’a seorang gadis ingin mendapatkan seorang laki-laki sholeh terkabulkan, sedang dirinya sendiri belum sholehah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p dir="ltr" style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Bagaimana mungkin do’a seorang hamba yang mendambakan rumah tangga sakinah, sedang dirinya masih diliputi oleh keegoisan sebagai pemimpin rumah tangga..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p dir="ltr" style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Bagaimana mungkin seorang ibu mendambakan anak-anak yang sholeh, sementara dirinya disibukkan bekerja di luar rumah sehingga pendidikan anak terabaikan, dan kasih sayang tak dicurahkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p dir="ltr" style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Bagaimana mungkin keinginan akan bangsa yang bermartabat dapat terwujud, sedangkan diri pribadi belum bisa menjadi contoh teladan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p dir="ltr" style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Banyak orang mengaku cinta pada Allah dan Allah hendak menguji cintanya itu. Namun sering orang gagal membuktikan cintanya pada sang Khaliq, karena disebabkan secuil musibah yang ditimpakan padanya. Yakinlah wahai saudaraku kesenangan dan kesusahan adalah bentuk kasih sayang dan cinta Allah kepada hambanya yang beriman…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p dir="ltr" style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Dengan kesusahan, Allah hendak memberikan tarbiyah terhadap ruhiyah kita, agar kita sadar bahwa kita sebagai makhluk adalah bersifat lemah, kita tidak bisa berbuat apa-apa kecuali atas izin-Nya. Saat ini tinggal bagi kita membuktikan, dan berjuang keras untuk memperlihatkan cinta kita pada Allah, agar kita terhindar dari cinta palsu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p dir="ltr" style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan hambanya yang betul-betul berkorban untuk Allah Untuk membuktikan cinta kita pada Allah, ada beberapa hal yang perlu kita persiapkan yaitu: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p dir="ltr" style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;1) Iman yang kuat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p dir="ltr" style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;2) Ikhlas dalam beramal &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p dir="ltr" style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3) Mempersiapkan kebaikan Internal dan eksternal. kebaikan internal yaitu berupaya keras untuk melaksanakan ibadah wajib dan sunah. Seperti qiyamulail, shaum sunnah, bacaan Al-qur’an dan haus akan ilmu. Sedangkan kebaikan eksternal adalah buah dari ibadah yang kita lakukan pada Allah, dengan keistiqamahan mengaplikasikannya dalam setiap langkah, dan tarikan nafas disepanjang hidup ini. Dengan demikian InsyaAllah kita akan menggapai cinta dan keridhaan-Nya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3847203946914939958-7423229844023879333?l=cintaku-loveyou.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/feeds/7423229844023879333/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/2009/09/arti-cinta-dalam-islam.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3847203946914939958/posts/default/7423229844023879333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3847203946914939958/posts/default/7423229844023879333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/2009/09/arti-cinta-dalam-islam.html' title='Arti Cinta Dalam Islam'/><author><name>my love</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03585437615001367745</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_1UvEn9BN05M/Smle78z0p2I/AAAAAAAAAPk/-R5VUz4OxWs/S220/Foto091.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3847203946914939958.post-5364426306116951610</id><published>2009-09-06T21:50:00.000-07:00</published><updated>2009-09-06T22:08:26.871-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisiku'/><title type='text'>ketika...</title><content type='html'>alam pun tak rela...&lt;br /&gt;ketika manusia berpesta hura-hura dan melalaikanNya...&lt;br /&gt;ketika manusia tak lagi ingat padaNya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alam pun tak rela...&lt;br /&gt;ketika manusia semakin kehilangan akal sehatnya...&lt;br /&gt;ketika kehinaan dan kemaksiatan menyelimuti tubuh mereka...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alam pun tak rela...&lt;br /&gt;ketika manusia tak lagi mengerti dimana batas auratnya...&lt;br /&gt;ketika manusia mulai menelanjangi diri-diri mereka...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alam pun tak rela...&lt;br /&gt;ketika manusia tak lagi beribadah dan bersujud padaNya...&lt;br /&gt;ketika manusia tak lagi beriman dan bertaqwa kepadaNya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alam pun tak rela...&lt;br /&gt;ketika tak lagi ada dzikir dalam ucapan manusia...&lt;br /&gt;ketika tak lagi ada sosok Allah SWT dalam diri mereka...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alam pun tak rela...&lt;br /&gt;ketika manusia tak menghiraukan bahwa Allah ada di mana-mana...&lt;br /&gt;ketika manusia tak lagi menyembah padanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alam pun tak rela...&lt;br /&gt;ketika manusia melupakan ajaran Rasulullah...&lt;br /&gt;ketika manusia menyekutukan Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alam pun tak rela...&lt;br /&gt;ketika manusia tak menyebut namaNya dalam kehidupannya...&lt;br /&gt;ketika manusia mulai melakukan kemaksiatan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alam pun tak rela...&lt;br /&gt;ketika manusia beraktivitas sebagai pornografi...&lt;br /&gt;ketika manusia beraktivitas sebagai pornoaksi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan alam pun tak rela...&lt;br /&gt;saat manusia merusak dan memporak-porandakan tanah ini...&lt;br /&gt;saat manusia tak lagi memelihara keindahan dunia ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian BUMI pun AKAN MARAH...&lt;br /&gt;saat semua itu benar-benar terjadi...&lt;br /&gt;dan BUMI akan di guncang dengan kekuatan yang maha dahsyat...&lt;br /&gt;semata karena kekuasaan Allah SWT...&lt;br /&gt;dan hanya kepadaNyalah kelak kita kan kembali...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3847203946914939958-5364426306116951610?l=cintaku-loveyou.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/feeds/5364426306116951610/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/2009/09/ketika.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3847203946914939958/posts/default/5364426306116951610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3847203946914939958/posts/default/5364426306116951610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/2009/09/ketika.html' title='ketika...'/><author><name>my love</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03585437615001367745</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_1UvEn9BN05M/Smle78z0p2I/AAAAAAAAAPk/-R5VUz4OxWs/S220/Foto091.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3847203946914939958.post-5497883188413924357</id><published>2009-09-01T05:24:00.000-07:00</published><updated>2009-09-01T05:36:37.378-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sak Karep mu...'/><title type='text'>Pernikahan Menuju Kebebasan</title><content type='html'>Kurang dari 3 minggu menjelang hari H-ku, sebuah film disuguhkan kepadaku di malam minggu kemarin. Sebatas Aku Mampu, judulnya. Berkisah tentang pasangan muda, Ayub dan Ros, yang membina rumah tangga dengan keunikan masing-masing. Ros adalah seorang sekretaris pada sebuah perusahaan baru, pekerja keras, rajin, dan pintar, membuatnya dapat memperoleh peningkatan karir dengan cukup cepat. Ayub, pegawai negeri dengan keinginan dan pola pikir yang amat sederhana, menjalani hari-harinya begitu damai dan santai dengan memancing bersama sahabatnya dan mengurus ayam sepulang ke rumah. Ketidakpahaman akan keunikan masing-masing belum terasa ketika pada awal cerita mereka masih mampu mengkompromikan banyak hal. Ros tidak pernah menyukai ayam-ayam peliharaan Ayub dan mengusulkan untuk memelihara anjing saja. "Anjing tidak bisa bertelor," jawab Ayub ketika itu. Namun berjalan waktu, karier Ros yang semakin menanjak rupanya menggelitik Ayub yang stagnan. "Kita tidak pernah lagi ngobrol Ros," ujar Ayub satu kali. "Abang yang terlalu sibuk dengan ayam-ayam Abang," balas Ros. Bagaimanapun, Ros tetap membutuhkan kegemaran Ayub memancing, sebab suami bosnya ternyata juga amat gemar memancing. Kesederhanaan dan filosofi memancing Ayub telah memikat hati suami sang bos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konflik muncul ketika keunikan masing-masing tidak dihargai dan dimaknai sebagai bagian hidup yang sewajarnya. Ros merasa suaminya tidak mau berkembang, Ayub merasa istrinya terlalu lugu sehingga mudah dimanfaatkan. Sebagaimana kisah-kisah happy ending, Ros akhirnya mengetahui bahwa sang bos rupanya ingin menjodohkan ia dengan anak lelakinya yang beberapa tahun belakangan kehilangan istrinya yang meninggal. Ayub sudah pernah mengingatkan hal ini, "Menurutmu tidak aneh, ada seorang sekretaris tiba-tiba diangkat menjadi manajer?" Ros yang merasa direndahkan kontan meledak, "Jadi menurut Abang aku tidak pantas mendapatkan jabatan itu?" Pertengkaran pun berlanjut namun berakhir dengan bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romantis bagi sebagian orang, buatku kisah dalam film itu amat mencerahkan. Beberapa jam sebelumnya, terlintas dalam pikiranku bahwa pernikahan berarti kebebasan memilih. Ayub dan Ros yang begitu berbeda memilih untuk bersatu karena cinta yang mereka rasakan. Betapa tidak? Baik agama maupun budaya secara umum mengajarkan batasan-batasan di antara sesama saudara kandung sekalipun. Bahkan ayah dan ibu juga tetap harus memiliki 'jarak' dengan anaknya dalam hal-hal tertentu yang merupakan privasi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan pernikahan? Yang terjadi justru sebaliknya. Sepasang suami istri bebas berbagi apapun tanpa ada batasan sama sekali. Pada orang asing itulah seseorang membuka rahasianya yang paling dalam dan mengukir masa depan bersama. Sungguh sebuah kebebasan yang luar biasa. Manusia adalah khalifah, sang penentu arah perkembangan dunia, karenanya ia tidak boleh dibelenggu semata-mata oleh hubungan sedarah. Kesempurnaan seseorang akan muncul ketika ia menyempurnakan kehidupannya dengan kehadiran seorang pasangan hidup, karena itulah ia harus memilih sendiri sang pasangan sejati. Visi masa depan yang besar tentu harus dicapai dengan regenerasi yang baik karena terbatasnya usia, maka dari itulah seseorang diberi kekuasaan penuh untuk mencari bibit terbaik generasi penerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm...jika aku sempat membayangkan pernikahan adalah kesenangan berdua, rupanya aku salah. Sebuah pernikahan adalah penopang kehidupan. Memilih pasangan, memilih arah rumah tangga, memilih apa yang akan dimakan, memilih akan menyekolahkan anak dimana, memilih mencari sumber penghidupan apa, adalah rentetan kebebasan berikutnya. Selayaknya sebuah kebebasan, hasil akhir tentu harus dipertanggung jawabkan. Inilah yang membuat hatiku bergetar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3847203946914939958-5497883188413924357?l=cintaku-loveyou.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/feeds/5497883188413924357/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/2009/09/pernikahan-menuju-kebebasan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3847203946914939958/posts/default/5497883188413924357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3847203946914939958/posts/default/5497883188413924357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/2009/09/pernikahan-menuju-kebebasan.html' title='Pernikahan Menuju Kebebasan'/><author><name>my love</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03585437615001367745</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_1UvEn9BN05M/Smle78z0p2I/AAAAAAAAAPk/-R5VUz4OxWs/S220/Foto091.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3847203946914939958.post-7491363577829751968</id><published>2009-09-01T04:31:00.000-07:00</published><updated>2009-09-01T04:57:24.497-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisiku'/><title type='text'>semangat? yuuuuuuuuuukkkkkzzzzzzzzz........</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold; font-style: italic; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;langkah kaki ini takkan terhenti...&lt;br /&gt;dalam alunan sebuah kehidupan...&lt;br /&gt;dan tiada terhentikan dalam setiap hembusan nafas...&lt;br /&gt;dan kita bukan sekedar menanti...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada satu harapan yang tak pasti...&lt;br /&gt;ada pula yang kan benar-benar terjadi...&lt;br /&gt;tapi segalanya kan ada pertanggung jawabannya...&lt;br /&gt;dan kita takkan terlepas dari itu semua...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ingatlah dalam setiap langkah kita...&lt;br /&gt;apapun yang terjadi pada diri kita...&lt;br /&gt;dan jangan sekali lagi kau menyesali apa yang telah terjadi...&lt;br /&gt;biarkan berlalu seiring berjalannya waktu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;layaknya air yang selalu melaju kemanapun arahnya...&lt;br /&gt;meski melalui celah-celah kecil...&lt;br /&gt;namun tetap berusaha untuk melaluinya...&lt;br /&gt;tiada henti hanya karena sebuah halangan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan smuanya kan pasi bisa untuk kau lalui...&lt;br /&gt;percayalah pada diri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU PASTI BISA...!!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3847203946914939958-7491363577829751968?l=cintaku-loveyou.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/feeds/7491363577829751968/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/2009/09/semangat-yuuuuuuuuuukkkkkzzzzzzzzz.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3847203946914939958/posts/default/7491363577829751968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3847203946914939958/posts/default/7491363577829751968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/2009/09/semangat-yuuuuuuuuuukkkkkzzzzzzzzz.html' title='semangat? yuuuuuuuuuukkkkkzzzzzzzzz........'/><author><name>my love</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03585437615001367745</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_1UvEn9BN05M/Smle78z0p2I/AAAAAAAAAPk/-R5VUz4OxWs/S220/Foto091.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3847203946914939958.post-2411368495100516929</id><published>2009-08-12T06:22:00.000-07:00</published><updated>2009-08-12T06:27:02.224-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisiku'/><title type='text'>dalam langkah...</title><content type='html'>sebuah langkah dalam anugerah...&lt;br /&gt;takkan luput dari setiap pandanganNya...&lt;br /&gt;Ia kan selalu ada...&lt;br /&gt;memperhatikan dan melihat kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jangan kau siakan masa...&lt;br /&gt;dimana telah dijadikanNya Emas  murni...&lt;br /&gt;sebagai perumpama diri kita...&lt;br /&gt;yakni masa remaja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadikan diri ini yang bersyukur kepadaNya...&lt;br /&gt;dan tiada pernah lupa adaNya...&lt;br /&gt;Allah lah yang Maha Esa...&lt;br /&gt;yang Maha Kuasa...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3847203946914939958-2411368495100516929?l=cintaku-loveyou.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/feeds/2411368495100516929/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/2009/08/dalam-langkah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3847203946914939958/posts/default/2411368495100516929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3847203946914939958/posts/default/2411368495100516929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/2009/08/dalam-langkah.html' title='dalam langkah...'/><author><name>my love</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03585437615001367745</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_1UvEn9BN05M/Smle78z0p2I/AAAAAAAAAPk/-R5VUz4OxWs/S220/Foto091.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3847203946914939958.post-7681083412533041569</id><published>2009-07-13T06:14:00.000-07:00</published><updated>2009-07-13T06:26:28.566-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sak Karep mu...'/><title type='text'>NADA ISLAM</title><content type='html'>Nada Islam, berati melantunkan nada-nada Islam. Tim Nasyid ini berdiri pada bulan Desember 2008. sama seperti The Rompal Brothers, Hamas, ataupun FOSKI Voice, yaitu menggunakan iringan musik SMS alias Suara Mulut Saja, atau bisa juga dibilang Akapela.&lt;br /&gt;Anggotanya saat ini dari siswa SMKN 3 Buduran angkatan 17, atau kelas 4 (saat ini). Pernah mengikuti lomba pertama kali di JMP Surabaya, yang di adakan oleh Tabloid Nurani, tapi belum mendapat gelar sebagai juara, buat kami lumayanlah dari 4 tim. Nada Islam no.3 saat itu, dan itupun sangat wajar, sebab personeil yang maju di lomba hanya 3 orang di tambah satu orang sebagai pengganti dari tim humas nasyid, menjadi 4 orang, hasilnya lumayan, hanya saja kelemahan kita pada performance.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_1UvEn9BN05M/Sls06Vr8UmI/AAAAAAAAAPc/SrP6AcBsM2s/s1600-h/untitled.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 527px; height: 163px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_1UvEn9BN05M/Sls06Vr8UmI/AAAAAAAAAPc/SrP6AcBsM2s/s320/untitled.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5357934358545846882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tapi, itu semua bukanlah jaminan menjadi ‘munsyid’(pelantun nasyid) sejati. Meskipun memiliki tehnik vokal yang Joss, sering tampil di mana-mana, dan menjuarai setiap lomba-lomba nasyid. Dalam seni nada lagu islami/nasyid, yang terpenting adalah cara kita menyampaikannya atau seni dakwahnya melalui lantunan lagu-lagu. Jadi bukan sekedar hiburan atau popularitas, melainkan nasyid adalah ajang untuk perbaikan atau introspeksi bagi para munsyid itu sendiri dan mendakwahkan ISLAM lewat NADA. Semakin banyak hiburan di tanah air kita semakin kita jauh dari Allah SWT.&lt;br /&gt;Para munsyid hanyalah ikhwan biasa, yang membedakan hanyalah pernah naik panggung atau tidak. Menjadi pendakwah lewat nada tidaklah mudah. Benar-benar butuh perjuangan yang keras. Dan NADA ISLAM masih harus terus berusaha untuk mencapai semuanya (nilai dakwah, moral dan lain-lain), menyelam sambil minum air.&lt;br /&gt;“Berhibur tiada salahnya, karena hiburan itu indah. Hanya pabila salah memilihnya, membuat kita jadi bersalah...” (Raihan)&lt;br /&gt;Tim nasyid NADA ISLAM sebelum mengikuti lomba, juga pernah tampil pada sebuah acara disekolahan atau kemahasiswaan Sidoarjo, meskipun belum sepopuler “The Rompal Brothers” yang melaju hingga Nganjuk, Madura dan acara-acara nasional, insyaAllah Nada Islam bisa membangun prestasinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3847203946914939958-7681083412533041569?l=cintaku-loveyou.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/feeds/7681083412533041569/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/2009/07/nada-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3847203946914939958/posts/default/7681083412533041569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3847203946914939958/posts/default/7681083412533041569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/2009/07/nada-islam.html' title='NADA ISLAM'/><author><name>my love</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03585437615001367745</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_1UvEn9BN05M/Smle78z0p2I/AAAAAAAAAPk/-R5VUz4OxWs/S220/Foto091.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_1UvEn9BN05M/Sls06Vr8UmI/AAAAAAAAAPc/SrP6AcBsM2s/s72-c/untitled.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3847203946914939958.post-7793082434207073068</id><published>2009-07-13T05:54:00.000-07:00</published><updated>2009-07-13T05:58:09.902-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sak Karep mu...'/><title type='text'>GIVES THANKS TO ALLAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Namaku Jimmy. Aku lahir di Surabaya keturunan Tionghoa. Terlahir dalam keadaan kafir sejak lahir hingga aku berusia 16 tahun. Saat beranjak 17 tahun aku mulai mencari jati diriku. Aku bagitu bimbang dengan agama yang ku anut. Tak mengerti apa yang sedang aku rasakan. Saat ku tanyakan kepada seorang pastur di Gereja dimana tempat aku memuja kepercayaanku. Beliau menjawab, cobalah untuk berpindah agama, usiaku adalah usia emas, usia dimana aku mulai mencari diriku sendiri. Ya, aku merasa berhak untuk itu. Setelah semua agama aku pelajari, tak satupun agama yang ajarannya membuatku hilang dari kebimbangan. dan saat aku berpindah antara agama satu ke agama yang lain, kuceritakan masalah kebimbanganku dalam menjalani kehidupan. Semua menjawab dengan jawaban yang tak jauh berbeda, menyuruhku untuk masuk Islam. Sedangkan kedua orang tuaku tak menyetujui hal itu. Bilapun aku mempelajari Islam, mereka tak akan menganggapku lagi sebagai keluarga, dan mencoretku dari garis ahli warisnya. Aku anak pertama dari dua bersaudara. Adikku masih berumur 7 tahun. Dia masih belum tau apa-apa mengenai hal ini.&lt;br /&gt;Mulai ku pelajari agama Islam secara diam-diam. Bahkan Ayah dan Ibuku pun tak tahu aku mulai mempelajarinya. Setiap hari kesekolah sendirian dalam perpustakaan. Banyak disitu buku-buku yang menjelek-jelekkan Islam. Dan aku mulai penasaran.&lt;br /&gt;Hari demi hari ku lalui. Setiap buku-buku novel hingga pelajaran-pelajaran tentang setiap perilaku dalam Islam yang ku baca aku mulai sadar, kenapa semua pemimpin setiap agama menyarankanku masuk Islam. Ilmu dalam Islam begitu menyeluruh. Anehnya, mereka yan lebih tau, kenapa mereka masih menganut agamanya?&lt;br /&gt;Surabaya, 25 September. Hari ulang tahunku. Hari dimana aku memulai umurku yang bertambah. Genap 18 tahun. Saat itu pukul 17.35 WIB. Aku berada di sebuah masjid klenteng bersama seorang guru, dan orang Islam menyebutnya Ustadz. Dihadapannya ku ceritakan pengalaman hidupku. Dia hanya tersenyum dengan kelembutan hatinya. Kudengar dan kulirik pula seorang yang kira-kira seumuran denganku, sedang membaca kitab sucinya, yakni Al-Qur’an. Begitu indah. Mungkin memang aku tak bisa mengartikan apa yang sedang dia baca, tapi aku merasa, bahwa didalam kata-katanya yang tersebut didalam Al-Qur’an tersimpan makna yang begitu mendalam.&lt;br /&gt;Ku ucapkan “Asyhadu’alla ila ha illallah wa asy hadu’anna muhammadarrasulullah” di depan Ustadz Ali Mudzakkir. Beliau menyaksikan dua kalimat syahadatku. Kini aku memeluk agama Islam. Dan beliau mulai mengajariku membaca Al-Qur’an.&lt;br /&gt;Dua bulan aku menyembunyikan jati diriku di hadapan orang tuaku. Aku menunggu waktu yang tepat untuk mengatakannya pada mereka.&lt;br /&gt;Kulipat sajadahku sembari diriku sholat dhuhur.&lt;br /&gt;“Jimmy...!!”, Ibuku membuka pintu kamarku perlahan, “waktunya mak... an...”, Ia terkejut melihatku melipat sejadah. “Apa yang telah kau lakukan?”&lt;br /&gt;Aku bingung. Gagap. Panik. “i... ini....ini...”&lt;br /&gt;“Kau sedang melakukan apa?”, ibuku mulai curiga. Ia melihat sekelilingku. Melihat ruangan tempat dimana aku melaksanakan sholat di setiap hariku.&lt;br /&gt;“Tidak... aku tidak melakukan apa-apa...”, aku menjawab dengan panik seraya berpikir,’Ya Allah... Ampuni aku... Aku berbohong pada kedua orang tuaku...’&lt;br /&gt;Di tariknya sajadah dari tanganku. “Pa-pa....!!!!”, teriak Ibuku memanggil Ayah.&lt;br /&gt;Aku hanya bisa terdiam.&lt;br /&gt;Ayah menuju kamarku. Ia melihat Ibu sedang menggenggam sajadahku. Dengan wajah seram, Ayah menggeledah seluruh isi kamarku.&lt;br /&gt;Aku menepi ketakutan. Tubuhku gemetaran. Yang ada dalam fikiranku saat ini hanya berdzikir menyebut nama Allah. ‘Ya Allah... berikan hambamu ini kekuatan dan perlindungan...’, kulihat raut wajah Ayah benar-benar menggambarkan raut wajah yang membara, beliau benar-benar marah.&lt;br /&gt;“APA INI????”, di pegangnya sebuah buku yang berukuran kecil. Itu adalah Mus’haf Al-Qur’anku. Kemudian Beliau membuka isi dari buku itu. “SEJAK KAPAN KAMU BELAJAR KITAB INI????”.&lt;br /&gt;Aku tak mampu berkata. Kini aku benar-benar bingung. Apa yang harus aku katakan. Yang ku rasakan saat ini adalah ketakutan.&lt;br /&gt;Tanganku di genggam dengan erat. Aku di seret menuju gudang. Tanganku diikat dengan kencang pada sebuah tiang kayu yang berukuran lumaan besar. Semuanya terasa gelap. Yang ada hanya sinar kecil dari celah genting atap yan terbuat dari kaca. Aku menggigit gigiku sendiri. Menggeram. Menahan sakit. Ayahku memukuliku dengan cambuk tua yang telah lama disimpan di gudang. “ALLAH... ALLAH... ALLAH...”, Kuteriakkan dengan menahan sakit.&lt;br /&gt;“SEJAK KAPAN KAMU MASUK ISLAM?”, Beliau mencambukku dengan isak tangis yang mendalam. Antara tega dan tidak memukuliku. “SEJAK KAPAN ANAKKU MASUK ISLAM??? JAWAB ANAKKU...!!!!”, Beliau menangis.&lt;br /&gt;Sedangkan aku tak menjawab. Aku masih bingung. Haruskah ku beri tahu mereka? Tapi...&lt;br /&gt;“ANAKKU...!!! JAWAB!!!! SEJAK KAPAN KAU MASUK ISLAM??? BUKANKAH KAU TAHU APA AKIBATNYA BILA MEMBANTAH AYAH???!!!”, Ayah masih mencambukku sambil bercucuran air mata.&lt;br /&gt;Saat inilah perjuanganku mempertahankan kepercayaanku, yang selama ini membuatku merasakan betapa bahagianya aku dengan Islam. Serasa damai. Aku teringan akan cerita Ustadz Ali. Beliau menceritakan tentang perjuangan para mujahid terdahulu mempertahankana Islam. Bilal, salah satunya. Ia adalah seorang budak dari orang yang kafir. Akan tetapi kemudian memeluk Islam dan disiksa mati-matian oleh orang-orang kafir, dimana ia didadanya terapat batu yang sangat besar menindihnya di bawah terik matahari yang begitu menyengat tubuhnya. Ia memperjuangkan agamanya hingga rela mati, sebab ia tahu bahwa berperang di jalan Allah SWT adalah jalan menuju Surga. Aku percaya akan hal itu. Aku harus bisa memperjuangkan Islam. Biar bagaimanapun caranya. Dan aku yakin Allah selalu bersamaku dan melindungiku.&lt;br /&gt;“ANAKKU...!!!! KENAPA KAU HANYA DIAM??? JAWAB PERTANYAAN AYAHMU!!!! SEJAK KAPAN KAMU MASUK ISLAM???”, Ia masih bercucuran air mata dan tidak ada hentinya mencambuk punggungku hingga memerah dan berdarah.&lt;br /&gt;Dan mungkin saat inilah aku harus mengucapkan kejujuranku padanya.&lt;br /&gt;“JAWAB ANAKKU!!!”, Beliau masih menagis. Cambuknya terus dan terus mendarat di tubuhku yang mulai melemah. Aku tak bisa lagi menahan sakit, perih dan panasnya cambukan ayahku.&lt;br /&gt;“Iya Ayahku... aku akan menjawab pertanyaan Ayah...”&lt;br /&gt;Ayah menghentikan cambukannya. “sejak kapan kamu masuk Islam Anakku...???”, Dia bertanya pelan seraya menangis melihatku penuh dengan luka di tubuhku karenanya.&lt;br /&gt;Sambil ku usap air mataku dan menahan betapa perihnya luka-luka yang memar di tubuhku, “se... jak... hari... ulang... tahunku...”, aku menutup dan mengerutkan mataku menahan sakit, “yang... ke... de... la...pan...belas... ke...marin...”. dengan gagap ku ucapkan perlahan seraya menahan sakitku. Aku menangis tak tertahankan. Betapa besarnya dosaku membohongi kedua orang tuaku. Aku benar-benar menyesal, seharusnya sejak awal aku jujur kepada mereka.&lt;br /&gt;Ayahku terkejut. Beliau mulai mencambukku kembali. Semakin keras. Berkali-kali mencambukku. “KENAPA KAU MASUK ISLAM ANAKKU... KEMBALILAH BERSAMA KELUARGAMU... KEMBALILAH PADA AGAMAMU YANG DULU...!!!”, Ayah terus menerus mencambukku meskipun dengan menangis.&lt;br /&gt;‘Duk... duk... duk...’, tederdengar dari pintu sedang di pukul-pukul oleh adikku. Seraya menangis, ia mengucapkan,”Ayah.... udah yah... kasihan kakak... dia kesakitan Yah... kasihan kakak...”&lt;br /&gt;Ayahku tak kuasa menahan tangisnya. Beliau menghentikan cambukannya. Dihempaskannya kelantai cambuk dari tangannya. Dilihatnya darah tak henti bercucuran dari tubuhku. Ia berjalan keluar, membukakan pintu untuk adikku. Di peluknya tubuh kecilnya dengan erat seraya membisikkan di telinga kecil Anji, ‘maafkan ayah terhadap kakakmu...’, beliau masih menagis.&lt;br /&gt;Anji kecil pun tak henti menangis. Ayah melepas pelukannya. Anji berlari menuju tempatku diikat. Tak tega melihat tubuhku penuh dengan luka. Ia melepaskan ikatan tali yang mengikat di tanganku. Dia memelik tubuhku. Kubalas pelukannya. Dengan lemas aku mencoba untuk berdiri.&lt;br /&gt;Ibu masuk ke ruangan. Ia menarik tangan Anji kecil keluar gudang. Anji mencoba untuk tidak melepas genggamannya untukku. Ia masih kecil. Menangis.&lt;br /&gt;Tubuhku lebam. Darah tak henti bercucuran. Mataku mulai terasa perih. Semuanya menjadi gelap. Aku tak berdaya dengan semua yang ku rasakan kini. Tubuh memerah. Darah. Lebam. Dan aku mulai tak saarkan diri. Semuanya menjadi gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan ku coba membuka mataku. Entah berapa lama aku tertidur tak sadarkan diri. Berapa jam sholat yang tak ku kerjakan. Tubuhku terasa berat ku gerakkan. “Ya Allah... beriku kekuatan...”, kugerakkan tubuhku. Aku mencoba berdiri. Aku berjalan menuju kamarku.&lt;br /&gt;“Baju-bajumu sudah kami kemasi!”, Ayah memandangku seakan aku bukan lagi anaknya, “pergi dan jangan kembali lagi selama kamu masih belum mengubah pemikiranmu untuk masuk Islam! Anggap kami tak pernah ada dalam kehidupanmu...”.&lt;br /&gt;Aku hanya terdiam. Aku berjalan pelan menuju kamarku.&lt;br /&gt;Kulepas pakaianku yang penuh dengan robekan dan bekas darah yang mengering. Ku lihat sejenak mus’haf Al-Qur’anku. Ku pegang dan ku cium. ‘Allah lindungilah aku...’.&lt;br /&gt;Ku ambil air wudhu dari kamar mandi di kamarku. Ku basuh semua lukaku. Masih terasa perih. Sakit. Saat ini waktunya shalat dhuhur. Pintu ku biarkan terbuka. Toh biarpun mereka melihatku, tak mengapa. Mereka sudah tau aku masuk Islam. Aku seorang Muallaf.&lt;br /&gt;Setelah shalat, aku berpamitan kepada kedua orang tuaku. Tapi tak di hiraukannya. Aku keluar rumah. Berat. “Aku tak akan melupakan ayah dan ibu, aku akan selalu merindukan ayah an ibu... Semoga Allah selalu menyertai kalian...”.&lt;br /&gt;Mereka hanya diam.&lt;br /&gt;Kulangkahkan kakiku menuju pintu depan.&lt;br /&gt;Anji berlari menghampiriku dari dalam rumah.”Kakak...!!!”, teriaknya.&lt;br /&gt;“Anji??...”, kuhentikan langkahku dan ku peluk erat tubuh kecil adikku, “ada apa adikku?”.&lt;br /&gt;“ini untuk kakak...”, ia memberiku mainan dinosaurusnya, “janan lupakan kami ya kak?! kakak sehat ya...!!!”. ia tersenyum.&lt;br /&gt;“ya... kakak ngga akan pernah melupakan adik”, kupeluk erat kembali tubuhnya, “kakak sayang sama adik”.&lt;br /&gt;Tergambar raut wajah yang menyimpan kesedihan. Tapi ia berusaha menutupinya dengan senyuman yang di paksakan.&lt;br /&gt;“Adik baik-baik di rumah ya...!!”&lt;br /&gt;“Ya kak...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulajukan mobilku dengan tanpa tujuan.&lt;br /&gt;Berhari-hari aku mencari tempat untuk tinggal. Dan saat itu pulalah aku mulai memperdalam ilmuku mengenai ajaran Islam. Berguru pada imam-imam di masjid-masjid besar. Hingga suatu saat aku berhenti di pondok pesantren Al-Islam. Aku mengikuti pengajaran hanya selama 2 tahun. Setelah itu aku di tugaskan mencari tempat yang tak pernah disentuh dengan ajaran Islam di daerah terpencil. Daerah pelosok.&lt;br /&gt;Masih banyak pelajaran yang harus aku dapatkan. Terus aku mencari. Di tanah Indonesia banyak tempat-tempat yang mengajarkan agama Islam. Tpi banyak pula yang belum mendapatkan pelajaran tentang Islam.&lt;br /&gt;Seminggu aku mencari pedesaan yang terpencil. Daerah Kabupaten Kediri. Kecamatan Sumber Agung.&lt;br /&gt;Di tengah-tengah hutan yang terpencil. Ku lewati sebuah kuburan kecil yang memang di buat untuk masyarakat kampung setempat. Aku berjalan kaki, sebab mobilku tak bisa melewati jalan setapak yang berukuran kecil. Hanya motor dan sepeda yan bisa melaluinya. Aku berjalan berharap ada motor yang mau memberiku tumpangan menuju perkampungan tersebut.&lt;br /&gt;Jam tangan menunjukkan waktu shalat Maghrib. Akhirnya aku sampai di perkampungan tersebut. Tapi sepi. Bahkan tak ada suara adzan yang di lantunkan sebagai panggilan untuk menjalankan shalat.&lt;br /&gt;Ku ketuk pintu di salah satu rumah. “Assalamu’alaikum...”, hingga tiga kali ku ucapkan salam. Akhirnya dibukalah pintu rumah seseorang tersebut.&lt;br /&gt;“Wa’alaikum salam...”, jawabnya, seorang lelaki yang kira-kira berumur 40 tahun ke atas. “Sopo yo? Nggoleki sopo?”&lt;br /&gt;“Mboten... namung bade tangled, ten mriki musholla ten pundi nggeh?”, sambil tersenyum aku menanyakan.&lt;br /&gt;“oh... yo, sampean mlaku lurus teros.... nek wes ketemu pertelon, menggo’o ngiri titik, yo wes nak kono engko onok musholla...”.&lt;br /&gt;“nggeh... matur nuwun mbah...”, aku sekalian berpamitan.&lt;br /&gt;“Yo...”&lt;br /&gt;Aku mulai berjalan menuju ke tempat tersebut.&lt;br /&gt;Ku lihat tulisan Masjid Ar-Rahman paa sebuah papan nama tua yang sepertinya telah lama rusak tak terawat. Tek jauh kulihat pula sebuah taman dengan alang-alang yang tinggi. Di sana kumelihat sebuah bangunan yang berukuran lumayan besar. Itulah masjidnya. Penuh dengan tumbuhan rambat. Bangunan tua. Benalu-benalu pada setiap diningnya. Lumut di setiap sudut-sudut dinding. Bangunan ini benar-benar tak terawat. Penuh dengan tanaman rambat yang tak beraturan.&lt;br /&gt;Ku bersihkan sedikit wilayah yang aku pakai untuk sholat.&lt;br /&gt;Masjid ini benar-benar menyedihkan. Tak berpenghuni. Entah apa yang sedang terjadi di masjid ini. Benar-benar tak terawat. Kulangsungkan sholat maghribku dan ku sambung dengan isya’. Setelah itu, aku menuju rumah kepala desa. Kutanyakan mengapa masjid di sini tak terawat lagi. Tapi Ia bilang, semenjak wafatnya Ustadz Abu, sang ulama yang membangun masjid itu di kampung ini, masyarakat tidak mau melaksanakan ibadah lagi.&lt;br /&gt;“Kenapa begitu pak?”, tanyaku penasaran.&lt;br /&gt;“Ya... karena setelah wafatnya beliau, tak ada lagi yang mau mengajarkan agama lagi di kampung ini”, Pak Sardi menjelaskan, “sebab itulah masyarakat mulai malas melaksanakan ibadah, tidak ada lagi yang mau jadi imam dan guru ngaji di masjid itu”.&lt;br /&gt;“Tapi, kenapa mereka tidak merawat masjid itu?”, aku semakin penasaran.&lt;br /&gt;“Itulah masalahnya nak, disini mulai tidak mau merawat masjid itu karena percuma tidak ada ang mau lagi menjadi imam di masjid itu”.&lt;br /&gt;“Mmmm... Kalau boleh tau, saat bapak dan masyarakat yang lain mencari Ustadz atau imam, apa alasannya kenapa mereka tidak mau menjadi Ustadz dan imam di sini?”&lt;br /&gt;“Kebanyakan alasannya itu, karena disini adalah tempat terpencil. Jauh dari fasilitas apapun...”, wajahnya begitu resah melihat keadaan masyarakatnya yang semakin jauh dari Agama.&lt;br /&gt;Aku terdiam sejenak. Raut wajahnya juga membut aku ikut dalam keresahannya. Benar-benar memilukan. Pantas saja kampung ini begitu sepi.&lt;br /&gt;“Mmmm... begini pak, apa boleh saya menempati masjid itu?”, ku coba untuk meminta izin dengan gemetar.&lt;br /&gt;“Oh... boleh... Saya malah senang kalau ada yang menempati masjid itu”, Ia terdiam sejenak, “tapi masalahnya...”&lt;br /&gt;“Kenapa pak?”.&lt;br /&gt;“Tempatnya kan kotor, apa kamu sanggup membersihkannya?”.&lt;br /&gt;“Ohhh.... Kalau itu bukan masalah pak”.&lt;br /&gt;Pak Sardi tersenyum.&lt;br /&gt;Tiiiiit...tiiiiit.... tiiiiiiit....&lt;br /&gt;Suara HandPhoneku bunyi. “maaf pak, saya angkat telfon dulu...”, ku pasang wajah senangku, “ya halo?”&lt;br /&gt;“Kakak?”, suara mungil yang tidak asing bagiku.&lt;br /&gt;“Adek?”, aku terkejut.&lt;br /&gt;“Iya kak, ini adek...”&lt;br /&gt;“Beneran ini adek?”&lt;br /&gt;“Iya kak...”&lt;br /&gt;“Adek kok berani telfon kakak?”&lt;br /&gt;“Ya, Ayah sama Ibu lagi keluar... Adek di rumah sendirian, kesepian kak.”&lt;br /&gt;“Mmmm... Adek gimana kabar?”&lt;br /&gt;“Baik kak...”&lt;br /&gt;“Adek sebentar ya?”&lt;br /&gt;Aku berpamitan kepada bapak kepala desa. “makasih ya pak, permisi, Assalamu’alaikum...”, aku tersenyum.&lt;br /&gt;“Ya dek... sama-sama... Wa’alaikumsalam...”, beliau membalasku dengan senyuman pula.&lt;br /&gt;Aku keluar dari rumahnya sambil mengankat telfonku.&lt;br /&gt;Ku ceritakan semua pengalamanku selama aku keluar dari rumah. Semuanya. Yang kufikirkan saat aku keluar dari rumah hanyalah keselamatan keluarga, yakni, Ayah, Ibu, dan Adikku. Aku takut jika mereka tidak di selamatkan oleh pertolongan Allah. Sebab mata mereka tertutup akan keyakinan yang bohong. Kenyataan yang begitu pahit. Hanya kedustaan yang dan kebohongan yang terlukis di setiap kehidupan. Memilukan. Aku benar-benar takut akan neraka yang menjadi tempat kembali. Memang sih, semua agama menyatakan bahwa dengan keyakinan mereka, mereka akan selamat dari siksa neraka. Tapi tidak di jelaskan kesalahan apa saja yang dapat menjerumuskan mereka dalam neraka. Islam tidak. Islam menjelaskan keseluruhan dalam menjalankan kehidupan di dunia. Pemikirannya bukan hanya mengenai dunia, tapi hingga akhirat pun di jelaskan dalam kitab sucinya pun diceritakan semuanya. Bukan bohongan. Kitab yang mulai dari zaman nabi Muhammad saw. hingga kini tak pernah berubah, sebab kitab Al-Qur’an ini memang benar-benar diturunkan oleh Allah SWT kepada umatnya. Sedangkan kitab yang pernah ku pelajari sebelum aku masuk Islam, hanya buatan manusia. Setiap tahunnya direvisi atau untuk di daur ulang dan di perbarui. Kuceritakan semuanya kepada adikku. Dan tak lupa ku beri alamat dimana aku tinggal saat ini.&lt;br /&gt;“Mmmm... O iya, kak aku punya Hpe sekarang, jadi kalau mau tanya kabar ayah sama ibu, telfon langsung saja ke nomorku...”&lt;br /&gt;“O ya? Berapa nomornya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku bersihkan seluruh isi masjid, perlahan, hingga dua hari ku bersihkan seluruhnya. Ternyata ada beberapa orang masyarakat di kampung tidak secuek yang pernah ku fikirkan. Mereka mau membantuku.&lt;br /&gt;Waktu itu dhuhur. Kulantunkan adzan sekeras mungkin.&lt;br /&gt;Masyarakat sebagian senang akan adanya pengurus kembali di Masjid, di sisi lain ada yang terkejut.&lt;br /&gt;Meskipun begitu, ma’mum yang datang hanya lima orang. Mungkin mereka masih terbuasa an senang dengan kebiasaannya yang telah lama tidak menjalankan ibadah. Aku dan jema’ah yang lain mencoba untuk sabar.&lt;br /&gt;Setelah kita leksanakan shalat, kita mengadakan tadarus Al-Qur’an.&lt;br /&gt;Dua bulan berlalu, jema’ah hanya bertambah tiga orang. Kini hanya menjadi delapan. Setelah rapat sebentar, akhirnya terfikirkan dalam benak Udin, pemuda yang getol dalam belajar agama, “gimana kalau kita buat dari perkumpulan ini menjadi Remas?”.&lt;br /&gt;“Maksud kamu apa Din?”, yanya Angga salah seorang pemuda dari tiga pemuda.&lt;br /&gt;“Ya kita buat Remas, Remaja Masjid...”&lt;br /&gt;“Wah boleh itu... “, sahut pak Sardi sang kepala desa.&lt;br /&gt;Akhirnya dari delapan orang kita membuat organisasi kemasyarakatan dan keagamaan, yakni, Remas atau remaja masjid. Kita berencana mengadakan pengajian akbar, untuk kampung dan beradiah. Di jamin gratis.&lt;br /&gt;Mungkin memang langkah awal, untuk menarik perhatian masyarakat. Kita gunakan hadiah untuk menarik perhatian mereka. Ku kabari Ponpes Al-Islam, tempat dimana aku belajar agama. Mereka bersedia membantu, asal untuk dakwah Islam, apa salahnya?&lt;br /&gt;Alhamdulillah, sangat memuaskan meskipin tubuh benar-benar lelah. Begitu indah bila segalanya berjalan dengan lancar.&lt;br /&gt;Beberapa bulan kemudian, jema’ah semakin bertambah. Dan para pemuda pun semakin banyak yang ikut serta dalam organisasi Remas Ar-Rahman. Berbagai macam kesenian Islam di ajarkan di sana. Dan mendapat pengajian intensif  yang bertujuan betapa pentingnya ajaran Agama Islam dalam kehidupan mereka. Meskipun di tinggal sang Ustadz selamanya, mereka dilatih agar tidak berhenti dalam memperjuangkan Agamanya. Bahkan pembangunan jalan pintas dari jalan raya menuju pedesaan pun kini telah di perbaiki dan di perlebar, sehingga mobil bisa masuk. Semenjak berjalannya kembali Remas, banyak pembangunan-pembangunan yang di perbarui.&lt;br /&gt;Satu bulan berlalu. Udin menemukan ruang rahasia di dalam kamarku di masjid. Dia menanyakan padaku kamar apa ini? Aku pun baru tau kalau ada kamar rahasia di kamarku. Seluruh anak Remas menyelidiki. Setelah membongkar-bongkar ruang rahasia tersebut, akhirnya kami menyimpulkan bahwa tempat itu adalah tempat dimana Ustadz Abu merenung dan ber do’a. Di situ ditemukan selembar surat yang tulisannya menggunakan huruf arab pego:&lt;br /&gt;“engkau tunggu hingga pertengahan malam. Dimana saat kau melaksanakan tahajjut. Aku tak akan membiarkanmu menjaga mereka alam agama keyakinanmu. Dan aku tak mempercayaimu dan aku tidak mempercayai agama apapun. Semua agama hanyalah kepalsuan. Kebohongan. Semua agama adalah hal yang munafik dan dusta.”.&lt;br /&gt;Isi surat yang singkat ini membuat kami semua bergetar.&lt;br /&gt;Kutanyakan kepada Pak Sardi, bagaimana keadaan Ustadz Abu saat meninggal. Tapi mereka menjawab, penyebabnya tidak di ketahui. Saat meninggal, matanya memutih, tubuhnya kaku, tak dapat di gerakkan.&lt;br /&gt;Kemudian Anton menemukan gelas plastik yang meleleh di dapur masjid.&lt;br /&gt;Semuanya membuktikan bahwa Ustadz Abu meninggal karena dibunuh dengan menggunakan racun yang benar-benar mematikan hingga melelehkan gelas plastik.&lt;br /&gt;Keresahan kembali pada diri-diri kita semua. Setelah sekian lama, tapi mengapa baru terungkap sekarang? Ini membuktikan pula bahwa ada orang yang tidak suka dengan penyebaran agama Islam dan agama yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tok... tok... tok...&lt;br /&gt;Terdengar suara ketukan pintu dari luar rumah Pak Sardi. Kami berkumpul untuk membicarakan masalah pembunuhan atas Ustadz Abu.&lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum...”, terdengar suara halus lembut dari luar.&lt;br /&gt;“Wa’alaikumsalam...”, jawab bu sardi, “Sebentar...”&lt;br /&gt;“Wa’alaikumsalam...”, kami ikut serta alam menjawab salam orang dari luar.&lt;br /&gt;Di bukanya pintu oleh Bu Sardi, “Ehhh... anak manis sudah pulang...”&lt;br /&gt;Seorang wanita dengan gaun yang benar-benar mencerminkan bahwa dia seorang Muslimah. Senyumannya terlantun dari bibirnya. Wajahnya begitu bersinar. Bercahaya. Subhanallah... Ciptaan Allah yang benar-benmar sempurna.&lt;br /&gt;“Bapak... Nining pulang...”, teriak Bu Sardi kegirangan melihat putri semata wayangnya pulang dari Malang untuk menjalankan pendidikan kuliah.&lt;br /&gt;Keluarga yang bahagia. Aku jadi merindukan ayah, ibu dan adikku. Begitu senangnya saat aku pulang disambut gembira oleh seluruh keluarga. Aku dan teman-teman yang lain hanya diam melihat kebahagiaan mereka.&lt;br /&gt;“Wonten nopo niki buk? Kok rameh ngeten?”, tanya Nining sambil tersenyum senang.&lt;br /&gt;“Iki... ono rapat arek-arek Remas”, Busardi begitu senang.&lt;br /&gt;“Oalah... sak niki pun wonten Remase?”, Ia kebingungan, “terakhir kulo ten mriki kan dereng wonten seng purun ngajar ngaji ten mriki maleh?”.&lt;br /&gt;“Iyo... iku biyen... tapi sajake enek Mas Jimmy...”, Bu Sardi menunjuk ke arahku, “... kabeh akhire gelem ngurusi masjid maneh...”&lt;br /&gt;Ia tersenyum kepadaku.&lt;br /&gt;Ku sambut pula senyumannya. Subhanallah... Sungguh agung kuasamu. Beriku kekuatan untuk menjaga martabatku ini. Dalam hati ku fikirkan.&lt;br /&gt;Hingga akhirna kita melanjutkan membahas masalah kematian Ustadz Abu. Jadi benar ini memang adalah suatu siasat pembunuhan. Tapi siapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian.&lt;br /&gt;“Mas... Mbak.. ini ada makanan... silahkan...”, Nining memberikan beberapa jenis makanan saat rapat berlangsung.&lt;br /&gt;“Oo... iya... makasih ya... Jazakallahukhoiran...”&lt;br /&gt;“Amin...”.&lt;br /&gt;Ku lihat keluar ruang pertemuan, ada seorang yang tua, ia sedang memperhatikan setiap perilaku kita. Mulai pertama kali kita membuat Organisasi Remas, aku sering melihat orang itu selalu memperhatikan dengan wajah seram.&lt;br /&gt;Saat ku tanakan kepada Jefry siapa orang itu sebenarnya, ia menjelaskan semua tentang orang itu. Dulu adalah seorang penjaga Masjid sekaligus pembantu setianya Ustadz Abu. Tapi entah kenapa saat pemakaman Ustadz Abu pun, ia sama sekali tak terlihat. Mungkin karena terlalu sedih hingga tak sanggup menyaksikan pemakaman. Aku mulai ingin mencari tau. Apa yang sedang terjadi sebenarnya.&lt;br /&gt;Tak lama kemudian. Pak Sardi mengajak orang itu ikut dalam kepengurusan Remas. Ia sebagai pengawas.&lt;br /&gt;Semakin mudah untuk aku menyelidiki orang itu. Bukannya su’udhon, tapi aku merasakansuatu yang mengganjal. Tapi bukan hanya aku saja yang punya prasangka seperti itu. Yang lainnya pun demikian. Sebab itulah Pak Sardi mengajak orang itu masuk dalam kepengawasan Remas. Namanya Pak Darsono. Kecurigaan ini bukan karena tak beralasan.&lt;br /&gt;Akhirnya kita mulai rencana penyelidikan kepada Pak Darsono. Setiap hari selalu kami menyinggung masalah kematian Ustadz Abu. Dan Ia selalu hanya memilih untuk terdiam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Halo... kakak...!!!”, terdengar dari sebrang telpon.&lt;br /&gt;“Ya.. adik.. ada apa?”, tanyaku tersenyum lebar.&lt;br /&gt;“Adik kangen...”&lt;br /&gt;“Ya sama... gimana keadaan Ayah sama Ibu?”&lt;br /&gt;“Baik... “&lt;br /&gt;“Kamu lagi dimana?”&lt;br /&gt;“Lagi dijalan kak...”&lt;br /&gt;“Pantesan suaranya ramai banget”.&lt;br /&gt;“Iya... Kak...”&lt;br /&gt;“Ya??”&lt;br /&gt;“KAKAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKKKK.........AAAAAAAAAAAAAGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHH...........!!!!!!!!”&lt;br /&gt;“Adek... Adek ngga apa-apa kan????”, Aku mulai panik.&lt;br /&gt;Terdengar dari sebrang telponku suara tabrakan. Apa yang sedang terjadi pada adikku? Ya Allah lindungilah dia... . Pikirku. Tiba-tiba terputus...&lt;br /&gt;Entah apa yang sedang terjadi. Berhari-hari aku memikirkan. Aku terduduk sendiri didepan pintu masuk masjid.&lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum...”, Suara lembut menyapaku.&lt;br /&gt;“Wa’alaikumsalam...”, Jawabku, ku toleh ke arah suara itu, “Astaghfirullah...”.&lt;br /&gt;“...”, Ia terkejut pula, “Afwan Ya Akhi...?”&lt;br /&gt;“La... ngga apa kok....”, aku gugup, “Jarak... hehehe...”.&lt;br /&gt;“Ya.. Ana tau”, Ia duduk dua meter di sebelah kananku, “Afwan... Kenapa Antum sendirian disini?”&lt;br /&gt;“Ana sedang memikirkan Adikku...”.&lt;br /&gt;“Pasti ngga cuma itu saja kan?”&lt;br /&gt;Aku hanya tersenyum.&lt;br /&gt;“Afwan, bukannya ana ikut campur, tapi masalah dihadapi jangan hanya cuma dengan terdiam saja, tapi dengan aplikasi yang pasti. Dengan perbuatan yang tepat, perlahan, sabar”.&lt;br /&gt;Aku terdiam.&lt;br /&gt;“...”, Ia menatapku sejenak, “Afwan kalau ngganggu...”, Ia memalingkan wajah. Ia beranjak menjauh.&lt;br /&gt;“Ukhti...”, panggilku, “Jazakallahukhoiron...”.&lt;br /&gt;Ia kembali menatapku dengan tersenyum, “Amin...”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya.&lt;br /&gt;Sebuah mobil menuju ke masjid Ar-Rahman. Berhenti. Kedua pintu depan terbuka. Di pintu sebelah kanan, seorang lelaki tua ang tubuhnya masih sehat, dan di pintu sebelah kiri, seorang wanita dengan mengenakan jilbab putih dan bersih, auratnya benar-benar tertutup. Wajah yang tidak asing. Sepertinya aku mengenal mereka. Mereka bertanya kepada Udin, menanyakan tentang aku. Aku keluar masjid untuk memastikan siapa yang datang ke masjid saat ini. Subhanallah...&lt;br /&gt;Mereka menangis melihatku.&lt;br /&gt;Aku pun terkejut. Ayah dan Ibu. Ku hampiri mereka. Ku peluk tubuh mereka. Ku teriakkan takbirku kepada Allah SWT. Rasa syukur yang tak bisa dibalas hanya dengan kata-kata. Mereka menjadi Mu’allaf sepertiku. Mereka menceritakan semua mengenai Adikku dan cerita tragisnya. Aku menangis tak tertahankan. Air mata ini tak bisa terhenti keluar dari mataku. Begitu sakit, sedih mendengar semuanya. Semoga Allah selalu melindungi adikku yang kecil. Semoga selalu ada di sisiNya dan dalam perlindunganNya. Aku tak lagi bisa menahan betapa sedihnya kehilangan seorang adik yang benar-benar di sayangi. Ayah dan Ibuku meminta maaf kepadaku. Tapi sesungguhnya meminta maaf bukan padaku, seharusnya meminta maaf dan ampunan hanyalah kepada Allah SWT. Dan mereka sadar bahwa Islam adalah Agama yang pengasih dan penyayang.&lt;br /&gt;Beberapa hari itu aku hanya bisa diam, tak bergairah, murung. Aku menyesal, kenapa saat adikku meninggal, aku tak datang dalam acara pemakamannya. Aku bingung, bimbang. Tapi aku selalu mencoba untuk mengikhlaskan kepergiannya. Hidup hanya sekali. Bila hanya dipakai untuk merenung saja, maka hidup tak akan berarti. Dan aku sadar, setiap orang pasti akan meninggal dan tidak tau kapan Allah akan mencabut nyawa kita. Sebab itulah kita harus berbekal ilmu Agama yang mendalam. Dan Islamlah satu-satunya Agama yang selalu mendapat keridhoan dari Allah SWT. Ayah dan Ibuku pun kini sadar. Mereka telah meyakini Islam sebagai Agama penyelamat bagi mereka. Ya, Agama dari Allah kepada Nabi Muhammad untuk Umat Manusia di seluruh dunia. Jalan yang terang. Allah menciptakan manusia bukan sebagai penghancur dunia, tapi sebagai penjaga dan di serukan untuk selalu menyembah kepadaNya an menjauhi setiap laranganNya. Allah selalu membuka lebar pintu taubat selama belum di hadirkanNya hari kiamat atau hari dimana seluruh jagat raya ini di hancurkan oleh Allah SWT. Sesungguhnya Allah Maha pengampun dan Maha penyayang. Kita sadari bahwa kita semua kelak akan kempbali kepada Allah. Bayi, Anak-anak, Remaja, Dewasa hingga Tua, kita takkan pernah tau kapan kita akan meninggal. Sebab itulah perlu persiapan diri sebagai uang saku dalam menjalankan setiap amal ibadah yang kita jalani atau malah kita tak pernah sekalipun beramal sholeh. Dan nerakalah tempat kembali yang tepat bagi mereka yang berdusta kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun berlalu.&lt;br /&gt;Pak Darsono dinyatakan tidak bersalah. Memang dialah yang memberikan minuman terakhir kepada Ustadz Abu, tapi bahkan dia tidak tau bahwa minuman itu telah di beri racun oleh salah seorang ta’mir masjid yang bernama Juki. Dia memang orang yang aneh di setiap tingkah lakunya dalam kesehariannya. Tapi Juki meninggal setelah seminggu kematian Ustadz Abu. Juki meninggal dalam tidurnya dengan tubuh yang tiba-tiba membusuk penuh dengan luka-luka bakar di tubuhnya. Entah kenapa ia tiba-tiba terkena penyakit yang aneh itu dan kemudian dapat membunuhnya. Saat di selidiki kembali di rumah Juki yang kotor dan tak berpenghuni juga jauh dari rumah-rumah tetangga, di temukan buku-buku tulis yang model tulisannya sama persis dengan tulisan pada surat ancaman yang di temukan beberapa bulan yang lalu di kamar rahasia di dalam masjid. Mungkin itu adalah adzab dari Allah. Dan itu pulalah yang menjadi pelajaran bagi kita karena ingkar kepada Allah.&lt;br /&gt;Dan alasan mengapa saat pemakaman Ustadz Abu, Pak Darsono tidak hadir karena Dia memang benar-benar tidak sanggup melihat seorang yang di hormatinya meninggal dengan tidak wajar apa penyebabnya. Ustadz Abu adalah orang yang punya peranan penting di kampung setempat. Dan pembangunan Masjid dan perluasannya pun di galakkan dengan mendapatkan dana pembangunan dari Dinas Pembangunan Kediri dan sumbangan dari Ayahku.&lt;br /&gt;Rasa syukur yang takkan pernah bisa terhenti untuk dan kepada Allah SWT. Dengan kasih sayangNya kepada umatnya, memberikan berjuta anugerah yang terindah dalam setiap kenikmatan yang tak dapat di kembalikan hanya dengan membalikkan tangan. Dan...&lt;br /&gt;TERIMAKASIH ALLAH SUBHANAHUWATA’ALA....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Iskandar-&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3847203946914939958-7793082434207073068?l=cintaku-loveyou.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/feeds/7793082434207073068/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/2009/07/gives-thanks-to-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3847203946914939958/posts/default/7793082434207073068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3847203946914939958/posts/default/7793082434207073068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/2009/07/gives-thanks-to-allah.html' title='GIVES THANKS TO ALLAH'/><author><name>my love</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03585437615001367745</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_1UvEn9BN05M/Smle78z0p2I/AAAAAAAAAPk/-R5VUz4OxWs/S220/Foto091.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3847203946914939958.post-1785669011761833874</id><published>2009-06-26T03:53:00.000-07:00</published><updated>2010-04-15T07:23:03.894-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengetahuan'/><title type='text'>Kebuntuan Evolusi Molekuler</title><content type='html'>&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Pada bagian sebelumnya, telah digambarkan bagaimana catatan fosil                menggugurkan teori evolusi. Sebenarnya hal ini tidak perlu dilakukan,                karena teori evolusi telah runtuh jauh sebelum orang sampai pada                klaim "evolusi spesies" dan bukti-bukti fosil. Yang membuat teori                evolusi sejak awal kehilangan arti adalah pertanyaan bagaimana kehidupan                pertama kali muncul di muka bumi.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Ketika menjawab pertanyaan ini, teori evolusi menyatakan                bahwa kehidupan berawal dari sebuah sel yang terbentuk secara kebetulan.                Berdasarkan skenario ini, empat miliar tahun lalu, dalam atmosfir                bumi purba berbagai senyawa tidak hidup bereaksi, di bawah petir                dan tekanan menghasilkan sel hidup pertama.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Hal pertama yang harus diingat, pernyataan bahwa senyawa-senyawa                anorganik dapat bergabung membentuk kehidupan sama sekali tidak                ilmiah dan tidak dikuatkan dengan eksperimen atau observasi. Kehidupan                hanya muncul dari kehidupan. Setiap sel hidup terbentuk melalui                replikasi sel hidup lainnya. Tak seorang pun di dunia pernah berhasil                membentuk sel hidup dengan mencampurkan materi-materi anorganik,                bahkan di laboratorium yang paling canggih sekalipun.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Teori evolusi menyatakan bahwa sel-sel makhluk hidup                yang tidak dapat diproduksi sekalipun dengan mengerahkan seluruh                kecerdasan, pengetahuan, dan teknologi manusia berhasil terbentuk                secara kebetulan dalam kondisi bumi purba. Pada halaman-halaman                selanjutnya, kita akan melihat bahwa pernyataan ini sangat bertentangan                dengan prinsip-prinsip dasar ilmu pengetahuan dan nalar.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="baslik2"&gt;Dongeng tentang "Sel yang Terbentuk Secara Kebetulan"&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Jika seseorang yakin bahwa sel hidup dapat terbentuk                secara kebetulan, maka tidak ada yang dapat menghalanginya mempercayai                dongeng seperti di bawah ini. Dongeng mengenai sebuah kota kecil:&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Pada suatu hari, segumpal tanah liat yang terjepit di                antara bebatuan daerah tandus menjadi basah karena hujan. Saat matahari                terbit, tanah liat basah ini mengering dan mengeras menjadi sebuah                bentuk yang kokoh. Bebatuan yang berperan sebagai cetakan, karena                suatu hal kemudian hancur berkeping-keping, dan muncullah batu bata                berbentuk rapi, bagus, dan kuat. Selama bertahun-tahun, batu bata                ini menunggu batu bata serupa terbentuk dalam kondisi alam yang                sama. Peristiwa ini berlangsung terus hingga terbentuk ratusan bahkan                ribuan batu bata serupa di tempat itu. Dan secara kebetulan, tidak                ada satu pun dari batu bata yang lebih dulu terbentuk menjadi rusak.                Meskipun terkena badai, hujan, angin, terik matahari, dan dingin                membekukan, batu-batu bata tersebut tidak retak, remuk, atau terseret                menjauh. Di tempat yang sama dan dengan tekad yang sama, mereka                menunggu batu bata lain terbentuk.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Ketika jumlah batu bata mencukupi, batu-batu bata ini                membentuk sebuah bangunan dengan menyusun diri ke samping dan saling                bertumpuk akibat secara acak digerakkan oleh kondisi alam seperti                angin, badai dan tornado. Sementara itu, bahan-bahan seperti semen                atau campuran pasir terbentuk dalam "kondisi alamiah" pada saat                yang tepat dan merayap di antara batu-batu bata untuk merekatkan                mereka. Pada saat yang bersamaan, bijih besi di dalam bumi terbentuk                dalam "kondisi alamiah" dan bersama batu-batu bata membangun pondasi                gedung. Pada akhir proses, sebuah bangunan berdiri lengkap dengan                semua bahan, kusen-kusen serta instalasi kabel listrik. &lt;/p&gt;             &lt;table bg="" style="color: rgb(0, 0, 0);" align="center" border="1" cellpadding="10" cellspacing="0" width="515"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="491" height="716"&gt; &lt;div align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;FOKUS:                        Pengakuan Evolusionis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                        &lt;table align="right" border="1" cellpadding="8" cellspacing="0" width="155"&gt;                         &lt;tbody&gt;                           &lt;tr&gt;                              &lt;td height="183"&gt; &lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/136.jpg" border="1" width="153" height="164" /&gt;&lt;br /&gt;                         &lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);" class="resimalti"&gt;Alexander Oparin: "Asal-usul sel masih                                  menjadi teka-teki."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                         &lt;/tbody&gt;                       &lt;/table&gt;                       &lt;p class="hyg"&gt;Tantangan untuk menjelaskan asal usul kehidupan                          merupakan sumber krisis terbesar yang dihadapi teori evolusi.                          Alasannya, molekul-molekul organik sangat kompleks dan                          pembentukannya tidak mungkin dapat diterangkan sebagai                          suatu kebetulan. Selain itu, telah terbukti bahwa sel                          organik mustahil terbentuk secara kebetulan.&lt;/p&gt;                     &lt;/div&gt;                     &lt;p class="hyg"&gt;Evolusionis dihadapkan pada pertanyaan tentang                        asal usul kehidupan pada perempat kedua abad ke-20. Pakar                        terkemuka teori evolusi molekuler, evolusionis Rusia, Alexander                        I. Oparin, menuliskan dalam bukunya "The Origin of Life"                        yang terbit pada tahun 1936:&lt;/p&gt;                     &lt;p class="hyg"&gt;Sayangnya, asal usul sel masih menjadi pertanyaan,                        yang merupakan titik tergelap dari teori evolusi yang utuh.1&lt;/p&gt;                     &lt;table align="left" border="1" cellpadding="8" cellspacing="0" width="62"&gt;                       &lt;tbody&gt;                         &lt;tr&gt;                            &lt;td height="4"&gt; &lt;div class="hyg" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/136p.jpg" border="1" width="128" height="164" /&gt;&lt;br /&gt;                       &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" class="resimalti"&gt;Jeffrey Bada: "Kemunculan                                kehidupan di bumi adalah masalah terbesar yang belum                                terpecahkan."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                       &lt;/tbody&gt;                     &lt;/table&gt;                     &lt;p class="hyg"&gt;Sejak Oparin, banyak evolusionis telah melakukan                        penelitian dan pengamatan untuk membuktikan bahwa sebuah                        sel dapat terbentuk secara ke-betulan. Akan tetapi, setiap                        upaya hanya memperjelas desain sel yang kompleks sehingga                        semakin menggugurkan hipotesis mereka. Profesor Klaus Dose,                        kepala Institut Biokimia di Universitas Johannes Gutenberg,                        menyatakan:&lt;/p&gt;                     &lt;p class="hyg"&gt;Percobaan tentang asal usul kehidupan di bidang                        kimia dan evolusi molekuler selama lebih dari 30 tahun,                        menghasilkan persepsi yang lebih baik tentang kompleksitas                        asal usul kehidupan di bumi ini, dan bukannya memberikan                        jawaban yang mereka harapkan. Saat ini, semua diskusi mengenai                        teori-teori dasar dan penelitian di bidang ini berakhir                        dengan kebuntuan atau pengakuan atas ketidaktahuan. 2&lt;/p&gt;                     &lt;p class="hyg"&gt;Jeffrey Bada dari Institut San Diego Scripps                        memperjelas ketidakberdayaan evolusionis terhadap kebuntuan                        ini :&lt;/p&gt;                     &lt;p class="hyg"&gt;Kini, saat meninggalkan abad ke-20, kita masih                        menghadapi masalah terbesar yang belum terpecahkan sejak                        awal abad ke-20: Bagaimana kehidupan muncul di muka bumi?                        3&lt;/p&gt;                     &lt;center&gt;                       &lt;hr align="left" width="50%"&gt;                       &lt;div align="left"&gt;                          &lt;p class="dipnot"&gt;1 Alexander I. Oparin, Origin of Life,                            (1936) NewYork: Dover Publications, 1953 (Reprint),                            p.196.&lt;br /&gt;                   2 Klaus Dose, "The Origin of Life: More Questions Than                            Answers", Interdisciplinary Science Reviews, Vol 13,                            No. 4, 1988, p. 348&lt;br /&gt;                   3 Jeffrey Bada, Earth, February 1998, p. 40&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;                     &lt;/center&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Tentunya sebuah bangunan tidak hanya terdiri dari pondasi, batu                bata dan semen. Lalu bagaimana bahan-bahan lainnya diperoleh? Jawabannya                sederhana: semua jenis bahan yang dibutuhkan untuk mendirikan bangunan                itu terkandung dalam bumi di bawahnya. Silikon untuk kaca, tembaga                untuk kabel listrik, besi untuk kolom, tiang, pipa air dan lainnya,                telah tersedia melimpah di dalam bumi. Hanya diperlukan kepiawaian                dari "kondisi alamiah" untuk membentuk dan menempatkan bahan-bahan                ini dalam bangunan. Seluruh instalasi kabel, kusen dan aksesori                diletakkan di antara batu-batu bata dengan bantuan hembusan angin,                hujan dan gempa bumi. Segalanya berjalan begitu lancar sehingga                batu-batu bata tersusun dengan menyediakan tempat untuk jendela,                seolah-olah mereka tahu bahwa sesuatu yang disebut kaca akan terbentuk                kemudian oleh kondisi alamiah. Selain itu, mereka juga tidak lupa                menyediakan tempat untuk instalasi air, listrik dan sistem pemanas,                yang juga akan terbentuk secara ke-betulan. Semuanya berjalan sangat                baik sehingga "kebetulan" dan "kondisi alamiah" menghasilkan suatu                wujud desain yang sempurna.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Jika selama ini Anda berhasil mempertahankan kepercayaan                pada cerita itu, maka Anda tidak akan menemui kesulitan untuk menduga                bagaimana bangunan lain, pabrik, jalan raya, trotoar, sarana penunjang,                sistem komunikasi dan transportasi muncul. Jika Anda memiliki pengetahuan                teknis dan ahli dalam bidang ini, Anda bahkan dapat menulis beberapa                jilid buku yang sangat "ilmiah" untuk menyatakan teori Anda tentang                "proses evolusi sistem pembuangan limbah dan kemiripannya dengan                struktur yang kita temui sekarang". Anda mungkin akan dianugerahi                penghargaan akademis atas kajian cemerlang Anda. Anda pun boleh                menganggap diri Anda sebagai seorang jenius yang memberikan pencerahan                bagi kemanusiaan.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Teori evolusi menyatakan bahwa kehidupan muncul secara                kebetulan. Pernyataan yang sama mustahilnya dengan cerita di atas.                Sebuah sel tidak kurang kompleksnya dari kota manapun yang memiliki                seluruh sistem operasional, sistem komunikasi, transportasi dan                manajemennya.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;Keajaiban dalam Sel dan Akhir Teori                Evolusi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Di masa Darwin, struktur kompleks sel hidup belum diketahui.                Saat itu, anggapan bahwa "kebetulan dan kondisi alamiah" dapat menghasilkan                kehidupan dirasa cukup meyakinkan oleh evolusionis.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Teknologi abad ke-20 telah menguak partikel terkecil                kehidupan dan mengungkapkan bahwa sel merupakan sistem paling kompleks                yang pernah ditemui manusia. Sekarang kita tahu bahwa sel memiliki                stasiun pembangkit energi, pabrik-pabrik pembuat enzim dan hormon-hormon                yang penting bagi kehidupan. Sel juga memiliki bank data yang mencatat                semua informasi penting tentang seluruh produk yang harus dihasilkan,                sistem transportasi yang kompleks dan pipa-pipa penyalur bahan mentah                dan bahan jadi dari satu tempat ke tempat lain. Di dalam sel terdapat                pula laboratorium dan tempat penyulingan canggih untuk menghancurkan                bahan mentah dari luar menjadi bahan-bahan berguna, dan protein                membran sel khusus untuk mengontrol keluar-masuknya materi. Dan                semua ini hanya sebagian kecil dari sistem yang sangat kompleks                tersebut. &lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;W. H. Thorpe, seorang ilmuwan evolusionis, mengakui bahwa                &lt;b&gt;"jenis sel yang paling sederhana terdiri atas 'mekanisme' yang                jauh lebih kompleks dari mesin manapun yang mungkin baru terpikirkan                dan belum lagi dibuat manusia."&lt;/b&gt;                &lt;a name="1."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;table bg="" style="color: rgb(0, 0, 0);" align="center" border="1" cellpadding="10" cellspacing="0" width="90%"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td height="337"&gt; &lt;center&gt;                       &lt;p align="center"&gt;&lt;span class="resimalti"&gt;&lt;span class="baslik2" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Kompleksitas Sel&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                     &lt;/center&gt;                     &lt;center&gt;                       &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/138.jpg" align="left" border="5" width="183" height="153" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Sel                          adalah suatu sistem dengan desain paling rumit dan paling                          indah yang pernah disaksikan manusia. Michael Denton,                          seorang profesor biologi, dalam bukunya yang berjudul                          Evolution: Theory in Crisis, menggambarkan kompleksitas                          sel dengan sebuah contoh:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;"Untuk memahami realitas                          kehidupan seperti yang telah diungkapkan oleh biologi                          molekuler, kita harus memperbesar sebuah sel ribuan juta                          kali sampai diameternya mencapai dua puluh kilometer dan                          menyerupai pesawat raksasa, cukup untuk menutup kota besar                          seperti London atau New York. Yang akan kita lihat adalah                          sebuah objek dengan kerumitan tak tertandingi dan desain                          adaptif. Pada permukaan sel kita akan melihat jutaan lubang,                          seperti rongga pelabuhan pada sebuah pesawat induk antariksa,                          membuka dan menutup untuk menjaga kontinuitas keluar-masuk                          aliran materi. Bila kita memasuki salah satu lubang ini,                          kita akan mendapati diri kita berada di dalam dunia dengan                          teknologi unggul dan kompleksitas mencengangkan.... Inilah                          sebuah kompleksitas di luar jangkauan kreativitas kita,                          suatu realitas yang merupakan lawan dari kebetulan, yang                          dalam segala hal melampaui semua yang dihasilkan kecerdasan                          manusia..."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                     &lt;/center&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sebuah sel begitu kompleks, sehingga teknologi tercanggih manusia                tidak dapat membuatnya. Upaya pembuatan sel tiruan tidak pernah                membuahkan hasil. Tentu saja, upaya seperti ini telah ditinggalkan.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Teori evolusi menyatakan bahwa sistem ini - yang tidak                dapat ditiru manusia meski dengan mengerahkan segala kecerdasan,                pengetahuan dan teknologinya - muncul secara "kebetulan" dalam kondisi                bumi purba. Sebagai contoh lain, kemungkinan sel terbentuk secara                kebetulan sama mustahilnya dengan kemungkinan sebuah buku tercetak                akibat ledakan kantor percetakan.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Seorang ahli astronomi dan matematika dari Inggris, Sir                Fred Hoyle, membuat perbandingan serupa dalam salah satu wawacaranya                dalam majalah Nature edisi 12 November 1981. Meskipun seorang evolusionis,                Hoyle menyatakan bahwa kemungkinan makhluk hidup tingkat tinggi                muncul secara kebetulan adalah sama dengan kemungkinan &lt;b&gt;sebuah                Boeing 747 terakit dengan material dari tempat penampungan barang                rongsokan yang disapu tornado&lt;/b&gt;.                &lt;a name="2."&gt;&lt;/a&gt;Ini berarti bahwa sel tidak mungkin muncul secara                kebetulan, jadi sudah pasti sel itu "diciptakan".&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Satu alasan dasar mengapa teori evolusi tidak dapat menjelaskan                kemunculan sel adalah "kompleksitas tidak tersederhanakan" (irreducible                complexity) dari sel. Sebuah sel hidup menjaga kelangsungan dirinya                atas kerjasama harmonis dengan banyak organel. Jika ada satu organel                saja yang tidak berfungsi, sel itu tidak akan dapat bertahan hidup.                Sel tidak mungkin berkembang dengan menunggu suatu mekanisme "tanpa                kesadaran" seperti seleksi alam atau mutasi. Jadi, sel pertama di                bumi haruslah sebuah sel utuh yang memiliki semua organel dan semua                fungsi yang diperlukan. Ini tentu berati bahwa sel adalah hasil                penciptaan.&lt;/p&gt;                          &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="baslik2"&gt;Protein Menggugat Teori Kebetulan&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Jangankan tentang sel, evolusi bahkan gagal menerangkan                materi pembentuknya. Satu saja protein dari ribuan molekul protein                kompleks pembangun sel, tidak mungkin terbentuk dalam kondisi alamiah.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Protein adalah molekul raksasa yang terdiri dari satuan-satuan                kecil yang disebut "asam amino" yang tersusun dalam urutan tertentu,                dengan jumlah dan struktur tertentu. Molekul-molekul ini merupakan                bahan pembangun sel hidup. Protein yang paling sederhana terdiri                dari 50 asam amino, tetapi ada beberapa protein yang terdiri dari                ribuan asam amino.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Hal yang terpenting adalah: ketidakhadiran, penambahan                atau penggantian satu saja asam amino pada sebuah struktur protein                dapat menyebabkan protein tersebut menjadi gumpalan molekul tak                berguna. Setiap asam amino harus terletak pada posisi yang tepat                dan pada urutan yang benar. Teori evolusi yang menyatakan bahwa                kehidupan muncul secara kebetulan, tidak berdaya saat dihadapkan                pada keteraturan ini. Protein terlalu menakjubkan untuk dijelaskan                dengan teori kebetulan. (Bahkan teori ini tidak mampu menjelaskan                pernyataan "pembentukan secara kebetulan" asam amino, yang akan                dibicarakan nanti.)&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Fakta bahwa struktur fungsional sebuah protein tidak                dapat muncul secara kebetulan akan mudah diamati dengan perhitungan                probabilitas sederhana yang dapat dipahami semua orang.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Sebuah molekul protein berukuran rata-rata dibangun oleh                288 asam amino yang terdiri dari 12 jenis asam amino. Protein ini                dapat disusun dengan 10300 cara yang berbeda (ini adalah angka yang                sangat besar, terdiri dari angka 1 yang diikuti 300 angka nol).                Dari seluruh kemungkinan, ha-nya satu urutan yang membentuk molekul                protein yang diinginkan. Sisanya adalah rantai asam amino yang sama                sekali tidak berguna atau ber-potensi membahayakan makhluk hidup.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Dengan kata lain, probabilitas pembentukan satu molekul                protein adalah "1 banding 10&lt;sup&gt;300&lt;/sup&gt;". Probabilitas dari "1"                ini untuk terjadi adalah mustahil. (Dalam matematika, probabilitas                lebih kecil dari "1 banding 10&lt;sup&gt;50&lt;/sup&gt;" dianggap sebagai "probabilitas                nol"). Selain itu, molekul protein dengan 288 asam amino lebih sederhana                dibandingkan molekul-molekul protein raksasa yang terdiri dari ribuan                asam amino. Bila kita melakukan per-hitungan probabilitas serupa                pada molekul-molekul protein raksasa terse-but, kita akan membutuhkan                ungkapan yang lebih dari sekadar "mustahil". &lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Bila kita melangkah lebih jauh dalam skema perkembangan                kehidupan, kita amati bahwa satu protein yang berdiri sendiri tidak                akan memiliki arti apa pun. Sebagai contoh, salah satu bakteri terkecil,                Mycoplasma Hominis H39, terdiri dari 600 "jenis" protein. Maka dalam                kasus ini, kita harus mengulang perhitungan probabilitas seperti                di atas untuk setiap protein dari 600 jenis yang berbeda ini. Hasilnya?                Tidak akan terjelaskan bahkan dengan konsep kemustahilan!&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Sebagian orang yang sedang membaca tulisan ini dan menerima                teori evolusi sebagai penjelasan ilmiah, mungkin merasa curiga bahwa                angka-angka ini terlalu dibesar-besarkan dan tidak menggambarkan                kenyataan. Tidak demikian. Ini adalah kenyataan yang pasti dan konkret.                Tidak ada evolusionis yang akan membantah angka-angka ini. Mereka                menerima bahwa probabilitas sebuah protein terbentuk secara kebetulan                adalah "sama dengan kemungkinan seekor monyet menulis sejarah manusia                dengan mesin tik tanpa membuat kesalahan sedikit pun".                &lt;a name="3."&gt;&lt;/a&gt;Meski demikian, mereka bukannya menerima penjelasan                lain, yaitu penciptaan, tetapi justru terus mempertahankan kemustahilan                tersebut.&lt;/p&gt;             &lt;table style="color: rgb(0, 0, 0);" align="left" bgcolor="#eeeedd" border="0" bordercolor="#eeeedd" cellpadding="8" cellspacing="0" width="150"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td class="resimalti" height="267"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/142.jpg" width="150" height="153" /&gt;&lt;br /&gt;             Protein adalah unsur paling penting bagi makhluk hidup. Protein-protein                      tidak saja bergabung untuk membentuk sel hidup, tetapi juga                      berperan penting dalam proses kimia di dalam tubuh. Keterlibatan                      protein bisa diamati mulai dari sintesis protein hingga komunikasi                      hormonal.&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Banyak evolusionis yang mengakui fakta ini. Contohnya                Harold F. Blum, seorang ilmuwan evolusionis terkenal, menyatakan                bahwa &lt;b&gt;"pembentukan secara spontan polipeptida seukuran protein                terkecil, sama sekali tidak mungkin terjadi.&lt;/b&gt;"                &lt;a name="4."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Evolusionis menyatakan bahwa evolusi molekuler terjadi                dalam jangka waktu yang sangat lama, dan waktu yang sangat lama                ini membuat hal yang mustahil dapat terjadi. Namun selama apa pun                waktu diberikan, asam-asam amino tidak mungkin membentuk protein                secara kebetulan. William Stokes, pakar geologi Amerika, mengakui                kenyataan ini dalam bukunya Essentials of Earth History. Menurutnya                kemungkinan ini begitu kecil sehingga &lt;b&gt;"protein tidak akan terbentuk                dalam miliaran tahun di miliaran planet, sekali-pun setiap planet                diliputi hamparan larutan pekat asam amino yang diperlukan."&lt;/b&gt;                &lt;a name="5."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Apa arti semua ini? Perry Reeves, seorang profesor kimia                menjawab:&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Jika dihitung banyaknya struktur yang bisa terbentuk                dari kombinasi acak asam amino dalam sebuah kolam purba yang menguap,                kita akan meragukan kehidupan dapat muncul seperti ini. &lt;b&gt;Lebih                beralasan jika tugas seperti ini dikerjakan Pencipta Yang Agung                yang memiliki rencana maha besar.&lt;/b&gt; &lt;a name="6."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Jika satu protein saja mustahil terbentuk secara kebetulan,                maka miliaran kali lebih mustahil bila sejuta protein ini bergabung                secara kebetulan dan membentuk sebuah sel manusia lengkap. Lagipula,                sebuah sel tidak sekadar tersusun dari timbunan protein. Selain                protein, sel juga mengandung asam nukleat, karbohidrat, lipid, vitamin                dan senyawa kimia lain seperti elektrolit. Secara struktur dan fungsi,                semuanya tersusun dalam proporsi, keserasian dan desain yang spesifik.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Robert Shapiro, profesor kimia dan pakar DNA di Universitas                New York, menghitung probabilitas pembentukan secara kebetulan 200                jenis protein yang terdapat dalam satu sel bakteri (terdapat 200.000                jenis protein dalam sebuah sel manusia). Angka yang diperolehnya                adalah 1 banding 1040000. (Suatu angka luar biasa yang diperoleh                dengan meletakkan 40.000 angka nol sesudah angka 1)                 &lt;a name="7."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Chandra Wickramasinghe, seorang profesor matematika dan                astronomi dari University College (Cardiff, Wales), berkomentar                :&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;&lt;b&gt;Kemungkinan kehidupan terbentuk secara spontan dari                benda mati adalah 1 banding sebuah angka dengan 40.000 nol di belakangnya....                Angka ini cukup besar untuk mengubur Darwin bersama seluruh teori                evolusi&lt;/b&gt;. Di planet ini atau planet manapun tidak ada "sup purba",                dan jika awal kehidupan tidak terjadi secara acak, maka &lt;b&gt;awal                kehidupan itu pasti-lah pastilah dihasilkan suatu kecerdasan yang                berkehendak.&lt;/b&gt;                &lt;a name="8."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Tentang angka yang tidak masuk akal ini, Sir Fred Hoyle                berkomentar :&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Sungguh, teori ini (bahwa kehidupan dirancang oleh suatu                'kecerdasan') begitu jelas sehingga orang akan bertanya-tanya mengapa                ini tidak diterima secara luas sebagai kenyataan. Alasannya lebih                bersifat psikologis daripada ilmiah. &lt;a name="9."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Istilah "psikologis" digunakan Hoyle untuk menggambarkan                pengkondisian diri evolusionis untuk tidak menerima bahwa kehidupan                telah diciptakan. Mereka telah bersikeras bahwa tujuan utama mereka                adalah mengingkari keberadaan Allah. Untuk alasan ini saja, mereka                terus-menerus mempertahankan skenario tak masuk akal yang mereka                akui juga kemustahilannya.&lt;/p&gt;                          &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;Protein Asam Amino Levo&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Mari kita amati dengan seksama mengapa skenario evolusionis                ten-tang pembentukan protein mustahil terjadi.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Rangkaian yang benar dari asam-asam amino yang tepat                saja tidaklah cukup untuk pembentukan molekul protein. Di samping                itu, keduapuluh jenis asam amino yang membentuk protein harus merupakan                asam amino Levo. Asam amino terdiri dari dua jenis yang berbeda,                yaitu "levo" (kiri) dan "dextro" (kanan). Perbedaan di antara keduanya                adalah simetri cermin antara struktur tiga dimensi mereka, yang                serupa dengan simetri tangan kiri dan kanan manusia.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Kedua jenis asam amino ini dapat saling terikat dengan                mudah. Dari berbagai penelitian terungkap sebuah fakta yang mengejutkan:                semua protein hewan dan tumbuhan, dari organisme paling sederhana                hingga paling kompleks, terdiri dari asam amino Levo. Jika ada satu                saja asam amino Dextro yang terikat pada struktur sebuah protein,                maka protein tersebut menjadi tidak berfungsi. Yang menarik adalah,                dalam beberapa percobaan, bakteri yang diberi asam amino Dextro                segera menghancurkan asam-asam amino Dextro tersebut, dan dalam                beberapa kasus, bakteri membentuk asam amino Levo dari serpihan-serpihan                komponen asam amino Dextro sehingga dapat digunakan.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Mari sesaat kita umpamakan bahwa kehidupan muncul secara                kebetulan seperti yang dinyatakan evolusionis. Dalam hal ini, asam                amino Levo dan asam amino Dextro yang terbentuk secara kebetulan                seharusnya ada dalam jumlah seimbang di alam. Jadi semua makhluk                hidup seharusnya memiliki kedua jenis asam amino, Levo dan Dextro,                dalam tubuh mereka sebab kedua jenis asam amino ini dapat saling                bergabung secara kimiawi. Pada kenyataannya, protein yang terdapat                pada semua makhluk hidup terdiri dari asam-asam amino Levo saja.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Pertanyaan tentang bagaimana protein dapat memilih asam                amino Levo dari seluruh asam amino, dan mengapa tidak ada satu pun                asam amino Dextro terlibat dalam proses kehidupan, masih menjadi                tantangan bagi evolusionis. Mereka tidak memiliki penjelasan atas                pemilahan yang sangat "sadar" dan spesifik ini.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Karakteristik protein ini membuat teori "kebetulan" evolusi                yang sudah buntu menjadi semakin membingungkan. Agar terbentuk sebuah                protein yang berguna, asam-asam amino itu tidak cukup hanya berada                dalam jumlah tertentu, pada urutan tertentu, dan bergabung dalam                struktur tiga dimensi yang tepat. Asam-asam amino ini juga harus                terdiri dari asam amino Levo saja dan tidak boleh ada satu pun asam                amino Dextro. Akan tetapi, tidak ada mekanisme seleksi alam untuk                mengidentifikasi penambahan asam amino Dextro pada sebuah rantai                dan membuangnya dari rantai tersebut. Fakta ini kembali menghapus                kemungkinan bahwa awal kehidupan terjadi "secara kebetulan".&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Dalam Britannica Science Encyclopaedia, pembela teori                evolusi yang terang-terangan, dinyatakan bahwa asam amino seluruh                makhluk hidup di bumi dan molekul pembangun polimer kompleks seperti                protein memiliki asimetri Levo yang sama. Ditambahkan bahwa ini                sama artinya dengan melempar uang logam sejuta kali dan selalu mendapatkan                muka yang sama. Dinyatakan juga bahwa tidak mungkin kita dapat memahami                me-ngapa molekul menjadi bentuk Levo atau Dextro. Pilihan ini berhubungan                dengan sumber kehidupan di bumi secara mengagumkan.                &lt;a name="10."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Jika sebuah uang logam yang dilempar sejuta kali selalu                menghasilkan sisi muka yang sama, mana yang lebih logis: ini merupakan                suatu kebetulan, ataukah ada campur tangan yang disengaja? Jawabannya                sudah sangat jelas. Akan tetapi, tidak peduli dengan kenyataan yang                jelas ini, evolusionis berlindung dalam "teori kebetulan" hanya                karena mereka tidak mau menerima eksistensi "campur tangan yang                disengaja".&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Situasi yang serupa dengan asam amino Levo ini berlaku                pula pada nukleotida, unit terkecil dari DNA dan RNA. Bedanya, tidak                seperti asam amino pada makhluk hidup, hanya nukleotida berbentuk                Dextro saja yang dipilih. Ini adalah situasi lain yang tidak pernah                dapat dijelaskan oleh teori 'kebetulan'.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Sebagai kesimpulan, melalui perhitungan probabilitas                telah terbukti secara mutlak bahwa sumber kehidupan tidak dapat                dijelaskan dengan kebetulan. Jika kita mencoba menghitung probabilitas                sebuah protein berukuran rata-rata yang terdiri dari 400 asam amino                dan dipilih dari asam amino Levo saja, kita akan mendapatkan probabilitas                1 banding 2400, atau 10120. Sekadar untuk pembanding, ingatlah bahwa                jumlah elektron di seluruh jagat raya diperkirakan 1079, angka yang                jauh lebih kecil. Perhitungan probabilitas asam-asam amino ini tersusun                dalam urutan yang sesuai dan dalam struktur yang fungsional akan                menghasilkan angka yang jauh lebih besar lagi. Jika kita menggabungkan                probabilitas-probabilitas ini dan kita perluas hingga pembentukan                protein yang lebih besar dan beragam, maka perhitungannya menjadi                tak terbayangkan.&lt;/p&gt;                          &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;Ikatan yang Benar Sangat Penting&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Uraian panjang di atas bahkan belum selesai menjelaskan                kebuntuan teori evolusi. Asam amino tidak cukup hanya dengan tersusun                dalam jumlah, urutan dan struktur tiga dimensi yang tepat. Pembentukan                protein juga mengharuskan molekul-molekul asam amino yang memiliki                lebih dari satu lengan saling berikatan melalui cabang tertentu                saja. Ikatan seperti itu disebut "ikatan peptida". Asam-asam amino                dapat saling berikatan dengan berbagai cara; tetapi protein hanya                terdiri dari asam-asam amino yang terikat dengan ikatan "peptida".              &lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Sebuah analogi akan memperjelas masalah ini. Anggaplah                semua bagian mobil telah lengkap dan dipasang pada posisi yang tepat,                tetapi salah satu rodanya tidak dipasang dengan mur dan baut melainkan                dengan seutas kawat. Kawat ini mengikat roda sedemikian rupa sehingga                pusat roda menghadap ke tanah. Mustahil mobil seperti ini bisa bergerak                sekalipun hanya satu meter, tak peduli betapa rumit teknologinya                dan betapa kuat motornya. Sekilas semuanya tampak berada pada tempat                yang benar, tetapi kesalahan memasang satu roda saja mengakibatkan                keseluruhan mobil tersebut tidak berguna. Sama halnya pada molekul                protein, jika ada satu saja ikatan antar asam amino yang bukan ikatan                peptida, maka keseluruhan molekul itu tidak akan berguna.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Penelitian menunjukkan bahwa asam amino yang berikatan                secara acak hanya dapat menghasilkan ikatan peptida pada rasio 50%                dan sisa-nya berikatan dengan ikatan lain yang tidak terdapat pada                protein. Agar berfungsi dengan baik, setiap asam amino yang menyusun                protein harus berikatan hanya dengan ikatan peptida, sebagaimana                asam amino tersebut harus dipilih dari yang berbentuk Levo saja.              &lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Probabilitas ini sama dengan probabilitas bahwa setiap                protein adalah berbentuk Levo. Misalnya jika sebuah protein terdiri                dari 400 asam amino, berarti probabilitas seluruh asam amino hanya                berikatan dengan ikatan peptida adalah 1 berbanding 2&lt;sup&gt;399&lt;/sup&gt;.              &lt;/p&gt;                          &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;Probabilitas Nol&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Seperti dapat dilihat di bawah ini, probabilitas pembentukan                sebuah molekul protein yang terdiri dari 500 asam amino adalah "1"                banding angka 1 yang diikuti oleh 950 buah angka nol. Sebuah angka                yang tidak dapat dipahami pemikiran manusia. Ini hanya perhitungan                teoretis di atas kertas. Dalam kenyataan, probabilitas seperti itu                berpeluang "0" untuk terjadi. Dalam matematika, probabilitas yang                lebih kecil dari 1 banding 10&lt;sup&gt;50&lt;/sup&gt;, secara statistik dianggap                memiliki peluang "0" untuk terjadi. Probabilitas "1 banding 10&lt;sup&gt;950&lt;/sup&gt;"                jauh melampaui batas definisi ini.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Meskipun sudah sedemikian jauh kemustahilan pembentukan                secara kebetulan pada sebuah protein yang tersusun dari 500 asam                amino, kita masih dapat terus memaksa batas akal kita dengan kemustahilan                yang lebih tinggi lagi. Molekul "hemoglobin", sebuah protein yang                sangat vital, terdiri dari 574 asam amino - lebih besar dibandingkan                protein yang kita bahas di atas. Sekarang, pikirkan ini: dalam satu                sel darah merah dari miliaran yang ada dalam tubuh kita, terdapat                "280.000.000" (280 juta) molekul hemoglobin!&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Perkiraan usia bumi tidak memberi cukup waktu bagi pembentukan                secara "coba-coba" untuk satu protein saja, apalagi satu sel darah                merah. Bahkan jika kita menganggap asam-asam amino telah bergabung                dan terurai secara "coba-coba" untuk membangun sebuah protein tanpa                sedikit pun waktu terbuang sejak bumi terbentuk, maka waktu yang                dibutuhkan untuk mengejar probabilitas 1 banding 10&lt;sup&gt;950&lt;/sup&gt;                adalah lebih panjang daripada usia bumi.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Kesimpulan dari semua ini adalah: evolusi telah jatuh                ke dalam jurang kemustahilan sejak tahap pembentukan sebuah protein.&lt;/p&gt;                          &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;Adakah Mekanisme Coba-coba di Alam?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Akhirnya, kita sampai pada kesimpulan yang sangat penting                tentang logika dasar perhitungan probabilitas, seperti dicontohkan                tadi. Telah ditunjukkan bahwa perhitungan-perhitungan probabilitas                di atas mencapai batas astronomis (jumlah yang sangat besar) dan                probabilitas astronomis ini hampir mustahil terjadi. Ini adalah                aspek yang jauh lebih penting sekaligus membingungkan bagi evolusionis.                Dalam kondisi alamiah, probabilitas-probabilitas ini bahkan tidak                dapat dimulai sama sekali, karena di alam tidak ada mekanisme coba-coba                untuk menghasilkan protein.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Perhitungan di atas tentang probabilitas pembentukan                sebuah molekul protein yang terdiri dari 500 asam amino, hanya berlaku                pada lingkungan coba-coba ideal, yang tidak ada dalam kehidupan                nyata. Artinya, probabilitas mendapatkan sebuah protein yang berguna                adalah "1" banding 10950, hanya jika kita menganggap ada mekanisme                imajiner di mana sebuah tangan gaib menyambungkan 500 asam amino                secara acak, ketika rantai yang terbentuk itu salah, menguraikannya                lagi satu persatu dan menyusunnya dengan urutan yang berbeda untuk                kedua kalinya, dan begitu seterusnya. &lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Dalam setiap percobaan, asam-asam amino harus diuraikan                satu per-satu dan kemudian disusun kembali dengan urutan baru. Sintesis                ini harus dihentikan setelah asam amino ke-500 ditambahkan dan harus                dipastikan tidak ada kelebihan asam amino. Percobaan kemudian dihentikan                untuk melihat apakah protein yang diinginkan sudah terbentuk. Jika                gagal, maka seluruhnya harus dibongkar dan dicoba dengan urutan                lain. Harus diingat, tidak boleh ada satu pun bahan tambahan. Selain                itu, penting bahwa selama percobaan, rantai yang terbentuk tidak                boleh putus atau rusak sebelum mencapai ikatan ke-499.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Kondisi ini berarti bahwa probabilitas yang kita bahas                di atas hanya dapat terjadi dalam lingkungan terkontrol. Dalam lingkungan                terkontrol itu terdapat mekanisme sadar yang mengatur permulaan,                akhir dan setiap tahap proses, dan hanya "seleksi asam amino" saja                yang terjadi secara untung-untungan. Sudah pasti, tidak mungkin                ada lingkungan seperti ini dalam kondisi alamiah. Jadi secara logis                dan teknis, mustahil terjadi pem-bentukan protein dalam lingkungan                alamiah, terlepas dari aspek 'probabilitas'. Bahkan, membicarakan                probabilitas peristiwa seperti ini saja sudah sangat tidak ilmiah.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Sejumlah evolusionis yang 'kurang terpelajar' tidak mengerti                hal ini. Berdasarkan asumsi bahwa pembentukan sebuah protein hanyalah                reaksi kimia sederhana, mereka membuat kesimpulan yang menggelikan                bahwa "asam-asam amino bergabung melalui sebuah reaksi dan kemudian                membentuk protein-protein". Tetapi reaksi kimia yang terjadi secara                kebetulan dalam sebuah struktur anorganik hanya dapat menghasilkan                perubahan-perubahan sederhana dan primitif. Jumlahnya pun tertentu                dan terbatas. Untuk membuat senyawa kimia yang lebih kompleks, diperlukan                pabrik-pabrik besar, instalasi kimia dan laboratorium. Obat-obatan                dan berbagai bahan kimia yang kita gunakan sehari-hari termasuk                dalam jenis ini. Namun protein memiliki struktur yang jauh lebih                kompleks daripada bahan kimia yang diproduksi industri. Karenanya,                protein - yang masing-masingnya merupakan kehebatan desain dan rekayasa,                dengan setiap bagiannya berada pada posisi dan urutan yang tepat                - mustahil bermula dari reaksi kimia acak.&lt;/p&gt;             &lt;table bg="" style="color: rgb(0, 0, 0);" align="center" border="1" cellpadding="10" cellspacing="0" width="487"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="463" height="904"&gt; &lt;center&gt;                       &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;Probabilitas Protein Terbentuk                          Secara Kebetulan Adalah Nol&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg" align="justify"&gt;Ada 3 syarat utama dalam pembentukan                          protein yang berguna:&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Syarat pertama: &lt;/strong&gt;semua                          asam amino pada rantai protein harus dari jenis yang benar                          dan berada pada urutan yang benar.&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Syarat kedua:&lt;/strong&gt;                          semua asam amino pada rantai tersebut berbentuk Levo.&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Syarat ketiga: &lt;/strong&gt;semua                          asam amino saling berikatan dengan membentuk ikatan peptida.&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg" align="justify"&gt;Agar sebuah protein terbentuk                          secara kebetulan, ketiga syarat utama di atas harus dipenuhi                          secara bersamaan. Probabilitas pembentukan protein secara                          kebetulan adalah sama dengan mengalikan probabilitas pemenuhan                          masing-masing syarat tersebut.&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg" align="justify"&gt;Misalnya untuk sebuah molekul                          berukuran rata-rata yang terdiri dari 500 asam amino :&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;1. Probabilitas asam                          amino berada dalam urutan yang benar&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg" align="justify"&gt;Ada 20 jenis asam amino yang                          digunakan dalam penyusunan sebuah protein. Berarti:&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg" align="justify"&gt;- Probabilitas setiap asam                          amino yang terpilih &lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg" align="justify"&gt;dengan tepat dari 20 jenis                          = 1/20&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg" align="justify"&gt;- Probabilitas 500 asam amino                          tersebut terpilih dengan tepat = 1/20&lt;sup&gt;500&lt;/sup&gt; =                          1/10&lt;sup&gt;650&lt;/sup&gt; = 1 peluang dalam 10&lt;sup&gt;650&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;2. Probabilitas asam                          amino berbentuk Levo&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg" align="justify"&gt;- Probabilitas satu asam amino                          Levo terpilih = 1/2&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg" align="justify"&gt;- Probabilitas 500 asam amino                          yang terpilih seluruhnya berbentuk asam amino Levo = 1/2&lt;sup&gt;500&lt;/sup&gt;                          = 1/10&lt;sup&gt;150&lt;/sup&gt; = 1 peluang dalam 10&lt;sup&gt;150&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;3. Probabilitas asam-asam                          amino bergabung dengan ikatan peptida:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg" align="justify"&gt;Asam amino dapat saling berikatan                          dengan beragam ikatan kimia. Agar terbentuk protein yang                          berguna, seluruh asam amino pada rantai harus berikatan                          dengan ikatan khusus yang disebut "ikatan peptida". Telah                          dihitung bahwa probabilitas asam-asam amino berikatan                          dengan ikatan peptida dan bukan dengan ikatan yang lain                          adalah 50%. Berdasarkan hal ini:&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg" align="justify"&gt;- Probabilitas dua asam amino                          berikatan dengan "ikatan peptida" = 1/2&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg" align="justify"&gt;- Probabilitas 500 asam amino                          berikatan dengan "ikatan peptida" = 1/2&lt;sup&gt;499&lt;/sup&gt;                          = 1/10&lt;sup&gt;150&lt;/sup&gt; = 1 peluang dalam 10&lt;sup&gt;150&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;PROBABILITAS TOTAL&lt;/strong&gt;                          = 1/10&lt;sup&gt;650&lt;/sup&gt; X 1/10&lt;sup&gt;150&lt;/sup&gt; X 1/10&lt;sup&gt;150                          &lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg" align="justify"&gt;= 1/10&lt;sup&gt;950&lt;/sup&gt; = 1 peluang                          dalam 10&lt;sup&gt;950&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;                     &lt;/center&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;table bg="" style="color: rgb(0, 0, 0);" align="center" border="1" cellpadding="8" cellspacing="0" width="487"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td&gt; &lt;table bg="" align="center" border="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;                       &lt;tbody&gt;                         &lt;tr&gt;                            &lt;td height="346"&gt; &lt;center&gt;                               &lt;p class="resimalti"&gt;&lt;span class="resimalti"&gt;Probabilitas                                  sebuah molekul protein berukuran rata-rata yang                                  terdiri dari 500 asam amino tersusun dalam jumlah                                  dan urutan yang tepat, dan hanya terdiri dari                                  asam amino Levo, dengan rantai hanya terbentuk                                  dari ikatan peptida adalah "1" banding 10&lt;sup&gt;950&lt;/sup&gt;.                                  Kita dapat menuliskan angka ini dengan meletakkan                                  950 angka nol sesudah angka 1 sebagai berikut                                  :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                               &lt;span class="resimalti"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;10&lt;sup&gt;950&lt;/sup&gt;=&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                &lt;p class="resimalti"&gt;100.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.&lt;br /&gt;                         000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.&lt;br /&gt;                         000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.&lt;br /&gt;                         000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.&lt;br /&gt;                         000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.&lt;br /&gt;                         000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.&lt;br /&gt;                         000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.&lt;br /&gt;                         000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.&lt;br /&gt;                         000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.&lt;br /&gt;                         000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.&lt;br /&gt;                         000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.&lt;br /&gt;                         000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.&lt;br /&gt;                         000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.&lt;br /&gt;                         000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.&lt;br /&gt;                         000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.&lt;br /&gt;                         000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.&lt;br /&gt;                         000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.&lt;br /&gt;                         000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.&lt;br /&gt;                         000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000&lt;/p&gt;                             &lt;/center&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                       &lt;/tbody&gt;                     &lt;/table&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Marilah untuk sesaat kita mengesampingkan segala kemustahilan                yang kita bahas barusan, dan anggaplah sebuah molekul protein yang                berguna memang berevolusi spontan secara "kebetulan". Pada titik                ini pun, evolusi lagi-lagi tidak mempunyai jawaban, karena untuk                mempertahankan keberadaannya, protein ini harus terisolasi dari                lingkungan alamiahnya dan terlindung dalam kondisi yang sangat khusus.                Jika tidak, protein ini akan terurai oleh kondisi alamiah bumi atau                bergabung dengan senyawa-senyawa asam, asam-asam amino ataupun senyawa                kimia lain, sehingga kehilangan sifat-sifatnya dan berubah menjadi                senyawa yang sama sekali berbeda dan tidak berguna. &lt;/p&gt;                          &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;Pertentangan Evolusioner tentang                Asal Usul Kehidupan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Pertanyaan "bagaimana makhluk hidup pertama kali muncul"                adalah kebuntuan yang kritis bagi evolusionis, sehingga mereka biasanya                meng-hindari masalah ini. Mereka mencoba berkelit dengan mengatakan                bahwa "makhluk-makhluk hidup pertama muncul sebagai hasil dari kejadian                acak di dalam air". Mereka menghadapi rintangan yang tidak bisa                mereka tembus. Terlepas dari argumen evolusi paleontologis, dalam                hal ini, tidak ada fosil yang dapat didistorsi dan ditafsirkan sesuka                hati untuk mendukung pernyataan mereka. Karena itu, teori evolusi                jelas-jelas telah terbantah sejak awal. &lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Ada satu hal penting yang harus diingat: &lt;b&gt;jika satu                tahap saja dari proses evolusi terbukti mustahil, cukup untuk membuktikan                kesalahan dan ketidakabsahan teori secara keseluruhan.&lt;/b&gt; Contohnya,                karena pembentukan protein secara coba-coba terbukti mustahil, maka                seluruh pernyataan mengenai tahap proses evolusi selanjutnya juga                terbantah. Sampai di sini, spekulasi atas tengkorak manusia dan                kera menjadi tidak berarti.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Pertanyaan tentang bagaimana organisme hidup dapat muncul                dari materi anorganik sudah lama dihindari para evolusionis. Akan                tetapi, pertanyaan ini berkembang menjadi masalah yang tidak bisa                dielakkan. Dan mereka berusaha menjawab masalah ini dengan serangkaian                penelitian pada perempat kedua abad ke-20.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Pertanyaan utamanya adalah: bagaimana sel hidup pertama                dapat muncul di atmosfir bumi purba? Dengan kata lain, penjelasan                seperti apa yang akan dikemukakan evolusionis untuk menjawab pertanyaan                ini?&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Jawabannya dicari melalui berbagai eksperimen. Ilmuwan                dan peneliti evolusionis melakukan berbagai eksperimen laboratorium                untuk menjawab pertanyaan ini tetapi tidak menghasilkan apa pun                yang menarik. Studi tentang awal kehidupan yang paling dihargai                adalah &lt;b&gt;Eksperimen Miller &lt;/b&gt;yang dilakukan oleh peneliti Amerika                bernama Stanley Miller pada tahun 1953. (Eksperimen ini dikenal                juga sebagai "Eksperimen Urey-Miller" karena kontribusi Harold Urey,                instruktur Miller dari Universitas Chicago.)&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Eksperimen ini adalah satu-satunya "bukti" bagi "tesis                evolusi molekuler" untuk menerangkan tahap pertama periode evolusi.                Meskipun sudah hamper setengah abad berlalu, dan teknologi telah                berkembang pesat, tak seorang pun berupaya lebih lanjut. Eksperimen                Miller tetap diajarkan dalam buku-buku sebagai penjelasan evolusi                generasi pertama makhluk hidup. Evolusionis sadar bahwa fakta yang                dihasilkan penelitian semacam ini tidak mendukung dan sebaliknya                justru membantah pernyataan mereka, karenanya mereka dengan sengaja                menghindari eksperimen serupa.&lt;/p&gt;                          &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;Eksperimen Miller&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Tujuan Stanley Miller adalah mengajukan penemuan eksperimental                yang menunjukkan bahwa asam amino, bahan pembangun protein, dapat                muncul "secara kebetulan" di bumi yang tidak berkehidupan miliaran                tahun lalu.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Dalam eksperimennya, Miller menggunakan campuran gas                yang diasumsikan terdapat di bumi purba (yang kelak terbukti tidak                realistis) terdiri dari amonia, metan, hidrogen dan uap air. Karena                dalam kondisi alamiah gas-gas ini tidak saling bereaksi, Miller                memberikan stimulasi energi untuk memulai reaksi antara gas-gas                tersebut. Dengan menganggap energi ini bisa berasal dari kilat dalam                atmosfir purba, ia meng-gunakan sumber penghasil listrik buatan                untuk menyediakan energi tersebut. &lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Miller mendidihkan campuran gas ini pada suhu 100°C selama                seminggu, dan sebagai tambahan dia mengalirkan arus listrik. Di                akhir minggu, Miller menganalisis senyawa-senyawa kimia yang terbentuk                di dasar gelas percobaan dan menemukan tiga dari 20 jenis asam amino,                bahan dasar protein telah tersintesis.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Eksperimen ini membangkitkan semangat evolusionis dan                dianggap sebagai sukses besar. Dalam luapan kegembiraan, berbagai                terbitan memasang tajuk utama seperti "Miller menciptakan kehidupan".                Akan tetapi, molekul-molekul yang berhasil disintesis Miller ternyata                hanya beberapa molekul "tidak hidup".&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Didorong oleh eksperimen ini, evolusionis segera membuat                skenario baru. Hipotesis tahap lanjutan tentang pembentukan protein                segera dirumuskan. Menurut mereka, asam-asam amino kemudian bergabung                dalam urutan yang tepat secara kebetulan untuk membentuk protein.                Sebagian protein-protein yang terbentuk secara kebetulan ini menempatkan                diri mereka dalam struktur seperti membran yang "entah bagaimana"                muncul dan membentuk sel primitif. Sel-sel kemudian bergabung dan                membentuk organisme hidup. Akan tetapi, eksperimen Miller hanya                akal-akalan dan telah terbukti tidak benar dalam segala aspek.&lt;/p&gt;                          &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;Eksperimen Miller Hanya Akal-Akalan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Eksperimen Miller berusaha membuktikan bahwa asam amino                dapat terbentuk dengan sendirinya dalam kondisi bumi purba. Namun,                eksperimen ini tidak konsisten dalam sejumlah hal:&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;&lt;b&gt;1. Dengan menggunakan mekanisme cold trap, Miller                mengisolasi asam-asam amino dari lingkungannya segera setelah mereka                terbentuk. &lt;/b&gt;Jika dia tidak melakukannya, kondisi lingkungan tempat                asam amino terbentuk akan segera menghancurkan molekul ini.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Tentu saja mekanisme isolasi yang disengaja seperti ini                tidak ada dalam kondisi bumi purba. Tanpa mekanisme seperti ini,                kalaupun ada satu asam amino terbentuk, ia akan segera hancur. Seorang                ahli kimia, Richard Bliss, mengungkapkan kontradiksi ini sebagai                berikut: "Benar, tanpa cold trap, senyawa kimia yang dihasilkan                akan dihancurkan oleh aliran listrik."                &lt;a name="11."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Memang, dalam percobaan sebelumnya dengan bahan-bahan                yang sama tetapi tanpa mekanisme cold trap, Miller tidak dapat membentuk                satu pun asam amino.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;&lt;b&gt;2. Lingkungan atmosfir purba yang disimulasikan Miller                dalam eksperimennya tidak realistis&lt;/b&gt;. Pada tahun 1980-an, para                ilmuwan sepakat bahwa yang seharusnya terdapat pada lingkungan artifisial                tersebut adalah nitrogen dan karbon dioksida, bukannya metan dan                amonia. Setelah bungkam cukup lama, Miller sendiri mengakui pula                bahwa kondisi atmosfir dalam eksperimennya tidak realistis.                &lt;a name="12."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Jadi mengapa Miller berkeras menggunakan gas-gas ini?                Jawabannya sederhana: tanpa amonia, mustahil mensintesis asam amino.                Kevin McKean mengungkapkan hal ini dalam sebuah artikel yang dimuat                dalam majalah Discover:&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Miller dan Urey meniru atmosfir bumi dahulu kala dengan                campuran metan dan amonia. Menurut mereka, bumi merupakan campuran                homogen dari logam, batuan dan es. Namun, dalam penelitian terakhir                terungkap bahwa pada saat itu bumi sangat panas dan terbentuk dari                nikel dan besi cair. Jadi, atmosfir kimiawi saat itu seharusnya                didominasi nitrogen (N2), karbon dioksida (CO2) dan uap air (H20).                Tetapi gas-gas ini bukan gas-gas yang tepat untuk mensintesis senyawa                organik, seperti metan dan amonia.&lt;a href="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/keruntuhan10.php#13"&gt;                &lt;/a&gt;&lt;a name="13."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Dua orang ilmuwan Amerika, J.P. Ferris dan C.T. Chen,                mengulang eksperimen Stanley Miller dengan kondisi atmosfir terdiri                dari karbon dioksida, hidrogen, nitrogen dan uap air. Mereka tidak                mampu menghasilkan satu pun molekul asam amino.                &lt;a name="14."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;table style="color: rgb(0, 0, 0);" align="center" bgcolor="#eeeedd" border="1" bordercolor="#eeeedd" cellpadding="10" cellspacing="0" width="90%"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td height="773"&gt; &lt;center&gt;                       &lt;p class="baslik2"&gt;FOKUS: Sumber-Sumber Evolusionis Mutakhir                          Membantah Eksperimen Miller&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/155.jpg" align="right" width="150" height="199" hspace="5" /&gt;Dewasa                          ini, eksperimen Miller telah menjadi hal yang benar-benar                          diabaikan bahkan oleh kalangan ilmuwan evolusionis. Majalah                          sains evolusionis terkemuka Earth edisi Februari 1998                          menuliskan hal berikut ini dalam artikel yang berjudul                          "Life's Crucible":&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg"&gt;Kini ahli geologi berpendapat bahwa sebagian                          besar atmosfir purba terdiri dari karbon dioksida dan                          nitrogen, gas-gas yang kurang reaktif dibandingkan gas-gas                          yang digunakan dalam eksperimen tahun 1953. Bahkan, bila                          atmosfir yang diajukan Miller benar ada, bagaimana anda                          membuat molekul sederhana seperti asam amino mengalami                          perubahan kimiawi yang dibutuhkan sehingga berubah menjadi                          senyawa yang lebih rumit, atau polimer seperti protein?                          Miller sendiri angkat tangan pada bagian teka-teki ini.                          "Ini adalah masalah," ia mengeluh dengan gusar. "Bagaimana                          Anda membuat polimer? Itu bukan hal yang mudah." 1 &lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg"&gt;Kenyataannya, bahkan kini Miller pun telah                          menerima bahwa percobaannya tidak akan menghasilkan sebuah                          kesimpulan yang dapat menjelaskan asal usul kehidupan.                          Bahwa ilmuwan evolusionis sangat mempercayai percobaan                          ini hanya menunjukkan kesengsaraan evolusi dan keputusasaan                          para pengajurnya.&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg"&gt;Artikel berjudul "The Emergence of Life on                          Earth" (Kemunculan Kehidupan di Muka Bumi) dalam National                          Geographic edisi Maret 1998 mengungkapkan hal berikut                          ini:&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg"&gt;Sekarang banyak ilmuwan menduga bahwa atmosfir                          purba itu berbeda dari yang pertama kali diandaikan Miller.                          Mereka berpikir bahwa atmosfir tersebut terdiri dari karbon                          dioksida dan nitrogen, bukan hidrogen, metan dan amoniak.&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg"&gt;Ini adalah berita buruk bagi ahli kimia. Ketika                          mereka mencoba mereaksikan karbon dioksida dan nitrogen,                          mereka mendapatkan sejumlah molekul organik yang tak berharga                          - ini sama saja dengan melarutkan setetes pewarna makanan                          ke dalam air kolam renang. Para ilmuwan menemukan kesulitan                          besar untuk membayangkan bahwa kehidupan muncul dari sup                          encer seperti itu.2 &lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg"&gt;Singkatnya, baik eksperimen Miller maupun evolusionis                          yang lain tidak dapat menjawab pertanyaan bagaimana kehidupan                          muncul di muka bumi. Semua penelitian yang telah dilakukan                          menunjukkan bahwa kehidupan tidak mungkin muncul secara                          kebetulan dan karenanya mempertegas bahwa kehidupan memang                          diciptakan.&lt;/p&gt;                     &lt;/center&gt;                     &lt;center&gt;                       &lt;hr align="left" width="50%"&gt;                       &lt;div align="left"&gt;&lt;span class="dipnot" style=";font-family:Geneva,Arial,Helvetica,san-serif;font-size:78%;"  &gt;1. Earth,                          "Life's Crucible", February 1998, p.34&lt;br /&gt;                 2. National Geographic, "The Rise of Life on Earth", March                          1998, p.68 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;                     &lt;/center&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;3. Hal penting lain yang mengugurkan eksperimen Miller adalah bahwa                &lt;b&gt;atmosfir bumi mengandung cukup banyak oksigen untuk menghancurkan                semua asam amino yang terbentuk.&lt;/b&gt; Fakta yang diabaikan Miller                ini terungkap dari sisa-sisa besi dan uranium yang teroksidasi dalam                batuan yang diperkirakan berumur 3,5 miliar tahun.&lt;a href="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/keruntuhan10.php#15"&gt; &lt;/a&gt;&lt;a name="15."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Temuan-temuan lain menunjukkan bahwa kandungan oksigen                pada saat itu jauh lebih besar daripada yang dinyatakan evolusionis.                Penelitian-penelitian juga menunjukkan bahwa pada saat itu bumi                teradiasi ultra-violet 10.000 kali lebih besar daripada perkiraan                evolusionis. Radiasi ultra-violet yang intens ini membebaskan oksigen                dengan cara menguraikan uap air dan karbon dioksida dalam atmosfir.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Situasi ini secara telak membantah eksperimen Miller                yang sama sekali mengabaikan oksigen. Jika oksigen digunakan dalam                eksperimen tersebut, metan akan terurai menjadi karbon dioksida                dan air, dan amonia menjadi nitrogen dan air. Selain itu, dalam                lingkungan tanpa oksigen, juga tidak akan ada lapisan ozon. Tanpa                perlindungan lapisan ozon, asam-asam amino akan segera hancur oleh                sinar ultraviolet yang sangat intens. Dapat dikatakan, dengan atau                tanpa oksigen di bumi purba, hasilnya sama, lingkungan yang sangat                destruktif bagi asam amino.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;4. Pada akhir eksperimen Miller, terbentuk banyak asam                organik yang bersifat merusak struktur dan fungsi makhluk hidup.                Jika asam amino tidak diisolasi dan tetap berada di dalam lingkungan                yang sama dengan senyawa-senyawa ini, reaksi kimia yang terjadi                akan menghancurkan atau mengubah asam amino menjadi senyawa lain.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Selain itu, di akhir eksperimen ini terbentuk sejumlah                besar asam amino Dextro.                &lt;a name="16."&gt;&lt;/a&gt;Keberadaan asam amino ini dengan sendirinya menyangkal                teori evolusi, karena asam amino Dextro tidak berfungsi dalam pembentukan                sel makhluk hidup. Kesimpulannya, kondisi-kondisi di mana asam amino                terbentuk dalam eksperimen Miller, tidak cocok bagi kehidupan. Kenyataannya,                medium ini merupakan campuran asam yang meng-hancurkan dan mengoksidasi                molekul-molekul berguna yang diperoleh.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Semua fakta ini menunjukkan satu hal yang jelas: &lt;b&gt;eksperimen                Miller tidak dapat digunakan sebagai bukti bahwa makhluk hidup terbentuk                secara kebetulan dalam kondisi bumi purba.&lt;/b&gt; Keseluruhan eksperimen                ini tidak lebih dari sebuah eksperimen laboratorium yang terkontrol                dan terarah untuk mensintesis asam amino. Jumlah dan jenis gas dalam                eksperimen ini secara ideal ditentukan agar asam amino terbentuk.                Jumlah energi yang disalurkan ke dalam sistem diatur dengan tepat                agar reaksi yang diperlukan terjadi. Peralatan eksperimen diisolasi                sehingga tidak terkontaminasi unsur-unsur lain yang berbahaya, destruktif,                atau menghalangi pembentukan asam amino. Padahal unsur-unsur seperti                ini kemungkinan besar ada dalam kondisi bumi purba. Unsur-unsur,                mineral atau senyawa kimia yang ada pada kondisi purba dan berkemungkinan                mengubah reaksi tidak dimasukkan dalam eksperimen. Oksigen yang                men-cegah pembentukan asam amino dengan oksidasi hanya salah satu                dari unsur-unsur destruktif ini. Bahkan dalam kondisi laboratorium                ideal, mustahil asam amino yang terbentuk bertahan dan terhindar                dari kerusakan tanpa mekanisme cold trap.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Nyatanya, evolusionis sendiri menyangkal teori evolusi,                karena yang dibuktikan oleh eksperimen ini adalah: asam amino hanya                dapat dihasilkan dalam lingkungan laboratorium terkendali di mana                semua kondisi dirancang khusus oleh intervensi yang disengaja. Berarti,                kekuatan yang dapat menghasilkan kehidupan sudah pasti bukan peristiwa                kebetulan, tetapi penciptaan yang disengaja.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Evolusionis tidak menerima bukti ini karena ketaatan                buta mereka ke-pada praduga yang benar-benar tidak ilmiah. Yang                menarik, &lt;b&gt;Harold Urey&lt;/b&gt;, yang melakukan eksperimen ini bersama                mahasiswanya Stanley Miller, membuat pengakuan sebagai berikut:&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Kami semua yang mempelajari asal usul kehidupan mendapati                bahwa semakin kami mengamati, &lt;b&gt;semakin kami merasa bahwa kehidupan                terlalu kompleks untuk berevolusi dari mana pun&lt;/b&gt;. Kami semua                percaya, sebagai suatu ketaatan, bahwa kehidupan berevolusi dari                benda mati di bumi ini. Hanya saja kompleksitasnya begitu besar,                sehingga sulit bagi kami membayangkan evolusi kehidupan.                &lt;a name="17."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;                          &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;Atmosfir Bumi Purba dan Protein&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Dengan mengabaikan semua ketidakkonsistenan di atas,                evolusionis masih merujuk pada eksperimen Miller untuk menghindari                pertanyaan bagaimana asam amino terbentuk dengan sendirinya dalam                atmosfir bumi purba. Hingga kini, mereka terus menipu orang dengan                berpura-pura bahwa masalahnya telah terpecahkan dengan eksperimen                keliru ini.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Namun, untuk menjelaskan tahap kedua asal usul kehidupan,                evolusionis menemukan masalah yang jauh lebih besar dari pembentukan                asam-asam amino, yaitu&lt;b&gt; "protein"&lt;/b&gt;. Protein merupakan bahan                pembangun kehidupan yang tersusun dari ratusan asam amino berbeda                yang bergabung dalam tatanan tertentu. &lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Pernyataan bahwa protein terbentuk secara spontan dalam                kondisi alamiah lebih tidak realistis dan tidak beralasan dibandingkan                dengan pernyataan bahwa asam amino terbentuk secara kebetulan. Pada                bahasan sebelumnya, dengan perhitungan probabilitas, telah dibuktikan                kemustahilan asam amino bergabung secara acak dalam urutan tertentu                untuk membentuk sebuah protein. Sekarang kita akan melihat kemustahilan                protein dihasilkan secara kimiawi dalam kondisi bumi purba.&lt;/p&gt;                          &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;Sintesis Protein Tidak Mungkin Terjadi                di dalam Air&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Asam amino berikatan melalui "ikatan peptida" untuk membentuk                protein. Dalam pembentukan ikatan ini satu molekul air dilepaskan.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Fakta ini menyanggah penjelasan evolusionis bahwa kehidupan                purba berawal di air. Menurut &lt;b&gt;"Prinsip Le Châtelier"&lt;/b&gt; dalam                kimia, suatu reaksi yang melepaskan air (reaksi kondensasi) tidak                mungkin terjadi dalam lingkungan berair (hidrat). Reaksi seperti                ini dalam lingkungan berair di-katakan "memiliki probabilitas paling                kecil untuk terjadi dibandingkan reaksi-reaksi kimia lain. &lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Oleh karena itu, lautan yang dinyatakan sebagai tempat                kehidupan berawal dan asam-asam amino dihasilkan, bukan lingkungan                yang tepat bagi asam amino untuk membentuk protein. Di lain pihak,                akan menjadi irasional bila evolusionis mengubah pikiran dan menyatakan                bahwa kehidupan berawal di darat, karena satu-satunya lingkungan                agar asam amino terlindung dari ultraviolet adalah lautan. Di darat,                asam amino akan hancur oleh sinar ultraviolet. Prinsip Le Châtelier                membantah pernyataan bahwa kehidupan terbentuk di lautan. Satu lagi                dilema bagi teori evolusi.&lt;/p&gt;                          &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;Usaha Nekat Lainnya: Eksperimen Fox&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Tertantang oleh dilema di atas, evolusionis mulai membuat                skenario yang tidak realistis mengenai "masalah air" yang mutlak                meruntuhkan teori mereka. Sydney Fox adalah salah satu ilmuwan terkemuka                yang membuat skenario untuk menjawab masalah ini. Menurutnya, asam                amino pertama mestilah terbawa ke karang dekat gunung berapi segera                setelah terbentuk di dalam laut purba. Air dalam campuran ini pasti                telah menguap karena suhu lingkungan mulut kawah meningkat melebihi                suhu didih. Selanjutnya, asam-asam amino "kering" ini dapat membentuk                protein.&lt;/p&gt;             &lt;table style="color: rgb(0, 0, 0);" align="right" bgcolor="#eeeedd" border="1" bordercolor="#eeeedd" cellpadding="8" cellspacing="0" width="200"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td height="277"&gt; &lt;p class="resimalti"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/159m.jpg" border="1" width="200" height="147" /&gt;&lt;br /&gt;               Dalam eksperimennya, Fox menghasilkan sebuah substansi yang                        disebut "proteinoid". Proteinoid merupakan kombinasi asam-asam                        amino yang tersusun secara acak. Tidak seperti protein pada                        makhluk hidup, proteinoid merupakan bentuk kimiawi yang                        tidak berguna dan tidak fungsional. Ini adalah gambaran                        mikroskop dari partikel-proteinoid.&lt;/p&gt;                     &lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Akan tetapi, penjelasan "rumit" ini tidak disetujui banyak                orang karena asam amino tidak dapat bertahan pada suhu setinggi                itu. Penelitian telah memastikan bahwa asam amino akan segera hancur                pada suhu tinggi. &lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Fox tidak menyerah begitu saja. Ia menggabungkan asam                amino murni di laboratorium "dalam kondisi sangat khusus" dengan                cara memanaskannya dalam lingkungan kering. Asam amino memang bergabung,                tetapi tidak menghasilkan protein. Yang diperolehnya adalah rantai-rantai                asam amino sederhana dan tidak teratur yang tersusun secara acak,                dan rantai-rantai ini sama sekali tidak menyerupai protein hidup.                Bahkan jika Fox menyimpan asam amino ini pada suhu yang stabil,                rantai-rantai tidak berguna ini akan terurai.                &lt;a name="18."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Eksperimen ini juga tidak absah karena asam amino yang                digunakan Fox bukan asam amino produk eksperimen Miller, tetapi                asam amino murni dari organisme hidup. Padahal eksperimen ini dimaksudkan                sebagai lanjutan dari eksperimen Miller, maka seharusnya menggunakan                hasil yang telah didapatkan Miller. Namun, baik Fox maupun peneliti                lain tidak menggunakannya.                &lt;a name="19."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Eksperimen Fox tidak ditanggapi positif bahkan oleh kalangan                evolusionis sendiri, sebab jelas rantai asam amino atau proteinoid                yang didapatkannya tidak mungkin terbentuk dalam kondisi alamiah.                Selain itu, protein sebagai unit dasar kehidupan, tetap tidak dapat                diproduksi. Masalah asal mula protein ini tetap tak terjawab. Sebuah                artikel dalam majalah ilmu pengetahuan populer tahun 1970-an, Chemical                Engineering News, mengomentari eksperimen Fox sebagai berikut: &lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sydney Fox dan peneliti lain berhasil menggabungkan asam amino                dalam bentuk "proteinoid" dengan menggunakan teknik pemanasan khusus                dalam kondisi yang tidak ada sama sekali pada zaman bumi purba.                Hasilnya pun tidak sama dengan protein biasa pada makhluk hidup.                Proteinoid hanyalah rangkaian tak beraturan yang tidak berguna.                Terungkap bahwa walaupun molekul-molekul seperti ini dapat terbentuk                pada masa-masa awal, mereka sudah pasti akan hancur.&lt;a href="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/keruntuhan10.php#20"&gt;20 &lt;/a&gt;&lt;a name="20."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;table style="color: rgb(0, 0, 0);" align="center" bgcolor="#eeeedd" border="1" bordercolor="#eeeedd" cellpadding="10" cellspacing="0" width="90%"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td height="633"&gt; &lt;center&gt;                       &lt;p class="baslik2"&gt;Benda Tak Bernyawa Tidak Bisa Menghasilkan                          Kehidupan&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg" align="justify"&gt; Sejumlah percobaan evolusionis                          seperti Eksperimen Miller dan Eksperimen Fox telah direncanakan                          untuk membuktikan pernyataan bahwa benda tak bernyawa                          dapat mengatur dirinya sendiri dan menghasilkan makhluk                          hidup yang kompleks. Ini merupakan pernyataan yang benar-benar                          tidak ilmiah: setiap pengamatan dan eksperimen, sudah                          tidak dapat dibantah lagi, membuktikan bahwa materi tidak                          memiliki kemampuan seperti itu. Astronom dan ahli matematika                          Inggris terkenal Sir Fred Hoyle menyatakan bahwa materi                          tidak dapat menghasilkan kehidupan dengan sendirinya,                          tanpa adanya campur tangan yang disengaja:&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg" align="justify"&gt;Bila memang ada sebuah prinsip                          dasar materi sedemikian yang dapat menggerakkan sistem-sistem                          organik menuju kehidupan, tentu saja keberadaannya dengan                          mudah dapat ditunjukkan di laboratorium. Contohnya, seseorang                          dapat mengumpamakan kolam pemandian sebagai sup purba.                          Ke dalam kolam ini dimasukkan senyawa-senyawa kimia non-biologis                          sesukanya. Gas apa pun yang diinginkan dapat diembuskan                          di atasnya, atau ke dalamnya. Kolam ini pun disinari dengan                          bentuk radiasi apa pun yang diinginkan. Biarkan eksperimen                          in berjalan selama setahun, lalu lihatlah berapa banyak                          dari 2000 enzim (protein yang dihasilkan oleh sel hidup)                          yang muncul di dalam kolam. Untuk menghemat waktu dan                          uang serta agar tidak mengalami kesulitan bila benar-benar                          mengerjakan hal tersebut, saya akan menjawabnya. Anda                          tidak akan menemukan apa-apa, selain mungkin tumpukan                          lumpur yang terdiri dari asam amino dan senyawa organik                          sederhana lainnya.&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg" align="justify"&gt;Seorang ahli biologi evolusionis                          Andrew Scott mengakui fakta yang sama:&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg" align="justify"&gt;Ambillah sekumpulan materi,                          panaskanlah sambil diaduk dan tunggulah. Ini adalah versi                          modern Genesis (Asal Usul Terbentuknya Kehidupan). Gaya-gaya                          fundamental seperti gravitasi, elektromagnetisme dan daya                          nuklir baik yang kuat maupun yang lemah, dianggap telah                          melakukan sisanya….&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg" align="justify"&gt;Seberapa besarkah dongeng apik                          ini benar-benar terjadi, dan seberapa besarkah tetap merupakan                          spekulasi? Sejujurnya, hampir seluruh mekanisme tiap tahapan                          besar, mulai dari bahan kimia awal (precursor) hingga                          sel pertama, adalah hal kontroversi atau kekaguman sepenuhnya.&lt;/p&gt;                       &lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="dipnot"&gt;1) Fred Hoyle, The                          Intelligent Universe, New York, Holt, Rinheard &amp;amp; Winston,                          1983, hlm..256&lt;br /&gt;                 2) Andrew Scott, “Update on Genesis”, News                          Scientist, Vol. 106, 2 Mei 1985, hlm.30&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;               &lt;/p&gt;                     &lt;/center&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Proteinoid yang didapatkan Fox memang sama sekali berbeda                dari protein sesungguhnya, dalam struktur maupun fungsi. Perbedaan                antara protein dan "proteinoid" sama besarnya dengan perbedaan antara                alat berteknologi tinggi dan setumpuk bahan mentah yang belum diproses.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Lagi pula, rantai asam amino tak beraturan ini tidak                memiliki kesempatan untuk bertahan dalam atmosfir purba. Efek fisika                serta kimia yang desktruktif dan berbahaya karena sinar ultraviolet                yang kuat dan kondisi alam yang tidak stabil akan menguraikan proteinoid.                Karena prinsip Le Châtelier, tidak mungkin asam amino bergabung                membentuk protein di dalam air, tempat yang tidak terjangkau sinar                ultraviolet. Dengan pertimbangan ini, akhirnya banyak ilmuwan menarik                dukungan mereka terhadap gagasan tentang proteinoid sebagai dasar                kehidupan.&lt;/p&gt;                          &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;Molekul Menakjubkan: DNA&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;table style="color: rgb(0, 0, 0);" align="left" bgcolor="#eeeedd" border="1" bordercolor="#eeeedd" cellpadding="8" cellspacing="0" width="120"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="100" height="293"&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/163.jpg" border="1" width="100" height="152" /&gt;&lt;br /&gt;               &lt;span class="resimalti"&gt;Semua informasi tentang makhluk hidup tersimpan                        dalam molekul DNA. Metode penyimpanan informasi yang sangat                        efisien ini merupakan bukti nyata bahwa kehidupan tidak                        muncul secara kebetulan, tetapi telah didesain secara sengaja,                        atau lebih tepat lagi, diciptakan dengan luar biasa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Pengujian kita pada tingkat molekuler sejauh ini telah                menunjukkan bahwa pembentukan asam-asam amino masih menjadi masalah                bagi evolusionis. Pembentukan protein pun merupakan misteri tersendiri.                Tetapi masalah pada teori evolusi ini tidak terbatas pada asam amino                dan protein saja, keduanya hanya permulaan. Lebih jauh lagi, struktur                sel yang sem-purna membawa evolusionis kepada kebuntuan, karena                sel bukan hanya setumpuk protein yang terbentuk dari asam amino.                Sel merupakan mekanisme hidup dengan ratusan sistem yang telah berkembang.                Sel ini begitu rumit, sehingga manusia tidak dapat mengungkap misterinya.                Jangankan pembentukan sistem yang kompleks, &lt;b&gt;pembentukan unit                terkecil dari sel pun tidak dapat diterangkan oleh evolusionis&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Sementara teori evolusi tidak dapat memberikan penjelasan                logis atas keberadaan molekul-molekul dasar struktur sel, perkembangan                di bidang genetika dan penemuan asam nukleat (DNA dan RNA) telah                menghasilkan masalah baru bagi teori evolusi. Pada tahun 1955, penelitian                James Watson dan Francis Crick terhadap DNA membawa era baru dalam                biologi. Banyak ilmuwan mengalihkan perhatian mereka pada ilmu genetika.                Sekarang, setelah penelitian bertahun-tahun, struktur DNA terungkap                hingga taraf yang sangat jauh.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Molekul yang disebut DNA, yang ditemukan dalam nukleus                pada setiap sel dari 100 trilyun sel di dalam tubuh kita, mengandung                rancang bangun lengkap untuk tubuh manusia. Informasi mengenai seluruh                ciri-ciri seseorang, dari penampilan fisik hingga struktur organ                dalam, tercatat dalam DNA dengan sistem pengkodean khusus. Informasi                dalam DNA dikode dalam urutan empat basa khusus yang membangun molekul                ini. Basa ini dinamakan A, T G, C sesuai dengan huruf awal nama                mereka. Seluruh perbedaan struktural antara manusia tergantung pada                variasi urutan huruf-huruf ini: semacam bank data yang terdiri dari                empat huruf. &lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Urutan huruf dalam DNA menentukan struktur tubuh manusia                hingga bagian terkecil. Selain ciri seperti tinggi, mata, rambut                dan warna kulit, DNA dalam sebuah sel mengandung informasi desain                dari 206 tulang, 600 otot, jaringan 10.000 otot pendengaran, jaringan                2 juta saraf penglihatan, 100 milyar sel saraf, 130 milyar meter                pembuluh darah dan 100 trilyun sel di dalam tubuh. &lt;b&gt;Jika kita                menuliskan informasi yang dikode dalam DNA, sama artinya dengan                menyusun sebuah perpustakaan raksasa yang terdiri dari 900 volume                ensiklopedia yang masing-masing setebal 500 halaman&lt;/b&gt;. Informasi                yang sangat banyak ini dikode dalam komponen DNA yang disebut "gen".&lt;/p&gt;                          &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;Dapatkah DNA Muncul Secara Kebetulan?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Sampai di sini ada detail penting yang harus diperhatikan.                Kesalahan pada urutan nukleotida yang menyusun se-buah gen akan                membuat gen tersebut sama sekali tidak ber-fungsi. Dengan mempertimbangkan                bahwa di dalam tubuh manusia terdapat 200 ribu gen, akan semakin                jelas betapa mustahilnya jutaan nukleotida yang membentuk gen-gen                ini tersusun secara kebetulan dalam urutan yang tepat. Seorang ahli                biologi evolusionis, Frank Salisbury, berkomentar tentang kemustahilan                ini:&lt;/p&gt;             &lt;blockquote style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                &lt;p class="hyg"&gt;Sebuah protein berukuran sedang dapat terdiri dari                  sekitar 300 asam amino. Gen DNA yang mengatur protein ini bisa                  memiliki 1.000 nukleotida pada rantainya. Karena ada empat jenis                  nukleotida dalam sebuah rantai DNA, satu rantai dengan 1.000 nukleotida                  dapat tersusun dalam 41000 bentuk. Dengan menggunakan sedikit                  ilmu aljabar (logaritma), kita dapat melihat bahwa 41000 = 10600.                  Sepuluh dikali sepuluh sebanyak 600 kali menghasilkan angka 1                  yang diikuti 600 angka nol! Suatu angka di luar kemampuan pemahaman                  kita.&lt;a href="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/keruntuhan10.php#21"&gt;                  &lt;/a&gt;&lt;a name="21."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;/blockquote&gt;             &lt;table style="color: rgb(0, 0, 0);" align="right" bgcolor="#eeeedd" border="1" bordercolor="#eeeedd" cellpadding="8" cellspacing="0" width="201"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td height="204"&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/164.jpg" border="1" width="220" height="159" /&gt;&lt;br /&gt;               &lt;span class="resimalti"&gt;Watson &amp;amp; Crick dengan sebuah model                        batang dari molekul DNA.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Angka 41000 ekivalen dengan 10600. Angka ini didapatkan                dengan menambahkan 600 angka nol sesudah angka 1. Angka 10 yang                diikuti 11 angka nol berarti satu triliun. Tetapi sebuah angka dengan                600 angka nol sesudahnya, sulit kita bayangkan. Kemustahilan pembentukan                RNA dan DNA oleh akumulasi nukleotida secara kebetulan diungkapkan                seorang ilmuwan Prancis, Paul Auger, sebagai berikut :&lt;/p&gt;                          &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Kita harus memisahkan dengan jelas dua tahap dalam pembentukan                secara untung-untungan molekul kompleks seperti nukleotida melalui                peristiwa kimiawi. Produksi nukleotida satu persatu - yang mungkin                saja terjadi - dan penggabungan nukleotida-nukleotida ini dalam                urutan sangat unik. Yang kedua sama sekali tidak mungkin.                &lt;a name="22."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Bahkan Francis Crick, yang bertahun-tahun mempercayai                teori evolusi molekuler, setelah menemukan DNA mengakui bahwa molekul                sekompleks ini tidak mungkin terbentuk secara kebetulan, sebagai                hasil dari proses evolusi:&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Seorang jujur yang dibekali ilmu pengetahuan masa kini,                hanya dapat menyatakan bahwa asal usul kehidupan hampir seperti                suatu keajaiban.                &lt;a name="23."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Seorang evolusionis Turki, Prof. Ali Demirsoy, terpaksa                membuat pengakuan mengenai hal ini sebagai berikut :&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Kenyataannya, probabilitas pembentukan protein dan asam                nukleat (DNA-RNA) adalah probabilitas yang jauh melampaui perkiraan.                Lebih jauh, peluang rantai protein tertentu muncul menjadi luar                biasa kecil.                &lt;a name="24."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Sebuah dilema menarik muncul pada tahap ini: sementara                DNA hanya dapat bereplikasi dengan bantuan beberapa enzim yang merupakan                protein pula, sintesis enzim ini hanya dapat berlangsung dengan                informasi yang dikode dalam DNA. Karena saling membutuhkan, keduanya                harus ada secara bersamaan untuk replikasi, atau salah satunya "tercipta"                sebelum yang lain. Seorang ahli mikrobiologi Amerika, Jacobson,                berkomentar mengenai hal ini:&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Arahan untuk rencana-rencana reproduksi untuk energi                dan ekstraksi materi dari lingkungannya, untuk urutan pertumbuhan,                dan untuk mekanisme efektor yang menerjemahkan perintah ke dalam                pertumbuhan - semua harus ada sekaligus pada saat itu (ketika kehidupan                dimulai). Kombinasi semua ini sepertinya tidak mungkin terjadi secara                kebetulan, dan sering dianggap campur tangan ilahiah.&lt;a href="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/keruntuhan10.php#25"&gt;                &lt;/a&gt;&lt;a name="25."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Kutipan di atas ditulis dua tahun sesudah struktur DNA                diungkapkan James Watson dan Francis Crick. Meskipun ilmu pengetahuan                telah maju cukup pesat, pertanyaan tersebut tetap belum terjawab                oleh evolusionis. Dua ilmuwan Jerman, Junker dan Scherer, menjelaskan                bahwa sintesis masing-masing molekul yang diperlukan untuk evolusi                kimiawi, mengharuskan kondisi-kondisi tertentu, dan bahwa probabilitas                bahan-bahan tersebut tersusun melalui metode yang secara teoretis                sangat berbeda adalah nol: &lt;/p&gt;             &lt;table style="color: rgb(0, 0, 0);" align="left" bgcolor="#eeeedd" border="1" bordercolor="#eeeedd" cellpadding="8" cellspacing="0" width="112"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td height="43"&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/165.jpg" border="1" width="110" height="150" /&gt;&lt;span class="resimalti"&gt;&lt;br /&gt;               Prof. Francis Crick: "Asal usul kehidupan muncul hampir                        seperti keajaiban".&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Sampai saat ini, tidak ada eksperimen yang dapat menghasilkan                seluruh molekul yang dibutuhkan untuk evolusi kimiawi. Karenanya,                berbagai molekul ini harus dihasilkan di tem-pat-tempat berbeda                pada kondisi sangat sesuai, kemudian di-bawa ke tempat lain untuk                bereaksi dengan melindunginya dari elemen-elemen berbahaya seperti                hidrolisis dan fotolisis.&lt;a href="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/keruntuhan10.php#26"&gt;                &lt;/a&gt;&lt;a name="26."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Pendeknya, teori evolusi tidak dapat membuktikan satu                tahap evolusi pun yang diduga terjadi pada tingkat molekuler. Kemajuan                ilmu pengetahuan tidak menyediakan jawaban untuk pertanyaan semacam                ini, tetapi justru membuatnya menjadi lebih kompleks dan sulit dijawab.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Cukup menarik bahwa evolusionis mempercayai seluruh skenario                yang mustahil ini seperti mempercayai fakta ilmiah. Karena mereka                telah dikondisikan untuk tidak mengakui penciptaan, mereka tidak                memiliki pilihan selain mempercayai kemustahilan. Seorang ahli biologi                terkenal dari Australia, Michael Denton, mengungkapkan hal ini dalam                bukunya Evolution: A Theory in Crisis:&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Program genetis organisme tingkat tinggi hampir sama                dengan ribuan juta bit informasi. Ini ekivalen dengan urutan huruf                dalam seribu volume buku yang memuat beribu-ribu algoritma rumit                dalam bentuk kode yang mengendalikan, menentukan dan mengatur pertumbuhan                dan perkembangan bermiliar-miliar sel organisme kompleks. Pernyataan                orang-orang skeptis bahwa semua ini &lt;b&gt;murni dihasilkan oleh sebuah                proses acak, benar-benar melecehkan akal manusia. Akan tetapi, gagasan                tersebut diterima Darwinis tanpa sedikit pun keraguan - paradigma                ini justru diutamakan&lt;/b&gt;!                 &lt;a name="27."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;                          &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;Usaha Lain Evolusionis yang Sia-Sia:                "Dunia RNA"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Penemuan pada tahun 1970-an bahwa gas-gas di dalam atmosfir                primitif tidak memungkinkan sintesis asam amino, adalah pukulan                berat bagi teori evolusi molekuler. Kemudian diakui bahwa "eksperimen                atmosfir primitif" oleh evolusionis seperti Miller, Fox dan Ponnamperuma,                tidak absah. Untuk itu, pada tahun 1980-an evolusionis mencoba meneruskan                usahanya. Hasilnya adalah sebuah skenario yang dinamai "Dunia RNA"                yang menyatakan bahwa molekul pertama terbentuk bukan protein, melainkan                RNA yang mengandung informasi tentang protein.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Skenario ini diusulkan tahun 1986 oleh Walter Gilbert,                seorang ahli kimia dari Harvard. Menurutnya, miliaran tahun lalu                sebuah molekul RNA yang dapat melakukan replikasi terbentuk secara                kebetulan. Diaktifkan oleh pengaruh lingkungan, RNA ini dapat memproduksi                protein. Selanjutnya, diperlukan molekul kedua untuk menyimpan informasi                tersebut, maka dengan suatu cara terbentuklah molekul DNA.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Skenario yang sukar dibayangkan ini, yang tersusun dari                rangkaian kemustahilan pada setiap tahapnya, tidak memberikan jawaban,                justru memperbesar masalah dan menimbulkan banyak pertanyaan tentang                asal usul kehidupan yang terlalu rumit untuk dijawab:&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;1. Jika pembentukan secara kebetulan satu nukleotida                yang membangun RNA mustahil diterangkan, bagaimana mungkin nukleotida                rekaan ini membentuk RNA dengan saling bergabung dalam urutan yang                benar? John Horgan, ahli biologi evolusionis, mengakui kemustahilan                ini sebagai berikut :&lt;/p&gt;             &lt;blockquote style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                &lt;p class="hyg"&gt;Semakin konsep dunia RNA dikaji oleh para peneliti,                  semakin banyak masalah muncul. Bagimana RNA muncul pertama kali?                  Dalam kondisi terbaik sekali-pun, RNA dan komponennya sangat sulit                  disintesis di laboratorium, apalagi dalam kondisi seadanya.                   &lt;a name="28."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;/blockquote&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;2. Bahkan jika kita menganggap RNA terbentuk secara kebetulan,                bagaimana mungkin RNA yang hanya terdiri dari rantai nukleotida                ini "memutuskan" untuk mereplikasi diri, dan mekanisme apa yang                digunakannya untuk proses itu? Dari mana RNA mendapatkan nukleotida                untuk replikasinya? Bahkan, ahli mikrobiologi evolusionis, Gerald                Joyce dan Leslie Orgel mengungkapkan keputusasaan mereka dalam bukunya                yang berjudul "In the RNA World".&lt;/p&gt;             &lt;blockquote style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                &lt;p class="hyg"&gt;Diskusi ini..., dalam suatu artian, telah berfokus                  pada sebentuk mitos tentang molekul RNA yang bereplikasi diri                  dan muncul dari sup polinukleotida acak secara mendadak. Hal ini                  bukan saja tidak realistis dalam pengertian kita saat ini tentang                  kimia prebiotik, bahkan seharusnya menyaring kepercayaan yang                  terlalu mudah dari pandangan optimis tentang potensi katalitis                  RNA."&lt;a href="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/keruntuhan10.php#29"&gt;                  &lt;/a&gt;&lt;a name="29."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;/blockquote&gt;             &lt;table style="color: rgb(0, 0, 0);" align="center" bgcolor="#eeeedd" border="1" bordercolor="#eeeedd" cellpadding="10" cellspacing="0" width="90%"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td height="560"&gt; &lt;center&gt;                       &lt;p class="baslik2"&gt;Pengakuan evolusionis&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg"&gt;Perhitungan probabilitas menunjukkan dengan                          jelas bahwa molekul kompleks seperti protein dan asam                          nukleat (RNA dan DNA) tidak pernah dapat terbentuk secara                          kebetulan, secara independen satu terhadap yang lain.                          Walaupun demikian, evolusionis harus menghadapi masalah                          yang lebih besar bahwa semua molekul kompleks tersebut                          harus muncul secara bersamaan agar kehidupan dapat muncul.                          Teori evolusi benar- benar dipusingkan oleh syarat tersebut.                          Ini adalah titik di mana sebagian evolusionis terkemuka                          terpaksa mengaku. Sebagai contoh, seorang kerabat dekat                          Stanley Miller dan Francis Crick dari University of San                          Diego California, evolusionis terkenal Dr. Leslie Orgel                          menyatakan:&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg"&gt;Protein dan asam nukleat, masing-masing memiliki                          struktur yang kompleks, tidak mungkin muncul secara spontan                          pada tempat yang sama secara bersamaan. Tetapi tidak mungkin                          pula ada salah satu tanpa yang lainnya. Karena itu, pada                          sekilas pandangan pertama, seseorang mungkin harus menyatakan                          bahwa sesungguhnya kehidupan tidak dapat berasal dari                          senyawa kimiawi.1&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg"&gt;Fakta yang sama diakui pula oleh ilmuwan yang                          lain:&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg"&gt;DNA tidak dapat melakukan pekerjaannya, termasuk                          menghasilkan lebih banyak DNA, tanpa bantuan protein katalitis                          atau enzim. Singkatnya, protein tidak dapat terbentuk                          tanpa DNA, sebagaimana pula DNA tidak dapat terbentuk                          tanpa protein.2&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg"&gt;Bagaimana Kode Genetis, termasuk mekanisme                          translasinya (ribosom dan molekul RNA), berawal? Untuk                          saat ini, kita terpaksa harus puas dengan keterpesonaan                          dan ketakjuban, dan bukan dengan sebuah jawaban. 3&lt;/p&gt;                                              &lt;hr align="left" width="50%"&gt;                       &lt;div align="left"&gt;&lt;span class="dipnot" style=";font-family:Geneva,Arial,Helvetica,san-serif;font-size:78%;"  &gt;1 Leslie E.                          Orgel, "The Origin of Life on Earth", Scientific American,                          vol. 271, October 1994, p. 78&lt;br /&gt;                 2 John Horgan, "In the Beginning", Scientific American,                          vol. 264, February 1991, p. 119&lt;br /&gt;                 3 Douglas R. Hofstadter, Gödel, Escher, Bach: An Eternal                          Golden Braid, New York, Vintage Books, 1980, p. 548&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;                     &lt;/center&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;3. Bahkan jika kita menganggap bahwa di bumi purba, RNA dapat mereplikasi                diri, seluruh asam amino siap pakai tersedia dan semua yang mustahil                ini terjadi, situasi ini tidak berakhir dengan pembentukan satu                molekul protein pun. Hal ini karena RNA hanya mengandung informasi                mengenai struktur protein, sedangkan asam amino hanya bahan mentah.                Lagipula, tidak ada mekanisme untuk memproduksi protein. Anggapan                bahwa kehadiran RNA sudah cukup untuk produksi protein adalah sama                mustahilnya dengan mengharapkan sebuah mobil dapat terakit sendiri                hanya dengan melemparkan secarik kertas yang berisi rancangannya                ke atas tumpukan onderdil mobil. Dalam kasus ini, juga tidak ada                produksi karena tidak ada pabrik atau pekerja yang terlibat dalam                proses.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Protein diproduksi oleh ribosom dengan bantuan berbagai                enzim, dan merupakan hasil proses-proses yang sangat kompleks di                dalam sel. Ribosom sendiri adalah organel sel yang kompleks dan                terbuat dari protein. Jadi, situasi ini juga menimbulkan asumsi                tidak masuk akal bahwa ribosom pun muncul secara kebetulan pada                saat yang sama. Bahkan pemenang Hadiah Nobel, Jacques Monod, seorang                pembela teori evolusi yang fanatik, menjelaskan bahwa sintesis protein                tidak bisa dianggap proses remeh yang hanya bergantung pada informasi                dalam asam nukleat:&lt;/p&gt;             &lt;blockquote style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                &lt;p class="hyg"&gt;Kode DNA tidak berarti jika tidak diterjemahkan. Perangkat                  penerjemah modern sel-sel ini terdiri dari paling sedikit 50 komponen                  makromolekuler yang juga dikode dalam DNA: kode-kode ini tidak                  dapat diterjemahkan kecuali oleh hasil penerjemahannya sendiri.                  Ini sesuai dengan ungkapan omne vivum ex ovo (ayam atau telur                  yang lebih dulu). Kapan dan bagaimana lingkaran ini berujung?                  Suatu hal yang sangat sulit dibayangkan.                  &lt;a name="30."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;/blockquote&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Bagaimana sebuah rantai RNA di bumi purba dapat mengambil                keputusan seperti itu? Dan bagaimana ia merealisasikan produksi                protein dengan melakukan sendiri pekerjaan 50 partikel terspesialisasi?                Evolusionis tidak bisa menjawab pertanyaan ini.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Dr. Leslie Orgel, seorang rekanan Stanley Miller dan                Francis Crick dari Universitas San Diego California, menggunakan                istilah "skenario" untuk kemungkinan "asal usul kehidupan melalui                dunia RNA". Orgel menggambarkan sifat-sifat yang harus dimiliki                RNA berikut kemustahilannya dalam artikelnya "The Origin of Life"                yang dimuat dalam American Scientist pada bulan Oktober 1994 :&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Jika kita amati, skenario ini mungkin saja terjadi jika                RNA prebiotik memiliki dua sifat yang tidak dimilikinya sekarang:                kemampuan untuk bereplikasi tanpa bantuan protein dan kemampuan                untuk mengkatalisasi setiap tahap sintesis protein.  &lt;a name="31."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Jelaslah, mengasumsikan bahwa kedua kemampuan yang sangat                kompleks dan penting di atas dimiliki molekul seperti RNA hanya                daya imajinasi dan pandangan seorang evolusionis. Di lain pihak,                fakta-fakta ilmiah konkret menunjukkan secara eksplisit bahwa tesis                "Dunia RNA", yang diajukan sebagai model baru pembentukan kehidupan,                juga merupakan dongeng yang tidak masuk akal.&lt;/p&gt;                          &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;Kehidupan, Konsep yang Lebih dari                Sekadar&lt;br /&gt;       Tumpukan Molekul&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Marilah sejenak kita lupakan seluruh kemustahilan dan                menganggap bahwa molekul protein terbentuk dalam lingkungan yang                paling tidak tepat, tidak beraturan, seperti kondisi bumi purba.                Pembentukan satu protein saja tidak akan cukup. Protein ini harus                sabar menunggu selama ribuan bahkan jutaan tahun dalam lingkungan                yang tidak beraturan tanpa mengalami kerusakan, sampai protein lain                terbentuk secara kebetulan di dekatnya dalam kondisi yang sama.                Protein tersebut harus menunggu hingga jutaan protein yang tepat                terbentuk di sekitarnya dalam kondisi lingkungan yang sama, seluruhnya                "secara kebetulan". Protein-protein yang terbentuk lebih dulu harus                cukup sabar menunggu tanpa dirusak sinar ultraviolet dan efek-efek                mekanis yang keras sampai protein lain muncul di dekat mereka. Kemudian                protein-protein ini dalam jumlah memadai, yang semuanya muncul pada                tempat yang sama, akan bergabung menghasilkan kombinasi fungsional                dan membentuk organel-organel sel. Tidak ada senyawa berlebih, molekul                berbahaya atau rantai protein tak berguna yang mengganggu mereka.                Kemudian, bahkan bila organel-organel tersebut bergabung secara                harmonis dan sesuai dengan rancangan dan urutannya, mereka harus                dilengkapi enzim-enzim penting dan menutup diri dengan sebuah membran.                Ruangan dalam membran harus diisi dengan cairan istimewa untuk menyediakan                lingkungan ideal bagi organel-organel tersebut. Sekarang, sekalipun                semua kejadian "yang sangat tidak mungkin" ini secara kebetulan                benar-benar terjadi, apakah tumpukan molekul ini akan hidup? &lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Jawabannya adalah "tidak", karena penelitian telah mengungkapkan                bahwa &lt;b&gt;kombinasi seluruh bahan penting bagi kehidupan saja tidak                cukup untuk memulai suatu kehidupan.&lt;/b&gt; Bahkan bila seluruh protein                pen-ting bagi kehidupan dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam tabung                reaksi, usaha ini tidak akan menghasilkan satu pun sel hidup. Seluruh                eksperimen mengenai hal ini telah terbukti tidak berhasil. Seluruh                observasi dan eksperimen menunjukkan bahwa kehidupan hanya muncul                dari kehidupan. Pernyataan bahwa kehidupan berevolusi dari benda                mati atau "abiogenesis" adalah kisah yang hanya ada dalam mimpi                evolusionis, dan sama sekali berbeda dengan setiap hasil eksperimen                dan observasi.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Dalam hal ini, kehidupan pertama di bumi ini harus berasal                dari kehidupan lain. Ini merupakan refleksi asma Allah yaitu "Al                Hayyun" (Pemilik Kehidupan). Kehidupan dapat dimulai, berlanjut                dan berakhir hanya dengan kehendak-Nya. Sedangkan evolusi, selain                tidak mampu menjelaskan bagaimana kehidupan dimulai, juga bagaimana                bahan-bahan penting bagi kehidupan dapat terbentuk dan bersatu.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Chandra Wickramasinghe menggambarkan realitas yang dihadapinya                sebagai ilmuwan yang seumur hidup diajari bahwa kehidupan muncul                dari peristiwa-peristiwa kebetulan:&lt;/p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                             Sejak masa pendidikan untuk menjadi seorang ilmuwan,                  otak saya benar-benar dicuci agar percaya bahwa ilmu pengetahuan                  tidak sesuai dengan pen-ciptaan yang 'disengaja'. Pemikiran tentang                  penciptaan ini harus disingkirkan dengan cara yang menyakitkan.                  Pada saat ini, saya tidak dapat menemukan argumentasi rasional                  untuk mengalahkan ajakan mempercayai Tuhan. Kami biasanya memiliki                  pikiran terbuka; dan sekarang, kami sadar bahwa satu-satunya jawaban                  logis atas kehidupan ini adalah penciptaan-bukan proses acak dan                  kebetulan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3847203946914939958-1785669011761833874?l=cintaku-loveyou.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/feeds/1785669011761833874/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/2009/06/kebuntuan-evolusi-molekuler.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3847203946914939958/posts/default/1785669011761833874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3847203946914939958/posts/default/1785669011761833874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/2009/06/kebuntuan-evolusi-molekuler.html' title='Kebuntuan Evolusi Molekuler'/><author><name>my love</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03585437615001367745</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_1UvEn9BN05M/Smle78z0p2I/AAAAAAAAAPk/-R5VUz4OxWs/S220/Foto091.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3847203946914939958.post-2457147095910473546</id><published>2009-06-26T03:48:00.000-07:00</published><updated>2010-04-15T07:25:05.338-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengetahuan'/><title type='text'>Skenario Evolusi Manusia</title><content type='html'>&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Dalam bab-bab sebelumnya, kita melihat bahwa di alam                tidak ada mekanisme yang menyebabkan makhluk hidup berevolusi. Makhluk                hidup muncul bukan akibat proses evolusi, melainkan secara tiba-tiba                dalam bentuk yang sempurna. Mereka diciptakan sendiri-sendiri. Oleh                karena itu, jelaslah bahwa "evolusi manusia" juga merupakan sebuah                kisah yang tidak pernah terjadi.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Lalu, apa yang digunakan evolusionis sebagai pijakan                untuk dongeng ini? Dasarnya adalah keberadaan fosil yang berlimpah                sehingga evolusionis dapat membangun penafsiran imajinatif. &lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Sepanjang sejarah, telah hidup lebih dari &lt;b&gt;6.000 &lt;/b&gt;spesies                kera dan kebanyakan dari mereka telah punah. Kini hanya &lt;b&gt;120 &lt;/b&gt;spesies                kera yang masih hidup di bumi. Sekitar 6.000 spesies kera ini, mayoritas                telah punah, menjadi sumber yang kaya bagi evolusionis.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Evolusionis menulis skenario evolusi manusia dengan menyusun                sejumlah tengkorak yang cocok dengan tujuan mereka, berurutan dari                yang terkecil hingga yang terbesar, lalu menempatkan di antara mereka                tengkorak beberapa ras manusia yang telah punah. Menurut skenario                ini, manusia dan kera modern memiliki nenek moyang yang sama. Nenek                moyang ini berevolusi sejalan dengan waktu. Sebagian dari mereka                menjadi kera modern, sedangkan kelompok lain berevolusi melalui                jalur yang berbeda, menjadi manusia masa kini. Akan tetapi, semua                temuan paleontologi, anatomi dan biologi menunjukkan bahwa pernyataan                evolusi ini fiktif dan tidak sahih seperti semua pernyataan evolusi                lainnya. Tidak ada bukti-bukti kuat dan nyata untuk menunjukkan                kekerabatan antara manusia dan kera. Yang ada hanyalah pemalsuan,                penyimpangan, gambar-gambar serta komentar-komentar menyesatkan.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Catatan fosil mengisyaratkan kepada kita bahwa sepanjang                sejarah, manusia tetap manusia, dan kera tetap kera. Sebagian fosil                yang dinyatakan evolusionis sebagai nenek moyang manusia berasal                dari ras manusia yang hidup hingga akhir-akhir ini sekitar 10.000                tahun lalu dan kemudian menghilang. Selain itu, banyak orang masa                kini memiliki penampilan dan karakteristik fisik yang sama dengan                ras-ras manusia yang punah, yang dinyatakan evolusionis sebagai                nenek moyang manusia. Semua ini adalah bukti nyata bahwa manusia                tidak pernah mengalami proses evolusi sepanjang sejarah.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Bukti terpenting adalah perbedaan anatomis yang besar                antara kera dan manusia, dan tidak satu pun di antara perbedaan                tersebut muncul melalui proses evolusi.&lt;b&gt; "Bipedalitas" &lt;/b&gt;(kemampuan                berjalan dengan dua kaki) adalah salah satu di antaranya. Seperti                yang akan diuraikan lebih lanjut, bipedalitas hanya terdapat pada                manusia dan merupakan salah satu sifat terpenting yang membedakan                manusia dengan hewan.&lt;/p&gt;                          &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;Silsilah Imajiner Manusia &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Darwinis menyatakan bahwa manusia modern saat ini berevolusi                dari makhluk serupa kera. Menurut mereka, selama proses evolusi                yang diperkirakan berawal 4-5 juta tahun lalu, terdapat beberapa                "bentuk transisi" antara manusia modern dan nenek moyangnya. Menurut                skenario yang sepenuhnya rekaan ini, terdapat empat "kategori" dasar:&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;1. Australopithecus&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;2. Homo habilis&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;3. Homo erectus&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;4. Homo sapiens&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Evolusionis menyebut nenek moyang pertama manusia dan                kera sebagai &lt;b&gt;"Australopithecus"&lt;/b&gt;, yang berarti "Kera Afrika                Selatan". Australopithecus hanyalah spesies kera kuno yang telah                punah, dan memiliki beragam tipe. Sebagian berperawakan tegap, dan                sebagian lain bertubuh kecil dan ramping.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Evolusionis menggolongkan tahapan evolusi manusia berikutnya                sebagai &lt;b&gt;"homo"&lt;/b&gt;, yang berarti "manusia". Menurut pernyataan                evolusionis, makhluk hidup dalam kelompok Homo lebih berkembang                daripada Australopithecus, dan tidak terlalu berbeda dengan manusia                modern. Manusia modern di zaman kita, Homo sapiens, dikatakan terbentuk                pada tahapan terakhir evolusi spesies ini.&lt;/p&gt;             &lt;table bg="" style="color: rgb(0, 0, 0);" align="center" border="1" cellpadding="10" cellspacing="0" width="474"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="468" height="261"&gt; &lt;div align="center"&gt; &lt;span class="baslik2"&gt;Satu                        Tulang Rahang Sebagai Sumber Inspirasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;                  &lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/103g.jpg" border="1" width="164" height="150" hspace="2" /&gt; &lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/103.jpg" border="1" width="149" height="150" hspace="2" /&gt;                        &lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/103y.jpg" border="1" width="116" height="150" hspace="2" /&gt;&lt;br /&gt;                  &lt;span class="resimalti"&gt;Fosil Ramapithecus pertama yang ditemukan:                        tulang rahang yang hilang, terdiri dari dua bagian (kanan).                        Evolusionis dengan berani menggambarkan Ramapithecus, keluarga                        dan lingkungan tempat tinggal mereka, hanya berdasarkan                        tulang rahang ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;                     &lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Fosil-fosil seperti &lt;b&gt;"Manusia Jawa"&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;"Manusia                Peking"&lt;/b&gt;, dan&lt;b&gt; "Lucy"&lt;/b&gt;, yang senantiasa muncul di media                massa, jurnal dan buku-buku kuliah evolusionis, termasuk dalam salah                satu dari keempat spesies di atas. Spesies-spesies ini juga diasumsikan                bercabang menjadi sub-sub spesies.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Sejumlah kandidat bentuk transisi dari masa lampau, seperti                &lt;b&gt;Ramapithecus&lt;/b&gt;, harus dikeluarkan dari silsilah imajiner evolusi                manusia setelah diketahui mereka adalah kera biasa.                &lt;a name="1."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Dengan menyusun rantai hubungan sebagai: "Australopithecus                &gt; Homo habilis &gt; Homo erectus &gt; Homo sapiens", evolusionis                menyatakan bahwa masing-masing spesies ini adalah nenek moyang spesies                lainnya. Akan tetapi, temuan ahli-ahli paleoantropologi baru-baru                ini meng-ungkapkan bahwa Australopithecus, Homo habilis dan Homo                erectus hidup di belahan bumi berbeda pada masa yang sama. Selain                itu, suatu segmen manusia tertentu yang digolongkan sebagai Homo                erectus ternyata hidup hingga zaman modern. Homo sapiens neandartalensis                dan Homo sapiens sapiens (manusia modern) pernah hidup bersama di                wilayah yang sama. Situasi ini jelas menunjukkan ketidakabsahan                pernyataan bahwa mereka adalah nenek moyang bagi yang lain.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Pada hakikatnya, semua temuan dan penelitian ilmiah telah                mengungkapkan bahwa catatan fosil tidak mengisyaratkan proses evolusi                seperti yang dikemukakan evolusionis. Fosil-fosil tersebut, yang                mereka katakan sebagai nenek moyang manusia, ternyata milik suatu                ras manusia atau milik spesies kera.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Lalu, yang manakah fosil manusia dan yang manakah fosil                kera? Mungkinkah salah satu dari keduanya bisa dianggap sebagai                bentuk transisi? Untuk mendapatkan jawabannya, mari kita amati masing-masing                kategori.&lt;/p&gt;                          &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;Australopithecus: Spesies Kera&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Australopithecus, kategori pertama, berarti "kera dari                selatan". Makhluk ini diduga pertama kali muncul di Afrika sekitar                4 juta tahun lalu dan hidup hingga 1 juta tahun lalu. Australopithecus                memiliki beberapa kelas. Evolusionis berasumsi bahwa spesies Australopithecus                tertua adalah A. afarensis. Setelah itu muncul A. africanus, yang                memiliki kerangka lebih ramping, dan kemudian A. robustus, yang                memiliki kerangka relatif lebih besar. Sedangkan untuk A. boisei,                sejumlah peneliti menganggapnya spesies yang berbeda dan sebagian                lagi menggolongkannya dalam sub spesies dari A. robustus.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;&lt;b&gt;Semua spesies Australopithecus adalah kera yang sudah                punah dan menyerupai kera masa kini.&lt;/b&gt; Ukuran tengkorak mereka                sama atau lebih kecil dari simpanse yang hidup di masa sekarang.                Terdapat bagian menonjol pada tangan dan kaki mereka yang digunakan                untuk memanjat pohon seperti simpanse zaman sekarang, dan kaki mereka                memiliki kemampuan menggenggam dahan. Mereka bertubuh pendek (maksimum                130 cm) dan seperti simpanse masa kini, Australopithecus jantan                lebih besar dari Australopithecus betina. Sekian banyak karakteristik                seperti detail pada tengkorak, kedekatan kedua mata, gigi geraham                yang tajam, struktur rahang, lengan yang panjang, kaki yang pendek,                merupakan bukti bahwa makhluk hidup ini tidak berbeda dengan kera                zaman sekarang.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Evolusionis menyatakan bahwa meskipun Australopithecus                memiliki anatomi kera, mereka berjalan dengan tegak seperti manusia                dan bukan seperti kera.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Pernyataan &lt;b&gt;"berjalan tegak"&lt;/b&gt; ini ternyata telah                dipertahankan selama puluhan tahun oleh sejumlah ahli paleoantropologi                seperti Richard Leakey dan Donald C. Johanson. Namun, banyak ilmuwan                telah melakukan penelitian pada struktur kerangka Australopithecus                dan membuktikan ketidakabsahan argumentasi tersebut. Penelitian                menyeluruh pada beragam spesimen Australopithecus oleh dua ahli                anatomi kelas dunia dari Inggris dan Amerika Serikat, Lord Solly                Zuckerman dan Prof. Charles Oxnard, menunjukkan bahwa makhluk ini                tidak bipedal dan bergerak seperti kera masa kini. Setelah mempelajari                fosil-fosil ini selama 15 tahun dengan segala perlengkapan yang                diberikan pemerintah Inggris, Lord Zuckerman dan timnya yang beranggotakan                5 orang spesialis sampai pada kesimpulan bahwa Australopithecus                &lt;b&gt;hanya spesies kera biasa &lt;/b&gt;dan &lt;b&gt;pasti tidak bipedal&lt;/b&gt;.                Zuckerman sendiri adalah seorang evolusionis.&lt;a name="2."&gt;&lt;/a&gt; Begitu pula Charles E. Oxnard, evolusionis yang terkenal                dengan penelitiannya pada subjek tersebut, menyamakan struktur kerangka                Australopithecus dengan milik orang utan modern.                &lt;a name="3."&gt;&lt;/a&gt;Akhirnya, pada tahun 1994, sebuah tim dari Universitas                Liverpool Inggris melakukan riset menyeluruh untuk mencapai suatu                kesimpulan yang pasti. Mereka berkesimpulan bahwa &lt;b&gt;"Australopithecus                adalah kuadripedal"&lt;/b&gt;.                &lt;a name="4."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Singkatnya, Australopithecus tidak memiliki kekerabatan                dengan manusia dan mereka hanyalah spesies kera yang telah punah.&lt;/p&gt;                          &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;Homo Habilis: Kera yang Dinyatakan                sebagai Manusia&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Kemiripan struktur kerangka dan tengkorak Australopithecus                dengan simpanse, dan penolakan terhadap pernyataan bahwa makhluk                ini berjalan tegak, telah sangat menyulitkan ahli paleoantropologi                pro evolusi. Karena, menurut skema evolusi rekaan mereka, Homo erectus                muncul setelah Australopithecus. Karena awalan kata "homo" berarti                "manusia", maka Homo erectus tergolong kelas manusia berkerangka                tegak. Ukuran tengkoraknya dua kali lebih besar dari Australopithecus.                Peralihan lang-sung dari Australopithecus, yakni seekor kera mirip                simpanse, ke &lt;b&gt;Homo erectus&lt;/b&gt; yang berkerangka sama dengan manusia                modern, adalah mustahil bahkan menurut teori mereka sendiri. Jadi,                diperlukan "mata rantai", yakni "bentuk transisi". Dan konsep &lt;b&gt;Homo                habilis&lt;/b&gt; muncul untuk memenuhi kebutuhan ini.&lt;/p&gt;             &lt;table bg="" style="color: rgb(0, 0, 0);" align="center" border="1" cellpadding="10" cellspacing="0" width="470"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td border="" width="446" height="677"&gt; &lt;center&gt;                       &lt;p align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;Australopithecus Aferensis:&lt;br /&gt;                    Kera yang Telah Punah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="baslik2" style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Geneva;" &gt;                          &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                       &lt;table border="0" cellpadding="10" cellspacing="0" width="100%"&gt;                         &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                           &lt;td&gt;&lt;p class="hyg"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/106kj.jpg" align="left" width="100" height="284" hspace="5" /&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/107l.jpg" align="right" width="180" height="157" hspace="5" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Fosil                                pertama yang ditemukan di Hadar, Ethiopia, yang                                dianggap sebagai spesies Australopithecus aferensis                                adalah AL 288-1 atau "Lucy". Sudah lama evolusionis                                berusaha keras membuktikan bahwa Lucy dapat berjalan                                tegak. Tetapi penelitian terakhir memastikan bahwa                                binatang ini adalah kera biasa yang berjalan membungkuk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                             &lt;p class="hyg"&gt;Fosil                                Australopithecus aferensis AL 333-105 di atas adalah                                milik anggota muda spesies ini. karena itulah tonjolan                                belum terbentuk pada tengkoraknya.&lt;/p&gt;                       &lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                            &lt;td height="298"&gt;&lt;table border="0" cellpadding="10" cellspacing="0" width="98%"&gt;                               &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                                  &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span class="baslik2" style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Geneva;" &gt;AUSTRALOPITHECUS&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span class="baslik2" style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Geneva;" &gt;SIMPANSE                                      M&lt;/span&gt;&lt;span class="baslik2"  style="font-family:Geneva;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;ODERN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr&gt;                                  &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/106.jpg" width="149" height="150" hspace="2" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/106o.jpg" width="200" height="150" hspace="2" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                             &lt;p class="hyg"&gt;Di                                kanan adalah tengkorak fosil Australopithecus aferensis                                AL 444-2, dan di bawahnya adalah tengkorak kera                                modern. Kemiripan yang sangat jelas menegaskan bahwa                                A. Aferensis adalah spesies kera biasa tanpa ciri-ciri                                "mirip manusia".&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                       &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                     &lt;/center&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Pengelompokan Homo habilis diajukan pada tahun 1960-an                oleh Keluarga Leakey, sebuah keluarga "pemburu fosil". Menurut Leakey,                spesies baru yang mereka kelompokkan sebagai Homo habilis memiliki                kapasitas tengkorak relatif besar, kemampuan berjalan tegak dan                menggunakan peralatan dari batu dan kayu. Karena itu, mungkin saja                ia adalah nenek moyang manusia.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Fosil-fosil baru dari spesies yang sama ditemukan pada                akhir tahun 1980-an, dan mengubah total pandangan ini. Sejumlah                peneliti seperti Ber-nard Wood dan C. Loring Brace, berdasarkan                fosil-fosil baru tersebut mengatakan bahwa Homo habilis, yang berarti                "manusia yang mampu menggunakan alat" seharusnya digolongkan sebagai                Australopithecus habilis yang berarti "kera Afrika Selatan yang                mampu menggunakan alat", karena Homo habilis memiliki banyak kesamaan                ciri dengan kera Australopithecus. Ia memiliki lengan yang panjang,                kaki yang pendek dan struktur kerangka mirip kera seperti Australopithecus.                Jari tangan dan jari kakinya cocok untuk memanjat. Struktur tulang                rahangnya sangat mirip dengan rahang kera masa sekarang. Rata-rata                kapasitas tengkoraknya yang 600 cc juga mengindikasi fakta bahwa                Homo habilis adalah kera. Singkatnya, Homo habilis, yang diklaim                sebagai spesies berbeda oleh se-jumlah evolusionis, ternyata merupakan                spesies kera seperti semua Australopithecus yang lain.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Penelitian yang dilakukan pada tahun-tahun berikutnya                benar-benar menunjukkan bahwa Homo habilis tidak berbeda dengan                Australopithecus. Fosil tengkorak dan kerangka OH26 yang ditemukan                Tim White menunjukkan bahwa spesies ini memiliki &lt;b&gt;kapasitas tengkorak                kecil,&lt;/b&gt; &lt;b&gt;lengan panjang&lt;/b&gt; serta &lt;b&gt;kaki pendek&lt;/b&gt; yang memungkinkannya                memanjat pohon; tidak berbeda dengan kera modern. &lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Analisis terperinci yang dilakukan ahli antropologi Amerika,                Holly Smith, pada tahun 1994 menunjukkan bahwa Homo habilis bukan                "homo", atau "manusia", melainkan "kera". &lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Mengenai analisis yang dilakukannya terhadap gigi-gigi                Australopithecus, Homo habilis, Homo erectus dan Homo neandertalensis,                Smith menyatakan:&lt;/p&gt;             &lt;blockquote style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                &lt;p class="hyg"&gt;Dengan membatasi analisis hanya pada spesimen-spesimen                  yang memenuhi kriteria ini,&lt;b&gt; pola perkembangan gigi Australopithecus                  dan Homo habilis menunjukkan bahwa mereka sekelompok dengan kera                  Afrika.&lt;/b&gt; Sedangkan Homo erectus dan Neandertal diklasifikasikan                  dengan manusia.                  &lt;a name="5."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;/blockquote&gt;             &lt;table style="color: rgb(0, 0, 0);" bg="" align="center" border="1" cellpadding="10" cellspacing="0" width="382"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="358" height="420"&gt; &lt;center&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;Homo Habilis: Satu Lagi Kera yang&lt;br /&gt;                    Telah Punah&lt;/span&gt;                       &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:Geneva,Arial,Helvetica,san-serif;"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/109Y.jpg" align="left" width="150" height="216" hspace="5" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Sudah                          sejak lama para evolusionis menyatakan bahwa makhluk yang                          mereka namakan Homo habilis dapat berjalan tegak. Mereka                          beranggapan telah menemukan mata rantai penghubung antara                          kera dengan manusia. Akan tetapi, fosil-fosil baru Homo                          habilis yang ditemukan Tim White pada tahun 1986 dan diberi                          nama OH 62 membantah klaim ini. Fragmen fosil ini memperlihatkan                          bahwa Homo habilis berlengan panjang dan berkaki pendek                          seperti kera modern. Fosil ini mengakhiri klaim bahwa                          Homo habilis adalah makhluk bipedal yang dapat berjalan                          tegak. Ternyata, Homo habilis juga tidak lebih dari spesies                          kera.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/109.jpg" align="right" width="150" height="109" hspace="5" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="hyg"&gt;"Homo                          habilis OH 7" di samping kanan adalah fosil yang paling                          baik menggambarkan karakteristik rahang Homo habilis.                          Fosil rahang ini memiliki gigi seri yang besar. Gigi gerahamnya                          kecil. Bentuk rahang persegi. Semua ciri ini membuat rahang                          ini sangat mirip dengan rahang kera masa kini. Dengan                          kata lain, rahang Homo habilis menegaskan sekali lagi                          bahwa makhluk ini adalah sejenis kera.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/center&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Tahun itu juga, tiga spesialis anatomi, Fred Spoor, Bernard Wood                dan Frans Zonneveld, menarik kesimpulan serupa melalui metode yang                sama sekali berbeda. Metode ini berdasarkan analisis perbandingan                saluran setengah lingkaran pada telinga bagian dalam milik manusia                dan kera yang berfungsi menjaga keseimbangan. Saluran ini berbeda                jauh antara manusia yang berjalan tegak, dengan kera yang berjalan                membungkuk. Saluran telinga bagian dalam pada semua Australopithecus                serta spesimen Homo habilis yang diteliti oleh Spoor, Wood dan Zonneveld,                sama seperti pada kera modern. Saluran telinga bagian dalam pada                Homo erectus sama dengan pada manusia modern. &lt;a name="6."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Temuan ini membuahkan dua hasil penting:&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;1. Fosil-fosil yang dikatakan sebagai Homo habilis sebenarnya                tidak termasuk kelas "homo", atau manusia, tetapi kelas Australopithecus,                atau kera.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;2. Baik Homo habilis maupun Australopithecus adalah makhluk                hidup yang berjalan membungkuk, dan karenanya memiliki kerangka                kera. Mereka tidak memiliki hubungan apa pun dengan manusia.&lt;/p&gt;                          &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;Homo Rudolfensis: Susunan Wajah yang                Salah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Homo rudolfensis adalah nama yang diberikan kepada beberapa                bagian fosil yang ditemukan pada tahun 1972. Kelompok yang diwakili                fosil ini juga dinamai Homo rudolfensis karena ditemukan di dekat                Sungai Rudolf di Kenya. Mayoritas ahli paleoantropologi menyetujui                bahwa fosil-fosil ini tidak berasal dari spesies yang berbeda, melainkan                termasuk Homo habilis.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Richard Leakey, penemu fosil tersebut, memperkenalkan                tengkorak yang dinamai "KNM-ER 1470" dan dinyatakan berusia 2,8                juta tahun itu sebagai penemuan terbesar dalam sejarah antropologi                dan berpengaruh luas. Menurut Leakey, makhluk berukuran tengkorak                kecil seperti Australopithecus namun berwajah manusia tersebut adalah                mata rantai yang hilang antara Australopithecus dan manusia. Akan                tetapi, tidak berapa la-ma kemudian diketahui bahwa wajah mirip                manusia dari tengkorak KNM-ER 1470 yang sering tampil pada sampul                depan majalah-majalah ilmiah adalah hasil penggabungan fragmen-fragmen                tengkorak secara keliru-yang mungkin dilakukan dengan sengaja. Prof.                Tim Bromage, pengkaji anatomi wajah manusia, menjelaskan kenyataan                yang diungkapkannya dengan bantuan simulasi komputer ini pada tahun                1992:&lt;/p&gt;             &lt;blockquote style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                &lt;p class="hyg"&gt;Ketika KNM-ER 1470 pertama kali direkonstruksi, wajahnya                  dilekatkan pada tengkorak dalam posisi hampir vertikal, sangat                  menyerupai wajah datar manusia modern. Akan tetapi penelitian                  baru-baru ini mengenai hubungan-hubungan anatomis menunjukkan                  bahwa pada masa hidupnya wajah itu seharusnya sangat menonjol,                  memunculkan aspek mirip kera, agak mirip dengan wajah Australopithecus.&lt;a href="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/keruntuhan9.php#7"&gt;                  &lt;/a&gt;&lt;a name="7."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;/blockquote&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Mengenai kasus ini, seorang ahli paleoantropologi evolusionis,                J. E. Cronin, menyatakan:&lt;/p&gt;             &lt;blockquote style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                &lt;p class="hyg"&gt;... wajahnya yang dikonstruksi relatif kokoh, naso-alveolar                  clivus yang agak datar (mengarah wajah cembung Australopithecus),                  lebar-maksimum tengkorak yang rendah (pada bagian temporal), gigi                  taring yang kuat dan geraham yang besar (seperti yang ditunjukkan                  oleh sisa akarnya), seluruhnya merupakan sifat-sifat yang relatif                  primitif, yang menghubungkan spesimen tersebut dengan kelompok                  A. africanus.&lt;a href="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/keruntuhan9.php#8"&gt;                  &lt;/a&gt;&lt;a name="8."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;/blockquote&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;C. Loring Brace dari Universitas Michigan berkesimpulan                sama setelah ia menganalisis struktur rahang dan gigi tengkorak                1470. Menurutnya, ukuran rahang dan bagian yang ditumbuhi gigi geraham                menunjukkan bahwa ER 1470 memiliki wajah dan gigi Australopithecus. &lt;a name="9."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Prof. Alan Walker, ahli paleoantropologi dari Universitas                John Hopkins telah melakukan banyak penelitian pada KNM-ER 1470                seperti halnya Leakey, dan bersikeras bahwa makhluk hidup ini seharusnya                tidak dikelompokkan sebagai "homo" atau spesies manusia seperti                Homo habilis atau Homo rudolfensis, tetapi harus dimasukkan ke dalam                spesies Australopithecus.                &lt;a name="10."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Jadi, pengelompokan seperti &lt;b&gt;Homo habilis&lt;/b&gt; atau                &lt;b&gt;Homo rudolfensis&lt;/b&gt; yang dikatakan sebagai bentuk transisi antara                Australopithecines dengan Homo erectus, sepenuhnya hanyalah rekaan.                Sebagaimana dikuatkan oleh banyak peneliti masa kini, makhluk-makhluk                hidup ini adalah &lt;b&gt;anggota Australopithecus&lt;/b&gt;. Seluruh ciri anatomis                memperlihatkan bahwa mereka adalah spesies kera.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Setelah makhluk-makhluk ini, yang ternyata semuanya spesies                kera, kemudian muncul fosil-fosil "homo" yang merupakan fosil-fosil                manusia.&lt;/p&gt;                          &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;Homo Erectus dan Setelahnya: Manusia&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Menurut skema rekaan evolusionis, evolusi internal spesies                Homo adalah sebagai berikut: pertama Homo erectus, kemudian Homo                sapiens purba dan Manusia Neandertal, lalu Manusia Cro-Magnon dan                terakhir manusia modern. Akan tetapi, semua klasifikasi ini ternyata                hanya ras-ras asli manusia. Perbedaan di antara mereka tidak lebih                dari perbedaan antara orang Inuit (eskimo) dengan negro atau antara                pigmi dengan orang Eropa.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Mari kita terlebih dulu mengkaji Homo erectus, yang dikatakan                sebagai spesies manusia paling primitif. Kata "erect" berarti "tegak",                maka "Homo erectus" berarti "manusia yang berjalan tegak". Evolusionis                harus memisahkan manusia-manusia ini dari yang sebelumnya dengan                menambahkan ciri "tegak", sebab semua fosil Homo erectus bertubuh                tegak, tidak seperti spesimen Australopithecus atau Homo habilis.                &lt;b&gt;Jadi, tidak terdapat perbedaan antara kerangka manusia modern                dan Homo erectus.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Alasan utama evolusionis mendefinisikan Homo erectus                sebagai "primitif" adalah ukuran tengkoraknya (900-1100 cc) yang                lebih kecil dari rata-rata manusia modern, dan tonjolan alisnya                yang tebal. Namun, &lt;b&gt;banyak manusia yang hidup di dunia sekarang                memiliki volume tengkorak sama dengan Homo erectus&lt;/b&gt; (misalnya                suku Pigmi) dan ada beberapa ras yang memiliki alis menonjol (seperti                suku Aborigin Australia).&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Sudah menjadi fakta yang disepakati bersama bahwa perbedaan                ukuran tengkorak tidak selalu menunjukkan perbedaan kecerdasan atau                kemampuan. Kecerdasan bergantung pada organisasi internal otak,                dan bukan pada volumenya.                &lt;a name="11."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Fosil yang telah menjadikan Homo erectus terkenal di                dunia adalah fosil &lt;b&gt;Manusia Peking&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;Manusia Jawa&lt;/b&gt;                yang ditemukan di Asia. Akan tetapi, akhirnya diketahui bahwa dua                fosil ini tidak bisa diandalkan. Manusia Peking terdiri dari beberapa                bagian yang terbuat dari plester untuk menggantikan bagian asli                yang hilang. Sedangkan Manusia Jawa "tersusun" dari fragmen-fragmen                tengkorak, ditambah dengan tulang panggul yang ditemukan beberapa                meter darinya, tanpa indikasi bahwa tulang-tulang tersebut berasal                dari satu makhluk hidup yang sama. Itu sebabnya fosil Homo erectus                yang ditemukan di Afrika menjadi lebih penting. (Perlu diketahui                pula bahwa sejumlah fosil yang dikatakan sebagai Homo erectus, oleh                sebagian evolusionis dimasukkan ke dalam kelompok kedua yang diberi                nama "Homo ergaster". Ada perbedaan pendapat di antara mereka tentang                masalah ini. Kita akan menganggap semua fosil ini termasuk kelompok                Homo erectus).&lt;/p&gt;             &lt;table bg="" style="color: rgb(0, 0, 0);" align="center" border="1" cellpadding="10" cellspacing="0" width="470"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="446"&gt; &lt;center&gt;                       &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span class="resimalti"&gt;&lt;span class="baslik2" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Homo Erectus:                          Ras Manusia Kuno&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/115.jpg" width="150" height="180" hspace="2" /&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/115L.jpg" width="162" height="180" hspace="2" /&gt; &lt;span class="hyg"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                       &lt;p class="hyg" align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/115YY.jpg" align="left" width="80" height="257" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Homo erectus berarti "manusia tegak". Semua fosil                          yang termasuk spesies ini berasal dari ras-ras manusia                          tertentu. Karena sebagian besar fosil Homo erectus tidak                          memiliki karakteristik yang sama, sungguh sulit mendefinisikan                          mereka berdasarkan tengkoraknya. Itu sebabnya peneliti                          evolusionis yang berbeda membuat klasifikasi dan penamaan                          yang berbeda pula. Kiri atas adalah tengkorak yang ditemukan                          di Koobi Fora, Afrika pada tahun 1975 yang secara umum                          mendefinisikan Homo erectus. Kanan atas adalah tengkorak                          Homo ergaster KNM-ER 3733, yang masih dipertanyakan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Ukuran tengkorak dari                          beragam fosil Homo erectus ini berkisar antara 900 hingga                          1100 cc. Angka ini masih dalam batas ukuran tengkorak                          manusia modern.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Kerangka KNM-WT 15000                          atau Anak Turkana di sebelah kanan barangkali fosil manusia                          tertua dan terlengkap yang pernah ditemukan. Penelitian                          terhadap fosil yang di-perkirakan berusia 1,6 juta tahun                          ini menunjukkan bahwa pemiliknya seorang anak berusia                          12 tahun yang bisa mencapai tinggi dewasa sekitar 1,80                          m. Fosil yang sangat menyerupai ras Neandertal ini adalah                          salah satu bukti paling kuat yang menggugurkan kisah evolusi                          manusia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Evolusionis Donald Johnson                          melukiskan fosil ini sebagai berikut: "Ia tinggi dan kurus.                          Bentuk tubuh dan perbandingan antara tangan dan kakinya                          sama dengan orang Afrika Khatulistiwa yang hidup saat                          ini. Ukuran tangan dan kakinya cocok sekali dengan orang                          dewasa kulit putih Amerika Utara masa kini."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                     &lt;/center&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Spesimen Homo erectus paling terkenal dari Afrika adalah                fosil "Narikotome homo erectus" atau &lt;b&gt;"Anak Lelaki Turkana",&lt;/b&gt;                yang ditemukan dekat danau Turkana, Kenya. Dipastikan bahwa fosil                tersebut milik seorang anak laki-laki berusia 12 tahun, yang mungkin                akan mencapai tinggi dewasa 1,83 meter. Struktur kerangka yang tegak                dari fosil tidak berbeda dengan manusia modern. Mengenai ini, seorang                ahli paleoantropologi Amerika, Alan Walker, meragukan kemampuan                ahli patologi kebanyakan untuk membedakan kerangka fosil tersebut                dengan kerangka manusia modern."                &lt;a name="12."&gt;&lt;/a&gt;Tentang tengkorak tersebut, Walker berkata bahwa                "tengkorak itu tampak sangat mirip dengan Neandertal".&lt;a href="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/keruntuhan9.php#13"&gt;                &lt;/a&gt;&lt;a name="13."&gt;&lt;/a&gt;Seperti yang akan kita temukan pada bab berikutnya,                Neandertal adalah ras manusia modern. Jadi, Homo erectus adalah                ras manusia modern juga.&lt;/p&gt;             &lt;table style="color: rgb(0, 0, 0);" align="center" bgcolor="#eeeedd" border="0" cellpadding="5" width="506"&gt;               &lt;caption&gt;          &lt;br /&gt;&lt;/caption&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="492"&gt; &lt;center&gt;                       &lt;b&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;&lt;span class="baslik2" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Pelaut Berusia 700 Ribu Tahun&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;                      &lt;/center&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td height="192"&gt; &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/117.jpg" align="right" width="300" height="132" hspace="5" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;"Manusia                        prasejarah ternyata lebih cerdas dari yang kita duga…"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                     &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg" style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Berita yang                        dimuat di New Scientist pada tanggal 14 Maret 1998 ini mengungkapkan                        bahwa manusia yang oleh evolusionis disebut Homo erectus                        telah melakukan pelayaran 700 ribu tahun lalu. Manusia ini                        memiliki pengetahuan dan teknologi yang cukup untuk membangun                        kapal serta memiliki kebudayaan yang menggunakan alat perhubungan                        laut, karenanya tidak bisa dikatakan "primitif".&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Bahkan evolusionis Richard Leakey menyatakan bahwa perbedaan                antara Homo erectus dan manusia modern tidak lebih dari variasi                ras:&lt;/p&gt;             &lt;blockquote style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                &lt;p class="hyg"&gt;Perbedaan bentuk tengkorak, tingkat tonjolan wajah,                  kekokohan dahi dan sebagainya akan terlihat. &lt;b&gt;Perbedaan-perbedaan                  ini mungkin seperti yang kita saksikan saat ini pada ras-ras manusia                  modern yang terpisah secara geografis.&lt;/b&gt; Variasi biologis semacam                  ini muncul ketika populasi-populasi saling terpisah secara geografis                  untuk kurun waktu yang lama.&lt;a href="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/keruntuhan9.php#14"&gt;                  &lt;/a&gt;&lt;a name="14."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;/blockquote&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Prof. William Laughlin dari Universitas Connecticut melakukan                pengujian anatomi menyeluruh terhadap orang-orang Inuit dan orang-orang                yang hidup di kepulauan Aleut. Ia mendapati mereka sangat mirip                dengan Homo erectus. Laughlin berkesimpulan bahwa semua ras ini                ternyata ras-ras yang bervariasi dari Homo sapiens (manusia modern).&lt;/p&gt;             &lt;blockquote style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                &lt;p class="hyg"&gt;Jika kita mempertimbangkan perbedaan besar antara kelompok-kelompok                  yang berjauhan seperti Eskimo dan Bushman, yang diketahui berasal                  dari satu spesies Homo sapiens, maka dapat disimpulkan bahwa Sinanthropus                  [spesimen erectus-ALC] termasuk dalam spesies yang sama.&lt;a href="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/keruntuhan9.php#15"&gt;                  &lt;/a&gt;&lt;a name="15."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;/blockquote&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Di lain pihak, terdapat jurang pemisah yang lebar antara                Homo erectus, suatu ras manusia, dan kera yang mendahului Homo erectus                dalam skenario "evolusi manusia" (Australopithecus, Homo habilis,                Homo rudolfensis). Ini berarti bahwa manusia pertama muncul secara                tiba-tiba dalam catatan fosil dan tanpa sejarah evolusi apa pun.                Hal ini sudah cukup jelas mengindikasikan bahwa mereka diciptakan.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Akan tetapi, pengakuan atas fakta ini akan sangat bertentangan                dengan filsafat dogmatis dan ideologi evolusionis. Karenanya, mereka                mencoba menggambarkan Homo erectus, ras manusia sesungguhnya, sebagai                makhluk separo kera. Pada rekonstruksi Homo erectus, evolusionis                berkeras menggambarkan ciri-ciri kera. Sebaliknya, dengan metode                penggambaran yang sama, mereka memanusiakan kera seperti Australopithecus                atau Homo habilis. Dengan cara ini, mereka berupaya "mendekatkan"                kera dan manusia, dan menutup celah antara dua kelompok makhluk                hidup yang berbeda ini.&lt;/p&gt;                          &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;Neandertal&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;table style="color: rgb(0, 0, 0);" align="right" bgcolor="#eeeedd" border="1" bordercolor="#eeeedd" cellspacing="0" width="150"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td height="290"&gt; &lt;div align="center"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/119.jpg" border="1" width="150" height="218" /&gt;&lt;br /&gt;                  &lt;span class="baslik2"&gt;TOPENG PALSU: &lt;/span&gt;&lt;span class="resimalti"&gt;&lt;br /&gt;                  Meskipun tidak berbeda dengan manusia modern, Neandertal                        masih saja dilukiskan oleh evolusionis sebagai makhluk mirip                        kera&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Neandertal adalah manusia yang tiba-tiba muncul 100 ribu                tahun lalu di Eropa dan kemudian menghilang - atau terasimilasi                melalui pembauran dengan ras-ras lain secara diam-diam namun cepat,                35 ribu tahun lalu. Perbedaan antara mereka dengan manusia modern                hanyalah kerangka tubuh yang lebih kekar dan kapasitas tengkorak                mereka sedikit lebih besar.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Neandertal adalah ras manusia, dan kenyataan ini sekarang                diakui oleh hampir semua orang. Evolusionis telah berusaha keras                menampilkan mereka sebagai "spesies primitif", namun semua temuan                menunjukkan bahwa Neanderthal tidak berbeda dengan orang berperawakan                "kekar" yang lewat di jalan saat ini. Seorang pakar dalam hal ini,                Erik Trinkaus, ahli paleoantropologi dari Universitas New Mexico                menulis:&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Perbandingan anatomis terperinci antara sisa-sisa kerangka                Neandertal dengan kerangka manusia modern tidak menunjukkan dengan                pasti bahwa kemampuan lokomotif, manipulatif, intelektual atau bahasa                Neandertal lebih rendah dari manusia modern.&lt;a href="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/keruntuhan9.php#16"&gt;                &lt;/a&gt;&lt;a name="16."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Banyak peneliti modern menggolongkan manusia Neandertal                sebagai suatu sub spesies dari manusia modern dan menamakannya "Homo                sapiens neandertalensis". Temuan-temuan membuktikan bahwa Neandertal                mengubur mayat kerabat mereka, membuat alat musik dan memiliki hubungan                kebudayaan dengan Homo sapiens sapiens yang hidup seperiode. Tegasnya,                Neandertal adalah ras manusia bertubuh "kekar" yang menghilang seiring                perjalanan masa.&lt;/p&gt;                          &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;Homo Sapiens Kuno, Homo Heilderbergensis                dan&lt;br /&gt;          Manusia Cro-Magnon&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Dalam skema evolusi rekaan, Homo sapiens kuno adalah                tahapan terakhir sebelum manusia modern. Pada kenyataannya, evolusionis                tidak dapat berkata banyak tentang manusia ini, karena hanya ada                sedikit perbedaan antara mereka dengan manusia modern. Sejumlah                peneliti bahkan mengatakan bahwa representasi ras ini masih hidup                hingga sekarang, dan merujuk kepada orang Aborigin di Australia                sebagai contoh. Seperti Homo sapiens, orang Aborigin juga memiliki                alis tebal yang menonjol, struktur rahang miring ke dalam dan kapasitas                tengkorak sedikit lebih kecil. Di samping itu, sejumlah penemu-an                penting mengisyaratkan bahwa manusia semacam itu pernah hidup di                Hongaria dan di beberapa desa di Italia hingga beberapa waktu lalu.&lt;/p&gt;             &lt;table bg="" style="color: rgb(0, 0, 0);" align="center" border="1" cellpadding="10" cellspacing="0" width="410"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="446" height="270"&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana;" &gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/288K.jpg" width="150" height="189" hspace="2" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/288.jpg" width="150" height="189" hspace="2" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;                      Neandertal: Manusia Kekar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;               &lt;br /&gt;                   &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Di                        atas ini adalah tengkorak Homo sapiens neandertalensis,                        tengkorak Amud 1 yang ditemukan di Israel. Manusia Neanderthal                        umumnya dikenal berperawakan kekar tapi pendek. Akan tetapi,                        pemilik fosil ini diperkirakan bertinggi badan 1,80 m. Kapasitas                        tengkorak terbesar dari yang pernah dijumpai: 1740 cc. Karena                        itu, fosil tersebut termasuk bukti penting yang dengan telak                        menghancurkan klaim bahwa Neandertal adalah spesies primitif.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                     &lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Kelompok yang disebut sebagai Homo heilderbergensis dalam                literatur evolusionis ternyata sama dengan Homo sapiens kuno. Dua                istilah berbeda ini digunakan untuk mendefinisikan ras manusia yang                sama, karena perbedaan konsep di kalangan evolusionis. Semua fosil                yang termasuk dalam golongan Homo heilderbergensis menunjukkan bahwa                kelompok manusia yang secara anatomis sangat mirip dengan orang                Eropa modern telah hidup 500 ribu dan bahkan 740 ribu tahun sebelumnya,                pertama di Inggris dan kemudian di Spanyol.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Diperkirakan manusia Cro-Magnon hidup 30.000 tahun lalu.                Manusia ini memiliki tengkorak berbentuk kubah dan dahi yang lebar.                Kapasitas tengkoraknya 1.600 cc, di atas rata-rata untuk manusia                modern. Tengkoraknya memiliki tonjolan alis yang tebal dan tonjolan                tulang di bagian belakang yang merupakan ciri manusia Neanderthal                dan Homo erectus.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Kendati Cro-Magnon dianggap suatu ras Eropa, struktur                dan volume tengkoraknya tampak lebih mirip tengkorak ras-ras yang                hidup di Afrika dan daerah tropis saat ini. Berdasarkan ini, Cro-Magnon                diperkirakan sebagai suatu ras Afrika kuno. Sejumlah temuan paleoantropologi                telah menunjukkan bahwa ras Cro-Magnon dan Neandertal saling membaur,                kemudian mengawali ras-ras dewasa ini. Sekarang sudah diakui bahwa                representasi dari ras Cro-Magnon masih hidup di beberapa wilayah                di benua Afrika, dan di daerah Salute dan Dordogne di Prancis. Kelompok                manusia berkarakteristik sama juga hidup di Polandia dan Hongaria.&lt;/p&gt;                          &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;Hidup Sezaman dengan Nenek Moyang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Kajian kita sejauh ini telah membentuk sebuah gambaran                jelas: skenario "evolusi manusia" hanyalah fiksi. Agar silsilah                seperti itu ada, evolusi bertahap dari kera hingga manusia seharusnya                sudah terjadi dan catatan fosil dari proses ini seharusnya telah                ditemukan. &lt;b&gt;Akan tetapi, ada jarak pemisahkan sangat lebar antara                kera dan manusia. &lt;/b&gt;Struktur kerangka, kapasitas tempurung kepala                dan kriteria lain seperti berjalan tegak atau sangat membungkuk,                membedakan manusia dari kera. (Dari hasil riset tahun 1994 tentang                saluran keseimbangan pada telinga bagian tengah, Australopithecus                dan Homo habilis dikelompokkan sebagai kera, sedangkan Homo erectus                dikelompokkan sebagai manusia.)&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Satu lagi temuan penting yang membuktikan bahwa tidak                mungkin ada silsilah keluarga di antara spesies yang berbeda-beda                ini adalah: spesies yang ditampilkan sebagai nenek moyang dan penerusnya                ternyata hidup bersamaan. Jika anggapan evolusionis benar bahwa                Australopithecus berubah menjadi Homo habilis dan kemudian berubah                menjadi Homo erectus, maka seharusnya mereka hidup pada era yang                berurutan. Akan tetapi, tidak ada urutan kronologis seperti itu.&lt;/p&gt;             &lt;table bg="" style="color: rgb(0, 0, 0);" align="right" border="0" cellpadding="10" cellspacing="0" width="123"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td height="113"&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/123.jpg" width="150" height="125" /&gt;&lt;br /&gt;                  &lt;/span&gt;&lt;span class="baslik2" style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;JARUM BERUSIA 26                        RIBU TAHUN:&lt;br /&gt;                  &lt;/span&gt;&lt;span class="resimalti" style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Inilah sebuah                        fosil menarik yang menunjukkan bahwa Neanderthal memiliki                        pengetahuan tentang pakaian: sebuah jarum berusia 26 ribu                        tahun. (D. Johanson, B. Edgar From Lucy to Language, hlm.                        99).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                     &lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Menurut perkiraan evolusionis, Australopithecus hidup                dari 4 juta - 1 juta tahun lalu. Sedangkan makhluk hidup yang digolongkan                Homo habi-lis diduga hidup hingga 1,9-1,7 juta tahun lalu. Homo                rudolfensis, yang dianggap lebih "maju" daripada Homo habilis, diketahui                berusia sekitar 2,8-2,5 juta tahun! Dengan kata lain, Homo rudolfensis                hampir 1 juta tahun lebih tua dari Homo habilis, sang "nenek moyang".                Di lain pihak, periode Homo erectus adalah sekitar 1,8-1,6 juta                tahun lalu. Artinya, spesimen Homo erectus muncul di bu-mi pada                selang waktu sama dengan Homo habilis, yang disebut sebagai nenek                moyangnya .&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Alan Walker memperkuat fakta ini dengan menyatakan bahwa                "terdapat bukti dari Afrika Timur tentang sejumlah kecil &lt;b&gt;Australopithecus                yang bertahan hidup sezaman dengan H. habilis, lalu dengan H. erectus."&lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/keruntuhan9.php#17"&gt;                &lt;/a&gt;&lt;a name="17."&gt;&lt;/a&gt;Louis                Leakey pun telah menemukan fosil-fosil Australopithecus, Homo habilis                dan Homo erectus yang berdekatan satu sama lain di wilayah Celah                Olduvai, lapisan Bed II.                &lt;a name="18."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Jadi pastilah, tidak ada silsilah kekerabatan seperti                itu. Ahli paleontologi dari Universitas Harvard, Stephen Jay Gould,                menjelaskan jalan buntu bagi evolusi ini meskipun ia sendiri seorang                evolusionis:&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;&lt;b&gt;Apa jadinya dengan urutan yang kita susun,&lt;/b&gt; jika                ada tiga keturunan hominid hidup bersama (A. africanus, A. robustus,                dan H. habilis), dan tidak satu pun dari mereka menjadi keturunan                dari yang lain? Lagipula, tidak satu pun dari ketiganya memperlihatkan                kecenderungan evolusi semasa mereka hidup di bumi.                &lt;a name="19."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Jika kita beralih dari Homo erectus ke Homo sapiens,                kita kembali melihat bahwa tidak ada silsilah untuk dibicarakan.                Ada bukti yang menunjukkan bahwa Homo erectus dan Homo sapiens kuno                hidup hingga 27.000 tahun dan bahkan 10.000 tahun sebelum masa kita.                Dalam rawa Kow di Australia, tengkorak Homo erectus berusia sekitar                13.000 tahun telah ditemukan. Di pulau Jawa, sebuah tengkorak Homo                erectus yang ditemukan berumur sekitar 27.000 tahun.                &lt;a name="20."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;                          &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;Sejarah Rahasia Homo sapiens&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;table style="color: rgb(0, 0, 0);" align="left" bgcolor="#eeeedd" border="1" bordercolor="#eeeedd" cellpadding="8" cellspacing="0" width="120"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td height="207"&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/dis.jpg" border="1" width="120" height="157" /&gt;&lt;span class="resimalti"&gt;&lt;br /&gt;                  Salah satu literatur berkala evolusionis, Discover, menampilkan                        wajah manusia berusia 800.000 tahun pada sampul depan dengan                        pertanyaan evolusionis "Inikah wajah masa lampau kita?".&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Fakta paling menarik dan penting yang menggugurkan landasan                utama silsilah imajiner teori evolusi ini adalah &lt;b&gt;sejarah manusia                modern, yang ternyata cukup tua.&lt;/b&gt; Data paleoantropologi mengungkapkan                bahwa orang-orang Homo sapiens yang persis sama dengan kita, telah                hidup pada satu juta tahun lalu.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Orang yang menemukan bukti pertama dalam hal ini adalah                Louis Leakey, seorang ahli paleoantropologi evolusionis. Pada ta-hun                1932, di daerah Kanjera sekitar Danau Victoria di Kenya, Leakey                menemukan be-berapa fosil yang berasal dari zaman Pleistosin Tengah.                Fosil itu ternyata tidak berbeda dengan manusia modern. Akan tetapi,                zaman Pleistosin Tengah berarti satu juta tahun lalu.                 &lt;a name="21."&gt;&lt;/a&gt;Karena penemuan ini membalikkan silsilah keturunan                evolusi, sejumlah ahli paleoantropologi evolusionis tidak mau mengakuinya.                Namun Leakey selalu bertahan bahwa perkiraannya benar.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Ketika kontroversi ini hampir terlupakan, sebuah fosil                ditemukan di Spanyol pada tahun 1995 dan dengan sangat gamblang                menunjukkan bahwa sejarah Homo sapiens ternyata jauh lebih tua dari                yang diperkirakan. Fosil tersebut ditemukan di sebuah gua bernama                Gran Dolina di wilayah Atapuerca di Spanyol oleh tiga orang ahli                paleoantropologi Spanyol dari Universitas Madrid. Fosil tersebut                adalah wajah anak laki-laki berusia 11 tahun yang sepenuhnya tampak                seperti manusia modern. Padahal, fosil tersebut telah berusia 800.000                tahun sejak ia meninggal. Majalah Discover memuat rincian kisah                ini pada Desember 1997.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Fosil tersebut bahkan menggoyahkan keyakinan Ferreras,                yang memimpin penggalian Gran Dolina. Ia berujar:&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Kami mengharapkan sesuatu yang signifikan, sesuatu yang                besar, sesuatu yang bombastis..., sesuatu yang "primitif". Harapan                kami terhadap seorang anak berusia 800.000 tahun adalah sesuatu                seperti Anak Lelaki Turkana. Dan apa yang ka-mi temukan adalah wajah                yang sama sekali modern…. Bagi saya hal ini sangat spektakuler…                sesuatu yang mengguncangkan. Menemukan sesuatu yang sama sekali                tidak diharapkan seperti itu.... Bukan tentang masalah menemukan                fosil; menemukan fosil bisa juga mengejutkan, dan tidak jadi masalah.                Namun hal yang paling spektakuler adalah menemukan sesuatu yang                Anda kira berasal dari zaman sekarang, di masa lam-pau. Sama halnya                dengan menemukan sesuatu seperti… seperti tape recorder di Gran                Dolina. Itu akan sangat mengejutkan. &lt;b&gt;Kami tidak mengharapkan                ada kaset dan tape recorder pada zaman Pleistosin Awal. Menemukan                wajah modern begitu pula.&lt;/b&gt; Kami sangat terkejut melihatnya.                &lt;a name="22."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Fosil tersebut menegaskan fakta bahwa sejarah Homo sapiens                harus ditarik ke belakang hingga 800 ribu tahun lalu. Setelah pulih                dari keterkejutannya, evolusionis yang menemukan fosil tersebut                memutuskan bahwa fosil ini berasal dari spesies yang berbeda, sebab                menurut silsilah keturunan evolusi, tidak ada Homo sapiens yang                pernah hidup 800 ribu tahun lalu. Jadi, mereka mengarang sebuah                spesies baru bernama &lt;b&gt;"Homo antecessor"&lt;/b&gt; dan memasukkan tengkorak                Atapuerca ke dalam kelompok ini.&lt;/p&gt;                          &lt;table style="color: rgb(0, 0, 0);" align="right" bgcolor="#eeeedd" border="1" bordercolor="#eeeedd" cellpadding="8" cellspacing="0" width="150"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td height="162"&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/125.jpg" width="150" height="150" /&gt;&lt;br /&gt;                  &lt;span class="resimalti"&gt;Temuan pondok berusia 1,7 juta tahun                        telah mengagetkan kalangan ilmuwan. Pondok ini tampak seperti                        pondok yang digunakan orang-orang Afrika sekarang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;Sebuah Pondok Berusia 1,7 Juta Tahun&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Telah banyak temuan yang menunjukkan bahwa usia Homo                sapiens bahkan lebih awal dari 800 ribu tahun. Satu di antaranya                adalah penemuan Louis Leakey di awal tahun 1970-an di Celah Olduvai.                Di tempat ini, di lapisan Bed II, Leakey menemukan bahwa spesies                Australopithecus, Homo habilis dan Homo erectus hidup pada masa                yang sama. Bahkan yang lebih menarik lagi adalah sebuah bangunan                yang juga ditemukan Leakey pada lapisan Bed II. Di sini, Leakey                menemukan sisa-sisa &lt;b&gt;pondok batu&lt;/b&gt;. Yang tidak biasa dari peristiwa                ini adalah bahwa konstruksi ini, yang masih digunakan di sejumlah                daerah di Afrika, hanya dapat dibangun oleh Homo sapiens! Jadi,                menurut temuan Leakey, Australopithecus, Homo habilis, Homo erectus                dan manusia modern tentu hidup pada masa yang sama sekitar 1,7 juta                tahun lalu.&lt;a name="23."&gt;&lt;/a&gt; Penemuan ini dengan pasti menggugurkan teori evolusi                yang menyatakan bahwa manusia modern berevolusi dari spesies mirip                kera seperti Australopithecus.&lt;/p&gt;                          &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;Jejak Kaki Manusia Modern, Berusia                3,6 Juta Tahun!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Sejumlah penemuan lain merunut asal usul manusia modern                hingga 1,7 juta tahun yang lalu. Salah satu dari temuan penting                ini adalah jejak-jejak kaki yang ditemukan di Laetoli, Tanzania                oleh Mary Leakey pada tahun 1977. Jejak-jejak kaki ini ditemukan                pada lapisan yang menurut perhitungan berusia 3,6 juta tahun. Yang                lebih penting lagi, jejak-jejak kaki ini tidak berbeda dari jejak                kaki manusia modern.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Jejak-jejak kaki yang ditemukan Mary Leakey kemudian                dipelajari sejumlah ahli paleoantropologi seperti Don Johanson dan                Tim White. Hasilnya sama. White menulis:&lt;/p&gt;             &lt;blockquote style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                &lt;p class="hyg"&gt;Tidak disangsikan lagi…. &lt;b&gt;Jejak-jejak itu serupa                  dengan jejak kaki manusia modern&lt;/b&gt;. Jika jejak itu ditinggalkan                  di pasir pantai California sekarang, dan seorang anak berusia                  empat tahun ditanya tentangnya, ia akan langsung menjawab bahwa                  seseorang telah berjalan di sana. Ia tidak akan dapat membedakannya                  dengan seratus jejak kaki lain di pantai, begitu pula Anda.&lt;a href="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/keruntuhan9.php#24"&gt;                  &lt;/a&gt;&lt;a name="24."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;/blockquote&gt;             &lt;table style="color: rgb(0, 0, 0);" align="left" bgcolor="#eeeedd" border="1" bordercolor="#eeeedd" cellpadding="8" cellspacing="0" width="120"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td height="162"&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/a.jpg" border="1" width="120" height="189" /&gt;&lt;br /&gt;                  &lt;span class="resimalti"&gt;Jejak kaki Laetoli milik manusia modern,                        tetapi berusia jutaan tahun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Setelah meneliti jejak tersebut, Louis Robbins dari Universitas                North California berkomentar sebagai berikut:&lt;/p&gt;             &lt;blockquote style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                &lt;p class="hyg"&gt;Lengkungannya agak tinggi - manusia yang lebih kecil                  memiliki lengkungan lebih tinggi daripada yang saya miliki - dan                  jempol kakinya besar dan sejajar dengan jari kaki sebelahnya.…                  Jari-jari kaki menekan tanah seperti jari-jari kaki manusia. Anda                  tidak akan mendapati ini pada hewan.&lt;a href="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/keruntuhan9.php#25"&gt;                  &lt;/a&gt;&lt;a name="25."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;/blockquote&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Pengujian-pengujian morfologis tetap menunjukkan bahwa                jejak-jejak kaki tersebut harus diakui berasal dari manusia, lebih                jauh lagi, manusia modern (Homo sapiens). Russell Tuttle yang mempelajari                ini menulis:&lt;/p&gt;             &lt;blockquote style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                &lt;p class="hyg"&gt;&lt;b&gt;Jejak-jejak ini mungkin berasal dari seorang Homo                  sapiens kecil yang bertelanjang kaki...&lt;/b&gt; Dari semua ciri morfologi                  yang teramati, kaki individu yang membuat jejak tersebut tidak                  berbeda dengan kaki manusia modern.                  &lt;a name="26."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;/blockquote&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Penelitian yang jujur tentang jejak-jejak kaki tersebut                mengungkapkan pemilik sebenarnya. Pada kenyataan, jejak-jejak kaki                ini terdiri dari 20 jejak dari seorang manusia modern berusia 10                tahun yang membatu dan 27 jejak kaki dari seorang yang lebih muda.                Mereka benar-benar manusia modern seperti kita.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Situasi ini menjadikan jejak kaki Laetoli sebagai topik                diskusi selama bertahun-tahun. Para pakar paleoantropologi evolusionis                berupaya keras memikirkan sebuah penjelasan karena sulit bagi mereka                menerima kenyataan bahwa manusia modern telah berjalan di muka bumi                3,6 juta tahun lalu. Pada tahun 1990-an, "penjelasan" ini mulai                terbentuk. Evolusionis memutuskan bahwa jejak kaki ini tentunya                ditinggalkan oleh Australopithecus, sebab menurut teori mereka,                mustahil spesies homo ada 3,6 juta tahun lalu. Dalam artikelnya                pada tahun 1990, Russell H. Tuttle menulis sebagai berikut:&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Singkatnya, jejak kaki berusia 3,5 juta tahun di situs                G Laetoli menyerupai jejak manusia modern yang biasa bertelanjang                kaki. Tidak ada ciri-ciri yang menunjukkan bahwa hominid Laetoli                memiliki kemampuan bipedal yang lebih rendah dari kita. Kalau saja                jejak pada situs G ini tidak diketahui setua itu, kami akan langsung                menyimpulkan bahwa jejak tersebut dibuat oleh anggota genus Homo....                Dalam hal ini, kita harus mengesampingkan asumsi lemah bahwa jejak                Laetoli telah dibuat oleh jenis Lucy, yaitu Australopithecus aferensis.&lt;a href="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/keruntuhan9.php#27"&gt;                &lt;/a&gt;&lt;a name="27."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Dengan kata lain, jejak-jejak berumur 3,6 juta tahun                ini tidak mungkin milik Australopithecus. Satu-satunya alasan mengapa                jejak-jejak ini dianggap berasal darinya adalah karena jejak tersebut                berada pada lapisan vulkanik berumur 3,6 juta tahun. Jejak tersebut                dianggap milik Australopithecus dengan asumsi bahwa manusia tidak                mungkin telah hidup pada zaman seawal itu.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Penafsiran jejak Laetoli menunjukkan kepada kita suatu                realita yang sangat penting. Evolusionis mendukung teorinya tidak                dengan mempertimbangkan temuan ilmiah, tetapi justru mengabaikannya.                Di sini kita mendapati sebuah teori yang dibela secara membabi bu-ta,                dan semua temuan yang bertentangan dengan teori tersebut diabaikan                atau diselewengkan demi tujuan mereka.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Singkatnya, teori evolusi bukan ilmu pengetahuan, tetapi                dogma yang dijaga agar tetap hidup dengan mengabaikan ilmu pengetahuan.&lt;/p&gt;                          &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;Kebuntuan Bipedalisme bagi Evolusi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;center style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                 &lt;/center&gt;&lt;table style="color: rgb(0, 0, 0);" align="left" bgcolor="#eeeedd" border="1" bordercolor="#eeeedd" cellpadding="10" cellspacing="0" width="220"&gt;               &lt;tbody&gt;               &lt;tr&gt;                    &lt;td valign="center" height="185"&gt; &lt;div align="center"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/130.jpg" border="1" width="244" height="186" /&gt;&lt;br /&gt;                  &lt;span class="resimalti"&gt;Penelitian terakhir mengungkapkan bahwa                        tidak mungkin bagi kerangka bungkuk kera yang sesuai untuk                        berjalan kuadripedal berevolusi menjadi kerangka tegak manusia                        yang sesuai untuk berjalan bipedal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                            &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Terlepas dari catatan fosil yang telah kita diskusikan,                lebarnya jarak perbedaan anatomis antara manusia dan kera juga menggugurkan                cerita rekaan evolusi manusia. Salah satu perbedaan ini berhubungan                dengan cara berjalan.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Manusia berjalan tegak dengan kedua kakinya. Suatu cara                bergerak yang sangat unik dan tidak didapati pada spesies-spesies                lain. Sebagian hewan memang memiliki kemampuan terbatas untuk bergerak                sembari berdiri dengan kedua kaki belakangnya. Hewan seperti beruang                dan monyet terkadang bergerak seperti ini ketika hendak menggapai                makanan, dan hanya selama beberapa saat. Normalnya, kerangka mereka                condong ke depan dan mereka berjalan dengan empat kaki.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Lalu kemudian, apakah bipedalisme merupakan hasil evolusi                dari cara berjalan monyet yang kuadripedal seperti yang diklaim                evolusionis?&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Tentu saja tidak. Penelitian telah menunjukkan bahwa                evolusi bipedalisme tidak pernah dan tidak mungkin terjadi. Pertama,                cara berjalan bipedal bukan suatu keuntungan. Cara monyet bergerak                lebih mudah, lebih cepat dan lebih efisien daripada cara berjalan                bipedal manusia. Manusia tidak dapat meloncat dari satu pohon ke                pohon lain tanpa menyentuh tanah seperti simpanse, atau berlari                dengan kecepatan 125 km/jam seperti cheetah. Sebaliknya, karena                manusia berjalan dengan kedua kakinya, ia bergerak jauh lebih lambat                di atas tanah. Untuk alasan yang sama, manusia adalah salah satu                spesies yang paling tidak terlindung di alam, jika ditinjau dari                gerakan dan pertahanan. Menurut logika evolusi, monyet seharusnya                tidak berevolusi mengambil cara berjalan bipedal. Sebaliknya, manusialah                yang seharusnya berevolusi menjadi kuadripedal.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Kebuntuan lain dari klaim evolusi adalah bahwa cara berjalan                bipedal tidak sesuai dengan model "perkembangan bertahap" Darwinisme.                Model ini, yang menjadi dasar evolusi, mengharuskan adanya suatu                cara berjalan "gabungan" antara cara berjalan bipedal dan kuadripedal.                Tetapi penelitian komputer yang dilakukan Robin Crompton, seorang                ahli paleoantropologi Inggris pada tahun 1996 menunjukkan bahwa                "gabungan" ini mustahil terjadi. Crompton mencapai kesimpulan berikut                ini: Mahluk hidup hanya dapat berjalan tegak, atau dengan keempat                kakinya.&lt;a href="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/keruntuhan9.php#28"&gt;                &lt;/a&gt;&lt;a name="28."&gt;&lt;/a&gt;Cara berjalan setengah-setengah antara bipedal                dan kuadripedal sangat menguras energi. Itu sebabnya tidak mungkin                ada makhluk setengah bipedal.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Jarak yang terlalu jauh antara manusia dan kera tidak                hanya meliputi bipedalisme. Masih banyak hal lain yang tidak dapat                diterangkan seperti kapasitas tengkorak, kemampuan ber-bicara, dan                sebagainya. Elaine Morgan, seorang ahli paleoantropologi evolusionis,                mengakuinya:&lt;/p&gt;             &lt;blockquote style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                &lt;p class="hyg"&gt;Empat misteri yang paling membingungkan tentang manusia                  adalah: 1) me-ngapa mereka berjalan dengan dua kaki? 2) mengapa                  mereka kehilangan seluruh bulu? 3) mengapa mereka mengembangkan                  otak yang besar? 4) mengapa mereka belajar berbicara?&lt;/p&gt;               &lt;p class="hyg"&gt;Jawaban ortodoks untuk pertanyaan-pertanyaan ini adalah:                  1) 'Kita belum tahu'; 2) 'Kita belum tahu'; 3) 'Kita belum tahu';                  4) 'Kita belum tahu'. Daftar pertanyaan bisa bertambah panjang                  tanpa mengubah kemonotonan jawaban.                  &lt;a name="29."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;/blockquote&gt;                          &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;Evolusi: Kepercayaan yang Tidak Ilmiah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Lord Solly Zuckerman adalah salah seorang peneliti terkemuka                dan terhormat di Inggris. Bertahun-tahun ia meneliti catatan fosil                dan melakukan banyak penyelidikan secara terperinci. Ia dianugerahi                gelar kebangsawanan "Lord" untuk kontribusinya bagi ilmu pengetahuan.                Zuckerman adalah seorang evolusionis. Jadi, komentarnya mengenai                evolusi tidak dapat dianggap sebagai pernyataan untuk menentang                teori evolusi. Setelah bertahun-tahun meneliti fosil yang digunakan                dalam skenario evolusi manusia, ia berkesimpulan bahwa silsilah                seperti itu tidak ada.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Zuckerman juga menyusun sebuah "spektrum ilmu pengetahuan"                yang menarik. Ia membentuk spektrum ilmu pengetahuan dari yang dianggapnya                ilmiah hingga tidak ilmiah. Menurut spektrum Zuckerman, yang paling                "ilmiah" tergantung pada data konkret-adalah bidang kimia dan fisika.                Setelah itu biologi, kemudian diikuti ilmu-ilmu sosial. Pada ujung                berlawanan, yang dianggap paling tidak "ilmiah", terdapat "extra-sensory                perception (ESP)"konsep seperti telepati dan indra keenam-dan terakhir                adalah "evolusi manusia". Zuckerman menjelaskan alasannya: &lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Kita kemudian bergerak dari kebenaran objektif langsung                ke bidang-bidang yang dianggap sebagai ilmu biologi, seperti extra                sensory perception atau &lt;b&gt;interpretasi sejarah fosil manusia. &lt;/b&gt;Dalam                bidang-bidang ini, segala sesuatu mungkin terjadi bagi yang percaya,                dan orang yang sangat percaya kadang-kadang mampu meyakini sekaligus                beberapa hal yang saling kontradiktif.&lt;a href="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/keruntuhan9.php#30"&gt;                &lt;/a&gt;&lt;a name="30."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Lalu, alasan apa yang membuat banyak ilmuwan berkeras                mempertahankan dogma ini? Mengapa mereka berusaha begitu keras mempertahankan                teori ini agar tetap hidup, walaupun harus mengalami berbagai konflik                dan membuang bukti-bukti yang mereka temukan sendiri?&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Satu-satunya jawaban adalah ketakutan mereka akan fakta                yang harus mereka hadapi jika teori evolusi ini ditinggalkan. Fakta                bahwa manusia diciptakan oleh Allah. Akan tetapi, mengingat praduga                dan filsafat materialistis mereka, penciptaan adalah konsep yang                tidak dapat diterima evolusionis.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Untuk alasan ini, mereka menipu diri sendiri serta semua                orang di dunia, melalui kerja sama dengan media massa. Jika mereka                tidak dapat menemukan fosil yang dibutuhkan, mereka akan "membuatnya"                baik dalam bentuk gambar rekaan atau model-model khayalan, dan mencoba                memberikan kesan bahwa fosil-fosil yang membuktikan teori evolusi                benar-benar ada. Sebagian media massa yang menganut pandangan materialistis                juga mencoba menipu masyarakat dan menanamkan kisah evolusi ke alam                bawah sadar manusia.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Sekeras apa pun mereka mencoba, kebenaran tetap jelas:                manusia muncul bukan melalui proses evolusi tetapi karena telah                diciptakan Allah. Karena itu, manusia bertanggung jawab kepada-Nya                betapa pun ia tidak ingin menerima tanggung jawab ini.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3847203946914939958-2457147095910473546?l=cintaku-loveyou.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/feeds/2457147095910473546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/2009/06/skenario-evolusi-manusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3847203946914939958/posts/default/2457147095910473546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3847203946914939958/posts/default/2457147095910473546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/2009/06/skenario-evolusi-manusia.html' title='Skenario Evolusi Manusia'/><author><name>my love</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03585437615001367745</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_1UvEn9BN05M/Smle78z0p2I/AAAAAAAAAPk/-R5VUz4OxWs/S220/Foto091.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3847203946914939958.post-7548421599478866181</id><published>2009-06-26T03:46:00.000-07:00</published><updated>2010-04-15T07:26:04.189-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengetahuan'/><title type='text'>Penipuan-Penipuan Evolusi</title><content type='html'>&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Tidak ada bukti fosil yang nyata untuk mendukung gambaran                "manusia kera" yang tidak putus-putusnya diindoktrinasikan media                masa dan akademisi evolusionis. Dengan kuas di tangan, evolusionis                membuat makhluk-makhluk khayalan. Namun mereka memiliki masalah                serius karena tidak ada fosil-fosil yang cocok dengan gambar-gambar                itu. Salah satu metode menarik yang mereka gunakan untuk mengatasi                masalah ini adalah &lt;b&gt;"membuat" fosil-fosil yang tidak dapat mereka                temukan.&lt;/b&gt; Manusia Piltdown, skandal paling menghebohkan dalam                sejarah ilmu pengetahuan, adalah contoh khas metode ini.&lt;/p&gt;                          &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;Manusia Piltdown: Rahang Orang Utan                dan Tengkorak Manusia!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Seorang dokter terkenal yang juga ahli paleoantropologi                amatir, Charles Dawson, menyatakan bahwa ia telah menemukan tulang                rahang dan fragmen tengkorak di dalam sebuah lu-bang di Piltdown,                Inggris, pada tahun 1912. Tulang rahang tersebut lebih mirip tulang                rahang kera, tetapi gigi dan tengkorak-nya seperti milik manusia.                Spesimen ini dinamakan "Manusia Piltdown". Fosil ini diduga berusia                500 ribu tahun, dan dipajang di beberapa museum sebagai bukti mutlak                evolusi manusia. Selama lebih dari 40 tahun, telah banyak artikel                ilmiah mengenai "Manusia Piltdown" ditulis, sejumlah penafsiran                dan gambar dibuat, dan fosil tersebut dikemukakan sebagai bukti                penting evolusi manusia. Tidak kurang dari 500 tesis doktor ditulis                mengenai subjek ini.                &lt;a name="1."&gt;&lt;/a&gt;Seorang ahli paleoantropologi terkenal dari Amerika,                Henry Fairfield Osborn, ketika sedang mengunjungi British Museum                pada tahun 1935 berkata"... kita harus selalu diingatkan bahwa alam                dipenuhi paradoks, dan ini adalah suatu temuan mengejutkan tentang                manusia prasejarah...."                &lt;a name="2."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;center style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;               &lt;/center&gt;               &lt;table style="color: rgb(0, 0, 0);" align="center" bgcolor="#eeeedd" border="1" bordercolor="#eeeedd" cellpadding="10" cellspacing="0" width="454"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="430" height="774"&gt; &lt;p class="baslik2" align="center"&gt;Kisah Sebuah                        Kebohongan&lt;/p&gt;                     &lt;table align="center" border="0" width="430"&gt;                       &lt;tbody&gt;                         &lt;tr&gt;                            &lt;td class="resimalti" width="220"&gt; &lt;p class="resimalti"&gt;Fosil                                ditemukan oleh Charles Dawson dan diserahkan kepada                                Sir Arthur Smith Woodward.&lt;/p&gt;                             &lt;/td&gt;                           &lt;td width="200"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/96.jpg" border="1" width="200" height="174" /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                            &lt;td class="resimalti" width="220" height="158"&gt; &lt;p&gt;Potongan-potongan                                fosil direkonstruksi membentuk tengkorak yang terkenal                                itu.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td width="200" height="158"&gt; &lt;div class="resimalti" align="center"&gt;                                &lt;p class="resimalti"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/60.jpg" border="1" width="200" height="174" /&gt;&lt;/p&gt;                             &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                            &lt;td class="resimalti" width="220"&gt;Berdasarkan rekonstruksi                              tengkorak, telah dibuat beragam gambar dan patung                              dan ditulis banyak artikel dan komentar. Tengkorak                              asli dipamerkan di British Museum.&lt;/td&gt;                           &lt;td width="200"&gt; &lt;div class="resimalti" align="center"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/96hh.jpg" border="1" width="200" height="182" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                            &lt;td width="220" height="153"&gt; &lt;p class="resimalti"&gt;Empat                                puluh tahun setelah penemuan, sekelompok peneliti                                memastikan bahwa fosil Piltdown itu palsu.&lt;/p&gt;                             &lt;/td&gt;                           &lt;td width="200" height="153"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/96m.jpg" border="1" width="200" height="151" /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                       &lt;/tbody&gt;                     &lt;/table&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Pada tahun 1949, Kenneth Oakley dari departemen paleontologi British                Museum mencoba metode "pengujian fluorin", pengujian baru yang digunakan                untuk menentukan umur fosil-fosil tua. Uji coba dilakukan pa-da                fosil manusia Piltdown. Hasilnya sungguh mengejutkan. Selama pengujian,                diketahui bahwa tulang rahang Manusia Piltdown tidak mengandung                fluorin. Ini menunjukkan bahwa tulang rahang tersebut terkubur tidak                lebih dari beberapa tahun. Sedangkan tengkoraknya, yang hanya mengandung                sejumlah kecil fluorin, menunjukkan usianya hanya beberapa ribu                tahun.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Penelitian kronologis terakhir yang dilakukan dengan                menggunakan metoda fluorin menunjukkan bahwa tengkorak tersebut                hanya berusia beberapa ribu tahun. Terbukti pula bahwa gigi pada                tulang rahang adalah dari orang utan yang dibuat seolah usang, dan                bahwa peralatan-peralatan "primitif" yang ditemukan bersama fosil                hanya imitasi sederhana yang telah diasah dengan peralatan baja.                &lt;a name="3."&gt;&lt;/a&gt;Dalam analisis teperinci yang diselesaikan oleh Weiner,                pemalsuan ini diumumkan pada tahun 1953. &lt;b&gt;Tengkorak tersebut milik                manusia yang berusia 500 tahun, dan tulang rahangnya milik kera                yang baru saja mati!&lt;/b&gt; Kemudian gigi-gigi disusun berderet dan                ditambahkan pada rahangnya secara khusus, dan sendinya dirancang                menyerupai sendi manusia. Lalu semua bagian diwarnai dengan potasium                dikromat agar tampak tua. Warna ini memudar ketika dicelup dalam                la-rutan asam. Le Gros Clark, anggota tim yang membongkar penipuan                ini, tidak mampu menyembunyikan rasa terkejutnya atas peristiwa                ini dan mengatakan bahwa &lt;b&gt;"bukti-bukti abrasi tiruan dengan segera                tampak di depan mata.&lt;/b&gt; Hal ini begitu jelasnya hingga patut dipertanyakan                bagaimana ini sampai lolos dari pengamatan sebelumnya?"&lt;a name="4."&gt;&lt;/a&gt; Dengan terungkapnya fakta ini, "Manusia Piltdown" kemudian                segera disingkirkan dari British Museum setelah lebih dari 40 tahun                dipajang di sana.&lt;/p&gt;             &lt;table style="color: rgb(0, 0, 0);" align="right" bgcolor="#eeeedd" border="1" bordercolor="#eeeedd" cellpadding="10" cellspacing="0" width="260"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="252" height="248"&gt; &lt;div align="center"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/98.jpg" border="1" width="250" height="153" /&gt;&lt;br /&gt;                     &lt;span class="resimalti"&gt;Ilustrasi di atas ini digambar berdasarkan                        satu gigi dan diterbitkan dalam majalah Illustrated London                        News pada tanggal 24 Juli 1922. Akan tetapi, evolusionis                        sangat kecewa ketika terungkap bahwa gigi ini bukan milik                        makhluk mirip kera atau manusia, tetapi milik spesies babi                        yang telah punah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;Manusia Nebraska: Gigi Babi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Pada tahun 1922, Henry Fairfield Osborn, manajer American                Museum of Natural History, mengumumkan bahwa ia telah menemukan                sebuah fosil gigi geraham yang berasal dari periode Pliosin, di                Nebraska Barat, dekat Snake Brook. Gigi ini dinyatakan memiliki                karakteristik gigi manusia dan gigi kera. Argumentasi ilmiah yang                mendalam pun dimulai. Sebagian orang menafsirkan gigi ini berasal                dari &lt;em&gt;Pithecanthropus Erectus&lt;/em&gt;, sedangkan yang lain menyatakan                gigi tersebut lebih menyerupai gigi manusia. Fosil yang menimbulkan                perdebatan sengit ini dinamakan "Manusia Nebraska". Manusia baru                ini juga dengan segera diberi "nama ilmiah": &lt;em&gt;Hesperopithecus                Haroldcooki&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Banyak ahli yang memberikan dukungan kepada Osborn. &lt;b&gt;Berdasarkan                satu gigi ini, rekonstruksi kepala dan tubuh Manusia Nebraska pun                digambar.&lt;/b&gt; Lebih jauh, Manusia Nebraska bahkan dilukiskan bersama                istri dan anak-anaknya, sebagai sebuah keluarga utuh dengan latar                belakang alam.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Semua skenario ini dikembangkan hanya dari satu gigi.                Evolusionis begitu meyakini keberadaan "manusia bayangan" ini, hingga                ketika seorang peneliti bernama William Bryan menolak keputusan                menyimpang yang mengandalkan satu gigi ini, ia dikritik dengan kasar.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Pada tahun 1927, bagian lain kerangkanya juga ditemukan.                Menurut potongan-potongan tulang ini, gigi tersebut bukan milik                manusia atau kera, melainkan milik spesies babi liar Amerika yang                telah punah, bernama prosthennops. William Gregory memberi judul                artikelnya yang dimuat majalah Science dengan: "&lt;em&gt;Hesperopithecus:                Apparently Not An Ape Nor A Man (Hesperopithecus: Ternyata Bukan                Kera Maupun Manusia)&lt;/em&gt;". Dalam artikel itu ia mengumumkan kekeliruan                ini.&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a name="5."&gt;&lt;/a&gt;Setelah itu semua gambar Hesperopithecus                Haroldcooki dan "keluarganya" segera dihapus dari literatur evolusi.&lt;/p&gt;                          &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;Ota Benga: Orang Afrika dalam Kerangkeng&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;table style="color: rgb(0, 0, 0);" align="left" bgcolor="#eeeedd" border="1" bordercolor="#eeeedd" cellpadding="2" cellspacing="0" width="110"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="102" height="188"&gt; &lt;div align="center"&gt;                        &lt;p&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/100.jpg" border="1" width="100" height="153" /&gt;&lt;br /&gt;                       &lt;span class="resimalti"&gt;OTA BENGA: "Orang Pigmi di Kebun Binatang"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                     &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Setelah Darwin menyatakan bahwa manusia berevolusi dari                makhluk hidup yang mirip kera melalui bukunya &lt;em&gt;The Descent of                Man&lt;/em&gt;, ia kemudian mulai mencari fosil-fosil untuk mendukung                argumentasinya. Bagaimanapun, sejumlah evolusionis percaya bahwa                makhluk "separo manusia - separo kera" tidak hanya ditemukan dalam                bentuk fosil, tetapi juga dalam keadaan hidup di berbagai belahan                dunia. Di awal abad ke-20, pencarian &lt;b&gt;"mata rantai transisi yang                masih hidup"&lt;/b&gt; ini menghasilkan kejadian-kejadian memilukan, dan                yang paling biadab di antaranya adalah yang menimpa seorang Pigmi                (suku di Afrika Tengah dengan tinggi badan rata-rata kurang dari                127 sentimeter) bernama Ota Benga.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Ota Benga ditangkap pada tahun 1904 oleh seorang peneliti                evolusionis di Kongo. Dalam bahasanya, nama Ota Benga berarti "teman".                Ia memiliki seorang istri dan dua orang anak. Dengan dirantai dan                dikurung seperti binatang, ia dibawa ke Amerika Serikat. Di sana,                para ilmuwan evolusionis memamerkannya untuk umum pada Pekan Raya                Dunia di St. Louis bersama spesies kera lain dan memperkenalkannya                sebagai &lt;b&gt;"mata rantai transisi terdekat dengan manusia".&lt;/b&gt; Dua                tahun kemudian, mereka membawanya ke Kebun Binatang Bronx di New                York. Ia dipamerkan dalam kelompok "nenek moyang manusia" bersama                beberapa simpanse, gorila bernama Dinah, dan orang utan bernama                Dohung. Dr. William T. Hornaday, seorang evolusionis direktur kebun                binatang tersebut memberikan sambutan panjang lebar tentang betapa                bangganya ia memiliki "bentuk transisi" yang luar biasa ini di kebun                binatangnya dan memperlakukan Ota Benga dalam kandang seolah ia                seekor binatang biasa. Tidak tahan dengan perlakuan yang diterimanya,                Ota Benga akhirnya bunuh diri. &lt;a href="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/keruntuhan8.php#6"&gt; &lt;/a&gt;&lt;a name="6."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Manusia Piltdown, Manusia Nebraska, Ota Benga.... Skandal-skandal                ini menunjukkan bahwa ilmuwan evolusionis tidak ragu-ragu menggunakan                segala cara yang tidak ilmiah untuk membuktikan teori mereka. Dengan                mengingat hal ini, ketika kita melihat yang dinamakan bukti lain                dari mitos "evolusi manusia", kita akan menghadapi situasi yang                sama. Inilah sebuah cerita fiksi dan sepasukan relawan yang siap                mencoba apa saja untuk membenarkan cerita itu.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3847203946914939958-7548421599478866181?l=cintaku-loveyou.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/feeds/7548421599478866181/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/2009/06/penipuan-penipuan-evolusi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3847203946914939958/posts/default/7548421599478866181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3847203946914939958/posts/default/7548421599478866181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/2009/06/penipuan-penipuan-evolusi.html' title='Penipuan-Penipuan Evolusi'/><author><name>my love</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03585437615001367745</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_1UvEn9BN05M/Smle78z0p2I/AAAAAAAAAPk/-R5VUz4OxWs/S220/Foto091.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3847203946914939958.post-2506311346993089555</id><published>2009-06-26T03:44:00.000-07:00</published><updated>2010-04-15T07:26:59.739-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengetahuan'/><title type='text'>Penafsiran Menyesatkan tentang Fosil</title><content type='html'>&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Sebelum melangkah ke bagian terperinci dari mitos evolusi                manusia, perlu disebutkan metode propaganda yang telah meyakinkan                masyarakat umum tentang gagasan bahwa di masa lampau pernah hidup                makhluk separo manusia - separo kera. Metode propaganda ini menggunakan                "rekonstruksi" yang dibuat berdasarkan fosil-fosil. Rekonstruksi                yang dimaksud adalah pembuatan gambar atau model makhluk hidup berdasarkan                sepotong tulang - kadangkala hanya berupa fragmen - yang berhasil                digali. "Manusia kera" yang kita lihat dalam surat kabar, majalah,                atau film semuanya adalah hasil rekonstruksi.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Fosil-fosil biasanya tidak tersusun dan tidak lengkap.                Karenanya, rekaan apa pun yang didasarkan padanya cenderung sangat                spekulatif. Kenyataannya, rekonstruksi (gambar atau model) yang                dibuat evolusionis berdasarkan peninggalan-peninggalan fosil itu                telah dipersiapkan secara spekulatif namun cermat untuk mendukung                pernyataan evolusi. Seorang ahli antropologi dari Harvard, David                R. Pilbeam, menegaskan fakta ini ketika mengatakan, "Setidaknya                dalam paleoantropologi, data masih sangat jarang sehingga teori                sangat mempengaruhi penafsiran. &lt;b&gt;Teori-teori, di masa lampau,                dengan jelas mencerminkan ideologi-ideologi kita bukannya mewakili                data sesungguhnya".&lt;/b&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt; &lt;/span&gt;Karena                masyarakat sangat terpengaruh oleh informasi visual, rekonstruksi-rekonstruksi                ini adalah cara terbaik untuk membantu kaum evolusionis mencapai                tujuannya, yaitu meyakinkan orang bahwa makhluk-makhluk ini benar-benar                ada di masa lalu.&lt;/p&gt;             &lt;table style="color: rgb(0, 0, 0);" align="center" bg border="1" border cellpadding="8" cellspacing="0" width="490"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td class="resimalti" width="470" height="438"&gt; &lt;span class="baslik2"&gt;Gambar-Gambar                      Imajiner yang Menyesatkan&lt;br /&gt;                   &lt;/span&gt;                      &lt;table align="center" bgcolor="#eeeedd" border="0" bordercolor="#eeeedd" width="418"&gt;                       &lt;tbody&gt;                         &lt;tr&gt;                            &lt;td width="204"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/91.jpg" vspace="2" width="200" height="167" hspace="2" /&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td width="204"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/93h.jpg" vspace="2" width="200" height="167" hspace="2" /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                            &lt;td width="204"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/91a.jpg" vspace="2" width="200" height="167" hspace="2" /&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td width="204"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/911.jpg" vspace="2" width="200" height="163" hspace="2" /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                       &lt;/tbody&gt;                     &lt;/table&gt;                     Dengan gambar dan rekonstruksi, evolusionis sengaja memberi                      bentuk pada ciri-ciri fisik yang sebenarnya tidak meninggalkan                      jejak-jejak fosil, seperti struktur hidung dan bibir, bentuk                      rambut, bentuk alis dan rambut bagian tubuh lain, untuk mendukung                      teori evolusi. Mereka juga menyiapkan gambar-gambar terperinci                      makhluk-makhluk imajiner ini sedang berjalan dengan keluarga                      mereka, berburu, atau contoh-contoh kehidupan mereka sehari-hari                      lainnya. Akan tetapi, semua gambaran ini adalah rekaan belaka                      dan tidak memiliki acuan pada catatan fosil.&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sampai di sini, kita perlu menggarisbawahi satu hal: rekonstruksi                berdasarkan sisa-sisa tulang hanya dapat mengungkapkan karakteristik                sangat umum dari obyek tersebut, karena penjelasan terperinci sesungguhnya                terletak pada jaringan lunak yang cepat sekali hancur. Jadi, dengan                penafsiran spekulatif terhadap jaringan lunak, gambar atau model                rekonstruksi menjadi sangat tergantung pada imajinasi pembuatnya.                Earnst A. Hooten dari Universitas Harvard, menjelaskan situasi ini                sebagai berikut:&lt;/p&gt;             &lt;blockquote style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                &lt;p class="hyg"&gt;Usaha untuk menyusun kembali bagian-bagian lunak adalah                  pekerjaan yang lebih berisiko lagi. Bibir, mata, telinga dan ujung                  hidung tidak meninggalkan tanda apa pun pada tulang di bawahnya                  yang bisa menjadi petunjuk. &lt;b&gt;Dengan kemudahan yang sama, dari                  sebuah tengkorak Neandertaloid, Anda dapat merekonstruksi muka                  simpanse atau roman aristokrat seorang filsuf. Nilai ilmiah restorasi                  hipotetis tipe-tipe manusia purba ini sedikit sekali, itu pun                  kalau ada&lt;/b&gt;, dan ini cenderung hanya menyesatkan masyarakat....                  Jadi, janganlah Anda mempercayai rekonstruksi.                  &lt;a name="2."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;/blockquote&gt;             &lt;center style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;               &lt;/center&gt;               &lt;table style="color: rgb(0, 0, 0);" align="center" bgcolor="#eeeedd" border="1" bordercolor="#eeeedd" cellpadding="10" cellspacing="0" width="379"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="355" height="244"&gt; &lt;p class="baslik2" align="center"&gt;Tiga Rekonstruksi                        Berbeda dari Tengkorak yang Sama &lt;/p&gt;                                          &lt;table class="resimalti" align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="350"&gt;                       &lt;tbody&gt;                         &lt;tr&gt;                            &lt;td colspan="3" height="36"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/94.jpg" border="1" width="350" height="119" /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                            &lt;td width="38%" height="36"&gt; Dimuat di Sunday Times, 5                              April 1964&lt;/td&gt;                           &lt;td width="28%" height="36"&gt; Lukisan Maurice Wilson&lt;/td&gt;                           &lt;td width="34%" height="36"&gt; &lt;p class="resimalti"&gt;Rekonstruksi                                N. Parker di National Geographics, September 1960&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                       &lt;/tbody&gt;                     &lt;/table&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Kenyataannya, evolusionis mengarang cerita yang sangat                tidak masuk akal sehingga untuk satu tengkorak yang sama, mereka                bahkan menggambarkan wajah-wajah yang berbeda. Satu contoh terkenal                dari penipuan semacam ini adalah tiga gambar rekonstruksi berlainan                yang dibuat untuk satu fosil bernama&lt;b&gt; Australopithecus robustus                (Zinjanthropus).&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Penafsiran menyimpang terhadap fosil maupun pembuatan                banyak rekonstruksi rekaan bisa menjadi indikasi betapa sering evolusionis                melakukan tipu muslihat. Namun ini tidak seberapa dibandingkan dengan                semua pemalsuan yang sengaja dilakukan sepanjang sejarah evolusi.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3847203946914939958-2506311346993089555?l=cintaku-loveyou.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/feeds/2506311346993089555/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/2009/06/penafsiran-menyesatkan-tentang-fosil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3847203946914939958/posts/default/2506311346993089555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3847203946914939958/posts/default/2506311346993089555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/2009/06/penafsiran-menyesatkan-tentang-fosil.html' title='Penafsiran Menyesatkan tentang Fosil'/><author><name>my love</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03585437615001367745</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_1UvEn9BN05M/Smle78z0p2I/AAAAAAAAAPk/-R5VUz4OxWs/S220/Foto091.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3847203946914939958.post-709287837702632876</id><published>2009-06-26T03:41:00.000-07:00</published><updated>2010-04-15T07:29:03.046-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengetahuan'/><title type='text'>Asal-Usul Burung dan Mamalia</title><content type='html'>&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Menurut teori evolusi, kehidupan berawal dan berevolusi                di laut, kemudian amfibi memindahkannya ke darat. Skenario evolusi                ini juga menyatakan bahwa amfibi kemudian berevolusi menjadi reptil,                makhluk yang hanya hidup di darat. Sekali lagi skenario ini tidak                masuk akal, karena terdapat perbedaan-perbedaan struktural yang                jauh antara dua kelompok besar hewan ini. Misalnya, telur amfibi                didesain untuk berkembang di dalam air sedangkan telur amniotik                reptil didesain untuk berkembang di darat. Evolusi "bertahap" amfibi                adalah mustahil, sebab tanpa telur yang didesain dengan baik dan                sempurna, tidak mungkin sebuah spesies dapat bertahan hidup. Selain                itu, seperti biasa, tidak ada bukti bentuk transisi yang mestinya                menghubungkan amfibi dengan reptil. Robert L. Carrol, seorang ahli                paleontologi evolusionis dengan spesialisasi di bidang paleontologi                vertebrata, mengakui bahwa&lt;b&gt; "reptil-reptil awal sangat berbeda                dengan amfibi dan nenek moyang mereka belum dapat ditemukan." &lt;/b&gt;&lt;a name="1."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Akan tetapi, skenario evolusionis tanpa harapan ini belum                juga berakhir. Masih ada masalah, bagaimana membuat mahkluk-makhluk                ini bisa terbang! Karena mempercayai burung sebagai hasil evolusi,                evolusionis berkeras bahwa burung-burung tersebut berasal dari reptil.                Akan tetapi, tidak ada satu pun mekanisme khas burung dengan struktur                yang sepenuhnya berbeda dengan binatang darat dapat dijelaskan dengan                evolusi bertahap. Misalnya sayap, sebagai satu ciri khas burung,                merupakan jalan buntu bagi para evolusionis. Seorang evolusionis                dari Turki, Engin Korur, mengakui kemustahilan evolusi sayap:&lt;/p&gt;             &lt;blockquote style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                &lt;p class="hyg"&gt;Ciri yang sama antara mata dan sayap adalah bahwa keduanya                  hanya berfungsi jika telah berkembang sempurna. Dengan kata lain,                  mata setengah jadi tidak dapat melihat; seekor burung dengan sayap                  setengah jadi tidak dapat terbang. Tentang bagaimana organ-organ                  ini muncul, masih merupakan salah satu misteri alam yang perlu                  dicari penjelasannya.                   &lt;a name="2."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;/blockquote&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Pertanyaan bagaimana struktur sayap yang sempurna muncul                dari serangkaian mutasi acak, masih belum terjawab sama sekali.                Adalah penjelasan yang tidak mungkin bahwa lengan depan reptil dapat                berubah menjadi sayap yang berfungsi sempurna sebagai hasil distorsi                pada gen-gennya (mutasi).&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Lagi pula, sekadar memiliki sayap tidak memadai bagi                organisme darat untuk terbang. Organisme darat tidak memiliki mekanisme-mekanisme                struktural lain yang digunakan burung untuk terbang. Misalnya, tulang-tulang                burung jauh lebih ringan daripada tulang-tulang organisme darat.                Cara kerja paru-paru mereka sangat berbeda. Mereka memiliki sistem                otot dan rangka yang berbeda dan sistem jantung-peredaran darah                yang sangat khas. Ciri-ciri ini adalah prasyarat untuk bisa terbang,                yang sama pentingnya dengan sayap. Semua mekanisme ini harus ada                seluruhnya pada saat bersamaan; semuanya tidak mungkin terbentuk                sedikit demi sedikit dengan cara "terakumulasi". Karena itulah teori                yang menyatakan bahwa organisme darat berevolusi menjadi organisme                terbang benar-benar menyesatkan.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Semua ini menimbulkan pertanyaan baru: kalaupun kisah                mustahil ini kita anggap benar, mengapa evolusionis tidak mampu                menemukan fosil-fosil "bersayap setengah" atau "bersayap tunggal"                untuk mendukung kisah mereka?&lt;/p&gt;                          &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;Satu Lagi Bentuk Transisi Hipotetis:                Archæopteryx&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Sebagai jawaban, evolusionis mengajukan satu makhluk                yaitu fosil bu-rung yang disebut Archæopteryx. Burung ini dikenal                luas sebagai salah satu 'bentuk transisi' dari hanya beberapa yang                masih mereka pertahankan. Archæopteryx, nenek moyang burung modern                menurut kaum evolusionis, hidup 150 juta tahun lalu. Teori tersebut                menyatakan bahwa sejenis dinosaurus berukuran kecil yang disebut                Velociraptor atau Dromeosaurus berevolusi dengan mendapatkan sayap                dan kemudian mulai terbang. Archæopteryx diasumsikan sebagai makhluk                transisi dari dinosaurus, nenek moyangnya, dan kemudian terbang                untuk pertama kalinya.&lt;/p&gt;             &lt;table style="color: rgb(0, 0, 0);" align="center" bgcolor="#eeeedd" border="1" bordercolor="#eeeedd" cellpadding="8" cellspacing="0" width="434"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="414" height="2"&gt; &lt;div class="baslik2" align="center"&gt;                        &lt;p class="baslik2"&gt;Paru-Paru Khusus untuk Burung&lt;/p&gt;                     &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td height="90"&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/43.jpg" border="1" width="400" height="125" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td class="resimalti" height="2"&gt;Anatomi burung sangat berbeda dengan                      reptil, yang dianggap sebagai nenek moyangnya. Cara paru-paru                      burung berfungsi sekali berbeda dengan paru-paru binatang                      darat. Binatang darat menghirup dan mengembuskan napas melalui                      saluran udara yang sama. Pada burung, udara memasuki paru-paru                      melalui bagian depan, dan keluar dari paru-paru melalui bagian                      belakang. "Desain" khas ini secara khusus dibuat untuk burung,                      yang membutuhkan oksigen dalam jumlah besar pada saat terbang.                      Struktur seperti ini mustahil hasil evolusi dari paru-paru                      reptil.&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Akan tetapi, penelitian terakhir pada fosil Archæopteryx menunjukkan                bahwa makhluk ini sama sekali bukan bentuk transisi, melainkan spesies                burung dengan beberapa karakteristik yang berbeda dari burung masa                kini.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Hingga beberapa waktu yang lalu, pernyataan bahwa Archæopteryx                merupakan makhluk "separo burung" yang tidak dapat terbang dengan                sempurna, masih sangat populer di kalangan evolusionis. Ketiadaan                sternum (tulang dada) pada makhluk ini, atau paling tidak perbedaannya                dengan sternum milik unggas yang dapat terbang, dianggap sebagai                bukti paling penting bahwa burung ini tidak dapat terbang secara                sempurna. (Tulang dada terdapat di bawah toraks, sebagai tempat                bertambatnya otot-otot yang digunakan untuk terbang. Pada masa kini,                tulang dada terdapat pada semua unggas yang dapat atau tidak dapat                terbang, dan bah-kan pada kelelawar - mamalia terbang dari famili                yang sangat berbeda). &lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Namun,&lt;b&gt; fosil Archæopteryx ketujuh yang ditemukan pada                tahun 1992&lt;/b&gt; menimbulkan kegemparan luar biasa di kalangan evolusionis.                Pada fosil Archæopteryx tersebut, tulang dada yang sejak lama dianggap                hilang oleh evolusionis ternyata benar-benar ada. Fosil temuan terakhir                itu digambarkan oleh majalah Nature sebagai berikut: &lt;/p&gt;             &lt;blockquote style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                &lt;p class="hyg"&gt;Fosil Archæopteryx ketujuh yang baru-baru ini ditemukan                  masih memiliki sebagian sternum berbentuk persegi panjang. Sternum                  ini sudah lama diperkirakan ada, tetapi tidak pernah terdokumentasikan                  sebelumnya. Temuan tersebut membuktikan bahwa &lt;b&gt;makhluk ini memiliki                  otot-otot kuat untuk terbang&lt;/b&gt;.                   &lt;a name="3."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;/blockquote&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Penemuan ini menggugurkan pernyataan bahwa Archæopteryx                adalah makhluk setengah burung yang tidak dapat terbang dengan baik.              &lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Di sisi lain, struktur bulu burung tersebut menjadi salah                satu bukti terpenting yang menegaskan bahwa Archæopteryx benar-benar                burung yang dapat terbang. Struktur bulu Archæopteryx yang asimetris                tidak berbeda dari burung modern, menunjukkan bahwa binatang ini                dapat terbang dengan sempurna. Seorang ahli paleontologi terkenal,                Carl O. Dunbar menyatakan, "Karena bulunya, Archæopteryx dipastikan                termasuk kelas burung."                 &lt;a name="4."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Fakta lain yang terungkap dari struktur bulu Archæopteryx                adalah bahwa hewan ini berdarah panas. Sebagaimana telah diketahui,                reptil dan dinosaurus adalah binatang berdarah dingin yang dipengaruhi                oleh suhu lingkungan, dan tidak dapat mengendalikan sendiri suhu                tubuh mereka. Fungsi terpenting bulu burung adalah untuk mempertahankan                suhu tubuh. Fakta bahwa Archæopteryx memiliki bulu menunjukkan bahwa                makhluk ini benar-benar seekor burung berdarah panas yang perlu                mempertahankan suhu tubuh, sementara dinosaurus tidak.&lt;/p&gt;                          &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;Spekulasi Evolusionis: Gigi dan Cakar                Archæopteryx &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Dua hal penting yang diandalkan kaum evolusionis ketika                menyatakan bahwa Archæopteryx merupakan bentuk transisi, adalah                cakar pada sayap burung itu dan giginya.&lt;/p&gt;             &lt;table style="color: rgb(0, 0, 0);" align="center" bgcolor="#eeeedd" border="1" bordercolor="#eeeedd" cellpadding="8" cellspacing="0" width="516"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="496" height="283"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/83.jpg" align="left" width="227" height="265" /&gt;&lt;span class="resimalti"&gt;1.Bulu menunjukkan bahwa binatang                      ini berdarah panas dan bisa terbang.&lt;/span&gt;                      &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="resimalti"&gt;2. Bagian dalam tulang                        yang kosong seperti tulang burung modern&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                     &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="resimalti"&gt;3. Gigi pada rahangnya                        bukan bukti hubungan kekerabatan dengan reptil. Di masa                        lampau, terdapat banyak spesies burung "bergigi".&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                     &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="resimalti"&gt;4.Sejumlah burung masa                        kini juga memiliki "cakar" pada sayapnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                     &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="resimalti"&gt;5. Pada specimen Archæopteryx                        ketujuh yang baru ditemukan, terdapat sternum, yang menunjukkan                        bahwa burung ini memiliki otot terbang yang kuat seperti                        burung modern yang dapat terbang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Memang benar bahwa Archæopteryx memiliki cakar pada sayapnya dan                gigi dalam mulutnya, tetapi ciri-ciri ini tidak berarti bahwa makhluk                ini berkerabat dengan reptil. Di samping itu, dua spesies burung                yang hidup saat ini, Taouraco dan Hoatzin, keduanya memiliki cakar                untuk berpegangan pada cabang-cabang pohon. Kedua makhluk ini sepenuhnya                burung tanpa karakteristik reptil. Karena itu, pernyataan bahwa                Archæopteryx adalah bentuk transisi hanya karena cakar pada sayapnya,                sama sekali tidak berdasar.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Gigi pada paruh Archæopteryx juga tidak menunjukkan bahwa                makhluk ini adalah bentuk transisi. Evolusionis sengaja melakukan                penipuan dengan mengatakan bahwa gigi-gigi ini adalah karakteristik                reptil. Bagaimanapun, gigi bukan ciri khas reptil. Kini, banyak                reptil yang memang bergigi, dan banyak pula yang tidak. Lagi pula,                Archæopteryx bukan satu-satunya spesies burung yang memiliki gigi.                Memang benar bahwa saat ini tidak ada lagi burung yang memiliki                gigi. Namun jika kita mengamati catatan fosil, kita akan menemukan                bahwa di zaman Archæopteryx dan setelahnya, bahkan hingga baru-baru                ini, terdapat suatu genus burung yang dapat dikategorikan sebagai                "burung bergigi".&lt;/p&gt;             &lt;center style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;               &lt;/center&gt;               &lt;table style="color: rgb(0, 0, 0);" align="center" bg border="1" border cellpadding="10" cellspacing="0" width="510"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="486" height="665"&gt; &lt;center&gt;                       &lt;p class="baslik2" align="center"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;FOKUS: &lt;/span&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;Desain Bulu                          Burung&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="resimalti"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/75.jpg" align="left" width="100" height="143" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Teori                          evolusi, yang menyatakan bahwa burung berevolusi dari                          reptil, tidak mampu menjelaskan perbedaan besar antara                          dua golongan makhluk hidup tersebut. Dilihat dari ciri-ciri                          fisik seperti struktur kerangka, sistem paru-paru dan                          metabolisme berdarah panas, burung sangat berbeda dengan                          reptil. Satu ciri lain yang merupakan dinding pemisah                          antara burung dan reptil adalah bulu burung yang benar-benar                          khas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/84.jpg" align="right" border="1" width="173" height="250" hspace="5" /&gt;Tubuh                          reptil dipenuhi sisik, sedangkan tubuh burung tertutup                          bulu. Karena evolusionis menganggap reptil sebagai nenek                          moyang burung, mereka harus mengatakan bahwa bulu burung                          adalah hasil evolusi dari sisik reptil. Akan tetapi, tidak                          ada kemiripan antara sisik dan bulu.&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg"&gt;Seorang profesor fisiologi dan neuro-biologi                          dari Universitas Connecticut, A.H. Brush, mengakui kenyataan                          ini meskipun ia seorang evolusionis: "Setiap karakteristik                          dari struktur dan organisasi gen hingga perkembangan,                          morfogenesis dan organisasi jaringan sangat berbeda (pada                          bulu dan sisik)."1 Di samping itu, Prof. Brush meneliti                          struktur protein bulu burung dan menyatakan bahwa protein                          tersebut "sangat khas dan tidak dijumpai pada vertebrata                          lain." 2&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg"&gt;Tidak ada catatan fosil yang membuktikan bahwa                          bulu burung berevolusi dari sisik reptil. Sebaliknya seperti                          di-ungkapkan Prof. Brush, "Bulu-bulu muncul tiba-tiba                          dalam catatan fosil, secara tak terbantahkan sebagai ciri                          unik yang membedakan burung." 3 Di samping itu, pada reptil                          tidak ditemukan struktur epidermis yang dirujuk sebagai                          asal mula bulu burung.4&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg"&gt;Pada tahun 1996, ahli-ahli paleontologi membuat                          kegemparan tentang fosil suatu spesies yang disebut dinosaurus                          berbulu, yang dinamakan Sinosauropteryx. Akan tetapi,                          pada tahun 1997, terungkap bahwa fosil-fosil ini tidak                          berhubungan dengan burung dan bulu mereka bukan bulu modern.5&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg"&gt;Sebaliknya, jika kita mengamati bulu burung                          secara saksama, kita mendapati suatu desain sangat kompleks                          yang sama sekali tidak dapat dijelaskan dengan proses                          evolusi. Seorang ahli burung terkenal, Alan Feduccia,                          mengatakan bahwa "setiap lembar bulu me-miliki fungsi-fungsi                          aerodinamis. Bulu-bulu tersebut sangat ringan, dengan                          daya angkat yang membesar pada kecepatan semakin rendah,                          dan dapat kembali pada posisi semula dengan sangat mudah".                          Selanjutnya ia mengatakan, "Saya benar-benar tidak mengerti                          bagaimana sebuah organ yang didesain sempurna untuk terbang                          dianggap muncul untuk tujuan lain pada awalnya".6&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg"&gt;Desain bulu juga memaksa Charles Darwin merenungkannya.                          Bahkan, keindahan sempurna dari bulu merak jantan telah                          membuatnya "muak" (perkataannya sendiri). Dalam sebuah                          suratnya untuk Asa Gray pada tanggal 3 April 1860, ia                          mengatakan, "Saya ingat betul ketika pemikiran tentang                          mata membuat sekujur tubuh saya demam, tetapi saya telah                          melewati itu...." Kemudian diteruskan: "... dan sekarang                          suatu bagian-bagian kecil di sebuah struktur sering membuat                          saya sangat tidak nyaman. Sehelai bulu pada ekor merak,                          membuat saya muak setiap kali menatapnya, ".7&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg"&gt;Teori evolusi, yang menyatakan bahwa burung                          berevolusi dari reptil, tidak mampu menjelaskan perbedaan                          besar antara dua golongan makhluk hi-dup tersebut. Dilihat                          dari ciri-ciri fisik seperti struktur kerangka, sistem                          paru-paru dan metabolisme berdarah panas, burung sangat                          berbeda dengan reptil. Satu ciri lain yang merupakan dinding                          pemisah antara burung dan reptil adalah bulu burung yang                          benar-benar khas.&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg"&gt;Tubuh reptil dipenuhi sisik, sedangkan tubuh                          burung tertutup bulu. Karena evolusionis menganggap reptil                          sebagai nenek moyang burung, mereka harus mengatakan bahwa                          bulu burung adalah hasil evolusi dari sisik reptil. Akan                          tetapi, tidak ada kemiripan antara sisik dan bulu.&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg"&gt;Seorang profesor fisiologi dan neuro-biologi                          dari Universitas Connecticut, A.H. Brush, mengakui kenyataan                          ini meskipun ia seorang evolusionis: "Setiap karakteristik                          dari struktur dan organisasi gen hingga perkembangan,                          morfogenesis dan organisasi jaringan sangat berbeda (pada                          bulu dan sisik)."1 Di samping itu, Prof. Brush meneliti                          struktur protein bulu burung dan menyatakan bahwa protein                          tersebut "sangat khas dan tidak dijumpai pada vertebrata                          lain." 2&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg"&gt;Tidak ada catatan fosil yang membuktikan bahwa                          bulu burung berevolusi dari sisik reptil. Sebaliknya seperti                          di-ungkapkan Prof. Brush, "Bulu-bulu muncul tiba-tiba                          dalam catatan fosil, secara tak terbantahkan sebagai ciri                          unik yang membedakan burung." 3 Di samping itu, pada reptil                          tidak ditemukan struktur epidermis yang dirujuk sebagai                          asal mula bulu burung.4&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg"&gt;Pada tahun 1996, ahli-ahli paleontologi membuat                          kegemparan tentang fosil suatu spesies yang disebut dinosaurus                          berbulu, yang dinamakan Sinosauropteryx. Akan tetapi,                          pada tahun 1997, terungkap bahwa fosil-fosil ini tidak                          berhubungan dengan burung dan bulu mereka bukan bulu modern.5&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg"&gt;Sebaliknya, jika kita mengamati bulu burung                          secara saksama, kita mendapati suatu desain sangat kompleks                          yang sama sekali tidak dapat dijelaskan dengan proses                          evolusi. Seorang ahli burung terkenal, Alan Feduccia,                          mengatakan bahwa "setiap lembar bulu memiliki fungsi-fungsi                          aerodinamis. Bulu-bulu tersebut sangat ringan, dengan                          daya angkat yang membesar pada kecepatan semakin rendah,                          dan dapat kembali pada posisi semula dengan sangat mudah".                          Selanjutnya ia mengatakan, "Saya benar-benar tidak mengerti                          bagaimana sebuah organ yang didesain sempurna untuk terbang                          dianggap muncul untuk tujuan lain pada awalnya".6&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg"&gt;Desain bulu juga memaksa Charles Darwin merenungkannya.                          Bahkan, keindahan sempurna dari bulu merak jantan telah                          membuatnya "muak" (perkataannya sendiri). Dalam sebuah                          suratnya untuk Asa Gray pada tanggal 3 April 1860, ia                          mengatakan, "Saya ingat betul ketika pemikiran tentang                          mata membuat sekujur tubuh saya demam, tetapi saya telah                          melewati itu...." Kemudian diteruskan: "... dan sekarang                          suatu bagian-bagian kecil di sebuah struktur sering membuat                          saya sangat tidak nyaman. Sehelai bulu pada ekor merak,                          membuat saya muak setiap kali menatapnya, ".7&lt;/p&gt;                       &lt;hr align="left" width="50%"&gt;                       &lt;div class="dipnot" align="left"&gt;1 A. H. Brush, "On the Origin                          of Feathers", Journal of Evolutionary Biology, Vol. 9,                          1996, s. 132.&lt;br /&gt;                       2 A. H. Brush, "On the Origin of Feathers", s. 131.&lt;br /&gt;                       3 A. H. Brush, "On the Origin of Feathers", s. 133.&lt;br /&gt;                       4 A. H. Brush, "On the Origin of Feathers", s. 131.&lt;br /&gt;                       5"Plucking the Feathered Dinosaur", Science, Cilt 278,                          14 Kasým 1997, s. 1229.&lt;br /&gt;                       6 Douglas Palmer, "Learning to Fly", (Review of The Origin                          of and Evolution of Birds by Alan Feduccia, Yale University                          Press, 1996), New Scientist, Cilt 153, 1 Mart 1997, s.                          44.&lt;br /&gt;                       7 Norman Macbeth, Darwin Retried: An Appeal to Reason.                          Boston: Gambit, 1971, s. 101.&lt;/div&gt;                     &lt;/center&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Hal yang terpenting adalah bahwa &lt;b&gt;struktur gigi Archæopteryx                dan burung-burung lain yang bergigi sama sekali berbeda dengan struktur                gigi dinosaurus,&lt;/b&gt; yang dianggap nenek moyang mereka. Beberapa                ahli ornitologi terkenal, Martin, Steward dan Whetstone mengamati                bahwa Archæopteryx dan burung-burung bergigi lainnya memiliki gigi                dengan permukaan-atas datar dan berakar besar. Namun, gigi dinosaurus                teropoda, nenek moyang hipotetis burung-burung ini, menonjol seperti                gerigi gergaji dan memiliki akar menyempit.&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a name="5."&gt;&lt;/a&gt;Para                peneliti juga membandingkan tulang-tulang pergelangan pada Archæopteryx                dan dinosaurus, dan tidak menemukan kemiripan di antara mereka.                 &lt;a name="6."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;John Ostrom adalah seorang ahli terkemuka yang menyatakan                bahwa Archæopteryx berevolusi dari dinosaurus. Namun penelitian                ahli anatomi seperti Tarsitano, Hecht dan A.D. Walker mengungkapkan                bahwa pendapatnya tentang sejumlah "kemiripan" antara Archæopteryx                dan dinosaurus, pada kenyataannya adalah penafsiran yang salah.                &lt;a name="7."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Semua penemuan ini menunjukkan bahwa Archæopteryx bukanlah                bentuk transisi, melainkan hanya sejenis burung yang termasuk kategori                "burung bergigi".&lt;/p&gt;                          &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;Archæopteryx dan Fosil-Fosil Burung                Purba Lainnya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Selama beberapa dekade evolusionis menyatakan Archæopteryx                sebagai bukti terbesar skenario evolusi burung, namun beberapa fosil                yang baru ditemukan menggugurkan skenario tersebut. &lt;/p&gt;             &lt;center style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;               &lt;/center&gt;               &lt;table style="color: rgb(0, 0, 0);" align="right" bgcolor="#eeeedd" border="1" bordercolor="#eeeedd" cellpadding="10" cellspacing="0" width="120"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td height="312"&gt; &lt;div align="center"&gt;                        &lt;p&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/86.jpg" border="1" width="120" height="241" /&gt;&lt;span class="resimalti"&gt;&lt;br /&gt;                       Burung yang dinamakan Confuciusornis ini berusia sama                          dengan Archæopteryx&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                     &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Lianhai Hou dan Zhonghe Zhou, dua ahli paleontologi dari                Institut Paleontologi Vertebrata Cina, pada tahun 1995 menemukan                fosil burung baru yang mereka namai &lt;b&gt;Confuciusornis&lt;/b&gt;. Usia                fosil burung ini hampir sama dengan Archæopteryx (sekitar 140 juta                tahun), tetapi tidak bergigi. Selain itu, paruh dan bulunya memiliki                ciri yang sama dengan burung masa kini. Selain memiliki struktur                rangka yang sama dengan burung modern, sayap burung ini juga memiliki                cakar seperti Archæopteryx. Pada spesies burung ini dijumpai struktur                khusus yang disebut "pygostyle" yang menopang bulu-bulu ekor. Singkatnya,                burung ini tampak sangat menyerupai burung modern, walau hidup semasa                dengan Archæopteryx yang dianggap sebagai nenek moyang tertua dari                semua burung dan disebut semi-reptil. Kenyataan ini menggugurkan                semua anggapan evolusionis yang menyatakan bahwa Archæopteryx adalah                nenek moyang primitif dari semua burung.                &lt;a name="8."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;center style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;               &lt;/center&gt;               &lt;table style="color: rgb(0, 0, 0);" align="left" bgcolor="#eeeedd" border="1" bordercolor="#eeeedd" cellpadding="8" cellspacing="0" width="136"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="150" height="280"&gt; &lt;div align="center"&gt;                        &lt;p&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/85.jpg" align="left" border="1" width="136" height="160" /&gt;&lt;br /&gt;                     &lt;/p&gt;                       &lt;p&gt; &lt;/p&gt;                       &lt;p&gt; &lt;/p&gt;                       &lt;p&gt; &lt;/p&gt;                       &lt;p class="resimalti"&gt;&lt;br /&gt;                       Jika detail bulu burung diteliti, akan terlihat bahwa                          bulu tersusun atas ribuan tendril kecil yang saling menempel                          dengan kaitan. Desain unik ini menghasilkan kinerja aerodinamis                          luar biasa.&lt;/p&gt;                     &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Satu fosil lagi yang ditemukan di Cina pada bulan November                1996, telah menimbulkan kebingungan yang lebih besar. Keberadaan                burung berusia 130 juta tahun bernama Liaoningornis ini diumumkan                dalam majalah Science oleh Hou, Martin dan Alan Feduccia. Liaoningornis                memiliki tulang dada tempat menempel otot-otot untuk terbang, seperti                burung modern. Dalam hal lain, burung ini juga tidak berbeda dengan                burung modern. Yang berbeda hanya giginya. Keadaan ini menunjukkan                bahwa burung bergigi tidak memiliki struktur primitif sama sekali                seperti anggapan evolusionis. Hal ini dinyatakan dalam sebuah artikel Discover                "Dari mana burung berasal? Bukan dari dinosaurus, menurut fosil                ini ".                 &lt;a name="10."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Fosil lain yang membantah pernyataan evolusionis tentang                Archæopteryx adalah Eoalulavis. Struktur sayap Eoalulavis, yang                diperkirakan berusia 30 juta tahun lebih muda dari Archæopteryx,                juga ditemukan pada burung modern yang terbang dengan lambat. Ini                membuktikan bahwa 120 juta tahun lalu, terdapat burung-burung yang                dalam banyak aspek tidak berbeda dengan burung modern.                &lt;a name="11."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Kenyataan ini sekali lagi memastikan bahwa Archæopteryx                atau burung-burung purba lain yang mirip dengannya bukan bentuk-bentuk                transisi. Fosil-fosil tersebut tidak menunjukkan bahwa pesies-spesies                burung berevolusi dari satu ke yang lain. Bahkan sebaliknya, catatan                fosil membuktikan bahwa burung modern dan sejumlah burung-burung                purba seperti Archæopteryx ternyata pernah hidup bersama pada satu                zaman. Akan tetapi, beberapa spesies burung ini seperti Archæopteryx                dan Confuciusornis telah punah dan hanya sebagian dari spesies-spesies                yang pernah ada mampu bertahan hingga sekarang.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Ringkasnya, beberapa ciri khas Archæopteryx tidak menunjukkan                bahwa makhluk ini adalah bentuk transisi! Stephan Jay Gould dan                Niles Eldredge, dua ahli paleontologi Harvard dan evolusionis terkenal,                mengakui bahwa Archæopteryx adalah makhluk hidup yang memiliki "paduan"                dari beragam ciri, akan tetapi tidak dapat dianggap sebagai bentuk                transisi!                 &lt;a name="12."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;Mata Rantai Imajiner Antara Burung                dan Dinosaurus&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Pernyataan yang ingin dikemukakan para evolusionis dengan                menampilkan Archæopteryx sebagai bentuk transisi, adalah bahwa burung                merupakan hasil evolusi dari dinosaurus. Namun, salah seorang ahli                ornitologi terkemuka di dunia, Alan Feduccia dari Universitas North                Carolina, menentang teori bahwa burung memiliki kekerabatan dengan                dinosaurus, sekalipun ia sendiri seorang evolusionis. Berkenaan                dengan hal ini Feduccia mengatakan:&lt;/p&gt;                          &lt;center style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;               &lt;/center&gt;               &lt;table style="color: rgb(0, 0, 0);" align="center" bgcolor="#eeeedd" border="1" bordercolor="#eeeedd" cellpadding="10" cellspacing="0" width="491"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="483" height="422"&gt; &lt;div align="center"&gt;                        &lt;p class="baslik2"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/88.jpg" align="right" border="1" width="250" height="198" hspace="5" /&gt;FOKUS : Bagaimana dengan Lalat?&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg"&gt;Untuk menguatkan pernyataan bahwa dinosaurus                          berubah menjadi burung, evolusionis mengatakan bahwa sejumlah                          dinosaurus yang mengepakkan kaki depan untuk berburu lalat                          telah "menda-patkan sayap dan terbang" (seperti yang terlihat                          dalam gambar). Karena teori ini tidak memiliki landasan                          ilmiah dan tidak lebih dari sekadar khayalan, timbullah                          sebuah kontradiksi logis yang nyata: contoh yang disebutkan                          evolusionis saat menjelaskan asal mula kemampuan terbang,                          yaitu lalat, telah memiliki kemampuan terbang yang sempurna.                          Sementara manusia tidak mampu mengedipkan mata 10 kali                          per detik, seekor lalat biasa mengepakkan sayapnya 500                          kali per detik. Di samping itu, lalat meng-gerakkan kedua                          sayapnya secara serempak. Sedikit saja ada ketidaksesuaian                          pada getaran sayap, lalat akan kehilangan keseimbangan;                          tetapi ini tidak pernah terjadi.&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg"&gt;Evolusionis seharusnya lebih dulu menjelaskan                          bagaimana lalat mendapatkan kemampuan terbang yang sempurna.                          Tetapi mereka justru mengarang skenario tentang bagaimana                          makhluk yang jauh lebih canggung seperti reptil bisa terbang.&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg"&gt;Bahkan penciptaan sempurna pada lalat rumah                          menggugurkan pernyataan evolusi. Seorang ahli biologi                          Inggris, Robin Wootton, menulis dalam artikel berjudul                          "The Mechanical Design of Fly Wings (Desain Mekanis pada                          Sayap Lalat)":&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg"&gt;"Semakin baik kita memahami fungsi sayap serangga,                          semakin tampak betapa rumit dan indahnya desain sayap                          mereka. Strukturnya sejak semula didesain agar seminimal                          mungkin mengalami perubahan bentuk; mekanismenya didesain                          untuk menggerakkan bagian-bagian komponen sayap secara                          terkirakan. Sayap serangga menggabungkan ke-dua hal ini;                          dengan menggunakan komponen-komponen berelastisitas berbeda,                          yang terakit sempurna agar terjadi perubahan bentuk yang                          tepat untuk gaya-gaya yang sesuai, sehingga udara dapat                          dimanfaatkan seoptimal mungkin. Masih sedikit, kalaupun                          ada, teknologi yang sebanding dengan mereka." 1 &lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg"&gt;Sebaliknya, tidak ada satu fosil pun yang dapat                          membuktikan evolusi imajiner lalat. Inilah yang dimaksud                          seorang ahli zoologi terkemuka Prancis, Pierre Grassé                          ketika mengatakan "Kita tidak memiliki petunjuk apa pun                          tentang asal usul serangga."2&lt;/p&gt;                       &lt;hr align="left" width="50%"&gt;                       &lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="dipnot"&gt;1 Robin J. Wootton,                          "The Mechanical Design of Insect Wings", Scientific American,                          Bd. 263, November 1990, S.120&lt;br /&gt;                       &lt;/span&gt;&lt;span class="dipnot"&gt;2 Pierre-P Grassé, Evolution of Living Organisms,                          New York, Academic Press, 1977, S. 30&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;                     &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;b&gt;Saya telah mempelajari tengkorak-tengkorak burung selama 25                tahun dan saya tidak melihat kemiripan apa pun. Saya benar-benar                tidak melihatnya....&lt;/b&gt; Pernyataan bahwa Teropoda merupakan nenek                moyang burung, menurut pendapat saya, akan sangat mempermalukan                paleontologi abad ke-20.                 &lt;a name="13."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Larry Martin, spesialis burung purba dari Universitas                Kansas, membantah teori bahwa burung berasal dari garis keturunan                yang sama dengan dinosaurus. Ketika membahas kontradiksi yang dihadapi                evolusi, Martin menyatakan:&lt;/p&gt;             &lt;blockquote style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                &lt;p class="hyg"&gt;Terus terang, jika saya harus mendukung bahwa burung                  dengan karakteristik tersebut berasal dari dinosaurus, saya akan                  merasa malu setiap kali harus berdiri dan berbicara tentangnya.&lt;a href="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/keruntuhan6.php#14"&gt;                  &lt;/a&gt;&lt;a name="14."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;/blockquote&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Ringkasnya, skenario "evolusi burung" yang didasarkan                hanya pada Archæopteryx, tidak lebih dari praduga dan angan-angan                evolusionis.&lt;/p&gt;                          &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;Asal Usul Mamalia&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Sebagaimana telah digambarkan, teori evolusi menyatakan                bahwa beberapa makhluk rekaan yang muncul dari laut berubah menjadi                reptil dan bahwa burung berasal dari reptil yang berevolusi. Menurut                skenario yang sama, reptil bukan hanya nenek moyang burung, melainkan                juga nenek moyang mamalia. Namun struktur reptil dan mamalia sangat                berbeda. Reptil bersisik pada tubuhnya, berdarah dingin dan berkembang                biak dengan bertelur; sedangkan mamalia memiliki rambut pada tubuhnya,                berdarah panas dan bereproduksi dengan melahirkan anak. &lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Sebuah contoh perbedaan struktural antara reptil dan                mamalia adalah &lt;b&gt;struktur rahang &lt;/b&gt;mereka. Rahang mamalia hanya                terdiri dari satu tulang rahang dan gigi-gigi ditempatkan pada tulang                ini. Rahang reptil memiliki tiga tulang kecil pada kedua sisinya.                Satu lagi perbedaan mendasar, mamalia memiliki tiga tulang pada                telinga bagian tengah (tulang martil, tulang sanggurdi dan tulang                landasan); sedangkan reptil hanya memiliki satu tulang. Evolusionis                menyatakan bahwa rahang dan telinga bagian tengah reptil berevolusi                sedikit demi sedikit menjadi rahang dan telinga mamalia. Akan tetapi,                mereka tak mampu menjelaskan bagaimana perubahan ini terjadi. Khususnya,                pertanyaan utama yang tetap tidak terjawab adalah bagaimana telinga                dengan satu tulang berevolusi menjadi telinga dengan tiga tulang,                dan bagaimana pendengaran tetap berfungsi selama perubahan ini berlangsung.                Pantaslah tidak pernah ditemukan satu fosil pun yang menghubungkan                reptil dengan mamalia. Inilah sebabnya seorang ahli paleontologi                evolusionis, Roger Lewin, terpaksa berkata,&lt;b&gt; "Peralihan menjadi                mamalia pertama, yang mungkin terjadi dalam satu saja atau maksimal                dalam dua garis keturunan, masih menjadi teka-teki".&lt;/b&gt;                 &lt;a name="15."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;center style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;               &lt;/center&gt;               &lt;table style="color: rgb(0, 0, 0);" align="center" bgcolor="#eeeedd" border="1" bordercolor="#eeeedd" cellpadding="8" cellspacing="0" width="479"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="459"&gt; &lt;div align="center"&gt;                        &lt;p class="hyg" align="justify"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/90o.jpg" align="left" border="1" width="134" height="150" hspace="5" /&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/90.jpg" align="right" border="1" width="120" height="146" hspace="5" /&gt;Evolusionis                          menyatakan bahwa semua spesies mamalia berevolusi dari                          satu nenek moyang yang sama. Akan tetapi, terdapat perbedaan                          besar antara beragam spesies mamalia seperti beruang,                          paus, tikus dan kelelawar. Masing-masing makhluk hidup                          ini memiliki sistem yang didesain khusus. Misalnya, kelelawar                          diciptakan dengan sistem sonar yang sangat sensitif sebagai                          penuntun dalam kegelapan. Sistem kompleks ini, yang hanya                          bisa ditiru teknologi modern, tidak mungkin muncul sebagai                          hasil kebetulan. Catatan fosil juga menunjukkan, kelelawar                          muncul secara tiba-tiba dalam bentuk yang telah sempurna                          seperti sekarang ini dan mereka tidak mengalami "proses                          evolusi" apa pun.&lt;/p&gt;                       &lt;p class="dipnot" align="left"&gt;Fosil kelelawar berusia 50                          juta tahun: tidak berbeda dengan kerabat modernnya (Science,                          Vol. 154)&lt;/p&gt;                     &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;George Gaylord Simpson, salah seorang tokoh utama evolusi                dan pendiri teori neo-Darwinisme, berkomentar mengenai fakta yang                sangat membingungkan evolusionis ini:&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Peristiwa paling membingungkan dalam sejarah kehidupan                di bumi adalah &lt;b&gt;perubahan dari Mesozoic atau Zaman Reptil ke Zaman                Mamalia. &lt;/b&gt;Seakan-akan tirai diturunkan secara mendadak untuk                menutup panggung di mana seluruh peran utama dimainkan reptil, terutama                dinosaurus, dalam jumlah besar dan keragaman yang menakjubkan. Tirai                ini segera dinaikkan kembali untuk memperlihatkan panggung yang                sama tetapi dengan susunan pemain yang sepenuhnya baru, yang sama                sekali tidak melibatkan dinosaurus, dan reptil lain hanya menjadi                figuran, dan&lt;b&gt; semua peran utama dimainkan mamalia dari berbagai                jenis yang hampir tidak pernah disinggung dalam babak-babak sebelumnya.&lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/keruntuhan6.php#16"&gt;                &lt;/a&gt;&lt;a name="16."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Selain itu, ketika mamalia tiba-tiba muncul, mereka sudah                sangat berbeda satu sama lain. Hewan-hewan yang berbeda seperti                kelelawar, kuda, tikus dan paus semuanya adalah mamalia dan mereka                semua muncul pada periode geologi yang sama. Mustahil menarik garis                hubungan evolusi di antara mereka, bahkan dalam batasan imajinasi                yang paling luas sekalipun. Ahli zoologi evolusionis, R. Eric Lombard,                mengemukakan hal ini dalam sebuah artikel majalah Evolution:&lt;/p&gt;             &lt;blockquote style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                &lt;p class="hyg"&gt;&lt;b&gt;Mereka yang mencari informasi spesifik yang dibutuhkan                  dalam menyusun filogeni (sejarah dan perkembangan evolusi) kelompok-kelompok                  mamalia akan kecewa&lt;/b&gt;.                   &lt;a name="17."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;/blockquote&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Semua ini menunjukkan bahwa semua makhluk hidup muncul                di bu-mi secara tiba-tiba dan dalam bentuk sempurna, tanpa melalui                proses evolusi. Ini merupakan bukti nyata bahwa mereka telah diciptakan.                Akan tetapi, evolusionis berupaya menafsirkan fakta bahwa makhluk                hidup muncul dalam suatu urutan sebagai indikasi adanya evolusi.                Padahal urutan kemunculan makhluk hidup adalah "urutan penciptaan",                karena mustahil membuktikan proses evolusi. Dengan penciptaan agung                dan tanpa cacat, lautan dan kemudian daratan dipenuhi makhluk hidup,                dan akhirnya manusia diciptakan.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Bertentangan dengan kisah "manusia kera" yang diindoktrinasikan                pada masyarakat luas dengan propaganda media yang gencar, manusia                juga muncul di bumi secara tiba-tiba dan dalam keadaan telah sempurna.&lt;/p&gt;             &lt;center style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;               &lt;/center&gt;               &lt;table style="color: rgb(0, 0, 0);" align="center" bgcolor="#eeeedd" border="1" bordercolor="#eeeedd" cellpadding="10" cellspacing="0" width="485"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="477" height="157"&gt; &lt;div align="center"&gt;                        &lt;p class="baslik2"&gt;FOKUS: Mitos tentang Evolusi Kuda&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg" align="justify"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/75.jpg" align="left" width="100" height="143" /&gt;Hingga baru-baru ini, urutan imajiner evolusi                          kuda telah dikemukakan sebagai bukti fosil terpenting                          teori evolusi. Akan tetapi, saat ini banyak pendukung                          evolusi berterus terang mengakui bahwa skenario evolusi                          kuda telah hancur. Dalam sebuah simposium empat hari mengenai                          masalah-masalah teori evolusi bertahap yang diselenggarakan                          pada tahun 1980 di Field Museum of Natural History, Chicago,                          dan dihadiri 150 evolusionis, Boyce Rensberger, seorang                          evolusionis yang memberikan sambutan, mengatakan bahwa                          skenario evolusi kuda tidak didukung oleh catatan fosil                          dan tidak ditemukan proses evolusi yang menjelaskan evolusi                          kuda secara bertahap:&lt;/p&gt;                     &lt;/div&gt;                     &lt;blockquote&gt;                        &lt;div class="hyg" align="justify"&gt;Contoh populer evolusi kuda,                          yang mengemukakan perubahan bertahap dari makhluk seukuran                          rubah dengan kaki berjari empat yang hidup hampir 50 juta                          tahun lalu menjadi kuda masa kini yang lebih besar dengan                          kaki berjari satu, telah lama diketahui keliru. Bertentangan                          dengan perubahan secara bertahap, fosil setiap spesies                          peralihan tampak sama sekali berbeda, tidak berubah, dan                          kemudian menjadi punah. Bentuk-bentuk transisi tidak diketahui.1                        &lt;/div&gt;                     &lt;/blockquote&gt;                     &lt;p class="hyg" align="justify"&gt;Seorang ahli paleontologi kenamaan,                        Colin Patterson, direktur Natural History Museum, Inggris,                        berkomentar tentang skema "evolusi kuda" yang dipamerkan                        untuk umum di lantai dasar museum tersebut:&lt;/p&gt;                     &lt;blockquote&gt;                        &lt;p class="hyg" align="justify"&gt;Telah begitu banyak cerita                          tentang sejarah kehidupan di bumi ini, sebagian lebih                          imajinatif daripada yang lain. Contoh paling terkenal,                          masih dipamerkan di lantai bawah, adalah skema evolusi                          kuda yang dibuat barangkali 50 tahun lalu. Dan itu telah                          dijadikan kebenaran harfiah dari buku ke buku. Kini, saya                          pikir itu perlu disesali, terutama jika mereka yang mengajukan                          cerita semacam ini sendiri menyadari betapa spekulatifnya                          sebagian skema tersebut. 2 &lt;/p&gt;                     &lt;/blockquote&gt;                     &lt;p class="hyg" align="justify"&gt;Jadi, apa yang mendasari skenario                        "evolusi kuda"? Skenario ini dirumuskan dengan diagram-diagram                        tipuan yang disusun berurutan dari fosil spesies-spesies                        berbeda yang hidup pada periode sangat berlainan di India,                        Afrika Selatan, Amerika Utara dan Eropa, se-mata-mata mengikuti                        imajinasi evolusionis. Terdapat lebih dari 20 diagram evolusi                        kuda yang diajukan para peneliti. Semua diagram itu sangat                        berbeda satu sama lain. Evolusionis tidak mencapai kesepakatan                        tentang hal ini. Satu-satunya persamaan di antara mere-ka                        keyakinan bahwa nenek moyang kuda (Equus) adalah makhluk                        seukur-an anjing yang disebut "Eohippus", hidup dalam Periode                        Eosin 55 juta tahun lalu. Akan tetapi, jalur evolusi dari                        Eohippus ke Equus sama sekali tidak konsisten.&lt;/p&gt;                     &lt;p class="hyg" align="justify"&gt;Seorang evolusionis yang juga                        penulis ilmu alam, Gordon R. Taylor, menjelaskan kenyataan                        yang jarang diakui ini dalam bukunya, The Great Evolution                        Mystery:&lt;/p&gt;                     &lt;blockquote&gt;                       &lt;p class="hyg" align="justify"&gt;Namun barangkali kelemahan                          paling serius dari Darwinisme adalah kegagalan para ahli                          paleontologi menemukan filogeni atau silsilah organisme                          yang meyakinkan untuk menunjukkan perubahan evolusi besar...                          Kuda sering dikemukakan sebagai satu-satunya contoh yang                          bisa mewakili sepenuhnya. Akan tetapi kenyataannya, garis                          yang menghubungkan Eohippus dengan Equus sangat tidak                          menentu. Garis ini semestinya menunjukkan peningkatan                          ukuran badan yang kontinu. Tetapi kenyataannya, sejumlah                          varian berukuran lebih kecil dari Eohippus, bukannya lebih                          besar. Spesimen-spesimen dari berbagai sumber dapat digabungkan                          dalam urutan yang tampak begitu meyakinkan, tetapi tidak                          ada bukti yang menunjukkan bahwa mereka tersusun menurut                          waktu yang sesuai dengan urutan ini.3&lt;/p&gt;                     &lt;/blockquote&gt;                     &lt;p class="hyg" align="justify"&gt;Semua fakta ini adalah bukti                        kuat bahwa diagram-diagram evolusi kuda, yang dinyatakan                        sebagai satu bukti paling kokoh untuk Darwinisme, tidak                        lain hanyalah dongeng fantastis dan tidak masuk akal.&lt;/p&gt;                                          &lt;hr align="left" width="50%"&gt; &lt;p class="dipnot" align="left"&gt;1 Boyce                        Rensberger, Houston Chronicle, 5. November 1980, S.15&lt;br /&gt;                     2 Colin Patterson, Harper's, Februar 1984, S.60&lt;br /&gt;                     3 Gordon Rattray Taylor, The Great Evolution Mystery, Abacus,                        Sphere Books, London, 1984, S. 230&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;a style="color: rgb(0, 0, 0);" href="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/keruntuhan5.php"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3847203946914939958-709287837702632876?l=cintaku-loveyou.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/feeds/709287837702632876/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/2009/06/asal-usul-burung-dan-mamalia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3847203946914939958/posts/default/709287837702632876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3847203946914939958/posts/default/709287837702632876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/2009/06/asal-usul-burung-dan-mamalia.html' title='Asal-Usul Burung dan Mamalia'/><author><name>my love</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03585437615001367745</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_1UvEn9BN05M/Smle78z0p2I/AAAAAAAAAPk/-R5VUz4OxWs/S220/Foto091.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3847203946914939958.post-8623651097751053783</id><published>2009-06-26T03:34:00.000-07:00</published><updated>2010-04-15T07:29:52.914-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengetahuan'/><title type='text'>Dongeng tentang Transisi dari Air ke Darat</title><content type='html'>&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Evolusionis mengasumsikan invertebrata laut yang muncul                pada periode Kambrium berevolusi menjadi ikan dalam waktu puluhan                juta tahun. Tetapi sebagaimana invertebrata-invertebrata Kambrium                tidak memiliki nenek moyang, juga tidak ditemukan mata rantai transisi                yang menunjukkan bahwa evolusi terjadi antara jenis-jenis invertebrata                ini dengan ikan. Perlu dicatat bahwa invertebrata dan ikan memiliki                perbedaan struktural yang sangat besar. Invertebrata memiliki jaringan                keras di luar tubuh mereka, sedangkan ikan adalah vertebrata dengan                jaringan keras di dalam tubuh. "Evolusi" sebesar itu tentu akan                melalui miliaran tahap, dan seharusnya ada miliaran bentuk transisi                yang menunjukkan tahapan-tahapan tersebut.&lt;/p&gt;             &lt;table style="color: rgb(0, 0, 0);" align="center" bgcolor="#eeeedd" border="1" bordercolor="#eeeedd" cellpadding="8" cellspacing="0" width="352"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td height="247"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/72.jpg" border="1" width="250" height="176" /&gt;&lt;br /&gt;                     &lt;span class="resimalti"&gt;Menurut skenario hipotetis "dari laut                        ke darat", sejumlah ikan merasa perlu meninggalkan laut                        menuju daratan karena masalah makanan. Pernyataan ini "didukung"                        dengan gambar-gambar spekulatif seperti ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Evolusionis telah menggali lapisan-lapisan fosil selama                kurang lebih 140 tahun untuk mencari bentuk-bentuk hipotetis tersebut.                Mereka telah menemukan jutaan fosil invertebrata dan jutaan fosil                ikan; tetapi tidak pernah menemukan satu bentuk peralihan pun antara                invertebrata dan ikan.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Ahli paleontologi evolusionis, Gerald T. Todd, mengakui                fakta ini dalam artikel "Evolusi Paru-Paru dan Asal Usul Ikan":&lt;/p&gt;             &lt;blockquote style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                &lt;p class="hyg"&gt;Ketiga subdivisi ikan bertulang muncul pertama kali                  dalam catatan fosil pada saat yang kira-kira bersamaan. Secara                  morfologis mereka telah sangat beragam, dan mereka memiliki tubuh                  yang sangat terlindung. Bagaimana mereka berasal mula? Apa yang                  memungkinkan mereka sangat beraneka ragam? Bagaimana mereka semua                  memiliki pelindung tubuh yang kuat? Dan mengapa tidak ada jejak                  bentuk-bentuk peralihan sebelumnya?                   &lt;a name="1."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;/blockquote&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Skenario evolusi beranjak selangkah lebih jauh dan menyatakan                bahwa ikan, yang berevolusi dari invertebrata, kemudian berubah                menjadi amfibi. Akan tetapi, skenario ini juga tidak memiliki bukti.                Tidak ada satu fosil pun yang menunjukkan bahwa pernah terdapat                makhluk separo ikan - separo amfibi. Dengan enggan, kenyataan ini                dibenarkan oleh Robert L. Carrol, seorang evolusionis terkenal,                penulis buku Vertebrate Paleontology and Evolution: &lt;b&gt;"Kami tidak                memiliki fosil peralihan antara ikan rhipidistian (favoritnya untuk                'nenek moyang' tetrapoda) dan amfibi-amfibi awal."&lt;/b&gt;                &lt;a name="2."&gt;&lt;/a&gt;Dua orang ahli paleontologi evolusionis, Colbert                dan Morales, berkomentar mengenai tiga kelompok utama amfibi: katak,                salamander dan caecilian:&lt;/p&gt;             &lt;blockquote style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                &lt;p class="hyg"&gt;&lt;b&gt;Tidak ada bukti keberadaan amfibi Paleozoik yang                  menggabungkan sifat-sifat yang diperkirakan dimiliki satu nenek                  moyang yang sama.&lt;/b&gt; Katak, salamander dan caecilian paling tua                  sangat mirip dengan keturunan mereka yang masih hidup.                   &lt;a name="3."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;/blockquote&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Sampai sekitar 50 tahun yang lalu, evolusionis meyakini                bahwa makhluk semacam ini benar-benar pernah ada. Ikan ini disebut                'Coelacanth' dan diperkirakan berumur 410 juta tahun. Coelacanth                diajukan sebagai bentuk transisi dengan paru-paru primitif, otak                yang telah berkembang, sistem pencernaan dan peredaran darah yang                siap untuk berfungsi di darat, dan bahkan mekanisme berjalan yang                primitif. Penafsiran-penafsiran anatomis ini diterima sebagai kebenaran                yang tidak diperdebatkan lagi di kalangan ilmuwan hingga akhir tahun                1930-an. Coelacanth dianggap sebagai bentuk peralihan sesungguhnya                yang membuktikan transisi evolusioner dari air ke darat.&lt;/p&gt;             &lt;table style="color: rgb(0, 0, 0);" align="center" bgcolor="#eeeedd" border="1" bordercolor="#eeeedd" cellpadding="8" cellspacing="0" width="508"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="488" height="334"&gt; &lt;p class="baslik2" align="center"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/75.jpg" align="left" width="100" height="143" /&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;FOKUS: Mengapa Transisi                        dari &lt;/span&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;Air ke Darat Tidak Mungkin&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                     &lt;p class="hyg"&gt;Evolusionis menyatakan bahwa suatu ketika, spesies                        yang hidup di air naik ke darat dan berubah menjadi spesies                        darat. Ada sejumlah fakta yang sangat jelas menunjukkan                        kemustahilan transisi seperti itu:&lt;/p&gt;                     &lt;p class="hyg"&gt;1. Keharusan membawa beban tubuh: makhluk penghuni                        air membawa be-ban tubuh mereka tanpa masalah. Tetapi, bagi                        sebagian besar binatang darat, 40% energi mereka habis hanya                        untuk membawa beban tubuh me-reka. Makhluk hidup yang berpindah                        dari air ke darat harus mengembang-kan sistem otot dan kerangka                        baru (!) secara bersamaan agar dapat memenuhi kebutuhan                        energi ini. Suatu hal yang tidak mungkin terjadi melalui                        mutasi kebetulan.&lt;/p&gt;                     &lt;p class="hyg"&gt;2. Daya tahan terhadap panas: suhu daratan dapat                        berubah dengan cepat dan naik-turun dalam rentang yang lebar.                        Makhluk hidup di darat memiliki mekanisme tubuh yang dapat                        menahan perubahan-perubahan suhu yang besar itu. Akan tetapi,                        suhu lautan berubah secara perlahan dan perubahan tersebut                        tidak terjadi dalam rentang yang terlalu lebar. Organisme                        hidup dengan sistem tubuh sesuai temperatur laut yang konstan                        akan membutuhkan suatu sistem perlindungan agar perubahan                        suhu di darat tidak akan membahayakan. Sangat tidak masuk                        akal bahwa ikan mendapatkan sistem tersebut melalui mutasi                        acak segera setelah mereka naik ke darat.&lt;/p&gt;                     &lt;p class="hyg"&gt;3. Penggunaan air: air dan kelembaban yang penting                        untuk metabolisme harus digunakan sehemat mungkin karena                        kelangkaan sumber air di darat. Sebagai contoh, kulit harus                        dirancang agar dapat mengeluarkan air sejumlah tertentu,                        sekaligus mencegah penguapan berlebihan. Karenanya, makhluk                        hidup di darat memiliki rasa haus karakteristik yang tidak                        dimiliki organisme air. Di samping itu, kulit tubuh hewan                        air tidak sesuai untuk habitat non-air.&lt;/p&gt;                     &lt;p class="hyg"&gt;4. Ginjal: organisme air dapat dengan mudah membuang                        zat-zat sisa dalam tubuh mereka (terutama amonia) dengan                        penyaringan, karena banyaknya air dalam habitat mereka.                        Di darat, air harus digunakan sehemat mungkin. Itulah sebabnya                        hewan darat memiliki sistem ginjal. Berkat ginjal, amonia                        disimpan dengan cara mengubahnya menjadi urea dan hanya                        membutuhkan sejumlah kecil air untuk membuangnya. Di samping                        itu, beberapa sistem baru dibutuhkan untuk membuat ginjal                        berfungsi. Singkatnya, agar perpindahan dari air ke darat                        dapat terjadi, makhluk hidup tanpa ginjal harus membentuk                        sistem ginjal secara tiba-tiba.&lt;/p&gt;                     &lt;p class="hyg"&gt;5. Sistem pernapasan: ikan "bernapas" dengan                        mengambil oksigen yang terlarut dalam air yang mereka alirkan                        melewati insang. Mereka tidak mampu hidup lebih dari beberapa                        menit di luar air. Agar mampu hidup di darat, me-reka harus                        mendapatkan sistem paru-paru yang sempurna secara tiba-tiba.&lt;/p&gt;                     &lt;p class="hyg"&gt;Tentu saja mustahil bahwa semua perubahan fisiologis                        yang dramatis ini dapat terjadi pada organisme yang sama,                        pada saat bersamaan, dan secara kebetulan.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Namun pada tanggal 22 Desember 1938, terjadi sebuah                penemuan yang sangat menarik di Samudera Hindia. Di sana berhasil                ditangkap hidup-hidup salah satu anggota famili Coelacanth, yang                sebelumnya diajukan sebagai bentuk transisi yang telah punah 70                juta tahun lalu! Tak diragukan lagi, penemuan prototipe Coelacanth                "hidup" ini menjadi pukulan hebat bagi para evolusionis. Seorang                ahli paleontologi evolusionis, J.L.B. Smith, mengatakan bahwa ia                tak akan sekaget ini jika bertemu dengan seekor dinosaurus hidup.&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a name="4."&gt;&lt;/a&gt;Pada                tahun-tahun berikutnya, 200 ekor Coelacanth berhasil ditangkap di                berbagai penjuru dunia.&lt;/p&gt;             &lt;table style="color: rgb(0, 0, 0);" align="center" bgcolor="#eeeedd" border="1" bordercolor="#eeeedd" cellpadding="8" cellspacing="0" width="459"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td bordercolor="#ffffff" width="439" height="438"&gt; &lt;table align="center" border="0" cellpadding="8" cellspacing="0" width="430"&gt;                       &lt;tbody&gt;                         &lt;tr&gt;                            &lt;td width="414" height="2"&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/76f.jpg" border="1" width="200" height="111" hspace="2" /&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/76j.jpg" border="1" width="200" height="111" /&gt;&lt;span class="resimalti"&gt;&lt;br /&gt;                             Fosil Coelacanth yang berumur 410 juta tahun. Evolusionis                                menyatakan bahwa ikan ini adalah bentuk transisi                                yang membuktikan perpindahan dari air ke darat.                                Sampel-sampel hidup dari ikan ini telah berhasil                                ditangkap berkali-kali sejak tahun 1938. Inilah                                contoh tepat untuk menunjukkan seberapa jauh para                                evolusionis berspekulasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                       &lt;/tbody&gt;                     &lt;/table&gt;                   &lt;br /&gt;&lt;table align="center" border="0" cellpadding="8" cellspacing="0" width="25%"&gt;                       &lt;tbody&gt;                         &lt;tr&gt;                            &lt;td height="146"&gt; &lt;p class="resimalti"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/76ll.jpg" width="200" height="194" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                       &lt;/tbody&gt;                     &lt;/table&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Bukti Coelacanth hidup memperlihatkan sejauh mana evolusionis dapat                mengarang skenario khayalan mereka. Bertentangan dengan klaim mereka,                Coelacanth ternyata tidak memiliki paru-paru primitif dan tidak                pula otak yang besar. Organ yang dianggap oleh peneliti evolusionis                sebagai paru-paru primitif ternyata hanya kantong lemak. Terlebih lagi, Coelacanth yang dikatakan sebagai                "calon reptil yang sedang bersiap meninggalkan laut menuju daratan",                pada kenyataannya adalah ikan yang hidup di dasar samudra dan tidak                pernah mendekati kurang dari 180 meter di bawah permukaan laut.                &lt;a name="6."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;center style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;               &lt;/center&gt;                                                                    &lt;center style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                       &lt;p class="baslik2"&gt;Penyu Selalu Menjadi Penyu&lt;/p&gt;                       &lt;table align="right" border="0" bordercolor="#eeeedd" cellpadding="8" cellspacing="0" width="178"&gt;                         &lt;tbody&gt;                           &lt;tr&gt;                              &lt;td height="223"&gt; &lt;div align="center"&gt;                                  &lt;p&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/77.jpg" border="1" width="178" height="143" /&gt;&lt;br /&gt;                                 &lt;span class="resimalti"&gt;Fosil penyu berumur 100                                    juta tahun, namun fosil itu tidak berbeda dengan                                    kerabat modernnya. (The Dawn of Life, Orbis                                    Pub., London 1972)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                               &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                         &lt;/tbody&gt;                       &lt;/table&gt;                       &lt;p class="hyg"&gt;Teori evolusi bukan hanya tidak mampu menjelaskan                          kelompok-kelompok utama makhluk hidup seperti ikan dan                          reptil. Mereka juga tidak dapat menerangkan asal usul                          spesies dalam kelompok-kelompok tersebut. Misalnya penyu,                          yang merupakan spesies reptil. Catatan fosil menunjukkan,                          penyu muncul secara tiba-tiba, sudah dengan tempurungnya                          yang unik. Sebuah kutipan dari sumber evolusionis: "...hingga                          per-tengahan Zaman Triassic (sekitar 175.000.000 tahun                          lalu), anggota-anggota kelompok penyu telah banyak jumlahnya                          dan memiliki karakteristik dasar penyu. Mata rantai antara                          penyu dan cotylosaurus, nenek moyang hipotetis penyu,                          hampir tidak ada sama sekali". (Encyclopaedia Brittanica,                          1971, v.22, hal. 418) &lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg"&gt;Tidak ada perbedaan antara fosil penyu kuno                          dengan anggota spesies ini yang hidup di masa kini. Ringkasnya,                          penyu tidak pernah "berevolusi"; mereka tetap penyu karena                          diciptakan demikian.&lt;/p&gt;                     &lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3847203946914939958-8623651097751053783?l=cintaku-loveyou.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/feeds/8623651097751053783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/2009/06/dongeng-tentang-transisi-dari-air-ke.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3847203946914939958/posts/default/8623651097751053783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3847203946914939958/posts/default/8623651097751053783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/2009/06/dongeng-tentang-transisi-dari-air-ke.html' title='Dongeng tentang Transisi dari Air ke Darat'/><author><name>my love</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03585437615001367745</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_1UvEn9BN05M/Smle78z0p2I/AAAAAAAAAPk/-R5VUz4OxWs/S220/Foto091.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3847203946914939958.post-1542543349124448800</id><published>2009-06-26T03:21:00.000-07:00</published><updated>2009-06-26T03:26:34.650-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisiku'/><title type='text'>dalam sebuah renungan...</title><content type='html'>aku mualai terdiam dalam keheningan yang tak berwajah...&lt;br /&gt;terdiam dan terpaku mesrah...&lt;br /&gt;dalam anggunnya sebuah isak tangis...&lt;br /&gt;tersedu.. dan terdiam...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;engkau yang sedari tadi tak mampu tuk menahan...&lt;br /&gt;betapa pilunya hati bila sendiri...&lt;br /&gt;hanya sekedar menekuk lutut, dan merangkulnya perlahan...&lt;br /&gt;dalam kesunyian ini aku terdiam...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berfikir...&lt;br /&gt;untuk apa aku hidup di dunia ini?&lt;br /&gt;bila aku hanya sendiri?&lt;br /&gt;dalam keheningan yang semakin berduri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;duhai engkau sang putih...&lt;br /&gt;tunjukkan aku dalam setiap langkah ini...&lt;br /&gt;berikan aku titik terang dalam indahnya hidup ini...&lt;br /&gt;dan jangan biarkan aku kembali terdiam... tak berdaya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan akulah mimpi...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3847203946914939958-1542543349124448800?l=cintaku-loveyou.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/feeds/1542543349124448800/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/2009/06/dalam-sebuah-renungan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3847203946914939958/posts/default/1542543349124448800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3847203946914939958/posts/default/1542543349124448800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/2009/06/dalam-sebuah-renungan.html' title='dalam sebuah renungan...'/><author><name>my love</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03585437615001367745</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_1UvEn9BN05M/Smle78z0p2I/AAAAAAAAAPk/-R5VUz4OxWs/S220/Foto091.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3847203946914939958.post-5214440277110184439</id><published>2009-06-14T07:31:00.001-07:00</published><updated>2009-06-14T07:35:52.867-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='profil ku'/><title type='text'>Orang Bilang Aku Narsis...</title><content type='html'>Emang bener... B) hehehehehe....&lt;br /&gt;Makasih ya dah pengertian banget. Orang bilang mungkin orang terlalu narsis itu ngga baik. Emang. Tapi aku Cuma pengen semua orang tahu aku orangnya seperti ini. Terserah orang mau bilang apa. Yang penting aku bisa. Dari pada ngga bisa. Orang pemalu kelak tak punya teman (menurut buku yang saya baca sih... Hehehehehehehehe...). apalagi orang yang kerjanya cuma bisa mencemo’oh dan itupun pake nama samaran alias inisial. Itu ngga jauh beda sama yang namanya pengecut. Berani mencemo’oh, harusnya juga berani nunjukin nama. Pengecut, ngga berguna, itulah nama yang pas buat mereka yang suka mencemo’oh pake nama samaran. &lt;br /&gt;Boleh neror asal buat dakwah.  PeDe itu perlu. Dengan begitu kita bisa berbicara dengan santai di depan orang banyak. Dari pada orang yang suka mencemo’oh dan pemalu, pecundang, di depan orang banyak di suruh bicara malah plonga-plongo, o’on, ngga jelas, yang ada malah orang bilang kamu bodoh.&lt;br /&gt;Jadi, narsis itu perlu. Hwahahahaha........................&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3847203946914939958-5214440277110184439?l=cintaku-loveyou.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/feeds/5214440277110184439/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/2009/06/orang-bilang-aku-narsis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3847203946914939958/posts/default/5214440277110184439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3847203946914939958/posts/default/5214440277110184439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/2009/06/orang-bilang-aku-narsis.html' title='Orang Bilang Aku Narsis...'/><author><name>my love</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03585437615001367745</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_1UvEn9BN05M/Smle78z0p2I/AAAAAAAAAPk/-R5VUz4OxWs/S220/Foto091.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3847203946914939958.post-2259811637380576491</id><published>2009-06-14T07:27:00.000-07:00</published><updated>2009-06-14T07:29:14.230-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='profil ku'/><title type='text'>LULUS....!!!!</title><content type='html'>DAG.. DIG..DUG… setelah sekian lama menunggu beberapa bulan, akhirnya pengumuman kelulusan telah disiarkan. Aku? LULUS…. Alhamdulillah… syukur terimakasih kepada Allah SWT dan orang-orang yang ikut membantu mendo’akan aku, terutama Ayahku dan Ibuku. Tak lupa kepada teman-teman yang ikut serta dalam mendo’akan aku. Terimakasih semuanya…. Tanpa kalian tak tahu aku harus gimana…. Aku benar-benar berterimakasih banget buat kalian-kalian yang membantuku, entah itu saat-saat aku mengerjakan ataupun yang ikut hanya sekedar mendo’akan aku, makasih banget buat kalian. &lt;br /&gt;Maaf bila aku Cuma bisa ngasih ucapan terima kasih doang. Ngga bisa ngasih apa-apa, tapi apapun itu aku akan selalu ingat akan kebaikan kalian. &lt;br /&gt;Buat yang belum sempat lulus UNAS, jangan nyerah.... ingat!!!! Keberhasilan yang tertunda. Tetap tawakkal kepada Allah SWT. Berdo’alah, koreksi diri, apa yang membuat diri kita bisa sampai gagal??? Jangan sampai kita berfikir bunuh diri, ngga ada gunanya. Mungkin memang di saat-saat pengumuman kelulusan, jika ada di antara kita yang tidak lulus, itu hanya karena kita kurang tawakkal kepada Allah. Jangan nyerah!! Jangan patah semangat!! Tetap berjuang!! Dan yakinlah kalian pasti bisa!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3847203946914939958-2259811637380576491?l=cintaku-loveyou.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/feeds/2259811637380576491/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/2009/06/lulus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3847203946914939958/posts/default/2259811637380576491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3847203946914939958/posts/default/2259811637380576491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/2009/06/lulus.html' title='LULUS....!!!!'/><author><name>my love</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03585437615001367745</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_1UvEn9BN05M/Smle78z0p2I/AAAAAAAAAPk/-R5VUz4OxWs/S220/Foto091.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3847203946914939958.post-7541728392665950047</id><published>2009-05-29T06:56:00.000-07:00</published><updated>2009-05-29T07:03:06.290-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sak Karep mu...'/><title type='text'>Surat Tentang pornoGRAFI/AKSI</title><content type='html'>&lt;style type="text/css"&gt;  &lt;!--   @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm }   P { margin-bottom: 0.21cm }  --&gt;  &lt;/style&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" lang="id-ID"&gt;&lt;i&gt;Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.99cm; margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.99cm; margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="id-ID"&gt; &lt;i&gt;Duhai sahabat,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.99cm; margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Fenomena yang terjadi dilingkungan kita kini semakin memprihatinkan. Banyak di antara kita yang &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;dengan sengaja maupun tidak sengaja menonton film-film yang berbau PORNOGRAFI, atau sekedar foto-fotonya saja. Hal ini merupakan suatu kesalahan yang sangat fatal. Ini juga merupakan salah satu zina mata yang kita lakukan dalam sepanjang perjalanan hidup kita. Bahkan fenomenanya pula, yang lebih fatal lagi kesalahan yang kita perbuat adalah, secara ngga sengaja kita juga meracuni otak-otak anak-anak di bawah umur melihat maksiat itu. Bayangkan, apa yang terjadi bila negeri yang mayoritas beragama ISLAM ini lama-kelamaan semakin terpengaruh budaya orang-orang kafir yang menganggap perzinaan itu atau bisa kita bilang Bokep merupakan hal yang wajib untuk kita lihat? Niscaya negeri kita ini akan hancur. Apakah belum sadar juga dalam benak kalian para pewaris tahta kemerdekaan dan jiwa muslim yang perkasa mengenai banyaknya bencana yang terjadi di negeri kita tercinta ini? Ingatlah akan bencana Tsunami yang terjadi beberapa tahun lalu di Aceh. Kalian tau, Aceh merupakan provinsi yang di sebut-sebutsebagai serambi Mekkah, nyatanya masih juga banyak kegiatan-kegiatan yang menyimpang dari Islam. Dari kabar yang di dapat dari seorang alim ulama, ustadz dari Aceh, yang namanya tidak akan di sebutkan, beliau bilang, bahwa di Aceh sendiri, biarpun nama yang terkenal dengan sebutan serambi Mekkah, tapi orang-orang di sana itu setelah melaksanakan sholat, mereka mabuk-mabukan. Bahkan kalau para remaja-remajanya, dipantai itu, hampir setiap malam mengadakan pesta, foya-foya, lelaki maupun perempuan bercampur dalam satu kegiatan yang menyesatkan. Dan itu tidak terjadi hanya oleh kalangan remaja, bahkan yang tua pun demikian. Betapa hancurnya negara kita bila kita hanya menghabiskan waktu senggang hanya untuk sekedar melakukan kegiatan maksiat, bukannya untuk berdzikir atau mengkaji Al-Qur’an, melainkan kegiatan yang hanya menimbulkan dosa besar. Dan nerakalah tempat kembali yang baik buat mereka. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.99cm; margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Atau yang terjadi di Situ Gintung. Tanggul yang jebol. Genangan air bercampur dengan lumpur mengalir begitu derasnya hingga menghanyutkan dan&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; meratakan puluhan rumah dan puluhan pula anggota keluarga yang kehilangan keluarganya. Tapi ada satu keajaiban yang merupakan petunjuk dari Allah agar kita tersadar akan kuasa Allah, yakni, musholla kecil yang bangunannya bila di perhatikan hampir runtuh malah tetap berdiri tegak di tengah-tengah ratanya puluhan rumah kokoh yang mengelilinginya. Baitullah, Subhanallah. Masih  berdiri dengan kokoh mengalahkan bangunan rumah-rumah yang di bagun dengan kokoh namun hancur merata dengan tanah. Suatu peringatan dari Allah untuk mengingatkan umatnya tetap ingat akan kuasa Allah. Dari sini saya mendengar dari nara sumber seorang penghuni daerah tersebut, bahwa tanggul yang membendung danau di Situ Gintung tersebut memang sudah tua dan hampir tidak terawat, sehingga banyak anak-anak muda yang melaksanakan kegiatan pacaran di tempat tersebut. Sekali lagi zina, maksiat, yang lebih memprihatinkan lagi adalah tempat itu merupakan tempat an memang dijadikan sebagai lokalisasi tempat orang-orang berzina. Subhanallah, na’udzubillahiminsyarri dzalik, seharusnya kita jauhi tempat-tempat seperti itu. Tempat mabuk-mabukan. Dan ada lagi issu yang beredar, bahwa bangunan bendungan itu mendapat dana dari pemerintah pusat untuk supaya segera diperbaiki. Tapi hasilnya nihil. Pihak penanggung jawab angkat tangan setelah mengkorupsi alias &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;i&gt;nilep&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; uang yang bukan haknya, uang yang seharusnya digunakan untuk membenahi bendungan yang mulai rapuh. Ini merupakan kejelekan masyarakat kita di Indonesia. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.99cm; margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Atau yang lebih parahnya lagi, bangsa kita malah bangga mempun&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;yai tempat lokalisasi, tempat berkumpulnya perzinaan yang terbesar di Asia Tenggara, yang biasa disebut-sebut dengan nama Dolly. Sungguh satu kesalahan yang amat sangat fatal. Buaknnya menutup tempat tersebut, malah membangga-banggakan besarnya tempat tersebut. Ini menunjukkan bahwa seberapa besar kebobrokan akhlak yang dialami oleh bangsa kita. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.99cm; margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Pornografi semakin meluap. Banyak di antara kita, di sekolah-sekolah SMA, SMK, bahkan masih SMP, membuat film-film tentang melakukan perzinaan sendiri, yang mana mereka dengan sengaja ataupun tidak sengaja di sebar luaskan didepan umum. Mereka benar-benar tidak punya rasa malu, hal itu sama dengan bodoh. Sungguh hal yang tidak wajar di kalangan pemuda. Sungguh benar-benar merusak diri-diri kita. Masa depan yang yang terlihat semakin suram. Tidakkah akan berhenti hal yang semacam itu? Bahkan ada di salah satu sekolah SMA negeri yang membuat suatu album dalam pembuatan film-film porno yang pemerannya adalah siswa-siswi dari kalangan sekolah mereka sendiri. Betapa rusaknya diri-diri mereka. Mereka diracuni oleh budaya-budaya orang-orang kafir yang berwatak amat sangat bodoh. Mereka bertingkah seperti hewan, bahkan lebih buruk dari yang namanya Anjing.  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.99cm; margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Pernahkah kalian mendengar orang menjawab ketika ditanyai pendapat masalah film-film pornografi seperti ini, “film itukan juga ada gunanya, untuk pembelajaran bagi para remaja untuk pelajaran mengenai biologi atau bisa kita bilang proses pembentukan pembuahan pada manusia. Nah makanya kita buat fil&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;m-film ini sebagai media pembelajaran...”. jawaban yang sungguh tidak masuk akal, jawaban yang sungguh benar-benar bodoh. Sekarang coba kita feedback kembali, kita lihat lagi sejarah pada zaman Nabi. Di zaman tersebut apakah ada yang namanya pembelajaran mengenai hal itu? Apakah ada yang namanya film atau kamera? Tentu belum ada. Tapi, meskipun mereka tidak perlu di beri tahu atau diberi contoh, saat mereka telah menikah, nyatanya bisa melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan. Dan jawaban orang yang seperti saya sebutkan tadi, hanyalah alasan orang-orang kafir yang berusaha merusak akhlak orang-orang muslim. itulah mereka, selalu berusaha untuk merusak akhlak para pemuda-pemudi Muslim. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.99cm; margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Mengenai permasalahan dalam perdebatan tentang Pornografi memang tidak akan ada habisnya. Sebab, masih banyak juga di antara kita yang masih menyetujui tentang  hal itu. &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;i&gt;Freesex &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;masih banyak yang melakukan di tempat-tempat lokalisasi. Bahkan ada pula para petinggi-petinggi negara sendiri yang melakukan tindakan bodoh itu. Allah telah menurunkan penyakit yang sangat membahayakan, yakni HIV AIDS. Ini merupakan salah satu peringatan bagi mereka yang senang melakukan hal itu. Tapi apa? Mereka malah mencari-cari solusi sebagai penangkal Virus HIV saat mereka melakukan &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;i&gt;freesex&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;. Kondom salah satunya. Kondom sebagai pelindung kelamin saat melakukan hubungan intim. Kondom merupakan salah satu upaya orang-orang kafir untuk menghindari virus HIV AIDS saat melakukan &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;i&gt;freesex&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;. Hal inilah yang menambah banyaknya manusia dalam melakukan &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;i&gt;freesex&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;. Dan jika hal itu semakin banyak bertambah terjadi, ujung-ujungnya bayi yang ada di rahim sang perempuan diAborsi. Nah satu lagi kesalahan yang di buat oleh manusia. Pornografi maupun Pornoaksi sama-sama membawa kerugian yang fatal dalam kehidupan, bertambah dosa dan nerakalah tempat mereka tinggal kelak di akhirat. Hanya sekedar memuaskan nafsu belaka. Tapi kelak kan juga membawa bencana. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.99cm; margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Na’udzubillahiminsyarri dzalik. Adapun kaum &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Hawa saat ini sedang gencar-gencarnya memperlihatkan keindahan pahanya, memakai celana-celana pendek, ataupun rok-rok mini yang mana bisa menarik perhatian kaum Adam. Sadarkah mereka bahwa sesungguhnya mereka telah terjerat oleh bisikan-bisikan setan yang menyesatkan mereka menuju neraka jahannam? Mungkin tidak. Sebab mereka sudah merasa bahwa hal itulah yang saat ini sedang nge-&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;i&gt;tren&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;, kalau tidak begitu berarti ketinggalan jaman buat mereka. Justru memprlihatkan aurat adalah orang-orang yang ketinggalan jaman. Sebab saat ini, jaman yang saat ini, bukan lagi jamannya orang-orang primitif yang kekurangan bahan-bahan pakaian. Jaman dimana segalanya telah di sediakan apapun kebutuhan-kebutuhan yang kita perlukan sehari-hari. Apalagi yang namanya kain. Itu dah ngga telalu sulit untuk mencarinya. Bahkan membelinya pun harga bisa dijangkau. Tapi kenapa sekarang yang ada malah pakaian-pakaian yang minim-minim yang selalu dipakai dalam kehidupan sehari-hari? Tidakkah mereka sadar dengan bencana-bencana alam yang akhir-akhir ini sering melanda di Negeri kita ini? Tidakkah mereka sadar hal itu adalah merupakan suatu peringatan dari Allah SWT, bahwa Allah SWT tidak akan segan-segan memusnahkan suatu wilayah atau negara sekalipun bila kita ataupun masyarakatnya melakukan kelakuan-kelakuan yang menyimpang dari ajaran-ajaran Islam?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.99cm; margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Sadarlah kalian pemuda dan pemudi! Saat ini kiamat sudah dekat. Persiapkan diri-diri kalian untuk menghadapi ujian kelak di hari penimbangan amalan yang berdosa dan amalan yang berpahala. Hentikan kegiatan kalian yang sedang berzina, memperlihatkan aurat, telanjang didepan lawan jenis, sesungguhnya hal itu hanya akan menyesatkan diri-diri kalian sendiri. Janganlah kalian saling menzolimi diri-diri kalian sendiri dan orang lain. Jangan kalian menjauh dari Allah SWT. Lebihlah dekat denganNYA dan Rasul-RasulNYA. Sesungguhnya Allah maha pengampun dan penyayang. Allah tau apa yang kita lakukan karena hanya Ialah yang maha mengetahui. Bertaubatlah! Selagi kiamat belum benar-benar menerjang. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.99cm; margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;i&gt;Demikianlah surat yang kami pastkan kapada kalian. Jika kalian merasa bukan dari golongan orang-orang diatas, bersujudlah, bersyukurlah, ucapkan kalimat syahadat dan beristighfarlah&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;i&gt;, dan ucapkanlah Alhamdulillah. Namun jika kalian adalah salah satu dari mereka, sandarkanlah tubuhmu pada dinding, tersenyumlah akan kesalahan yang telah engkau perbuat, hadapkan tubuhmu menghadap kiblat dan ucapkan “Subhanallah aku telah murka kepadaMu, aku telah menjauhiMu, aku telah menyimpangiMu, aku telah mengingkari janjiku kepadaMu, aku telah menzolimiMu, aku telah berzina didepanMu... Ya Allah, ampunilah segala dosa-dosaku ang ku senaja maupun tidak, engkaulah Tuhan segala alam semesta, tiada sekutu bagiMu. Dan Muhammad adalah Rasulallah yang mulia, Engkaulah yang Maha Pengasih, Maha Pengampun, dan Maha Penyayang”.  &lt;/i&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.99cm; margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;i&gt;Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(dari orang yang merindukan akan musnahnya kedzoliman, perzinaan dan kebodohan pada diri manusia...) &lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;keep smile moslem always is the best!!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3847203946914939958-7541728392665950047?l=cintaku-loveyou.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/feeds/7541728392665950047/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/2009/05/surat-tentang-pornografiaksi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3847203946914939958/posts/default/7541728392665950047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3847203946914939958/posts/default/7541728392665950047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/2009/05/surat-tentang-pornografiaksi.html' title='Surat Tentang pornoGRAFI/AKSI'/><author><name>my love</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03585437615001367745</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_1UvEn9BN05M/Smle78z0p2I/AAAAAAAAAPk/-R5VUz4OxWs/S220/Foto091.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3847203946914939958.post-3768506740746395829</id><published>2009-05-08T04:01:00.000-07:00</published><updated>2010-04-15T07:35:09.321-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengetahuan'/><title type='text'>Catatan Fosil Membantah Evolusi</title><content type='html'>&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Menurut teori evolusi, setiap spesies hidup berasal dari                satu nenek moyang. Spesies yang ada sebelumnya lambat laun berubah                menjadi spesies lain, dan semua spesies muncul dengan cara ini.                Menurut teori tersebut, perubahan ini berlangsung sedikit demi sedikit                dalam jangka waktu jutaan tahun. &lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Dengan demikian, maka seharusnya pernah terdapat sangat                banyak spesies peralihan selama periode perubahan yang panjang ini.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Sebagai contoh, seharusnya terdapat beberapa jenis makhluk                setengah ikan - setengah reptil di masa lampau, dengan beberapa                ciri reptil sebagai tambahan pada ciri ikan yang telah mereka miliki.                Atau seharusnya terdapat beberapa jenis burung-reptil dengan beberapa                ciri burung di samping ciri reptil yang telah mereka miliki. Evolusionis                menyebut makhluk-makhluk imajiner yang mereka yakini hidup di masa                lalu ini sebagai "bentuk transisi".&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Jika binatang-binatang seperti ini memang pernah ada,                maka seharusnya mereka muncul dalam jumlah dan variasi sampai jutaan                atau milyaran. Lebih penting lagi, sisa-sisa makhluk-makhluk aneh                ini seharusnya ada pada catatan fosil. Jumlah bentuk-bentuk peralihan                ini pun semestinya jauh lebih besar daripada spesies binatang masa                kini dan sisa-sisa mereka seharusnya ditemukan di seluruh penjuru                dunia. Dalam &lt;em&gt;The Origin of Species&lt;/em&gt;, Darwin menjelaskan:&lt;/p&gt;             &lt;blockquote style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                &lt;p class="hyg"&gt;"Jika teori saya benar, pasti pernah terdapat jenis-jenis                  bentuk peralihan yang tak terhitung jumlahnya, yang mengaitkan                  semua spesies dari kelompok yang sama…. Sudah tentu bukti keberadaan                  mereka di masa lampau hanya dapat ditemukan pada peninggalan-peninggalan                  fosil."                   &lt;a name="1."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;/blockquote&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Bahkan Darwin sendiri sadar akan ketiadaan bentuk-bentuk                peralihan tersebut. Ia berharap bentuk-bentuk peralihan itu akan                ditemukan di masa mendatang. Namun di balik harapan besarnya ini,                ia sadar bahwa rintangan utama teorinya adalah ketiadaan bentuk-bentuk                peralihan. Karena itulah dalam buku The Origin of Species, pada                bab "Difficulties of the Theory" ia menulis:&lt;/p&gt;             &lt;blockquote style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                &lt;p class="hyg"&gt;... Jika suatu spesies memang berasal dari spesies                  lain melalui perubahan sedikit demi sedikit, &lt;b&gt;mengapa kita tidak                  melihat sejumlah besar bentuk transisi di mana pun?&lt;/b&gt; Mengapa                  alam tidak berada dalam keadaan kacau-balau, tetapi justru seperti                  kita lihat, spesies-spesies hidup dengan bentuk sebaik-baiknya?....                  Menurut teori ini harus ada bentuk-bentuk peralihan dalam jumlah                  besar, tetapi mengapa kita tidak menemukan mereka terkubur di                  kerak bumi dalam jumlah tidak terhitung?.... Dan pada daerah peralihan,                  yang memiliki kondisi hidup peralihan, mengapa sekarang tidak                  kita temukan jenis-jenis peralihan dengan kekerabatan yang erat?                  Telah lama kesulitan ini sangat membingungkan saya.                  &lt;a name="2."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;/blockquote&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Satu-satunya penjelasan Darwin atas hal ini adalah bahwa                catatan fosil yang telah ditemukan hingga kini belum memadai. Ia                menegaskan jika catatan fosil dipelajari secara terperinci, mata                rantai yang hilang akan ditemukan.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Karena mempercayai ramalan Darwin, kaum evolusionis telah                berburu fosil dan melakukan penggalian mencari mata rantai yang                hilang di seluruh penjuru dunia sejak pertengahan abad ke-19. Walaupun                mereka telah bekerja keras, &lt;b&gt;tak satu pun bentuk transisi ditemukan&lt;/b&gt;.                Bertentangan dengan kepercayaan evolusionis, semua fosil yang ditemukan                justru membuktikan bahwa kehidupan muncul di bumi secara tiba-tiba                dan dalam bentuk yang telah lengkap. Usaha mereka untuk membuktikan                teori evolusi justru tanpa sengaja telah meruntuhkan teori itu sendiri.&lt;/p&gt;             &lt;center style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;               &lt;/center&gt;               &lt;table style="color: rgb(0, 0, 0);" align="center" bgcolor="#eeeedd" border="1" bordercolor="#eeeedd" cellpadding="10" cellspacing="0" width="490"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td&gt; &lt;center&gt;                       &lt;p class="baslik2"&gt;Fosil-Fosil Hidup&lt;/p&gt;                       &lt;p class="resimalti"&gt;Teori evolusi menyatakan bahwa spesies                          makhluk hidup terus-menerus berevolusi menjadi spesies                          lain. Namun ketika kita membandingkan makhluk hidup dengan                          fosil-fosil mereka, kita melihat bahwa mereka tidak berubah                          setelah jutaan tahun. Fakta ini adalah bukti nyata yang                          meruntuhkan pernyataan evolusionis.&lt;/p&gt;                       &lt;table align="center" border="0" width="100%"&gt;                         &lt;tbody&gt;                           &lt;tr&gt;                              &lt;td width="245" height="118"&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/66m.jpg" border="1" width="130" height="150" /&gt;&lt;br /&gt;                               &lt;span class="resimalti"&gt;Lebah madu hidup tidak berbeda                                  dengan fosil kerabatnya yang berumur jutaan tahun                                  lalu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;td width="211" height="118"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/66b.jpg" border="1" width="174" height="200" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                           &lt;tr&gt;                              &lt;td height="126"&gt; &lt;p class="resimalti" align="center"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/66z.jpg" width="131" height="150" /&gt;&lt;br /&gt;                               Fosil capung berumur 135 juta tahun tidak berbeda                                  dengan kerabat modernnya.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;td height="126"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/66a.jpg" border="1" width="174" height="200" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                         &lt;/tbody&gt;                       &lt;/table&gt;                     &lt;/center&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Seorang ahli paleontologi Inggris ternama, Derek V. Ager,                mengakui fakta ini meskipun dirinya seorang evolusionis:&lt;/p&gt;             &lt;blockquote style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                &lt;p class="hyg"&gt;Jika kita mengamati catatan fosil secara terperinci,                  baik pada tingkat ordo maupun spesies, maka yang selalu kita temukan                  &lt;b&gt;bukanlah evolusi bertahap, namun ledakan tiba-tiba satu kelompok                  makhluk hidup yang disertai kepunahan kelompok lain&lt;/b&gt;.                   &lt;a name="3."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;/blockquote&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Ahli paleontologi evolusionis lainnya, Mark Czarnecki,                berkomentar sebagai berikut:&lt;/p&gt;             &lt;blockquote style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                &lt;p class="hyg"&gt;Kendala utama dalam membuktikan teori evolusi selama                  ini adalah catatan fosil; jejak spesies-spesies yang terawetkan                  dalam lapisan bumi. Catatan fosil belum pernah mengungkapkan jejak-jejak                  jenis peralihan hipotetis Darwin -&lt;b&gt; sebaliknya, spesies muncul                  dan musnah secara tiba-tiba.&lt;/b&gt; Anomali ini menguatkan argumentasi                  kreasionis*) bahwa setiap spesies diciptakan oleh Tuhan.                   &lt;a name="4."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;/blockquote&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Mereka juga harus mengakui ke-sia-siaan menunggu kemunculan                bentuk-bentuk transisi yang "hilang" di masa mendatang, seperti                yang dijelaskan seorang profesor paleontologi dari Universitas Glasgow,                T. Neville George:&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Tidak ada gunanya lagi menjadikan keterbatasan catatan                fosil sebagai alasan. Entah bagaimana, catatan fosil menjadi berlimpah                dan hampir tidak dapat dikelola, dan penemuan bermunculan lebih                cepat dari pengintegrasian... &lt;b&gt;Bagaimanapun, akan selalu ada kekosongan                pada catatan fosil.&lt;/b&gt;                 &lt;a name="5."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;                          &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;Kehidupan Muncul di Muka Bumi dengan                Tiba-Tiba dan dalam Bentuk Kompleks&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Ketika lapisan bumi dan catatan fosil dipelajari, terlihat                bahwa semua makhluk hidup muncul bersamaan. Lapisan bumi tertua                tempat fosil-fosil makhluk hidup ditemukan adalah Kambrium, yang                diperkirakan berusia 500-550 juta tahun.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Catatan fosil memperlihatkan, makhluk hidup yang ditemukan                pada lapisan bumi periode Kambrium muncul dengan tiba-tiba - tidak                ada nenek moyang yang hidup sebelumnya. Fosil-fosil di dalam batu-batuan                Kambrium berasal dari siput, trilobita, bunga karang, cacing tanah,                ubur-ubur, landak laut dan invertebrata kompleks lainnya. Beragam                makhluk hidup yang kompleks muncul begitu tiba-tiba, sehingga literatur                geologi menyebut kejadian ajaib ini sebagai "Ledakan Kambrium" (Cambrian                Explosion).&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Sebagian besar bentuk kehidupan yang ditemukan dalam                lapisan ini memiliki sistem kompleks seperti mata, insang, sistem                peredaran darah, dan struktur fisiologis maju yang tidak berbeda                dengan kerabat modern mereka. Misalnya, struktur mata majemuk berlensa                ganda dari trilobita adalah suatu keajaiban desain. David Raup,                seorang profesor geologi di Universitas Harvard, Universitas Rochester                dan Universitas Chicago mengatakan:&lt;b&gt; "Trilobita memiliki desain                optimal, hingga dibutuhkan seorang rekayasawan optik yang sangat                terlatih dan sangat imajinatif jika ingin membuatnya di masa kini"&lt;/b&gt;.&lt;a href="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/keruntuhan4.php#6"&gt; &lt;/a&gt;&lt;a name="6."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Binatang-binatang invertebrata kompleks ini muncul secara                tiba-tiba dan sempurna tanpa memiliki kaitan atau bentuk transisi                apa pun dengan organisme bersel satu yang merupakan satu-satunya                bentuk kehidupan di bumi sebelum mereka.&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Richard Monastersky, editor Earth Sciences, salah satu                terbitan populer dalam literatur evolusionis, memberikan pernyataan                di bawah ini mengenai "Ledakan Kambrium" yang muncul sebagai kejutan                besar bagi evolusionis:&lt;/p&gt;             &lt;blockquote style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                &lt;p class="hyg"&gt;Setengah milyar tahun lalu, binatang-binatang dengan                  bentuk-bentuk sangat kompleks seperti yang kita lihat pada masa                  kini muncul secara tiba-tiba. Momen ini, tepat di awal Periode                  Kambrium Bumi sekitar 550 juta tahun lalu, menandai ledakan evolusioner                  yang mengisi lautan dengan makhluk-makhluk hidup kompleks pertama                  di dunia. Filum binatang besar masa kini ternyata telah ada di                  awal masa Kambrium. Binatang-binatang pertama itu pun berbeda                  satu sama lain sebagaimana binatang-binatang saat ini.                   &lt;a name="7."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;/blockquote&gt;             &lt;center style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;               &lt;/center&gt;               &lt;table style="color: rgb(0, 0, 0);" align="center" bgcolor="#eeeedd" border="1" bordercolor="#eeeedd" cellpadding="10" cellspacing="0" width="494"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="470" height="418"&gt; &lt;div align="center"&gt;                        &lt;p class="baslik2"&gt;Mata Trilobita&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="resimalti"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/71b.jpg" align="left" width="150" height="233" hspace="5" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Trilobita                          yang muncul secara tiba-tiba pada periode Kambrium memiliki                          struktur mata yang sangat kompleks. Mata ini terdiri dari                          jutaan partikel kecil menyerupai sarang lebah dan sebuah                          sistem lensa ganda. Sebagaimana ungkapan David Raup, seorang                          profesor geologi, mata ini merupakan "sebuah desain optimal,                          hingga dibutuhkan seorang rekayasawan optik yang sangat                          terlatih dan sangat imajinatif jika ingin membuatnya di                          masa kini". &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/71.jpg" align="right" width="160" height="117" hspace="5" /&gt;&lt;/span&gt;Mata ini                          muncul 530 juta tahun lalu dalam kondisi sempurna. Tidak                          diragukan lagi, kemunculan secara tiba-tiba dari desain                          menakjubkan ini tidak dapat dijelaskan dengan evolusi,                          dan membuktikan adanya penciptaan.&lt;/p&gt;                       &lt;p class="hyg"&gt;Lebih jauh lagi, struktur mata trilobita tetap                          bertahan hingga sekarang tanpa ada perubahan sedikit pun.                          Beberapa serangga seperti lebah dan capung memiliki struktur                          mata yang sama dengan trilobita.*) Keadaan ini menggugurkan                          anggapan evolusionis bahwa makhluk hidup ber-evolusi secara                          progresif dari bentuk primitif ke bentuk kompleks. &lt;/p&gt;                     &lt;/div&gt;                     &lt;hr align="left" width="50%"&gt;                     &lt;span class="dipnot"&gt;(*) R. L. Gregory, Eye and Brain: The Physiology                      of Seeing, Oxford University Press, 1995, s. 31.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Bagaimana bumi ini dipenuhi berbagai jenis binatang secara tiba-tiba                dan bagaimana spesies-spesies yang berbeda-beda ini muncul tanpa                nenek moyang yang sama adalah pertanyaan yang masih belum terjawab                oleh evolusionis. Richard Dawkins, ahli zoologi Oxford, salah satu                pembela evolusionis terkemuka di dunia, berkomentar mengenai realitas                ini:&lt;/p&gt;             &lt;blockquote style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;                &lt;p class="hyg"&gt;Sebagai contoh, lapisan batuan Kambrium yang berumur                  sekitar 600 juta tahun, adalah lapisan tertua di mana kita menemukan                  sebagian besar kelompok utama invertebrata. Dan kita dapati sebagian                  besarnya telah berada pada tahap lanjutan evolusi, saat pertama                  kali mereka muncul. &lt;b&gt;Mereka seolah-olah ditempatkan begitu saja                  di sana, tanpa proses evolusi.&lt;/b&gt; Tentu saja, kesimpulan tentang                  kemunculan tiba-tiba ini menggembirakan kreasionis.&lt;a name="8."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;/blockquote&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Dawkins terpaksa mengakui, "Ledakan Kambrium" adalah                bukti kuat adanya penciptaan, karena penciptaan adalah satu-satunya                penjelasan mengenai kemunculan bentuk-bentuk kehidupan yang sempurna                secara tiba-tiba di bumi ini. Douglas Futuyma, ahli biologi evolusionis                terkemuka mengakui fakta ini dan mengatakan: "Organisme muncul di                muka bumi dengan dua kemungkinan: dalam bentuk yang telah sempurna                atau tidak sempurna. Jika muncul dalam bentuk tidak sempurna, mereka                pasti telah berkembang dari spesies yang telah ada sebelumnya melalui                proses modifikasi. Jika &lt;b&gt;mereka memang muncul dalam keadaan sudah                berkembang sempurna, mereka pasti telah diciptakan oleh suatu kecerdasan                dengan kekuasaan tak terbatas."&lt;/b&gt;                &lt;a name="9."&gt;&lt;/a&gt;Darwin sendiri menyadari kemungkinan ini ketika menulis:                "Jika banyak spesies benar-benar muncul dalam kehidupan secara serempak                dari genera atau famili-famili yang sama, &lt;b&gt;fakta ini akan berakibat                fatal bagi teori penurunan dengan modifikasi perlahan-lahan melalui                seleksi alam."&lt;/b&gt;                &lt;a name="10."&gt;&lt;/a&gt;Agaknya, periode Kambrium merupakan "pukulan mematikan"                bagi Darwin. Inilah yang membuat seorang ahli paleo-antropologi                evolusionis dari Swiss, Stefan Bengston, mengakui ketiadaan mata                rantai transisi saat ia menjelaskan tentang periode Kambrium. Ia                mengatakan: "Peristiwa yang mengecewakan (dan memalukan) bagi Darwin                ini masih membingungkan kami".                &lt;a name="11."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="hyg"&gt;Seperti yang kita pahami, catatan fosil menunjukkan bahwa                makhluk hidup tidak berevolusi dari bentuk primitif ke bentuk yang                lebih maju, tetapi muncul secara tiba-tiba dan dalam keadaan sempurna.                Ringkasnya, makhluk hidup tidak muncul melalui evolusi, tetapi diciptakan.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3847203946914939958-3768506740746395829?l=cintaku-loveyou.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/feeds/3768506740746395829/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/2009/05/catatan-fosil-membantah-evolusi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3847203946914939958/posts/default/3768506740746395829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3847203946914939958/posts/default/3768506740746395829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/2009/05/catatan-fosil-membantah-evolusi.html' title='Catatan Fosil Membantah Evolusi'/><author><name>my love</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03585437615001367745</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_1UvEn9BN05M/Smle78z0p2I/AAAAAAAAAPk/-R5VUz4OxWs/S220/Foto091.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3847203946914939958.post-7390205332706929991</id><published>2009-05-08T03:57:00.000-07:00</published><updated>2009-05-08T03:59:34.117-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengetahuan'/><title type='text'>Mekanisme Khayalan Teori Evolusi</title><content type='html'>&lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Model neo-Darwinis, yang dapat kita anggap                sebagai teori evolusi yang "paling diakui" saat ini, menyatakan                bahwa kehidupan telah mengalami perubahan atau berevolusi melalui                dua mekanisme alamiah: "seleksi alam" dan "mutasi". Dasar teori                ini sebagai berikut: seleksi alam dan mutasi adalah dua mekanisme                yang saling melengkapi. Modifikasi evolusioner berasal dari mutasi                secara acak yang terjadi pada struktur genetis makhluk hidup. Sifat-sifat                yang ditimbulkan oleh mutasi kemudian diseleksi melalui mekanisme                seleksi alam dan dengan demikian makhluk hidup berevolusi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Akan tetapi jika teori ini kita teliti                lebih jauh, ternyata mekanisme evolusi semacam ini tidak ada sama                sekali, sebab tidak ada kontribusi dari seleksi alam maupun mutasi                kepada pernyataan bahwa beragam spesies telah berevolusi dan berubah                dari satu spesies menjadi spesies yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                          &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;Seleksi Alam&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Sebagai suatu proses alamiah, seleksi                alam telah dikenal ahli biologi sebelum Darwin, yang mendefinisikannya                sebagai "mekanisme yang menjaga agar spesies tidak berubah tanpa                menjadi rusak". Darwin adalah orang pertama yang mengemukakan bahwa                proses ini memiliki kekuatan evolusi. Ia kemudian membangun seluruh                teorinya berlandaskan pernyataan tersebut. Seleksi alam sebagai                dasar teori Darwin ditunjukkan oleh judul yang ia berikan pada bukunya:                &lt;em&gt;The Origin of Species, by means of Natural Selection&lt;/em&gt;....&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Akan tetapi, sejak masa Darwin, tidak                pernah dikemukakan sebuah bukti pun yang menunjukkan bahwa seleksi                alam telah menyebabkan makhluk hidup berevolusi. Colin Patterson,                seorang ahli paleontologi senior pada Museum of Natural History                di Inggris, yang juga seorang evolusionis terkemuka, menegaskan                bahwa seleksi alam tidak pernah ditemukan memiliki kekuatan yang                menyebabkan sesuatu berevolusi:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;blockquote&gt;                &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;&lt;a name="1."&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Tidak seorang pun                  pernah menghasilkan suatu spesies melalui mekanisme seleksi alam,&lt;/b&gt;                  bahkan sekadar untuk mendekatinya. Kebanyakan perdebatan dalam                  neo-Darwinisme sekarang ini adalah seputar pertanyaan ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;/blockquote&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Seleksi alam menyatakan bahwa makhluk-makhluk                hidup yang lebih mampu menyesuaikan diri dengan kondisi alam habitatnya                akan mendominasi dengan cara memiliki keturunan yang mampu bertahan                hidup, sebaliknya yang tidak mampu akan punah. Sebagai contoh, dalam                sekelompok rusa yang hidup di bawah ancaman hewan pemangsa, secara                alamiah rusa-rusa yang mampu berlari lebih kencang akan bertahan                hidup. Itu memang benar. Akan tetapi, hingga kapan pun proses ini                berlangsung, tidak akan membuat rusa-rusa tersebut menjadi spesies                lain. Rusa akan tetap menjadi rusa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Kita akan melihat bahwa contoh-contoh                seleksi alam yang dikemukakan evolusionis tidak lain hanyalah usaha                untuk mengelabui.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;"Penggelapan Warna karena Pengaruh                Industri"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Pada tahun 1986, Douglas Futuyma menerbitkan                sebuah buku, &lt;em&gt;The Biology of Evolution&lt;/em&gt;, yang diterima sebagai                salah satu sumber paling eksplisit menjelaskan teori evolusi melalui                seleksi alam. Contohnya yang paling terkenal adalah mengenai warna                populasi ngengat, yang tampak menjadi lebih gelap selama Revolusi                Industri di Inggris. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Menurut kisahnya, pada awal Revolusi                Industri di Inggris, warna kulit batang pohon di sekitar Manchester                benar-benar terang. Karena itu, ngengat berwarna gelap yang hinggap                pada pohon-pohon tersebut mudah terlihat oleh burung-burung pemangsa,                sehingga mereka memiliki kemungkinan hidup yang rendah. Lima puluh                tahun kemudian, akibat polusi, warna kulit kayu menjadi lebih gelap,                dan saat itu ngengat berwarna cerah menjadi yang paling mudah diburu.                Akibatnya, jumlah ngengat berwarna cerah berkurang, sementara populasi                ngengat berwarna gelap meningkat karena mereka tidak mudah terlihat.                Evolusionis menggunakan ini sebagai bukti kuat teori mereka. Mereka                malah berlindung dan menghibur diri di balik etalase dengan menunjukkan                bahwa ngengat berwarna cerah "telah berevolusi" menjadi ngengat                berwarna gelap. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;table align="center" bgcolor="#eeeedd" border="1" bordercolor="#eeeedd" cellpadding="8" cellspacing="0" width="362"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td height="269"&gt; &lt;table align="center" border="0" width="45%"&gt;                       &lt;tbody&gt;                         &lt;tr&gt;                            &lt;td class="hyg"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/56.jpg" align="texttop" width="326" height="178" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                       &lt;/tbody&gt;                     &lt;/table&gt;                     &lt;p class="resimalti"&gt;Contoh penggelapan warna karena pengaruh                        industri jelas bukan bukti evolusi, sebab proses ini tidak                        memunculkan jenis ngengat baru. Seleksi hanya terjadi di                        antara varietas yang telah ada.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;p&gt;&lt;span class="hyg"&gt;eharusnya sudah sangat jelas bahwa keadaan ini                sama sekali tidak dapat digunakan sebagai bukti teori evolusi, karena                seleksi alam tidak memunculkan bentuk baru yang sebelumnya tidak                ada. Ngengat berwarna gelap sudah ada dalam populasi ngengat sebelum                Revolusi Industri. Yang berubah hanya proporsi relatif dari varietas                ngengat yang ada. Ngengat tersebut tidak mendapatkan sifat atau                organ baru, yang memunculkan "spesies baru". Sedangkan agar seekor                ngengat berubah menjadi spesies lain, menjadi burung misalnya, penambahan-penambahan                baru harus terjadi pada gen-gennya. Dengan kata lain, program genetis                yang sama sekali berbeda harus dimasukkan untuk memuat informasi                mengenai sifat-sifat fisik burung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Singkatnya, seleksi alam tidak mampu                menambahkan organ baru pada makhluk hidup, menghilangkan organ,                atau mengubah makhluk itu menjadi spesies lain. Hal ini sungguh                bertentangan dengan khayalan evolusionis. Bukti "terbesar" tadi                dikemukakan karena Darwin hanya mampu mencontohkan "Melanisme industri"                pada ngengat-ngengat di Inggris. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                          &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;Dapatkah Seleksi Alam Menjelaskan                Kompleksitas?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Seleksi alam sama sekali tidak memberikan                kontribusi kepada teori evolusi, sebab mekanisme ini tidak pernah                mampu menambah atau memperbaiki informasi genetis suatu spesies.                Seleksi alam juga &lt;b&gt;tidak dapat mengubah satu spesies menjadi spesies                &lt;/b&gt;lain: bintang laut menjadi ikan, ikan menjadi katak, katak menjadi                buaya, atau buaya menjadi bu-rung. Seorang pendukung fanatik teori                punctuated equilibrium, Gould, menyinggung kebuntuan seleksi alam                ini sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;blockquote&gt;                &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Intisari Darwinisme terdapat dalam                  sebuah kalimat: seleksi alam merupakan kekuatan yang menciptakan                  perubahan evolusi. Tak ada yang menyangkal bahwa seleksi alam                  akan berperan negatif dengan menghilangkan individu-individu yang                  lemah. Menurut teori Darwin, itu berarti pula seleksi alam memunculkan                  individu-individu kuat. &lt;a name="2."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;/blockquote&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Evolusionis juga menggunakan metode menyesatkan                lainnya dalam masalah seleksi alam: mereka berusaha menampilkan                mekanisme ini sebagai "perancang yang memiliki kesadaran". Akan                tetapi, &lt;b&gt;seleksi alam tidak memiliki kesadaran&lt;/b&gt;. Seleksi alam                tidak memiliki kehendak yang dapat menentukan apa yang baik dan                yang buruk bagi makhluk hidup. Karenanya, seleksi alam tidak dapat                menjelaskan sistem-sistem biologis dan organ-organ yang memiliki&lt;b&gt;                "kompleksitas tak tersederhanakan"&lt;/b&gt; (irreducible complexity).                Sistem-sistem dan organ-organ ini tersusun atas kerja sama sejumlah                besar bagian, dan tidak berfungsi jika ada satu saja bagian yang                hilang atau rusak. (Contohnya, mata manusia tidak berfungsi kecuali                jika semua detailnya ada). Jadi, kehendak yang menyatukan bagian-bagian                tersebut seharusnya mampu memperkirakan masa depan dan langsung                mengarah pada keuntungan yang perlu dicapai pada tahapan terakhir.                Karena seleksi alam tidak memiliki kesadaran atau kehendak, seleksi                alam tidak dapat melakukan hal seperti itu. Fakta ini, yang juga                menghancurkan pondasi teori evolusi, telah membuat Darwin khawatir:&lt;b&gt;                "Jika dapat ditunjukkan suatu organ kompleks, yang tidak mungkin                terbentuk melalui banyak modifikasi kecil bertahap, maka teori saya                akan sepenuhnya runtuh." &lt;/b&gt; &lt;a name="3."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;table align="center" bgcolor="#eeeedd" border="1" bordercolor="#eeeedd" cellpadding="8" cellspacing="0" width="504"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="484" height="280"&gt; &lt;div align="center"&gt;                        &lt;p class="resimalti"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/59b.jpg" border="1" vspace="5" width="256" height="200" hspace="5" /&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/59a.jpg" border="1" vspace="5" width="204" height="200" hspace="5" /&gt;&lt;br /&gt;                        Seleksi alam berperan sebagai mekanisme pengeliminasi                          individu-individu lemah dalam suatu spesies. Ini adalah                          kekuatan konservasi yang menjaga spesies yang ada dari                          kepunahan. Namun mekanisme ini tidak memiliki kemampuan                          mengubah satu spesies ke spesies lain.&lt;/p&gt;                     &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;p&gt;Seleksi alam hanya mengeliminir individu-individu suatu spesies                yang cacat, lemah atau tidak mampu beradaptasi dengan habitatnya.                Mekanisme ini tidak dapat menghasilkan spesies baru, informasi genetis                baru, atau organ-organ baru. Dengan demikian, seleksi alam tidak                mampu menyebabkan apa pun berevolusi. Darwin menerima kenyataan                ini dengan mengatakan: &lt;b&gt;"Seleksi alam tidak dapat melakukan apa                pun sampai variasi-variasi menguntungkan berkebetulan terjadi".&lt;/b&gt; &lt;a name="4."&gt;&lt;/a&gt;Karena itulah neo-Darwinisme harus                mengangkat mutasi sejajar dengan seleksi alam sebagai "penyebab                perubahan-perubahan menguntungkan". Akan tetapi, seperti yang akan                kita lihat, mutasi hanya dapat men-jadi "penyebab perubahan-perubahan                merugikan".&lt;/p&gt;                          &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;Mutasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Mutasi didefinisikan sebagai pemutusan                atau penggantian yang terjadi pada molekul DNA, yang terdapat dalam                inti sel makhluk hidup dan berisi semua informasi genetis. Pemutusan                atau penggantian ini diakibatkan pengaruh-pengaruh luar seperti                radiasi atau reaksi kimiawi. Setiap mutasi adalah "kecelakaan" dan                merusak nukleotida-nukleotida yang membangun DNA atau mengubah posisinya.                Hampir selalu, mutasi menyebabkan kerusakan dan perubahan yang sedemikian                parah sehingga tidak dapat diperbaiki oleh sel tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Mutasi, yang sering dijadikan tempat                berlindung evolusionis, bukan tongkat sihir yang dapat mengubah                makhluk hidup ke bentuk yang lebih maju dan sempurna. Akibat langsung                mutasi sungguh berbahaya. Perubahan-perubahan akibat mutasi hanya                akan be-rupa kematian, cacat dan abnormalitas, seperti yang dialami                oleh penduduk Hiroshima, Nagasaki dan Chernobyl. Alasannya sangat                sederhana: DNA memiliki struktur teramat kompleks, dan pengaruh-pengaruh                yang acak hanya akan menyebabkan kerusakan pada struktur tersebut.                B.G. Ranganathan menyatakan:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;blockquote&gt;                &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Mutasi bersifat kecil, acak dan berbahaya.                  Mutasi pun jarang terjadi dan kalau-pun terjadi, kemungkinan besar                  mutasi itu tidak berguna. Empat karakteristik mutasi ini menunjukkan                  bahwa mutasi tidak dapat mengarah pada perkembangan evolusioner.                  &lt;strong&gt;Suatu perubahan acak pada organisme yang sangat terspesialisasi                  bersifat tidak berguna atau membahayakan.&lt;/strong&gt; Perubahan acak                  pada sebuah jam tidak dapat memperbaiki, malah kemungkinan besar                  akan merusaknya atau tidak berpengaruh sama sekali. &lt;strong&gt;Gempa                  bumi tidak akan memperbaiki kota, tetapi menghancurkannya&lt;/strong&gt;. &lt;a name="5."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;/blockquote&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Tidak mengherankan, &lt;strong&gt;sejauh ini                tidak ditemukan satu mutasi pun yang berguna&lt;/strong&gt;. Semua mutasi                telah terbukti membahayakan. Seorang ilmuwan evolusionis, Warren                Weaver, mengomentari laporan The Committee on Genetic Effects of                Atomic Radiation, sebuah komite yang meneliti mutasi yang mungkin                disebabkan oleh senjata-senjata nuklir selama Perang Dunia II, sebagai                berikut:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;blockquote&gt;                &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Banyak orang akan tercengang oleh pernyataan                  bahwa hampir semua gen mu-tan yang diketahui ternyata membahayakan.                  Jika mutasi adalah bagian penting dalam proses evolusi, bagaimana                  mungkin sebuah efek yang baik - evolusi ke bentuk kehidupan lebih                  tinggi - berasal dari &lt;strong&gt;mutasi yang hampir semuanya berbahaya?&lt;/strong&gt;  &lt;a name="6."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;/blockquote&gt;                          &lt;table align="center" bgcolor="#eeeedd" border="1" bordercolor="#eeeedd" cellpadding="8" cellspacing="0" width="456"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td class="" width="436" height="128"&gt; &lt;div class="baslik2" align="center"&gt;Semua                        Mutasi Membahayakan &lt;/div&gt;                     &lt;div align="center"&gt;                        &lt;p class="resimalti"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/61q.jpg" border="1" vspace="5" width="206" height="200" hspace="5" /&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/61w.jpg" border="1" vspace="5" width="204" height="200" hspace="5" /&gt;&lt;br /&gt;                        &lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/61.jpg" border="1" vspace="5" width="154" height="200" hspace="5" /&gt;&lt;br /&gt;                        Kiri: Seekor lalat buah (drosophila) normal.&lt;br /&gt;                        Kanan: Seekor lalat buah dengan kaki tumbuh di kepala;                          mutasi akibat radiasi.&lt;br /&gt;                        Efek mutasi yang mengenaskan pada tubuh manusia. Bocah                          laki-laki di samping adalah korban kecelakaan instalasi                          nuklir Chernobyl.&lt;/p&gt;                     &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Setiap upaya untuk "menghasilkan mutasi yang menguntungkan"                berakhir dengan kegagalan. Selama puluhan tahun, evolusionis melakukan                berbagai percobaan untuk menghasilkan mutasi pada lalat buah, karena                serangga ini bereproduksi sangat cepat sehingga mutasi akan muncul                dengan cepat pula. Dari generasi ke generasi lalat ini telah dimutasikan,                tetapi mutasi yang menguntungkan tidak pernah dihasilkan. Seorang                ahli genetika evolusionis, Gordon Taylor, menulis:&lt;/p&gt;             &lt;blockquote&gt;                &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Pada ribuan percobaan pengembangbiakan                  lalat yang dilakukan di seluruh dunia selama lebih dari 50 tahun,                  tidak ada spesies baru yang muncul... bahkan satu enzim baru pun                  tidak.  &lt;a name="7."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;/blockquote&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Seorang peneliti lain, Michael Pitman,                berkomentar tentang kegagalan percobaan-percobaan yang dilakukan                terhadap lalat buah:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;blockquote&gt;               &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Morgan, Goldschmidt, Muller, dan                  ahli-ahli genetika lain telah menempatkan beberapa generasi lalat                  buah pada kondisi ekstrem seperti panas, dingin, terang, gelap                  dan perlakuan dengan zat kimia dan radiasi. Segala macam jenis                  mutasi, baik yang hampir tak berarti maupun yang positif merugikan,                  telah dihasilkan. Inikah evolusi buatan manusia? Tidak juga. Hanya                  sebagian kecil monster buatan ahli-ahli genetika tersebut yang                  mungkin mampu bertahan hidup di luar botol tempat mereka dikembangbiakkan.                  Pada kenyataannya, &lt;strong&gt;mutan-mutan tersebut mati, mandul,                  atau cenderung kembali ke bentuk asal&lt;/strong&gt;. &lt;a name="8."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;/blockquote&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Hal yang sama berlaku bagi manusia. Semua                mutasi yang teramati pada manusia mengakibatkan kerusakan berupa                cacat atau kelemahan fisik, misalnya &lt;strong&gt;mongolisme, sindroma                Down, albinisme, dwarfisme atau kanker&lt;/strong&gt;. Namun, para evolusionis                berusaha mengaburkan permasalahan, bahkan dalam buku-buku pelajaran                evolusionis contoh-contoh mutasi yang merusak ini disebut sebagai                "bukti evolusi". Tidak perlu dikatakan lagi, sebuah proses yang                menyebabkan manusia cacat atau sakit tidak mungkin menjadi "mekanisme                evolusi" - evolusi seharusnya menghasilkan bentuk-bentuk yang lebih                baik dan lebih mampu bertahan hidup.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Sebagai rangkuman, ada tiga alasan utama                mengapa mutasi tidak dapat dijadikan bukti yang mendukung pernyataan                evolusionis:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;h6 class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;&lt;strong&gt;1) Efek langsung dari mutasi                membahayakan&lt;/strong&gt;. Mutasi terjadi secara acak, karenanya mutasi                hampir selalu merusak makhluk hidup yang mengalaminya. Logika mengatakan                bahwa intervensi secara tak sengaja pada sebuah struktur sempurna                dan kompleks tidak akan mem-perbaiki struktur tersebut, tetapi merusaknya.                Dan memang, tidak per-nah ditemukan satu pun "mutasi yang bermanfaat".&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;             &lt;h6 class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;&lt;strong&gt;2) Mutasi tidak menambahkan                informasi baru pada DNA suatu organisme. &lt;/strong&gt;Partikel-partikel                penyusun informasi genetika terenggut dari tempatnya, rusak atau                terbawa ke tempat lain. Mutasi tidak dapat memberi makhluk hidup                organ atau sifat baru. Mutasi hanya meng-akibatkan ketidaknormalan                seperti kaki yang muncul di punggung, atau telinga yang tumbuh dari                perut.&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;&lt;strong&gt;3) Agar dapat diwariskan pada                generasi selanjutnya, mutasi harus terjadi pada sel-sel reproduksi                organisme tersebut.&lt;/strong&gt; Perubahan acak yang terjadi pada sel                biasa atau organ tubuh tidak dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya.                Sebagai contoh, mata manusia yang berubah aki-bat efek radiasi atau                sebab lain, tidak akan diwariskan kepada generasi-generasi berikutnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Singkatnya, makhluk hidup tidak mungkin                berevolusi karena di alam tidak ada mekanisme yang menyebabkannya.                Kenyataan ini sesuai dengan bukti-bukti catatan fosil, yang menunjukkan                bahwa skenario evolusi sangat menyimpang dari kenyataan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3847203946914939958-7390205332706929991?l=cintaku-loveyou.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/feeds/7390205332706929991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/2009/05/mekanisme-khayalan-teori-evolusi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3847203946914939958/posts/default/7390205332706929991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3847203946914939958/posts/default/7390205332706929991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/2009/05/mekanisme-khayalan-teori-evolusi.html' title='Mekanisme Khayalan Teori Evolusi'/><author><name>my love</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03585437615001367745</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_1UvEn9BN05M/Smle78z0p2I/AAAAAAAAAPk/-R5VUz4OxWs/S220/Foto091.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3847203946914939958.post-5997399537921951878</id><published>2009-05-08T03:49:00.000-07:00</published><updated>2009-05-08T03:52:53.143-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengetahuan'/><title type='text'>Sejarah Singkat Teori Evolusi</title><content type='html'>&lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Akar pemikiran evolusionis muncul sezaman                dengan keyakinan dogmatis yang berusaha keras mengingkari penciptaan.                Mayoritas filsuf penganut pagan di zaman Yunani kuno mempertahankan                gagasan evolusi. Jika kita mengamati sejarah filsafat, kita akan                melihat bahwa gagasan evolusi telah menopang banyak filsafat pagan.                &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Akan tetapi bukan filsafat pagan kuno                ini yang telah berperan penting dalam kelahiran dan perkembangan                ilmu pengetahuan modern, melainkan keimanan kepada Tuhan. Pada umumnya                mereka yang memelopori ilmu pengetahuan modern mempercayai keberadaan-Nya.                Seraya mempelajari ilmu pengetahuan, mereka berusaha menyingkap                rahasia jagat raya yang telah diciptakan Tuhan dan mengungkap hukum-hukum                dan detail-detail dalam ciptaan-Nya. Ahli Astronomi seperti &lt;b&gt;Leonardo                da Vinci&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Copernicus, Keppler&lt;/b&gt; dan&lt;b&gt; Galileo&lt;/b&gt;; bapak                paleontologi, &lt;b&gt;Cuvier&lt;/b&gt;; perintis botani dan zoologi, &lt;b&gt;Linnaeus&lt;/b&gt;;                dan &lt;b&gt;Isaac Newton&lt;/b&gt;, yang dijuluki sebagai "ilmuwan terbesar                yang pernah ada", semua mempelajari ilmu pengetahuan dengan tidak                hanya meyakini keberadaan Tuhan, tetapi juga bahwa keseluruhan alam                semesta adalah hasil ciptaan-Nya &lt;a name="1."&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Albert Einstein,&lt;/b&gt; yang dianggap sebagai orang                paling jenius di zaman kita, adalah seorang ilmuwan yang mempercayai                Tuhan dan menyatakan, "Saya tidak bisa membayangkan ada ilmuwan                sejati tanpa keimanan mendalam seperti itu. Ibaratnya: ilmu pengetahuan                tanpa agama akan pincang."                 &lt;a name="2."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Salah seorang pendiri fisika modern,                dokter asal Jerman, Max Planck mengatakan bahwa setiap orang, yang                mempelajari ilmu pengetahuan dengan sungguh-sungguh, akan membaca                pada gerbang istana ilmu pengetahuan sebuah kata: "Berimanlah".                &lt;b&gt;Keimanan adalah atribut penting seorang ilmuwan&lt;/b&gt;.                &lt;a name="3."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Teori evolusi merupakan buah filsafat                materialistis yang muncul bersamaan dengan kebangkitan filsafat-filsafat                materialistis kuno dan kemudian menyebar luas di abad ke-19. Seperti                telah disebutkan sebelumnya, paham materialisme berusaha menjelaskan                alam semata melalui faktor-faktor materi. Karena menolak penciptaan,                pandangan ini menyatakan bahwa segala sesuatu, hidup ataupun tak                hidup, muncul tidak melalui penciptaan tetapi dari sebuah peristiwa                kebetulan yang kemudian mencapai kondisi teratur. Akan tetapi, akal                manusia sedemikian terstruktur sehingga mampu memahami keberadaan                sebuah kehendak yang mengatur di mana pun ia menemukan keteraturan.                Filsafat materialistis, yang bertentangan dengan karakteristik paling                mendasar akal manusia ini, memunculkan "teori evolusi" di pertengahan                abad ke-19.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                          &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;Khayalan Darwin&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Orang yang mengemukakan teori evolusi                sebagaimana yang dipertahankan dewasa ini, adalah seorang naturalis                amatir dari Inggris, Charles Robert Darwin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Darwin tidak pernah mengenyam pendidikan                formal di bidang biologi. Ia hanya memiliki ketertarikan amatir                pada alam dan makhluk hidup. Minat tersebut mendorongnya bergabung                secara sukarela dalam ekspedisi pelayaran dengan sebuah kapal bernama                H.M.S. Beagle, yang berangkat dari Inggris tahun 1832 dan mengarungi                berbagai belahan dunia selama lima tahun. Darwin muda sangat takjub                melihat beragam spesies makhluk hidup, terutama jenis-jenis burung                finch tertentu di kepulauan Galapagos. Ia mengira bahwa variasi                pada paruh burung-burung tersebut disebabkan oleh adaptasi mereka                terhadap habitat. Dengan pemikiran ini, ia menduga bahwa asal usul                kehidupan dan spesies berdasar pada konsep "adaptasi terhadap lingkungan".                Menurut Darwin, aneka spesies makhluk hidup tidak diciptakan secara                terpisah oleh Tuhan, tetapi berasal dari nenek mo-yang yang sama                dan menjadi berbeda satu sama lain akibat kondisi alam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Hipotesis Darwin tidak berdasarkan penemuan                atau penelitian ilmiah apa pun; tetapi kemudian ia menjadikannya                sebuah teori monumental berkat dukungan dan dorongan para ahli biologi                materialis terkenal pada masanya. Gagasannya menyatakan bahwa individu-individu                yang beradaptasi pada habitat mereka dengan cara terbaik, akan menurunkan                sifat-sifat mereka kepada generasi berikutnya. Sifat-sifat yang                menguntungkan ini lama-kelamaan terakumulasi dan mengubah suatu                individu menjadi spesies yang sama sekali berbeda dengan nenek moyangnya.                (Asal usul "sifat-sifat yang menguntungkan" ini belum diketahui                pada waktu itu.) Menurut Darwin, manusia adalah hasil paling maju                dari mekanisme ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;table align="right" bgcolor="#eeeedd" border="1" bordercolor="#eeeedd" cellpadding="8" cellspacing="0" width="202"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td height="301"&gt; &lt;p class="resimalti"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/45.jpg" border="1" width="200" height="279" /&gt;&lt;br /&gt;                      Charles Darwin&lt;/p&gt;                     &lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Darwin menamakan proses ini &lt;b&gt;"evolusi                melalui seleksi alam".&lt;/b&gt; Ia mengira telah menemukan "asal usul                spesies": suatu spesies berasal dari spesies lain. Ia mempublikasikan                pandangannya ini dalam bukunya yang berjudul &lt;em&gt;The Origin of Species,                By Means of Natural Selection&lt;/em&gt; pada tahun 1859.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Darwin sadar bahwa teorinya menghadapi                banyak masalah. Ia mengakui ini dalam bukunya pada bab&lt;b&gt; "Difficulties                of the Theory"&lt;/b&gt;. Kesulitan-kesulitan ini terutama pada catatan                fosil dan organ-organ rumit makhluk hidup (misalnya mata) yang tidak                mungkin dijelaskan dengan konsep kebetulan, dan naluri makhluk hidup.                Darwin berharap kesulitan-kesulitan ini akan teratasi oleh penemuan-penemuan                baru; tetapi bagaimanapun ia tetap mengajukan sejumlah penjelasan                yang sangat tidak memadai untuk sebagian kesulitan tersebut. Seorang                ahli fisika Amerika, Lipson, mengomentari "kesulitan-kesulitan"                Darwin tersebut:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;blockquote&gt;                &lt;p&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Ketika membaca &lt;b&gt;The Origin of Species&lt;/b&gt;,                  saya mendapati bahwa Darwin sendiri tidak seyakin yang sering                  dikatakan orang tentangnya; bab "Difficulties of the Theory" misalnya,                  menunjukkan keragu-raguannya yang cukup besar. Sebagai seorang                  fisikawan, saya secara khusus merasa terganggu oleh komentarnya                  mengenai bagaimana mata terbentuk.&lt;a name="4."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;/blockquote&gt;                          &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Saat menyusun teorinya, Darwin terkesan                oleh para ahli biologi evolusionis sebelumnya, terutama seorang                ahli biologi Perancis, &lt;strong&gt;Lamarck&lt;/strong&gt;. &lt;a name="5."&gt;&lt;/a&gt;Menurut Lamarck, makhluk hidup mewariskan                ciri-ciri yang mereka dapatkan selama hidupnya dari satu generasi                ke generasi berikutnya, sehingga terjadilah evolusi. Sebagai contoh,                jerapah berevolusi dari binatang yang menyerupai antelop. Perubahan                itu terjadi dengan memanjangkan leher mereka sedikit demi sedikit                dari generasi ke generasi ketika berusaha menjangkau dahan yang                lebih tinggi untuk memperoleh makanan. Darwin menggunakan hipotesis                Lamarck tentang "pewarisan sifat-sifat yang diperoleh" sebagai faktor                yang menyebabkan makhluk hidup berevolusi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;table align="center" bgcolor="#eeeedd" border="1" bordercolor="#eeeedd" cellpadding="8" cellspacing="0" width="500"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td height="852"&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;FOKUS: Rasisme Darwin&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                     &lt;p class="hyg" align="justify"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/46.jpg" align="right" border="1" width="200" height="273" hspace="5" /&gt;Salah satu aspek diri Darwin yang terpenting namun                        tidak banyak diketahui adalah pandangan rasisnya: Darwin                        menganggap orang-orang kulit putih Eropa lebih "maju" dibandingkan                        ras-ras manusia lainnya. Selain beranggapan bahwa manusia                        adalah makhluk mirip kera yang telah berevolusi, Darwin                        juga ber-pendapat bahwa beberapa ras manusia berkembang                        lebih maju dibandingkan ras-ras lain, dan ras-ras terbelakang                        ini masih memiliki sifat kera. Dalam bukunya The Descent                        of Man yang diterbitkannya setelah The Origin of Species,                        dengan berani ia berkomentar tentang "perbedaan-perbedaan                        besar antara manusia dari beragam ras".1 Dalam bukunya tersebut,                        Darwin berpendapat bahwa orang-orang kulit hitam dan orang                        Aborigin Australia sama dengan gorila, dan berkesimpulan                        bahwa mereka lambat laun akan "disingkirkan" oleh "ras-ras                        beradab". Ia berkata:&lt;/p&gt;                     &lt;blockquote&gt;                       &lt;p class="hyg" align="justify"&gt;Di masa mendatang, tidak                          sampai berabad-abad lagi, ras-ras manusia beradab hampir                          dipastikan akan memusnahkan dan menggantikan ras-ras biadab                          di seluruh dunia. Pada saat yang sama, kera-kera antropomorfus                          (menyerupai manusia)... tak diragukan lagi akan musnah.                          Selanjutnya jarak antara manusia dengan padanan terdekatnya                          akan lebih lebar, karena jarak ini akan memisahkan manusia                          dalam keadaan yang lebih beradab - kita dapat berharap                          bahkan lebih dari Kaukasian - dengan jenis-jenis kera                          serendah babun, tidak seperti sekarang yang hanya memisahkan                          negro atau penduduk asli Australia dengan gorila.2 &lt;/p&gt;                     &lt;/blockquote&gt;                     &lt;p class="hyg" align="justify"&gt;Pendapat-pendapat Darwin yang                        tidak masuk akal ini tidak hanya dijadikan teori, tetapi                        juga diposisikan sebagai "dasar ilmiah" paling penting bagi                        rasisme. Dengan asumsi bahwa makhluk hidup berevolusi ketika                        berjuang mempertahankan hidup, Darwinisme bahkan dimasukkan                        ke dalam ilmu-ilmu sosial, dan dijadikan sebuah konsep yang                        kemudian dinamakan "Darwinisme Sosial". &lt;/p&gt;                     &lt;p class="hyg" align="justify"&gt;Darwinisme Sosial berpendapat                        bahwa ras-ras manusia berada pada tingkatan berbeda-beda                        pada "tangga evolusi", dan ras-ras Eropa adalah yang paling                        "maju" di antara semua ras, sedangkan ras-ras lain masih                        memiliki ciri-ciri "kera".&lt;/p&gt;                     &lt;table align="center" border="0" width="302"&gt;                       &lt;tbody&gt;                         &lt;tr&gt;                            &lt;td&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/46a.jpg" width="300" height="209" /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                       &lt;/tbody&gt;                     &lt;/table&gt;                     &lt;p class="bookstext"&gt;&lt;br /&gt;                      &lt;span class="dipnot"&gt;1 Benjamin Farrington, What Darwin Really                        Said, London, Sphere Books, 1971, S. 54 ff.&lt;br /&gt;                      &lt;/span&gt;&lt;span class="dipnot"&gt;2 Charles Darwin, The Descent                        of Man, 2. Aufl., New York, A.L. Burt Co., 1874, S. 178&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Namun Darwin dan Lamarck telah keliru,                sebab pada masa mereka, kehidupan hanya dapat dipelajari dengan                teknologi yang sangat primitif dan pada tahap yang sangat tidak                memadai. Bidang-bidang ilmu pengetahuan seperti genetika dan biokimia                belum ada sekalipun hanya nama. Karenanya, teori mereka harus bergantung                sepenuhnya pada kekuatan imajinasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Di saat gema buku Darwin tengah berkumandang,                seorang ahli botani Austria bernama &lt;strong&gt;Gregor Mendel&lt;/strong&gt;                menemukan hukum penurunan sifat pada tahun 1865. Meskipun tidak                banyak dikenal orang hingga akhir abad ke-19, penemuan Mendel mendapat                perhatian besar di awal tahun 1900-an. Inilah awal kelahiran ilmu                &lt;strong&gt;genetika&lt;/strong&gt;. Beberapa waktu kemudian, struktur gen                dan kromosom ditemukan. Pada tahun 1950-an, penemuan struktur molekul                DNA yang berisi informasi genetis menghempaskan teori evolusi ke                dalam krisis. Alasannya adalah kerumitan luar biasa dari kehidupan                dan ketidakabsahan mekanisme evolusi yang diajukan Darwin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Perkembangan ini seharusnya membuat teori                Darwin terbuang dalam keranjang sampah sejarah. Namun ini tidak                terjadi, karena ada kelompok-kelompok tertentu yang bersikeras merevisi,                memperbarui dan mengangkat kembali teori ini pada kedudukan ilmiah.                Kita dapat memahami maksud upaya-upaya tersebut hanya jika menyadari                bahwa di belakang teori ini terdapat tujuan ideologis, bukan sekadar                kepentingan ilmiah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                          &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;Usaha Putus Asa Neo-Darwinisme&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Teori Darwin jatuh terpuruk dalam krisis                karena hukum-hukum genetika yang ditemukan pada perempat pertama                abad ke-20. Meskipun demikian, sekelompok ilmuwan yang bertekad                bulat tetap setia kepada Darwin berusaha mencari jalan keluar. Mereka                berkumpul dalam sebuah pertemuan yang diadakan oleh Geological Society                of America pada tahun 1941. Ahli genetika seperti G. Ledyard Stebbins                dan Theodosius Dobzhansky, ahli zoologi seperti Ernst Mayr dan Julian                Huxley, ahli paleontologi seperti George Gaylord Simpson dan Glenn                L. Jepsen, dan ahli genetika matematis seperti Ronald Fisher dan                Sewall Right, setelah pembicaraan panjang akhirnya menyetujui cara-cara                untuk "menambal sulam" Darwinisme.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Kader-kader ini berfokus kepada pertanyaan                tentang &lt;b&gt;asal usul variasi menguntungkan yang diasumsikan menjadi                penyebab makhluk hidup berevolusi&lt;/b&gt; -sebuah masalah yang tidak                mampu dijelaskan oleh Darwin sendiri dan dielakkan dengan bergantung                pada teori Lamarck. Gagasan mereka kali ini adalah &lt;b&gt;"mutasi acak"                (random mutations).&lt;/b&gt; Mereka menamakan teori baru ini &lt;b&gt;"Teori                Evolusi Sintetis Modern" (The Modern Synthetic Evolution Theory),&lt;/b&gt;                yang dirumuskan dengan menambahkan konsep mutasi pada teori seleksi                alam Darwin. Dalam waktu singkat, teori ini dikenal sebagai&lt;b&gt; "neo-Darwinisme"                &lt;/b&gt;dan mereka yang mengemukakannya disebut "neo-Darwinis".&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Beberapa dekade berikutnya menjadi era                perjuangan berat untuk membuktikan kebenaran neo-Darwinisme. Telah                diketahui bahwa &lt;strong&gt;mutasi&lt;/strong&gt; - atau "kecelakaan" - yang                terjadi pada gen-gen makhluk hidup selalu membahayakan. Neo-Darwinis                berupaya memberikan contoh "mutasi yang menguntungkan" dengan melakukan                ribuan eksperimen mutasi. Akan tetapi semua upaya mereka berakhir                dengan kegagalan total.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Mereka juga berupaya membuktikan bahwa                makhluk hidup pertama muncul secara kebetulan di bawah kondisi-kondisi                bumi primitif, seperti yang diasumsikan teori tersebut. Akan tetapi                eksperimen-eksperimen ini pun menemui kegagalan. Setiap eksperimen                yang bertujuan membuktikan bahwa kehidupan dapat dimunculkan secara                kebetulan telah gagal. Perhitungan probabilitas membuktikan bahwa                tidak ada satu pun protein, yang merupakan molekul penyusun kehidupan,                dapat muncul secara kebetulan. Begitu pula sel, yang menurut anggapan                evolusionis muncul secara kebetulan pada kondisi bumi primitif dan                tidak terkendali, tidak dapat disintesis oleh laboratorium-laboratorium                abad ke-20 yang tercanggih sekalipun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Teori neo-Darwinis telah ditumbangkan                pula oleh &lt;b&gt;catatan fosil&lt;/b&gt;. Tidak pernah ditemukan di belahan                dunia mana pun "bentuk-bentuk transisi" yang diasumsikan teori neo-Darwinis                sebagai bukti evolusi bertahap pada makhluk hidup dari spesies primitif                ke spesies lebih maju. Begitu pula perbandingan anatomi menunjukkan                bahwa spesies yang diduga telah berevolusi dari spesies lain ternyata                memiliki ciri-ciri anatomi yang sangat berbeda, sehingga mereka                tidak mungkin menjadi nenek moyang dan keturunannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Neo-Darwinisme memang tidak pernah menjadi                teori ilmiah, tapi merupakan sebuah dogma ideologis kalau tidak                bisa disebut sebagai semacam "agama". Oleh karena itu, pendukung                teori evolusi masih saja mempertahankannya meskipun bukti-bukti                berbicara lain. Tetapi ada satu hal yang mereka sendiri tidak sependapat,                yaitu model evolusi mana yang "benar" dari sekian banyak model yang                diajukan. Salah satu hal terpenting dari model-model tersebut adalah                sebuah skenario fantastis yang disebut "&lt;em&gt;punctuated equilibrium&lt;/em&gt;".                &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                          &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;Coba-Coba: Punctuated Equilibrium&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Sebagian besar ilmuwan yang mempercayai                evolusi menerima teori neo-Darwinis bahwa evolusi terjadi secara                perlahan dan bertahap. Pada beberapa dekade terakhir ini, telah                dikemukakan sebuah model lain yang dinamakan "&lt;em&gt;punctuated equilibrium&lt;/em&gt;".                Model ini menolak gagasan Darwin tentang evolusi yang terjadi secara                kumulatif dan sedikit demi sedikit. Sebaliknya, model ini menyatakan                evolusi terjadi dalam "loncatan" besar yang diskontinu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;table align="left" bgcolor="#eeeedd" border="1" bordercolor="#eeeedd" cellpadding="8" cellspacing="0" width="138"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td height="87"&gt; &lt;p&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/51.jpg" border="1" width="136" height="180" /&gt;&lt;br /&gt;                      &lt;span class="resimalti"&gt;Sthephen Jay Gould&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Pembela fanatik pendapat ini pertama                kali muncul pada awal tahun 1970-an. Awalnya, dua orang ahli paleontologi                Amerika, &lt;b&gt;Niles Eldredge &lt;/b&gt;dan &lt;b&gt;Stephen Jay Gould&lt;/b&gt;, sangat                sadar bahwa pernyataan neo-Darwinis telah diruntuhkan secara absolut                oleh catatan fosil. Fosil-fosil telah membuktikan bahwa makhluk                hidup tidak berasal dari evolusi bertahap, tetapi muncul tiba-tiba                dan sudah terbentuk sepenuhnya. Hingga sekarang neo-Darwinis senantiasa                berharap bahwa bentuk peralihan yang hilang suatu hari akan ditemukan.                Eldredge dan Gould menyadari bahwa harapan ini tidak berdasar, namun                di sisi lain mereka tetap tidak mampu meninggalkan dogma evolusi.                Karena itulah akhirnya mereka mengemukakan sebuah model baru yang                disebut punctuated equilibrium tadi. Inilah model yang menyatakan                bahwa evolusi tidak terjadi sebagai hasil dari variasi minor, namun                dalam per-ubahan besar dan tiba-tiba.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Model ini hanya sebuah khayalan. Sebagai                contoh, O.H. Shindewolf, seorang ahli paleontologi dari Eropa yang                merintis jalan bagi Eldredge dan Gould, menyatakan bahwa burung                pertama muncul dari sebutir telur reptil, sebagai "mutasi besar-besaran"                (&lt;em&gt;gross mutation&lt;/em&gt;), yakni akibat "kecelakaan" besar yang                terjadi pada struktur gen. &lt;a name="6."&gt;&lt;/a&gt;Menurut teori tersebut, seekor binatang                darat dapat menjadi paus raksasa setelah mengalami perubahan menyeluruh                secara tiba-tiba. Pernyataan yang sama sekali bertentangan dengan                hukum-hukum genetika, biofisika dan biokimia ini, sama ilmiahnya                dengan dongeng katak yang menjadi pangeran! Dalam ketidakberdayaan                karena pandangan neo-Darwinis terpuruk dalam krisis, sejumlah ahli                paleontologi pro-evolusi mempercayai teori ini, teori baru yang                bahkan lebih ganjil daripada neo-Darwinisme itu sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Satu-satunya tujuan model ini adalah                memberikan penjelasan untuk mengisi celah dalam catatan fosil yang                tidak dapat dijelaskan model neo-Darwinis. Namun, usaha menjelaskan                kekosongan fosil dalam evolusi burung dengan pernyataan bahwa &lt;b&gt;"seekor                burung muncul tiba-tiba dari sebutir telur reptil"&lt;/b&gt; sama sekali                tidak rasional. Sebagaimana diakui oleh evolusionis sendiri, evolusi                dari satu spesies ke spesies lain membutuhkan perubahan besar informasi                genetis yang menguntungkan. Akan tetapi, tidak ada mutasi yang memperbaiki                informasi genetis atau menambahkan informasi baru padanya. Mutasi                hanya merusak informasi genetis. Dengan demikian, "mutasi besar-besaran"                yang digambarkan oleh model punctuated equilibrium hanya akan menyebabkan                pengurangan atau perusakan "besar-besaran" pada informasi genetis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Lebih jauh lagi, model &lt;em&gt;punctuated                equilibrium&lt;/em&gt; runtuh sejak pertama kali muncul karena ketidakmampuannya                menjawab pertanyaan tentang asal usul kehidupan; pertanyaan serupa                yang menggugurkan model neo-Darwinis sejak awal. Karena tidak satu                protein pun yang muncul secara kebetulan, perdebatan mengenai apakah                organisme yang terdiri dari milyaran protein mengalami proses evolusi                secara "tiba-tiba" atau "bertahap" tidak masuk akal. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;table align="center" bgcolor="#eeeedd" border="1" bordercolor="#eeeedd" cellpadding="8" cellspacing="0" width="500"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td height="198"&gt; &lt;p class="resimalti"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;FOKUS: Ilmu Pengetahuan Primitif di Masa Darwin&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                     &lt;p&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/48aa.jpg" align="right" width="150" height="123" hspace="5" /&gt;&lt;/p&gt;                     &lt;p class="hyg"&gt;Ketika Darwin mengajukan asumsinya, disiplin-disiplin                        ilmu genetika, mikrobiologi, dan biokimia belum ada. Seandainya                        ilmu-ilmu ini ditemukan sebelum Darwin mengajukan teorinya,                        ia akan dengan mudah menyadari bahwa teorinya benar-benar                        tidak ilmiah dan tidak akan berupaya mengemukakan pernyataan-pernyataan                        tanpa arti. Informasi yang menentukan spesies terdapat dalam                        gen dan tidak mungkin seleksi alam memproduksi spesies baru                        melalui perubahan gen.&lt;/p&gt;                     &lt;table align="center" border="0" cellpadding="8" cellspacing="0" width="372"&gt;                       &lt;tbody&gt;                         &lt;tr&gt;                            &lt;td class="resimalti" width="250"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/49a.jpg" align="middle" width="250" height="218" /&gt;&lt;br /&gt;                          &lt;/td&gt;                           &lt;td class="resimalti" width="90"&gt;Kajian-Kajian mendalam tentang                              sel hanya munkin setelah panamuan mikroskop elektron.                              Pada masa Darwin, dengan mikroskop primitif seperti                              ini, hanya mungkin untuk mengamati permukanluar sebuah                              sel. &lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                       &lt;/tbody&gt;                     &lt;/table&gt;                     &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/49.jpg" align="left" width="60" height="111" hspace="5" /&gt;&lt;/span&gt;Begitu                        pula, dunia ilmu pengetahuan pada saat itu hanya memiliki                        pemahaman yang dangkal dan kasar tentang struktur dan fungsi                        sel. Jika Darwin memiliki kesempatan mengamati sel dengan                        menggunakan mikroskop elektron, dia mungkin akan menyaksikan                        kerumitan dan struktur yang luar biasa dalam bagian-bagian                        kecil sel. Dia akan menyaksikan dengan mata kepala sen-diri                        bahwa tidak mungkin sistem yang demikian rumit dan kompleks                        terjadi melalui variasi minor. Jika ia mengenal biomatematika,                        maka dia akan menyadari bahwa jangankan keseluruhan sel,                        bahkan sebuah molekul protein saja, tidak mungkin muncul                        secara kebetulan.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;p&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Kendati demikian, neo-Darwinisme masih menjadi                model yang terlintas dalam pikiran ketika "evolusi" menjadi pokok                perbincangan dewasa ini. Dalam bab-bab selanjutnya, kita akan melihat                dua mekanisme rekaan model neo-Darwinis, kemudian memeriksa catatan                fosil untuk menguji model ini. Setelah itu, kita akan membahas pertanyaan                tentang asal usul kehidupan yang menggugurkan model neo-Darwinis                dan semua model evolusionis lain seperti "evolusi dengan lompatan"                (&lt;em&gt;evolution by leaps&lt;/em&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;table align="center" bgcolor="#eeeedd" border="1" bordercolor="#eeeedd" cellpadding="8" cellspacing="0" width="397"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td align="middle" valign="center" width="63" height="66"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/53bb.jpg" border="1" width="60" height="79" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td align="middle" valign="center" width="63" height="66"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/53aaa.jpg" border="1" width="54" height="79" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td align="middle" valign="center" width="56" height="66"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/53b.jpg" border="1" width="53" height="79" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td align="middle" valign="center" width="63" height="66"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/53a.jpg" border="1" width="60" height="79" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td align="middle" valign="center" width="60" height="66"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/53bbb.jpg" border="1" width="60" height="79" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td align="middle" valign="center" width="63"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/53pp.jpg" border="1" width="59" height="79" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td align="middle" valign="center" width="63"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/53cc.jpg" border="1" width="60" height="79" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td align="middle" valign="center" width="56"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/53ccc.jpg" border="1" width="52" height="79" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td align="middle" valign="center" width="63"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/53c.jpg" border="1" width="60" height="79" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td align="middle" valign="center" width="60"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/53aa.jpg" border="1" width="55" height="79" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr bgcolor="#eeeedd"&gt;                    &lt;td colspan="5" height="2"&gt; &lt;div class="resimalti" align="center"&gt;&lt;span class="resimalti"&gt;Dewasa                        ini, puluhan ribu ilmuwan di seluruh dunia, terutama di                        AS dan Eropa, menolak teori evolusi dan telah menerbitkan                        banyak buku tentang ketidakbenaran teori tersebut. Di samping                        ini beberapa contohnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Sebelumnya, ada baiknya meng-ingatkan                pembaca bahwa fakta yang akan kita hadapi di setiap tahap adalah                bahwa skenario evolusi merupakan sebuah dongeng belaka, kebohongan                besar yang sama sekali bertentangan dengan dunia nyata. Ini adalah                sebuah skenario yang telah digunakan untuk membohongi dunia selama                140 tahun. Berkat penemuan-penemuan ilmiah terakhir, usaha kontinu                mempertahankan teori tersebut akhirnya menjadi mustahil.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3847203946914939958-5997399537921951878?l=cintaku-loveyou.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/feeds/5997399537921951878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/2009/05/sejarah-singkat-teori-evolusi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3847203946914939958/posts/default/5997399537921951878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3847203946914939958/posts/default/5997399537921951878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/2009/05/sejarah-singkat-teori-evolusi.html' title='Sejarah Singkat Teori Evolusi'/><author><name>my love</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03585437615001367745</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_1UvEn9BN05M/Smle78z0p2I/AAAAAAAAAPk/-R5VUz4OxWs/S220/Foto091.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3847203946914939958.post-4234267705653624887</id><published>2009-05-08T03:46:00.000-07:00</published><updated>2009-05-08T03:48:20.773-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengetahuan'/><title type='text'>Agar Bebas dari Prasangka</title><content type='html'>&lt;p class="hyg"&gt;Kebanyakan orang menerima apa pun yang mereka peroleh                dari ilmuwan sebagai kebenaran sejati. Tidak terlintas dalam pikiran                mereka bahwa ilmuwan pun mungkin memiliki berbagai prasangka filosofis                atau ideologis. Pada kenyataannya, ilmuwan evolusionis telah memaksakan                prasangka dan pandangan filosofis mereka kepada masyarakat luas                dengan kedok ilmu pengetahuan. Misalnya, meskipun sadar bahwa kejadian                acak hanya akan menghasilkan ketidakteraturan dan kekacauan, mereka                tetap menyatakan bahwa keteraturan, perencanaan dan desain yang                sangat mengagumkan pada jagat raya dan makhluk hidup terjadi secara                kebetulan.&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Sebagai contoh, ahli biologi semacam ini akan dengan                mudahnya menemukan keselarasan yang menakjubkan pada molekul protein,                bahan penyusun kehidupan, dan molekul ini sama sekali tidak mungkin                muncul secara kebetulan. Meski demikian ia malah menyatakan bahwa                protein ini muncul pada kondisi bumi yang primitif secara kebetulan                miliaran tahun yang lalu. Tidak cukup sampai di sini, ia juga menyatakan                tanpa keraguan bahwa tidak hanya satu, tetapi jutaan protein terbentuk                secara kebetulan, dan selanjutnya secara luar biasa bergabung membentuk                sel hidup pertama. Lebih jauh lagi, ia berkeras mempertahankan pandangannya                secara fanatik. Orang ini adalah ilmuwan "evolusionis".&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Jika ilmuwan yang sama melewati sebuah jalan datar, dan                menemukan tiga buah batu bata bertumpuk rapi, tentunya ia tidak                akan pernah menganggap bahwa ketiga batu bata tersebut terbentuk                secara kebetulan dan selanjutnya menyusun diri menjadi tumpukan,                juga secara kebetulan. Sudah pasti, siapa pun yang membuat pernyataan                seperti itu akan dianggap tidak waras.&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Lalu, bagaimana mungkin mereka yang mampu menilai peristiwa-peristiwa                biasa secara rasional, dapat bersikap begitu tidak masuk akal ketika                memikirkan keberadaan diri mereka sendiri?&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Sikap seperti ini tidak mungkin diambil atas nama ilmu                pengetahuan. Dalam ilmu pengetahuan, jika terdapat dua alternatif                dengan kemungkinan yang sama mengenai suatu masalah, kita diharuskan                mempertimbangkan keduanya. Dan jika kemungkinan salah satu alternatif                tersebut jauh lebih kecil, misalnya hanya 1 %, maka tindakan yang                rasional dan ilmiah adalah mengambil alternatif lainnya, yang memiliki                kemungkinan 99 %, sebagai pilihan yang benar.&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Mari kita teruskan dengan berpegang pada pedoman ilmiah                ini. Terdapat dua pandangan yang dapat dikemukakan tentang bagaimana                makhluk hidup muncul di muka bumi. Pandangan pertama menyatakan                bahwa semua makhluk hidup diciptakan oleh Allah dalam tatanan yang                rumit seperti sekarang ini. Sedangkan pandangan kedua menyatakan                bahwa kehidupan terbentuk oleh kebetulan-kebetulan acak dan di luar                kesengajaan. Pandangan terakhir ini adalah pernyataan teori evolusi.&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Jika kita mengacu kepada data-data ilmiah, misalnya di                bidang biologi molekuler, jangankan satu sel hidup, salah satu dari                jutaan protein di dalam sel tersebut sangat tidak mungkin muncul                secara kebetulan. Sebagaimana juga akan diilustrasikan dalam bab-bab                berikutnya, perhitungan probabilitas telah berkali-kali menegaskan                hal ini. Jadi pandangan evolusionis tentang kemunculan makhluk hidup                memiliki probabilitas nol untuk diterima sebagai kebenaran. &lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Artinya, pandangan pertama memiliki kemungkinan "100                %" sebagai suatu kebenaran. Jadi, kehidupan telah dimunculkan dengan                sengaja, atau dengan kata lain, kehidupan itu "diciptakan". Semua                makhluk hidup telah muncul atas kehendak Sang Pencipta yang memiliki                kekuatan, kebijaksanaan dan ilmu yang tak tertandingi. Kenyataan                ini bukan sekadar masalah keyakinan; ini adalah kesimpulan yang                sudah semestinya dicapai melalui kearifan, logika dan ilmu pengetahuan.&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Dengan begitu, sudah seharusnya ilmuwan "evolusionis"                tadi menarik pernyataan mereka dan menerima fakta yang jelas dan                telah terbukti. Dengan bersikap sebaliknya, ia telah mengorbankan                ilmu pengetahuan demi filsafat, ideologi dan dogma yang diikutinya,                dan tidak menjadi seorang ilmuwan sejati.&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Kemarahan, sikap keras kepala dan prasangka "ilmuwan"                ini semakin bertambah setiap kali ia berhadapan dengan kenyataan.                Sikapnya dapat dijelaskan dengan satu kata: "keyakinan". Tetapi                keyakinan tersebut adalah keyakinan takhayul yang buta, karena hanya                itulah penjelasan bagi ketidakpeduliannya terhadap fakta-fakta atau                kesetiaan seumur hidup kepada skenario tak masuk akal yang ia susun                dalam khayalannya sendiri.&lt;/p&gt;                          &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;Materialisme Buta&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Keyakinan yang kita bicarakan ini adalah &lt;strong&gt;filsafat                materialistis&lt;/strong&gt;, yang berpendapat bahwa materi bersifat kekal,                dan tidak ada yang lain kecuali materi. Teori evolusi menjadi semacam                "pondasi ilmiah" filsafat materialistis ini, sehingga dibela secara                membuta demi mempertahankan filsafat tersebut. Ketika ilmu pengetahuan                menggugurkan pernyataan-pernyataan tentang evolusi pada penghujung                abad ke-20, mereka berupaya mendistorsi dan menempatkan ilmu pengetahuan                untuk mendukung teori evolusi, sehingga ideologi materialisme tetap                hidup.&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Kutipan dari salah seorang ahli biologi evolusionis ternama                dari Turki berikut ini merupakan contoh nyata untuk melihat tujuan                dari penilaian menyimpang akibat keyakinan buta ini. Ilmuwan ini                membahas probabilitas pembentukan secara kebetulan sitokrom-C, salah                satu enzim terpenting bagi kehidupan: &lt;/p&gt;             &lt;blockquote&gt;                &lt;p class="hyg"&gt;Probabilitas pembentukan rangkaian sitokrom-C mendekati                  nol. Jadi, jika kehidupan memerlukan sebuah rangkaian tertentu,                  maka dapat dikatakan bahwa ia memiliki probabilitas untuk terwujud                  hanya satu kali di seluruh alam semesta. Jika tidak, kekuatan-kekuatan                  metafisis di luar definisi kita mestilah telah berperan dalam                  pembentukan tersebut. Menerima pernyataan terakhir ini tidak sesuai                  dengan tujuan-tujuan ilmu pengetahuan, karenanya kita harus mengkaji                  hipotesis pertama.                   &lt;a name="1."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;/blockquote&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Bagi ilmuwan ini, menerima sebuah kemungkinan yang "mendekati                nol" &lt;em&gt;lebih ilmiah&lt;/em&gt; daripada menerima fakta penciptaan. Padahal                menurut pedoman ilmiah, jika terdapat dua alternatif penjelasan                tentang suatu kejadian dan salah satunya memiliki kemungkinan yang                "mendekati nol", maka yang benar adalah alternatif lainnya. &lt;b&gt;Namun                pendekatan materialistis dogmatis ini melarang pengakuan terhadap                Pencipta Yang Mahaagung.&lt;/b&gt; Pelarangan ini mengarahkan ilmuwan                tersebut dan banyak ilmuwan lain yang mempercayai dogma materialis                ini untuk menerima pernyataan-pernyataan yang bertentangan sama                sekali dengan akal.&lt;/p&gt;             &lt;table align="right" bgcolor="#eeeedd" border="1" bordercolor="#eeeedd" cellpadding="8" cellspacing="0" width="177"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td height="224"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/39.jpg" border="1" width="175" height="181" /&gt;&lt;span class="resimalti"&gt;&lt;br /&gt;                    Michael Behe: "Kerumitan yang luar biasa dari sebuah sel ini                      disambut dengan kesadaran yang tak terungkap."&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Orang-orang yang mempercayai ilmuwan tersebut pun menjadi                terpikat dan dibutakan oleh mantra materialistis yang sama, dan                mengalami kondisi psikologis serupa ketika membaca buku-buku dan                artikel-artikel mereka.&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Sudut pandang materialistis dogmatis menjadi penyebab                banyaknya ilmuwan ternama yang ateis. Sedangkan mereka yang telah                membebaskan diri dari jeratan mantra ini dan mau membuka pikiran,                tidak akan ragu menerima keberadaan Sang Pencipta. Ahli biokimia                Amerika, Dr. Michael J. Behe, salah seorang ilmuwan terkemuka pendukung                teori &lt;b&gt;"intelligent design"&lt;/b&gt; yang akhir-akhir ini telah diterima                luas, menggambarkan para ilmuwan yang tidak mempercayai "desain"                atau "penciptaan" makhluk hidup sebagai berikut:&lt;/p&gt;             &lt;blockquote&gt;                &lt;p class="hyg"&gt;Selama empat dekade terakhir, bio-kimia modern telah                  berhasil menyingkap rahasia sel. Hal ini menuntut puluhan ribu                  orang mendedikasikan bagian terbaik dari hidup mereka untuk pekerjaan                  laboratorium yang membosankan.... Usaha kumulatif meneliti sel,                  yang berarti meneliti kehidupan di tingkat molekuler, menghasilkan                  sebuah teriakan tajam, jelas dan nyaring, "Desain!". Hasilnya                  sangat jelas dan begitu signifikan, sehingga harus dikategorikan                  sebagai sebuah pencapaian terbesar dalam sejarah ilmu pengetahuan....                  Anehnya, kerumitan yang luar biasa dari sebuah sel ini disambut                  dengan &lt;b&gt;kesadaran yang tak terungkap.&lt;/b&gt; Mengapa komunitas                  ilmuwan tidak antusias menyambut penemuan yang mengejutkan ini?                  Mengapa observasi desain ini diselimuti dengan tabir intelektual?                  &lt;b&gt;Yang menjadi dilema adalah bahwa ketika satu sisi seekor gajah                  diberi label "intelligent design", sisi yang lain harus diberi                  label "Tuhan". &lt;/b&gt;                  &lt;a name="2."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;/blockquote&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Inilah kesulitan bagi ilmuwan evolusionis ateis yang                An-da saksikan di majalah-majalah dan televisi dan menulis buku-buku                yang mungkin Anda baca. Semua penelitian ilmiah yang mereka lakukan                menunjukkan keberadaan Sang Pencipta. Akan tetapi, karena telah                begitu mati rasa dan buta oleh pendidikan materialistik dogmatis,                mereka masih saja bersikeras menolak. &lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Mereka yang terus-menerus mengabaikan tanda-tanda dan                bukti-bukti nyata keberadaan Pencipta akan kehilangan seluruh kepekaan.                Mereka terperangkap dalam kepercayaan diri yang menyesatkan akibat                memudarnya kepekaan, dan akhirnya menjadi pendukung kemustahilan.                Contohnya Richard Dawkins, seorang evolusionis terkemuka yang menyeru                umat Kristen untuk tidak meyakini mukjizat, bahkan jika mereka melihat                patung Bunda Maria melambaikan tangannya. Menurut Dawkin, "Mungkin                saja semua atom penyusun lengan patung itu kebetulan bergerak ke                arah yang sama pada saat bersamaan - suatu kejadian dengan probabilitas                teramat kecil, tetapi mungkin terjadi."                 &lt;a name="3."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;table align="center" bgcolor="#eeeedd" border="1" bordercolor="#eeeedd" cellpadding="8" cellspacing="0" width="302"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td&gt; &lt;p&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/40.jpg" border="1" width="300" height="301" /&gt;&lt;span class="resimalti"&gt;&lt;br /&gt;                      Richard Dawkins, sibuk mengajarkan evolusi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Masalah psikis orang-orang yang tidak beriman telah ada                sepanjang sejarah. Dalam Al Quran dinyatakan:&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="ayetler"&gt;"Kalau sekiranya Kami turunkan malaikat                kepada mereka, dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan                mereka dan Kami kumpulkan (pula) segala sesuatu ke hadapan mereka                niscaya mereka tidak (juga) akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki,                tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." (QS. Al An'aam, 6: 111)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Sebagaimana dijelaskan ayat tersebut, pemikiran dogmatis                para evolusionis bukan sesuatu yang baru, bahkan bukan karakteristik                mereka saja. Nyatanya, apa yang dipertahankan ilmuwan evolusionis                bukanlah pemikiran ilmiah modern, melainkan kebodohan yang telah                mendarah daging sejak zaman masyarakat penyembah berhala yang tidak                beradab.&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Aspek kejiwaan yang sama disebutkan dalam ayat lain:&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="ayetler"&gt;"Dan jika seandainya Kami membukakan                kepada mereka salah satu dari (pintu-pintu) langit, lalu mereka                terus-menerus naik ke atasnya, tentulah mereka berkata: 'Sesungguhnya                pandangan kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang-orang                yang kena sihir'." (QS. Al Hijr, 15: 14-15) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;br /&gt;              &lt;span class="baslik2"&gt;Indoktrinasi Teori Evolusi Secara Massal&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Sebagaimana ditunjukkan dalam ayat-ayat di atas, salah                satu penyebab manusia tidak mampu melihat realitas keberadaan mereka                adalah semacam "mantra" yang mengaburkan penalaran mereka. "Mantra"                ini pula yang mendasari seluruh dunia menerima teori evolusi. Mantra                yang dimaksud di sini adalah suatu pengondisian melalui indoktrinasi.                Orang-orang telah diindoktrinasi sedemikian gencar mengenai kebenaran                teori evolusi hingga mereka tidak menyadari penyimpangan yang ada.&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Indoktrinasi ini berdampak negatif pada otak dan melumpuhkan                kemampuan menilai sesuatu. Pada akhirnya, otak yang dibombardir                oleh indoktrinasi terus-menerus ini mulai menerima realitas tidak                sebagaimana adanya, tetapi sebagaimana yang diindoktrinasikan. Fenomena                ini dapat dijumpai pada sejumlah contoh lain. Misalnya, jika seseorang                dihipnotis dan diindoktrinasi bahwa tempat tidur tempatnya berbaring                adalah sebuah mobil, ia akan tetap merasa tempat tidur itu sebagai                sebuah mobil meski masa hipnotis telah selesai. Ia menganggap hal                ini sangat logis dan rasional karena ia benar-benar melihatnya demikian                dan ia tidak ragu sedikit pun. Contoh yang menunjukkan keampuhan                dan kekuatan mekanisme indoktrinasi ini merupakan realitas ilmiah                yang telah dibuktikan melalui banyak percobaan, telah dilaporkan                dalam literatur ilmiah, serta merupakan santapan sehari-hari buku-buku                pelajaran psikologi dan psikiatri.&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Teori evolusi, dan materialisme yang berpijak padanya,                dijejalkan kepada masyarakat luas melalui metode indoktrinasi seperti                ini. Mereka yang tiada henti menemui indoktrinasi evolusi ini di                berbagai media massa, sumber akademis, dan wahana "ilmiah", tidak                menyadari bahwa menerima teori ini bertentangan dengan prinsip nalar                yang paling mendasar. Indoktrinasi serupa pun menjerat para ilmuwan.                Ilmuwan muda yang sedang meniti karier menerima cara pandang materialis                ini dengan dosis yang bertambah seiring perjalanan waktu. Akibat                mantra ini, banyak ilmuwan evolusionis terus mencari pembenaran                ilmiah bagi pernyataan evolusionis abad ke-19 yang tidak masuk akal,                usang, dan telah lama digugurkan oleh bukti-bukti ilmiah.&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;b&gt;Ada pula mekanisme tambahan yang memaksa ilmuwan menjadi                evolusionis dan materialis. &lt;/b&gt;Di negara-negara Barat, seorang                ilmuwan harus memenuhi beberapa persyaratan untuk mendapatkan promosi,                menerima pengakuan akademis, atau agar artikelnya diterbitkan dalam                jurnal-jurnal ilmiah. Pengakuan terang-terangan terhadap teori evolusi                adalah kriteria nomor satu. Sistem ini membuat para ilmuwan menghabiskan                seluruh hidup dan karier ilmiahnya demi sebuah keyakinan dogmatis.              &lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Inilah realitas sesungguhnya di balik pernyataan "evolusi                masih tetap diterima oleh dunia ilmu pengetahuan". Evolusi dipertahankan                hidup bukan karena memiliki kelayakan ilmiah, tetapi karena merupakan                sebuah kewajiban ideologis. Sangat sedikit ilmuwan yang menyadari                kenyataan ini, dan berani menunjukkan "sang raja tidak mengenakan                selembar baju pun".&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Bagian selanjutnya dari buku ini akan mengetengahkan                penemuan-penemuan ilmiah modern yang telah meruntuhkan kepercayaan                evolusionis dan yang menunjukkan bukti-bukti nyata keberadaan Allah.                Pembaca akan menyaksikan bahwa teori evolusi ternyata merupakan                kebohongan - sebuah kebohongan yang dibuktikan oleh ilmu pengetahuan                pada tiap tahapannya, akan tetapi tetap saja dipertahankan untuk                menutupi fakta penciptaan. Diharapkan pembaca akan membebaskan diri                dari mantra yang menumpulkan pikiran dan melumpuhkan kemampuan menilai                tersebut, dan selanjutnya merenungkan dengan sungguh-sungguh apa                yang disampaikan dalam buku ini.&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Jika ia melepaskan diri dari jerat mantra ini dan mampu                berpikir jernih, bebas dan tanpa prasangka, ia akan segera menemukan                kebenaran sebening kristal. Kebenaran tak terbantahkan ini, yang                telah ditunjukkan pula oleh ilmu pengetahuan modern dalam semua                aspek, adalah bahwa makhluk hidup muncul bukan secara kebetulan                melainkan sebagai hasil penciptaan. Manusia akan dengan mudah melihat                fakta penciptaan ketika ia mau memikirkan bagaimana dirinya menjadi                ada, bagaimana ia tercipta dari setetes air, atau kesempurnaan pada                setiap makhluk hidup lain.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3847203946914939958-4234267705653624887?l=cintaku-loveyou.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/feeds/4234267705653624887/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/2009/05/agar-bebas-dari-prasangka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3847203946914939958/posts/default/4234267705653624887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3847203946914939958/posts/default/4234267705653624887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/2009/05/agar-bebas-dari-prasangka.html' title='Agar Bebas dari Prasangka'/><author><name>my love</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03585437615001367745</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_1UvEn9BN05M/Smle78z0p2I/AAAAAAAAAPk/-R5VUz4OxWs/S220/Foto091.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3847203946914939958.post-3972203366437160955</id><published>2009-05-08T03:35:00.001-07:00</published><updated>2009-05-08T03:46:07.694-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengetahuan'/><title type='text'>Ada Apa dengan Teori Evolusi?</title><content type='html'>&lt;p class="hyg"&gt;Sebagian orang yang pernah mendengar "teori evolusi"                atau "Darwinisme" mungkin beranggapan bahwa konsep-konsep tersebut                hanya berkaitan dengan bidang studi biologi dan tidak berpengaruh                sedikit pun terhadap kehidupan sehari-hari. Anggapan ini sangat                keliru sebab teori ini ternyata lebih dari sekadar konsep biologi.                Teori evolusi telah menjadi pondasi sebuah filsafat yang menyesatkan                sebagian besar manusia.&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Filsafat tersebut adalah &lt;b&gt;"materialisme"&lt;/b&gt;, yang                mengandung sejumlah pemikiran penuh kepalsuan tentang mengapa dan                bagaimana manusia muncul di muka bumi. Materialisme mengajarkan                bahwa tidak ada sesuatu pun selain materi dan materi adalah esensi                dari segala sesuatu, baik yang hidup maupun tak hidup. Berawal dari                pemikiran ini, &lt;b&gt;materialisme mengingkari keberadaan Sang Maha                Pencipta, yaitu Allah.&lt;/b&gt; Dengan mereduksi segala sesuatu ke tingkat                materi, teori ini mengubah manusia menjadi makhluk yang hanya berorientasi                kepada materi dan berpaling dari nilai-nilai moral. Ini adalah awal                dari bencana besar yang akan menimpa hidup manusia.&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Kerusakan ajaran materialisme tidak hanya terbatas pada                tingkat individu. Ajaran ini juga mengarah untuk &lt;b&gt;meruntuhkan                nilai-nilai dasar suatu negara dan masyarakat dan menciptakan sebuah                masyarakat&lt;/b&gt; tanpa jiwa dan rasa sensitif, yang hanya memperhatikan                aspek materi. Anggota masyarakat yang demikian tidak akan pernah                memiliki idealisme seperti patriotisme, cinta bangsa, keadilan,                loyalitas, kejujuran, pengorbanan, kehormatan atau moral yang baik,                sehingga tatanan sosial yang dibangunnya pasti akan hancur dalam                waktu singkat. Karena itulah, materialisme menjadi salah satu ancaman                paling berat terhadap nilai-nilai yang mendasari tatanan politik                dan sosial suatu bangsa.&lt;/p&gt;             &lt;table align="center" bgcolor="#eeeedd" border="1" bordercolor="#eeeedd" cellpadding="8" cellspacing="0" width="452"&gt;               &lt;tbody&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="442"&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/32.jpg" border="1" width="192" height="254" hspace="2" /&gt;&lt;img src="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/32a.jpg" border="1" width="200" height="254" hspace="2" /&gt;&lt;br /&gt;                     &lt;span class="resimalti"&gt;Karl Marx dengan jelas menyatakan                        bahwa teori Darwin memberikan dasar yang kokoh bagi materialisme,                        dan tentu saja bagi komunisme. Ia juga menunjukkan simpatinya                        kepada Darwin dengan mempersembahkan buku Das Kapital, yang                        dianggap sebagai karya terbesarnya, kepada Darwin. Dalam                        bukunya yang berbahasa Jerman, ia menulis: "Dari seorang                        pengagum setia kepada Charles Darwin".&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;                     &lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;             &lt;/table&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Satu lagi &lt;b&gt;kejahatan materialisme adalah dukungannya                terhadap ideologi-ideologi anarkis dan bersifat memecah belah, yang                mengancam kelangsungan kehidupan negara dan bangsa. Komunisme&lt;/b&gt;,                ajaran terdepan di antara ideologi-ideologi ini, merupakan konsekuensi                politis alami dari filsafat materialisme. Karena komunisme berusaha                menghancurkan tatanan sakral seperti keluarga dan negara, ia menjadi                ideologi fundamental bagi segala bentuk gerakan separatis yang menolak                struktur kesatuan suatu negara.&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Teori evolusi menjadi semacam landasan ilmiah bagi materialisme,                dasar pijakan ideologi komunisme. Dengan merujuk teori evolusi,                komunisme berusaha membenarkan diri dan menampilkan ideologinya                sebagai sesuatu yang logis dan benar. Karena itulah Karl Marx, pencetus                komunisme, menuliskan &lt;em&gt;The Origin of Species&lt;/em&gt;, buku Darwin                yang mendasari teori evolusi dengan "Inilah buku yang berisi landasan                sejarah alam bagi pandangan kami" &lt;a name="1."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Namun faktanya, temuan-temuan baru ilmu pengetahuan modern                telah membuat teori evolusi, dogma abad ke-19 yang menjadi dasar                pijakan segala bentuk ajaran kaum materialis, menjadi tidak berlaku                lagi, sehingga ajaran ini - utamanya pandangan Karl Marx - benar-benar                telah ambruk. Ilmu pengetahuan telah menolak dan akan tetap menolak                hipotesis materialis yang tidak mengakui eksis-tensi apa pun kecuali                materi. Dan ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa segala yang ada merupakan                hasil ciptaan sesuatu yang lebih tinggi.&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Tujuan penulisan buku ini adalah memaparkan fakta-fakta                ilmiah yang membantah teori evolusi dalam seluruh bidang ilmu, dan                mengungkapkan kepada masyarakat luas tujuan sesungguhnya dari apa                yang disebut "ilmu pengetahuan" ini, yang ternyata tidak lebih dari                sebuah penipuan.&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Perlu diketahui bahwa evolusionis tidak memiliki bantahan                terhadap buku yang sedang Anda baca ini. Mereka bahkan tidak akan                berusaha membantah karena sadar bahwa tindakan seperti itu hanya                akan membuat setiap orang semakin paham bahwa teori evolusi hanyalah                sebuah kebohongan.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3847203946914939958-3972203366437160955?l=cintaku-loveyou.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/feeds/3972203366437160955/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/2009/05/ada-apa-dengan-teori-evolusi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3847203946914939958/posts/default/3972203366437160955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3847203946914939958/posts/default/3972203366437160955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-loveyou.blogspot.com/2009/05/ada-apa-dengan-teori-evolusi.html' title='Ada Apa dengan Teori Evolusi?'/><author><name>my love</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03585437615001367745</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_1UvEn9BN05M/Smle78z0p2I/AAAAAAAAAPk/-R5VUz4OxWs/S220/Foto091.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3847203946914939958.post-6907826866184632080</id><published>2009-04-26T07:20:00.000-07:00</published><updated>2009-04-26T07:21:02.693-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengetahuan'/><title type='text'>NABI SULAIMAN DAN RATU SABA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;                          &lt;blockquote&gt;                            &lt;blockquote&gt;                              &lt;p class="ayetler"&gt; Dikatakan kepadanya : " Masuklah                                ke dalam istana. Maka tatkala dia melihat lantai                                istan
